Blog

27 Okt
0

KUNJUNGAN PROVINSIAL O.M.I IRLANDIA, FR. LORCAN O’REILLY, OMI, KE CILACAP

Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) menerima kunjungan istimewa dari Provinsial OMI Irlandia, Fr. Lorcan O’Reilly, OMI, pada 15–18 Oktober 2026. Selama empat hari berada di Cilacap dan sekitarnya, Fr. Lorcan menjalani  serangkaian agenda padat mulai dari meninjau Bank Perkreditan Rakyat , Unit Infrasturtur ,  lembaga pendidikan, berinteraksi dengan para siswa, melakukan kunjungan lapangan ke desa dampingan, hingga berdiskusi mendalam bersama tim YSBS untuk mengenal dari dekat karya pelayanan sosial dan pendidikan yang sedang berjalan.

Kamis, 15 Oktober 2026: Mengagumi Semangat Misionaris di AMN – Rangkaian kunjungan resmi dimulai di Akademi Maritim Nusantara (AMN). Dalam kesempatan ini, Fr. Lorcan,O.M.I.,  berdialog langsung dengan para taruna/i penerima Student Loan sebuah program pinjaman tanpa bunga yang ada sejak tahun 2011 ,  yang digagas untuk membantu mahasiswa berlatar belakang ekonomi lemah agar tetap bisa melanjutkan kuliah.

Gb. Fr. Lorcan dan Fr. Charlie bersama dengan taruna/I penerima Studemt Loan meninjau fasilitas simulator.

Selain bertemu para taruna , Fr. Lorcan,O.M.I diajak meninjau fasilitas simulator serta area rooftop di lantai 9 gedung AMN bersama Fr. Charlie P.E. Burrows, O.M.I, dan rombongan. Sebuah momen mengesankan terjadi ketika Fr. Charlie,O.M.I , misionaris O.M.I yang telah berusia 83 tahun, tetap tangguh menaiki tangga hingga lantai 9 tanpa menggunakan lift. Di AMN sendiri, tangga sengaja digunakan tanpa fasilitas lift guna melatih ketahanan fisik dan kedisiplinan para taruna dan taruni . Keteladanan fisik dan semangat pelayanan Fr. Charlie,O.M.I ini menjadi inspirasi tersendiri bagi para kaum muda.

Kegiatan hari pertama diakhiri dengan makan malam dan diskusi santai di kantor YSBS bersama jajaran pimpinan AMN untuk mempererat pemahaman bersama mengenai tata kelola dan pengembangan pendidikan maritim tersebut.

Gb. kumpul malam diskusi santai di kantor PAI, YSBS.

Perjalanan dilanjutkan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026: Menyapa Komunitas Sekolah di Sidareja dan Kawunganten. Memasuki hari kedua, rombongan bertolak menuju wilayah Sidareja dan Kawunganten pada pagi hari. Pukul 08.30–10.30 WIB: Meninjau lingkungan pendidikan di TK Pius, SD Pius, dan SMK Yos Soedarso Sidareja dan dilajutkan pukul 11.00–13.00 WIB melanjutkan kunjungan ke SMK Yos Soedarso Kawunganten sekaligus menyempatkan diri singgah di Gereja St. Benedictus Kawunganten.

Gb. Fr. Lorcan dan Fr. Charlie bersama dengan anggota lain berkunjung ke TK dan SD Pius Sidareja serta SMK Yos Kawunganten.

Kunjungan ke sekolah-sekolah di bawah naungan karya pelayanan YSBS ini memberi kesempatan bagi Fr. Lorcan,O.M.I  untuk melihat dari dekat proses pembelajaran dan berinteraksi langsung dengan warga sekolah. Rangkaian agenda hari kedua ditutup dengan makan siang di sekolah serta makan malam keakraban bersama para karyawan YSBS beserta keluarga mereka di Rumah Makan Sari Laut.

Pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026 kami blusukan dan peninjauan lapangan di Desa Pelindukan. Hari ketiga diisi dengan kunjungan lapangan ke Desa Pelindukan, Ujung Alang. Rombongan berangkat sejak pagi hari dan melakukan peninjauan masyarakat mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB.

Gb. Fr. Lorcan dan Fr. Charlie bersama dengan Romo Warsono terjun ke lapangan Desa Pelindukan di Ujung Alang

Kunjungan ini menjadi salah satu agenda krusial karena memberikan gambaran nyata mengenai konteks pelayanan YSBS di tengah masyarakat desa. Salah satu hal yang ditinjau langsung adalah proses pembuatan tanggul baru yang difungsikan untuk pencetakan sawah baru di daerah Ujung Gagak. Pengalaman berjumpa langsung dengan warga desa menjadi bahan refleksi berharga mengenai kebutuhan riil masyarakat dan tantangan pendampingan komunitas di lapangan.

Hari terkahir Minggu, 18 Oktober 2026 kunjungan Fr.Lorcan,O.M.I diisi dengan evaluasi, refleksi, dan diskusi Bersama Tim YSBS . Mengakhiri rangkaian agenda, Fr. Lorcan,O.M.I bersama Fr. Charlie,O.M.I  dan tim YSBS menggelar sesi diskusi di kantor YSBS Cilacap pada pukul 09.00–12.30 WIB. Agenda ini diisi dengan pemutaran serta peninjauan video dokudrama kegiatan, peninjauan ulang seluruh program kerja, dan berbagi informasi terkait keberlangsungan karya pelayanan yayasan.

Gb. Fr. Lorcan Gb. Fr. Lorcan dan Fr. Charlie Bersama dengan tim PAI mengulas Kembali hasil dokumentasi kegiatan.

Sesi ini menjadi ruang refleksi mendalam untuk menghubungkan temuan-temuan selama kunjungan lapangan baik di sekolah maupun desa dampingan dengan arah kebijakan dan rencana pendampingan program YSBS ke depan. Kegiatan kunjungan resmi ini kemudian ditutup dengan makan siang bersama pada pukul 12.30–13.00 WIB.

Secara keseluruhan, kunjungan kerja Provinsial OMI Irlandia selama 15–18 Oktober 2026 ini merangkum empat bidang utama pelayanan YSBS: pendidikan, pengenalan fasilitas belajar, pendampingan masyarakat desa, dan koordinasi internal yayasan. Melalui perjumpaan tatap muka ini, diharapkan jalinan komunikasi, semangat kerja sama, serta komitmen pelayanan antara OMI Irlandia dan YSBS dapat terus bertumbuh dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang dilayani.

Read More
27 Okt
0

OKTOBER YANG PENUH SUKACITA BAGI PUTRI-PUTRI PACE

Bulan Oktober menjadi bulan yang sangat menyenangkan bagi Putri-Putri PACE. Selain kunjungan rutin yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali, pada bulan ini mereka mendapatkan kunjungan istimewa dari Romo Lorcan O’Reiley, O.M.I., selaku Provincial O.M.I. Irlandia.

Romo Lorcan O.M.I. hadir bersama Romo Carolus, O.M.I., penggagas Program PACE. Dalam suasana penuh keakraban, kami duduk bersama dan saling berbagi cerita mengenai berbagai kegiatan di asrama, kehidupan sehari-hari, harapan-harapan, serta motivasi yang membawa kami untuk menjalani kehidupan dan pendidikan di Cilacap.

Perjalanan Putri-Putri PACE sejak awal kedatangan tentu tidak selalu mudah. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Beberapa anak bahkan sempat merasa kurang sesuai dengan jurusan yang mereka pilih di SMK Yos Soedarso Sidareja. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dan pemahaman mengenai pilihan jurusan yang disesuaikan dengan kemampuan akademik masing-masing, mereka perlahan-lahan dapat menerima keputusan tersebut. Setiap keputusan yang diambil merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan kesempatan terbaik bagi masa depan mereka.

Kunjungan pada Jumat, 16 Oktober 2026 memberikan kesan dan pengalaman tersendiri bagi Putri-Putri PACE. Perhatian yang mereka terima membuat mereka merasa diterima, dihargai, dan diperhatikan. Pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kecerdasan emosional (emotional intelligence), menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkuat kemampuan mereka dalam menjalin relasi dengan orang lain. Berbagai pengalaman yang mereka peroleh selama tinggal di asrama merupakan kekayaan berharga yang tidak dapat diukur dengan materi.

Sukacita kembali hadir pada hari Senin  26 Oktober 2026, ketika Putri-Putri PACE menerima kunjungan dari Superior General PBHK, Sr. Marive Vendosa, PBHK, yang didampingi oleh Sr. Fabile, PBHK, selaku General Assistant, serta Sr. Luciani, PBHK, sebagai penerjemah. Kunjungan ini juga didampingi oleh Suster Provincial PBHK, Sr. Ancilla, PBHK.

Bagi Putri-Putri PACE, kesempatan ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan, seolah-olah mereka sedang bertemu dengan ibu mereka sendiri. Kehadiran para suster memberikan kehangatan, perhatian, dan rasa kekeluargaan yang sangat berarti bagi anak-anak yang sedang belajar menjalani kehidupan jauh dari keluarga mereka. Keberadaan Putri-Putri PACE di Cilacap sendiri merupakan bagian dari kerja sama yang terjalin melalui Memorandum of Understanding ( M.O.U.) antara Yayasan dan Kongregasi PBHK.

Makan siang bersama pada hari itu menjadi momen istimewa untuk saling berbagi pengalaman, cerita, dan sukacita. Kebersamaan dengan para biarawati yang setia mengabdikan hidup kepada Tuhan menghadirkan teladan iman, kasih, dan pelayanan bagi Putri-Putri PACE. Pengalaman ini diharapkan semakin memperkuat iman mereka, menumbuhkan kasih dalam kehidupan sehari-hari, serta memberikan semangat untuk terus melangkah dan meraih masa depan yang lebih baik.

Oktober bukan sekadar bulan kunjungan, melainkan juga bulan penuh perhatian, penerimaan, dan kasih. Melalui perjumpaan-perjumpaan ini, Putri-Putri PACE belajar bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Ada banyak orang yang hadir, mendampingi, dan mendukung perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih baik.

Read More
26 Okt
0

SMA YOS SUDARSO CILACAP GELAR BERBAGAI PERLOMBAAN DALAM RANGKA BULAN BAHASA DAN HARI PANGAN SEDUNIA

SMA Yos Sudarso Cilacap mengadakan berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Hari Pangan Sedunia pada Selasa dan Rabu, 20–21 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Melalui beragam perlombaan yang diselenggarakan, sekolah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan kreativitas, menunjukkan bakat, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang memadukan unsur bahasa, budaya, seni, dan pangan.

Gb. MC membuka serangkaian acara dalam rangka Bulan Puasa dan Hari Pangan Sedunia didampingi oleh juri lomba di sisi kanan dan kiri

Peringatan Bulan Bahasa menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa sebagai sarana komunikasi, ekspresi, dan pelestarian budaya. Sementara itu, Hari Pangan Sedunia mengingatkan pentingnya pangan dalam kehidupan manusia serta perlunya membangun kesadaran mengenai keberagaman dan kekayaan pangan. Kedua momentum tersebut menjadi dasar bagi penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman secara langsung.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, SMA Yos Sudarso Cilacap menyelenggarakan enam jenis perlombaan, yaitu Storytelling, Festival Kuliner Nusantara, Tembang Dolanan, Fashion Show bertema “Vintage Formal”, Musikalisasi Puisi, dan Panggung Kreasi. Setiap perlombaan memiliki karakteristik tersendiri sehingga siswa dapat menyalurkan kemampuan dan kreativitas melalui berbagai bidang yang diminati.

Salah satu perlombaan yang diselenggarakan adalah Storytelling. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, menyampaikan cerita, serta mengekspresikan gagasan melalui penuturan yang menarik. Kegiatan bercerita juga menjadi sarana untuk melatih kepercayaan diri, keterampilan berbicara, dan kemampuan menyampaikan pesan kepada orang lain. Hal tersebut sejalan dengan semangat Bulan Bahasa yang mendorong siswa untuk menggunakan ahasa secara kreatif dan komunikatif.

Gb. Anak-anak saling mengembangkan bakat mereka melalui storytelling.

Selain kemampuan berbahasa, keberagaman budaya Indonesia turut diangkat melalui lomba Festival Kuliner Nusantara. Perlombaan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia sekaligus ruang untuk mengenal kekayaan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman makanan Nusantara merupakan bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui pengenalan kuliner, siswa diharapkan semakin menghargai kekayaan pangan Indonesia dan memahami pentingnya menjaga keberagaman budaya kuliner.

Lomba Tembang Dolanan juga menjadi bagian dari kegiatan yang mengangkat nilai-nilai budaya tradisional. Tembang dolanan merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang mengandung unsur bahasa, seni, dan nilai kehidupan masyarakat. Melalui perlombaan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal kembali kesenian tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Pelestarian tembang dolanan penting dilakukan agar generasi muda tetap mengenal dan menghargai warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Gb. Sekelompok anak menampilkan seni dan nilai dalam kehidupan Masyarakat melalui tembang dolanan.

Suasana kreativitas juga dihadirkan melalui lomba Fashion Show dengan tema “Vintage Formal”. Tema tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan gaya melalui penampilan busana yang mengusung nuansa vintage dengan sentuhan formal. Dalam kegiatan ini, kreativitas dapat dituangkan melalui pemilihan busana, perpaduan gaya, serta cara peserta menampilkan diri. Selain menjadi ajang unjuk kreativitas, perlombaan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun kepercayaan diri ketika tampil di hadapan orang lain

Gb. Anak-anak mengenakan pakaian “vintage formal” untuk beradu outfit dalam lomba fashion show

Bidang sastra dan seni turut mendapat tempat melalui lomba Musikalisasi Puisi. Perlombaan ini memadukan keindahan bahasa puisi dengan unsur musik sehingga karya sastra dapat disampaikan melalui pendekatan yang lebih ekspresif. Musikalisasi puisi memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengolah kata, memahami pesan dalam puisi, serta memadukan unsur sastra dan musik menjadi sebuah penampilan. Kegiatan ini sekaligus memperluas cara siswa menikmati dan mengapresiasi karya sastra

Gb. Anak-anak berpasangan untuk menampilkan bakat terbaik mereka sebagai hiburan menyelingi perlombaan yang diadakan.

Tidak hanya melalui perlombaan yang telah ditentukan, siswa juga diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas melalui Panggung Kreasi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan potensi dan kemampuan yang dimiliki melalui karya atau pertunjukan kreatif. Keberadaan panggung kreasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk berani tampil, mengembangkan gagasan, serta menunjukkan hasil kreativitas mereka di lingkungan sekolah.

Keterlibatan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Partisipasi lintas tingkat kelas memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut memeriahkan peringatan Bulan Bahasa dan Hari Pangan Sedunia melalui bidang yang beragam. Setiap perlombaan menghadirkan ruang pembelajaran yang berbeda, mulai dari keterampilan berbahasa, apresiasi sastra, pelestarian budaya tradisional, kreativitas dalam berbusana, hingga pengenalan kekayaan pangan Nusantara.

Melalui kegiatan ini, pembelajaran di lingkungan sekolah tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik di dalam kelas. Perlombaan juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan nonakademik, melatih keberanian, membangun rasa percaya diri, dan menumbuhkan penghargaan terhadap kemampuan orang lain. Pengalaman berpartisipasi dalam kegiatan bersama diharapkan dapat mendukung perkembangan siswa sebagai pribadi yang kreatif dan mampu bekerja sama.

Peringatan Bulan Bahasa dan Hari Pangan Sedunia melalui berbagai perlombaan ini juga menjadi kesempatan untuk menghubungkan pendidikan dengan kekayaan budaya dan kehidupan sehari-hari. Bahasa, sastra, musik, busana, permainan tradisional, dan kuliner merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang dapat dipelajari serta dilestarikan oleh generasi muda. Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal dan mengekspresikan berbagai unsur tersebut, sekolah turut mendukung tumbuhnya apresiasi terhadap kebudayaan Indonesia.

Melalui penyelenggaraan enam perlombaan pada 20–21 Oktober 2026, SMA Yos Sudarso Cilacap menghadirkan kegiatan yang memadukan kreativitas, seni, bahasa, dan pengenalan budaya pangan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus mengembangkan potensi diri serta menghargai kekayaan budaya dan pangan Nusantara.

Read More
26 Okt
0

MISA PELAJAR GABUNGAN DI SIDAREJA, PERKUAT IMAN DAN SPIRITUALITAS PELAJAR

Pelajar Katolik dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kecamatan Sidareja, Cipari, Gandrungmangu, dan Patimuan mengikuti Misa Pelajar Gabungan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh para siswa, guru, dan karyawan dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang beragama Katolik maupun Kristen Protestan

Gb. Keluarga besar (TK, SD, SMP, SMA, dan SMK) Sidareja bersama-sama mengikuti misa di Gereja Santo Yoseph Sidareja.

Misa Pelajar Gabungan diselenggarakan oleh Tim Kerja Pendidikan Gereja Santo Yoseph Sidareja sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan iman dan kehidupan rohani di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pelajar, guru, dan karyawan untuk berkumpul dalam suasana kebersamaan, memperkuat hubungan persaudaraan, serta menghayati nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai kegiatan yang dilaksanakan satu kali setiap tahun, Misa Pelajar Gabungan menjadi salah satu agenda yang mempertemukan komunitas pendidikan dari berbagai jenjang dan wilayah. Perjumpaan ini memberikan ruang bagi para peserta untuk merayakan iman bersama sekaligus menyadari bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter serta kehidupan spiritual.

Perayaan Ekaristi dalam kegiatan tersebut dipersembahkan oleh Romo Surya, Pr. Melalui perayaan Misa, para peserta diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadikan iman sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Misa juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kehidupan yang perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan sehari-hari

Salah satu tujuan utama penyelenggaraan Misa Pelajar Gabungan adalah meningkatkan iman, moralitas, dan spiritualitas siswa, guru, serta karyawan Katolik. Ketiga aspek tersebut memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat serta mampu menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam lingkungan pendidikan, penguatan iman dan spiritualitas menjadi bagian dari proses pembentukan pribadi peserta didik. Melalui kegiatan keagamaan, siswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam penghayatan iman sekaligus belajar mengenai nilai-nilai kebaikan, kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pergaulan sehari-hari serta menjadi pedoman dalam mengambil keputusan.

Misa Pelajar Gabungan juga menjadi pengingat bahwa para pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam mendampingi perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Guru dan karyawan tidak hanya menjalankan tugas dalam bidang pendidikan dan pelayanan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas yang bersama-sama menumbuhkan nilai-nilai moral dan spiritual. Oleh karena itu, kegiatan ini melibatkan seluruh unsur komunitas pendidikan yang beragama Katolik maupun Kristen Protestan dari wilayah penyelenggaraan.

Kebersamaan dalam kegiatan tahunan ini memperlihatkan pentingnya membangun hubungan yang baik antarkomunitas pendidikan. Para siswa berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda, mulai dari TK hingga SMA dan SMK, sementara guru serta karyawan turut hadir sebagai bagian dari komunitas sekolah. Perjumpaan lintas jenjang ini menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan menggereja

Selain menjadi sarana pembinaan rohani, Misa Pelajar Gabungan juga menegaskan pentingnya kerja sama antara Gereja dan lingkungan pendidikan dalam mendukung perkembangan generasi muda. Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Kerja Pendidikan Gereja Santo Yoseph Sidareja ini, pembinaan iman mendapat ruang untuk berjalan berdampingan dengan proses pendidikan formal. Harapannya, siswa dapat bertumbuh menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kehidupan spiritual yang seimbang.

Melalui kegiatan tahunan ini, diharapkan para siswa, guru, dan karyawan semakin bertumbuh dalam iman, memiliki moralitas yang baik, serta mengembangkan spiritualitas yang tercermin melalui sikap dan tindakan nyata. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam Misa Pelajar Gabungan diharapkan terus berlanjut dalam kehidupan di sekolah, keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Misa Pelajar Gabungan bukan sekadar pertemuan tahunan, melainkan juga bagian dari upaya bersama untuk menumbuhkan generasi yang beriman, berkarakter, dan mampu membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. Dengan dukungan Gereja dan komunitas pendidikan, pembinaan iman diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mendampingi perjalanan para pelajar menuju masa depan.

Read More
26 Okt
0

SMP YOS SUDARSO JERUKLEGI GELAR FIELD TRIP, PADUKAN LITERASI, BULAN BAHASA, DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN

SMP Yos Sudarso Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, menggelar kegiatan field trip di Havana Hill Jeruklegi pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan yang melibatkan 325 siswa ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bahasa dan penyambutan Hari Sumpah Pemuda. Melalui pembelajaran di luar kelas, sekolah memadukan kegiatan literasi, pengembangan karakter, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu rangkaian aktivitas edukatif.

Kegiatan field trip ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kokurikuler yang menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan pengalaman nyata di lingkungan sekitar. Siswa tidak hanya belajar melalui penjelasan di dalam kelas, tetapi juga diajak melakukan pengamatan, berkomunikasi, bekerja sama dalam kelompok, dan menghasilkan karya berdasarkan pengalaman yang mereka peroleh selama kegiatan. Lingkungan wisata lokal dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan sosial.

Peringatan Bulan Bahasa menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan kegiatan ini. Bahasa tidak hanya dipelajari sebagai materi pelajaran, tetapi juga digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan, mengekspresikan kreativitas, dan membangun komunikasi antarsiswa. Melalui berbagai permainan dan tantangan kelompok, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa secara aktif dan menyenangkan.

Kegiatan juga dikaitkan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda yang mengingatkan pentingnya persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah menyusun puzzle berupa teks Sumpah Pemuda dan peta wilayah Indonesia yang sebelumnya diacak. Setelah berhasil menyusun puzzle tersebut, seluruh anggota kelompok mengucapkan teks Sumpah Pemuda dengan lantang dan menyanyikan yel-yel kebanggaan yang mereka buat bersama. Aktivitas ini menggabungkan pengetahuan kebangsaan, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama dalam kelompok.

Selain penguatan literasi dan nasionalisme, kegiatan field trip juga mengintegrasikan nilai-nilai Adiwiyata melalui pembelajaran tentang kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak mengenali potensi destinasi wisata lokal, mengamati kondisi lingkungan, serta memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Dengan demikian, kegiatan di luar kelas tidak hanya menjadi kesempatan untuk belajar dan berekreasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa lingkungan merupakan bagian penting yang perlu dijaga bersama.

Kepala SMP Yos Sudarso Jeruklegi, Prapti Sunarsih, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pembelajaran kokurikuler yang menghubungkan pengalaman belajar di sekolah dengan lingkungan nyata. Destinasi wisata lokal dimanfaatkan sebagai sumber informasi, objek observasi, ruang kolaborasi, serta bahan untuk menghasilkan karya. Dengan melibatkan 325 siswa, sekolah mengajak peserta didik mengembangkan delapan dimensi profil lulusan melalui kegiatan observasi, aksi lingkungan, outbound, komunikasi, produksi karya, dan refleksi.

Rangkaian kegiatan dibagi menjadi lima pos aktivitas, yaitu Pilah Sampah, Bisik Literasi, Ikrar Pemuda dan Peta Nusantara, Menara Gotong Royong, serta Kreasi Puisi Berantai. Setiap pos memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan saling melengkapi. Melalui pembagian aktivitas tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir, berkomunikasi, berkolaborasi, dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompok.

Pada pos Pilah Sampah, siswa diajak mengenali pentingnya memilah sampah sebagai salah satu langkah sederhana dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini mengarahkan siswa untuk memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai melalui tindakan sehari-hari. Nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya selama field trip, tetapi juga dalam kehidupan di sekolah, rumah, dan masyarakat.

Gb. Anak-anak mulai baris berbaris untuk mengikuti Pos 1 (Pos Pilah Sampah)

Sementara itu, pos Bisik Literasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilan menyimak dan menyampaikan informasi. Aktivitas tersebut menekankan pentingnya ketelitian dalam menerima pesan serta kemampuan berkomunikasi dengan baik. Dalam proses pembelajaran, keterampilan menyimak dan menyampaikan informasi secara tepat merupakan bagian penting dari literasi yang dapat mendukung siswa dalam berbagai situasi.

Gb. Anak-anak duduk berbaris sembari menantikan kalimat yang akan dibisikan di Pos 2 (Pos Bisik Literasi)

Pada pos Ikrar Pemuda dan Peta Nusantara, siswa bekerja sama menyusun puzzle teks Sumpah Pemuda dan peta Indonesia. Setelah menyelesaikan tantangan tersebut, mereka mengucapkan teks Sumpah Pemuda bersama anggota kelompok dan menyampaikan yel-yel yang telah dibuat. Aktivitas ini menjadi sarana untuk mengingat kembali semangat persatuan sekaligus melatih kekompakan, kreativitas, dan keberanian dalam mengekspresikan gagasan di hadapan orang lain

Gb. Anak-anak menyusun puzzle text Pos 3 (Pos Ikrar Pemuda dan Peta Nusantara)

Pos Menara Gotong Royong dirancang untuk melatih kerja sama dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tantangan bersama. Dalam kegiatan kelompok, setiap peserta perlu berkontribusi agar tujuan bersama dapat tercapai. Pengalaman seperti ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mengenai pentingnya komunikasi, pembagian peran, tanggung jawab, dan sikap saling mendukung dalam sebuah tim.

Gb. Anak-anak saling membantu dalam kelompok untuk menyusun menara di Pos 4 (Menara Gotong Royong)

Adapun pada pos Kreasi Puisi Berantai, siswa diajak menuangkan ide dan kreativitas melalui karya sastra. Aktivitas ini menjadi salah satu bentuk penerapan literasi yang menghubungkan kemampuan berbahasa dengan pengalaman langsung. Melalui proses menyusun dan menyampaikan puisi secara bersama-sama, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan imajinasi, memperkaya ekspresi bahasa, dan menghargai kontribusi setiap anggota kelompok.

Gb. Anak-anak menyusun puisi secara bersama di Pos 5 (Pos Kreasi Puisi Berantai)

Koordinator projek, Aswiyah, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diselenggarakan selama satu minggu, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, dengan melibatkan berbagai mata pelajaran. Field trip menjadi salah satu kegiatan utama dalam rangkaian tersebut, yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 dan bertepatan dengan momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda. Pendekatan lintas mata pelajaran ini memungkinkan siswa menghubungkan berbagai pengetahuan dan keterampilan dalam pengalaman belajar yang saling berkaitan.

Setelah seluruh aktivitas di lima pos selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Operasi Semut Sampah. Siswa bersama-sama membersihkan area kegiatan sebagai bentuk praktik langsung menjaga kebersihan lingkungan. Penutup ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap alam tidak cukup hanya dipahami melalui teori, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Kebiasaan menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan diharapkan dapat terus dibangun melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Melalui kegiatan field trip ini, SMP Yos Sudarso Jeruklegi berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang mengintegrasikan literasi, pendidikan karakter, semangat kebangsaan, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan. Siswa memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengamatan, aktivitas kelompok, komunikasi, penciptaan karya, serta refleksi atas pengalaman yang dijalani. Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga mengingatkan bahwa proses pendidikan dapat berlangsung di berbagai ruang, tidak terbatas pada ruang kelas. Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang membantu siswa mengenali potensi daerah, memahami persoalan lingkungan, dan mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Dengan pendampingan dan rancangan kegiatan yang terarah, pengalaman di luar kelas dapat mendukung pembentukan karakter sekaligus memperkaya proses pembelajaran.

Melalui rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan field trip tersebut, SMP Yos Sudarso Jeruklegi berharap para siswa semakin kreatif dalam menggunakan bahasa, mampu bekerja sama, memiliki rasa tanggung jawab, serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Semangat literasi dan Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi terus tumbuh dalam perilaku sehari-hari, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Read More
13 Okt
0

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERTANIAN DI DESA UJUNGGAGAK, KAMPUNG LAUT, CILACAP, MULAI DIKERJAKAN

UJUNGGAGAK, CILACAP — Pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian tengah dilaksanakan di Desa Ujunggagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Pekerjaan ini meliputi pembangunan jalan tani atau tanggul keliling kawasan pertanian, pembuatan kanal, pembangunan dermaga sandar perahu, serta pembuatan gorong-gorong bambu sebagai bagian dari penataan infrastruktur di kawasan tersebut

Sebelum pelaksanaan pembangunan, dilakukan sosialisasi dan musyawarah desa sebagai bagian dari tahapan awal kegiatan. Tahap ini menjadi pengantar sebelum pekerjaan infrastruktur di kawasan pertanian Desa Ujunggagak dilaksanakan.

GB.Sosialisasi dan musyawarah desa sebelum dimulai pekerjaan Jl. Tani / Tanggul keliling Lokasi pertanian Desa Ujunggagak.

Dalam pelaksanaannya, kondisi tanah yang labil menjadi salah satu tantangan di lapangan. Untuk mendukung mobilisasi alat berat, batang pohon kelapa digunakan sebagai bantalan pada lintasan yang dilalui excavator. Proses pengangkutan batang pohon kelapa, mobilisasi alat berat, hingga pergerakan excavator menuju lokasi pekerjaan turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pembangunan tersebut.

Melalui tahapan mobilisasi, excavator diarahkan menuju area pekerjaan. Proses ini memperlihatkan persiapan alat berat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan jalan tani, tanggul, dan infrastruktur pendukung lainnya.

GB.Batang pohon kelapa yang akan digunakan sebagai bantalan trek excavator, proses mobilisasi excavator, hingga proses pembuaan dermaga sandar prahu dan batur rumah pertemuan petani.

Selain pembangunan jalan tani dan tanggul, pekerjaan juga mencakup pembuatan kanal serta dermaga sandar perahu. Dermaga tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas bongkar muat hasil pertanian sekaligus menjadi bagian dari sarana pendukung kegiatan petani di kawasan itu. Pembangunan infrastruktur ini berlangsung dengan memperhatikan kebutuhan akses dan transportasi di wilayah pertanian Desa Ujunggagak.

Kondisi wilayah dan akses menuju lokasi turut terekam dalam dokumentasi. Perjalanan menuju area pembangunan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di lapangan, sekaligus memperlihatkan kondisi akses yang dilalui untuk menjangkau lokasi pekerjaan.

GB.Proses pembuatan dermaga sandar prahu untuk bongkar muat hasil pertanian dan proses pembuatan kanal serta tanggul.

Selain pembangunan kanal dan tanggul, material bambu juga disiapkan untuk pembuatan srumbung atau gorong-gorong. Material tersebut menjadi bagian dari persiapan pembangunan sarana pendukung di kawasan pertanian. Tahapan ini memperlihatkan pengerjaan salah satu komponen infrastruktur yang disiapkan untuk dipasang di lokasi pekerjaan. Gorong-gorong bambu yang telah selesai dibuat dan siap dipasang merupakan tahap untuk menandai selesainya proses pembuatan material tersebut.

Di sisi transportasi, perahu bermesin digunakan untuk menunjang mobilitas pekerja menuju dan dari lokasi pekerjaan. Sarana transportasi air tersebut juga direncanakan untuk mendukung pengangkutan hasil panen. Berdasarkan keterangan dalam dokumentasi, perahu tersebut memiliki kapasitas muatan hingga lima ton gabah.

GB.Proses pembuatan srumbung atau gorong-gorong bambu dan prahu mesin sebagai sarana transportasi pulang pergi pekerja dan sarana untuk membawa hasil panen dengan kapasitas bobot muat 5ton gabah.

Rangkaian dokumentasi pembangunan infrastruktur di Desa Ujunggagak memperlihatkan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari sosialisasi dan musyawarah desa, persiapan material dan alat berat, pembangunan jalan tani atau tanggul serta kanal, hingga penyediaan dermaga, gorong-gorong bambu, dan sarana transportasi air.

Berbagai sarana tersebut merupakan bagian dari infrastruktur pendukung kegiatan pertanian di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Dokumentasi ini merekam proses pekerjaan di lapangan, sementara informasi mengenai nilai anggaran, pelaksana proyek, jadwal penyelesaian, dan capaian akhir pembangunan masih memerlukan keterangan tambahan dari pihak terkait.

Read More
13 Okt
0

LUMPUR YANG MENJADI SAWAH

Perhatian Rm. Carolus kepada masyarakat nelayan dan petani di Kampung Laut Cilacap dimulai sejak awal masuk Cilacap sebagai misionaris. Sekitar tahun 1976, Rm. Carolus berjumpa dengan petani miskin yang kurus kering tubuhnya karena gagal panen. Rm. Carolus ke-mudian mengunjungi desa petani itu dan mendapati masyarakat desa yang kekurangan pangan.

Berbagai upaya dilakukan Rm. Carolus bersama Yayasan Bina Sejahtera (YSBS) untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Yayasan yang menjadi pintu karya sosial Rm. Carolus itu mendapat dukungan dari berbagai lembaga donor luar negeri “Tugas saya hanya mengemis,” ungkap Rm. Carolus di depan hadir-in di Studio Metro TV pada malam penghargaan kala itu tentang dukungan dana lembaga donor.

Pejabat yang hadir dan ikut menyerahkan penghargaan adalah Direktur Utama Pupuk Indonesia (Persero) Rahmat Pribadi, BBA, MPA, dan Sekjen Kementerian Pertanian Dr. Ir. Suwandi, M.Sc.

Sekitar 20 tahun terakhir, Rm. Carolus membantu masyarakat mencetak sawah. Karena pendangkalan laguna Segara Anakan yang cukup masif, muncul lahan-lahan baru. Lahan tersebut awalnya berupa rawa-rawa yang selalu terendam air.

Setiap musim hujan, sungai-sungai yang bermuara ke Segara Anakan selalu membuat permukiman baru di Kampung Laut kebanjiran. Penduduk setempat adalah nelayan yang perlahan-lahan beralih profesi menjadi petani. Untuk mengatasi banjir ini, dibuat tanggul sepanjang kiri-kanan sungai. Pada saat yang sama, dibuat kanal untuk jalan banjir-lumpur menuju lahan rendah. Dengan cara itulah, bersama ma-syarakat, Rm. Carolus telah mencetak sawah dengan luas lebih dari 1.500 hektare. Sawah-sawah tersebut sangat subur mengingat permukaan atasnya berisi endapan lumpur.

Sebagai imam, Rm. Carolus bukan hanya melayani umat di Gereja Paroki St. Stefanus Cilacap dan stasi stasinya. Ia juga aktif membantu ma-syarakat yang membutuhkan melalui karya sosialnya.

“Orang mungkin mengatakan, Gereja mengajar. Akan tetapi saya mengatakan Gereja mewartakan. Mewartakan kabar gembira dengan perbuatan,” kata Rm Carolus.

“Tanda kehadiran Kerajaan Allah adalah mereka yang haus menda-patkan minum, mereka yang asing mendapatkan tumpangan, mereka yang telanjang mendapatkan pakaian mereka yang sakit dilawat, yang ada di penjara dikunjungi,” tandas Rm Carolus.

Sumber: Utusan.net, “Merasakan Cahaya Tuhan”, No. 10, Tahun 76, Oktober 2026. Penulis asli: Sutriyono Robert.

Read More
02 Okt
0

ANAK-ANAK TK MENGIKUTI PERAGAAN MANASIK HAJI DI ALUN-ALUN GANDRUNGMANGU

Anak-anak TK Yos Sudarso mengikuti kegiatan peragaan manasik haji bagi peserta didik beragama Islam yang dilaksanakan di Alun-Alun Gandrungmangu. Kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman pembelajaran keagamaan yang dikemas dalam bentuk praktik, sehingga anak-anak dapat mengenal gambaran ibadah haji melalui kegiatan yang dilakukan secara langsung.

Bagi anak-anak usia taman kanak-kanak, kegiatan manasik haji menjadi pengalaman belajar yang menarik. Anak-anak diajak untuk mengenal rangkaian ibadah haji dengan cara yang lebih sederhana dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengalaman mengikuti peragaan bersama.

Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Gandrungmangu ini memberikan suasana belajar yang berbeda bagi anak-anak. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan di luar lingkungan sekolah sekaligus bertemu dan beraktivitas bersama peserta lainnya dalam rangkaian peragaan manasik haji.

Melalui kegiatan ini, anak-anak mulai diperkenalkan pada salah satu ibadah dalam agama Islam, yaitu ibadah haji. Pengenalan sejak usia dini dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran keagamaan yang membantu anak mengenal berbagai kegiatan ibadah dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Peragaan manasik haji juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar mengikuti kegiatan secara bersama-sama. Mereka belajar mengikuti arahan, berada dalam satu rangkaian kegiatan, serta mengikuti praktik manasik sesuai dengan pendampingan yang diberikan.

Bagi anak-anak TK, pengalaman langsung seperti ini dapat menjadi pembelajaran yang lebih berkesan. Mereka dapat melihat dan mengikuti kegiatan secara nyata, sehingga pembelajaran keagamaan tidak hanya diperoleh melalui cerita atau gambar, tetapi juga melalui pengalaman yang mereka jalani sendiri.

Kegiatan manasik haji tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memadukan unsur pendidikan dan pengalaman. Anak-anak dapat belajar mengenal ibadah sekaligus menikmati kegiatan bersama teman-teman dalam suasana yang berbeda dari kegiatan pembelajaran rutin di sekolah.

Selain menambah pengalaman keagamaan, kegiatan bersama seperti ini juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk membangun kebersamaan. Mereka mengikuti kegiatan secara bersama-sama dan mendapatkan pengalaman baru yang dapat menjadi bagian dari kenangan selama berada di jenjang pendidikan taman kanak-kanak.

Keikutsertaan anak-anak dalam peragaan manasik haji di Alun-Alun Gandrungmangu menjadi pengalaman sederhana namun bermakna. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat mulai mengenal ibadah haji sekaligus belajar mengikuti kegiatan keagamaan dengan suasana yang menyenangkan.

Semoga pengalaman mengikuti peragaan manasik haji ini dapat memberikan kesan positif bagi anak-anak dan menjadi bagian dari proses pengenalan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.

Read More
02 Okt
0

SEMARAK BKSN 2026 DI SMP MARIA IMMACULATA CILACAP, WUJUDKAN SEMANGAT BELAJAR DAN KEBERSAMAAN ANTARUMAT BERAGAMA

SMP Maria Immaculata Cilacap mengadakan kegiatan Lomba Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari dua kelompok agama, yaitu peserta didik beragama Katolik dan Islam, dengan berbagai jenis perlombaan yang disesuaikan dengan bidang masing-masing.

Pelaksanaan lomba BKSN menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperdalam pembelajaran keagamaan melalui berbagai bentuk kegiatan. Peserta didik tidak hanya mengikuti kegiatan pembelajaran agama di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui perlombaan.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa jenis lomba yang diperuntukkan bagi peserta didik beragama Katolik. Lomba tersebut meliputi Lektor, Mazmur, dan Tutur Kitab Suci. Ketiga jenis lomba tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dalam membaca, menyampaikan, dan mengungkapkan pesan Kitab Suci melalui bidang yang mereka ikuti.

Sementara itu, bagi peserta didik beragama Islam, beberapa perlombaan yang diselenggarakan meliputi Kaligrafi, Dai Cilik, dan Adzan. Masing-masing kegiatan memberikan ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam bidang keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Selain perlombaan yang dibedakan berdasarkan bidang keagamaan, SMP Maria Immaculata Cilacap juga menyelenggarakan Kuis BKSN yang diikuti oleh peserta didik beragama Katolik dan Islam. Kegiatan kuis ini menjadi salah satu bentuk kegiatan bersama yang melibatkan peserta didik dari kedua kelompok agama dalam satu perlombaan.

Dalam persiapan kegiatan, setiap kelas mengusulkan nama peserta didik untuk mengikuti seluruh jenis lomba yang telah disiapkan. Dengan demikian, masing-masing kelas memiliki perwakilan yang mengikuti berbagai kategori perlombaan dalam rangkaian kegiatan BKSN.

Keikutsertaan peserta didik dari setiap kelas memberikan kesempatan yang luas bagi siswa untuk mengambil bagian dalam kegiatan sekolah. Para peserta dapat mengikuti perlombaan sesuai dengan bidang yang dipersiapkan, sekaligus mendapatkan pengalaman dalam mengikuti sebuah kompetisi di lingkungan sekolah.

Berbagai jenis lomba yang diselenggarakan juga memberikan bentuk kegiatan yang beragam. Ada kegiatan yang mengembangkan kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan, seperti Lektor, Tutur Kitab Suci, dan Dai Cilik. Ada pula kegiatan yang mengembangkan kemampuan seni dan kreativitas melalui Kaligrafi, serta kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan vokal melalui Mazmur dan Adzan.

Kegiatan BKSN di SMP Maria Immaculata Cilacap juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar menghargai keberagaman yang ada di lingkungan sekolah. Peserta didik Katolik dan Islam dapat mengikuti kegiatan dalam rangkaian acara yang sama, dengan tetap menjalankan bidang perlombaan sesuai dengan agama masing-masing.

Kehadiran Kuis BKSN sebagai lomba yang diikuti bersama oleh peserta didik Katolik dan Islam semakin memberikan ruang bagi terciptanya kebersamaan dalam kegiatan sekolah. Perbedaan latar belakang agama tidak menjadi penghalang bagi peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang sama dan membangun pengalaman bersama.

Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan BKSN juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik. Mengikuti perlombaan membutuhkan keberanian untuk tampil, kesiapan untuk mengikuti kegiatan, serta kemauan untuk menjalani proses yang telah dipersiapkan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran peserta didik di luar kegiatan pembelajaran rutin.

Bagi peserta didik, kegiatan seperti ini juga memberikan kesempatan untuk mengenali kemampuan diri. Melalui perlombaan, siswa dapat belajar mempersiapkan diri dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki di hadapan peserta lainnya. Setiap peserta juga memperoleh pengalaman dari proses mengikuti kegiatan bersama teman-teman dari kelas yang berbeda.

Kegiatan BKSN di SMP Maria Immaculata Cilacap menjadi salah satu kegiatan yang memadukan pembelajaran keagamaan, pengembangan potensi, kreativitas, serta kebersamaan peserta didik. Melalui berbagai kategori lomba yang tersedia, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang mereka ikuti.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMP Maria Immaculata Cilacap terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk bertumbuh melalui berbagai pengalaman di lingkungan sekolah. Lomba BKSN bukan hanya menjadi kegiatan kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk mengenal, menghayati, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang keagamaan masing-masing.

Semoga kegiatan BKSN ini dapat terus menjadi pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta didik SMP Maria Immaculata Cilacap, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman yang ada di lingkungan sekolah.

Read More
30 Sep
0

KEGIATAN AKHIR BULAN TK YOS SUDARSO MAJENANG, BELAJAR DAN BERSAMA WALI MURID

Sebagai bagian dari kegiatan rutin setiap akhir bulan, TK Yos Sudarso Majenang kembali menghadirkan kegiatan bersama yang melibatkan para siswa dan wali murid. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026 ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah sekaligus menghabiskan waktu bersama orang tua atau wali.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB. Dalam kegiatan kali ini, siswa bersama wali murid mengikuti dua agenda utama, yaitu naik odong-odong berkeliling desa dan berkunjung ke Kebun Melon HIKARU FAMS.

Kegiatan pertama diawali dengan naik odong-odong bersama untuk berkeliling desa. Bagi anak-anak usia taman kanak-kanak, perjalanan menggunakan odong-odong menjadi pengalaman yang menyenangkan. Kegiatan sederhana ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menikmati perjalanan bersama teman-teman dan wali murid dalam suasana yang berbeda dari kegiatan sehari-hari di sekolah.

Selain menjadi kegiatan rekreasi, berkeliling desa juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk melihat lingkungan di sekitar mereka secara langsung. Anak-anak dapat menikmati perjalanan bersama dalam suasana yang penuh kebersamaan, sementara para wali murid turut mendampingi dan mengikuti kegiatan bersama.

Setelah berkeliling desa, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kebun Melon HIKARU FAMS. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengalaman belajar anak-anak melalui lingkungan di luar sekolah. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung kebun melon dan mengenal lingkungan tempat tanaman melon dibudidayakan.

Kegiatan kunjungan ke kebun juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak-anak karena pembelajaran dilakukan secara langsung di lingkungan yang berkaitan dengan tanaman. Anak-anak dapat melihat suasana kebun dan mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan bersama yang telah disiapkan.

Kegiatan akhir bulan ini tidak hanya menjadi agenda bagi siswa, tetapi juga melibatkan wali murid. Kehadiran wali murid membuat kegiatan menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan antara anak, orang tua atau wali, dan pihak sekolah dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan.

Keterlibatan wali murid dalam kegiatan sekolah juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Anak-anak dapat mengikuti kegiatan bersama orang-orang terdekat mereka, sementara wali murid dapat turut menyaksikan dan mendampingi pengalaman yang diperoleh anak selama kegiatan berlangsung.

Bagi TK Yos Sudarso Majenang, kegiatan rutin setiap akhir bulan ini menjadi salah satu bentuk kegiatan bersama yang dapat memberikan variasi dalam proses pembelajaran anak. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman melalui kegiatan di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengenal lingkungan melalui kegiatan di luar sekolah.

Perjalanan dengan odong-odong dan kunjungan ke kebun melon menjadi dua kegiatan yang memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Keduanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan akhir bulan yang dikemas dalam suasana kebersamaan bersama wali murid.

Kegiatan pada Senin, 28 September 2026 tersebut pun menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi keluarga besar TK Yos Sudarso Majenang. Kebersamaan antara siswa, wali murid, dan sekolah menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman belajar yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan anak-anak dapat terus memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan bersama di luar sekolah juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap lingkungan serta memberikan pengalaman yang dapat dikenang bersama.

Dengan rangkaian kegiatan berkeliling desa menggunakan odong-odong dan berkunjung ke Kebun Melon HIKARU FAMS, kegiatan akhir bulan TK Yos Sudarso Majenang menjadi momen kebersamaan antara anak-anak dan wali murid. Sebuah kegiatan sederhana yang menghadirkan pengalaman belajar sekaligus kebahagiaan bersama di penghujung bulan.

Tuhan memberkati setiap kebersamaan dan proses belajar anak-anak TK Yos Sudarso Majenang.

Read More