Blog

13 Okt
0

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERTANIAN DI DESA UJUNGGAGAK, KAMPUNG LAUT, CILACAP, MULAI DIKERJAKAN

UJUNGGAGAK, CILACAP — Pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian tengah dilaksanakan di Desa Ujunggagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Pekerjaan ini meliputi pembangunan jalan tani atau tanggul keliling kawasan pertanian, pembuatan kanal, pembangunan dermaga sandar perahu, serta pembuatan gorong-gorong bambu sebagai bagian dari penataan infrastruktur di kawasan tersebut

Sebelum pelaksanaan pembangunan, dilakukan sosialisasi dan musyawarah desa sebagai bagian dari tahapan awal kegiatan. Tahap ini menjadi pengantar sebelum pekerjaan infrastruktur di kawasan pertanian Desa Ujunggagak dilaksanakan.

GB.Sosialisasi dan musyawarah desa sebelum dimulai pekerjaan Jl. Tani / Tanggul keliling Lokasi pertanian Desa Ujunggagak.

Dalam pelaksanaannya, kondisi tanah yang labil menjadi salah satu tantangan di lapangan. Untuk mendukung mobilisasi alat berat, batang pohon kelapa digunakan sebagai bantalan pada lintasan yang dilalui excavator. Proses pengangkutan batang pohon kelapa, mobilisasi alat berat, hingga pergerakan excavator menuju lokasi pekerjaan turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pembangunan tersebut.

Melalui tahapan mobilisasi, excavator diarahkan menuju area pekerjaan. Proses ini memperlihatkan persiapan alat berat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan jalan tani, tanggul, dan infrastruktur pendukung lainnya.

GB.Batang pohon kelapa yang akan digunakan sebagai bantalan trek excavator, proses mobilisasi excavator, hingga proses pembuaan dermaga sandar prahu dan batur rumah pertemuan petani.

Selain pembangunan jalan tani dan tanggul, pekerjaan juga mencakup pembuatan kanal serta dermaga sandar perahu. Dermaga tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas bongkar muat hasil pertanian sekaligus menjadi bagian dari sarana pendukung kegiatan petani di kawasan itu. Pembangunan infrastruktur ini berlangsung dengan memperhatikan kebutuhan akses dan transportasi di wilayah pertanian Desa Ujunggagak.

Kondisi wilayah dan akses menuju lokasi turut terekam dalam dokumentasi. Perjalanan menuju area pembangunan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di lapangan, sekaligus memperlihatkan kondisi akses yang dilalui untuk menjangkau lokasi pekerjaan.

GB.Proses pembuatan dermaga sandar prahu untuk bongkar muat hasil pertanian dan proses pembuatan kanal serta tanggul.

Selain pembangunan kanal dan tanggul, material bambu juga disiapkan untuk pembuatan srumbung atau gorong-gorong. Material tersebut menjadi bagian dari persiapan pembangunan sarana pendukung di kawasan pertanian. Tahapan ini memperlihatkan pengerjaan salah satu komponen infrastruktur yang disiapkan untuk dipasang di lokasi pekerjaan. Gorong-gorong bambu yang telah selesai dibuat dan siap dipasang merupakan tahap untuk menandai selesainya proses pembuatan material tersebut.

Di sisi transportasi, perahu bermesin digunakan untuk menunjang mobilitas pekerja menuju dan dari lokasi pekerjaan. Sarana transportasi air tersebut juga direncanakan untuk mendukung pengangkutan hasil panen. Berdasarkan keterangan dalam dokumentasi, perahu tersebut memiliki kapasitas muatan hingga lima ton gabah.

GB.Proses pembuatan srumbung atau gorong-gorong bambu dan prahu mesin sebagai sarana transportasi pulang pergi pekerja dan sarana untuk membawa hasil panen dengan kapasitas bobot muat 5ton gabah.

Rangkaian dokumentasi pembangunan infrastruktur di Desa Ujunggagak memperlihatkan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari sosialisasi dan musyawarah desa, persiapan material dan alat berat, pembangunan jalan tani atau tanggul serta kanal, hingga penyediaan dermaga, gorong-gorong bambu, dan sarana transportasi air.

Berbagai sarana tersebut merupakan bagian dari infrastruktur pendukung kegiatan pertanian di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Dokumentasi ini merekam proses pekerjaan di lapangan, sementara informasi mengenai nilai anggaran, pelaksana proyek, jadwal penyelesaian, dan capaian akhir pembangunan masih memerlukan keterangan tambahan dari pihak terkait.

Read More
13 Okt
0

LUMPUR YANG MENJADI SAWAH

Perhatian Rm. Carolus kepada masyarakat nelayan dan petani di Kampung Laut Cilacap dimulai sejak awal masuk Cilacap sebagai misionaris. Sekitar tahun 1976, Rm. Carolus berjumpa dengan petani miskin yang kurus kering tubuhnya karena gagal panen. Rm. Carolus ke-mudian mengunjungi desa petani itu dan mendapati masyarakat desa yang kekurangan pangan.

Berbagai upaya dilakukan Rm. Carolus bersama Yayasan Bina Sejahtera (YSBS) untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Yayasan yang menjadi pintu karya sosial Rm. Carolus itu mendapat dukungan dari berbagai lembaga donor luar negeri “Tugas saya hanya mengemis,” ungkap Rm. Carolus di depan hadir-in di Studio Metro TV pada malam penghargaan kala itu tentang dukungan dana lembaga donor.

Pejabat yang hadir dan ikut menyerahkan penghargaan adalah Direktur Utama Pupuk Indonesia (Persero) Rahmat Pribadi, BBA, MPA, dan Sekjen Kementerian Pertanian Dr. Ir. Suwandi, M.Sc.

Sekitar 20 tahun terakhir, Rm. Carolus membantu masyarakat mencetak sawah. Karena pendangkalan laguna Segara Anakan yang cukup masif, muncul lahan-lahan baru. Lahan tersebut awalnya berupa rawa-rawa yang selalu terendam air.

Setiap musim hujan, sungai-sungai yang bermuara ke Segara Anakan selalu membuat permukiman baru di Kampung Laut kebanjiran. Penduduk setempat adalah nelayan yang perlahan-lahan beralih profesi menjadi petani. Untuk mengatasi banjir ini, dibuat tanggul sepanjang kiri-kanan sungai. Pada saat yang sama, dibuat kanal untuk jalan banjir-lumpur menuju lahan rendah. Dengan cara itulah, bersama ma-syarakat, Rm. Carolus telah mencetak sawah dengan luas lebih dari 1.500 hektare. Sawah-sawah tersebut sangat subur mengingat permukaan atasnya berisi endapan lumpur.

Sebagai imam, Rm. Carolus bukan hanya melayani umat di Gereja Paroki St. Stefanus Cilacap dan stasi stasinya. Ia juga aktif membantu ma-syarakat yang membutuhkan melalui karya sosialnya.

“Orang mungkin mengatakan, Gereja mengajar. Akan tetapi saya mengatakan Gereja mewartakan. Mewartakan kabar gembira dengan perbuatan,” kata Rm Carolus.

“Tanda kehadiran Kerajaan Allah adalah mereka yang haus menda-patkan minum, mereka yang asing mendapatkan tumpangan, mereka yang telanjang mendapatkan pakaian mereka yang sakit dilawat, yang ada di penjara dikunjungi,” tandas Rm Carolus.

Sumber: Utusan.net, “Merasakan Cahaya Tuhan”, No. 10, Tahun 76, Oktober 2026. Penulis asli: Sutriyono Robert.

Read More
02 Okt
0

ANAK-ANAK TK MENGIKUTI PERAGAAN MANASIK HAJI DI ALUN-ALUN GANDRUNGMANGU

Anak-anak TK Yos Sudarso mengikuti kegiatan peragaan manasik haji bagi peserta didik beragama Islam yang dilaksanakan di Alun-Alun Gandrungmangu. Kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman pembelajaran keagamaan yang dikemas dalam bentuk praktik, sehingga anak-anak dapat mengenal gambaran ibadah haji melalui kegiatan yang dilakukan secara langsung.

Bagi anak-anak usia taman kanak-kanak, kegiatan manasik haji menjadi pengalaman belajar yang menarik. Anak-anak diajak untuk mengenal rangkaian ibadah haji dengan cara yang lebih sederhana dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengalaman mengikuti peragaan bersama.

Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Gandrungmangu ini memberikan suasana belajar yang berbeda bagi anak-anak. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan di luar lingkungan sekolah sekaligus bertemu dan beraktivitas bersama peserta lainnya dalam rangkaian peragaan manasik haji.

Melalui kegiatan ini, anak-anak mulai diperkenalkan pada salah satu ibadah dalam agama Islam, yaitu ibadah haji. Pengenalan sejak usia dini dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran keagamaan yang membantu anak mengenal berbagai kegiatan ibadah dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Peragaan manasik haji juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar mengikuti kegiatan secara bersama-sama. Mereka belajar mengikuti arahan, berada dalam satu rangkaian kegiatan, serta mengikuti praktik manasik sesuai dengan pendampingan yang diberikan.

Bagi anak-anak TK, pengalaman langsung seperti ini dapat menjadi pembelajaran yang lebih berkesan. Mereka dapat melihat dan mengikuti kegiatan secara nyata, sehingga pembelajaran keagamaan tidak hanya diperoleh melalui cerita atau gambar, tetapi juga melalui pengalaman yang mereka jalani sendiri.

Kegiatan manasik haji tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memadukan unsur pendidikan dan pengalaman. Anak-anak dapat belajar mengenal ibadah sekaligus menikmati kegiatan bersama teman-teman dalam suasana yang berbeda dari kegiatan pembelajaran rutin di sekolah.

Selain menambah pengalaman keagamaan, kegiatan bersama seperti ini juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk membangun kebersamaan. Mereka mengikuti kegiatan secara bersama-sama dan mendapatkan pengalaman baru yang dapat menjadi bagian dari kenangan selama berada di jenjang pendidikan taman kanak-kanak.

Keikutsertaan anak-anak dalam peragaan manasik haji di Alun-Alun Gandrungmangu menjadi pengalaman sederhana namun bermakna. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat mulai mengenal ibadah haji sekaligus belajar mengikuti kegiatan keagamaan dengan suasana yang menyenangkan.

Semoga pengalaman mengikuti peragaan manasik haji ini dapat memberikan kesan positif bagi anak-anak dan menjadi bagian dari proses pengenalan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.

Read More
02 Okt
0

SEMARAK BKSN 2026 DI SMP MARIA IMMACULATA CILACAP, WUJUDKAN SEMANGAT BELAJAR DAN KEBERSAMAAN ANTARUMAT BERAGAMA

SMP Maria Immaculata Cilacap mengadakan kegiatan Lomba Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari dua kelompok agama, yaitu peserta didik beragama Katolik dan Islam, dengan berbagai jenis perlombaan yang disesuaikan dengan bidang masing-masing.

Pelaksanaan lomba BKSN menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperdalam pembelajaran keagamaan melalui berbagai bentuk kegiatan. Peserta didik tidak hanya mengikuti kegiatan pembelajaran agama di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui perlombaan.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa jenis lomba yang diperuntukkan bagi peserta didik beragama Katolik. Lomba tersebut meliputi Lektor, Mazmur, dan Tutur Kitab Suci. Ketiga jenis lomba tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dalam membaca, menyampaikan, dan mengungkapkan pesan Kitab Suci melalui bidang yang mereka ikuti.

Sementara itu, bagi peserta didik beragama Islam, beberapa perlombaan yang diselenggarakan meliputi Kaligrafi, Dai Cilik, dan Adzan. Masing-masing kegiatan memberikan ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam bidang keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Selain perlombaan yang dibedakan berdasarkan bidang keagamaan, SMP Maria Immaculata Cilacap juga menyelenggarakan Kuis BKSN yang diikuti oleh peserta didik beragama Katolik dan Islam. Kegiatan kuis ini menjadi salah satu bentuk kegiatan bersama yang melibatkan peserta didik dari kedua kelompok agama dalam satu perlombaan.

Dalam persiapan kegiatan, setiap kelas mengusulkan nama peserta didik untuk mengikuti seluruh jenis lomba yang telah disiapkan. Dengan demikian, masing-masing kelas memiliki perwakilan yang mengikuti berbagai kategori perlombaan dalam rangkaian kegiatan BKSN.

Keikutsertaan peserta didik dari setiap kelas memberikan kesempatan yang luas bagi siswa untuk mengambil bagian dalam kegiatan sekolah. Para peserta dapat mengikuti perlombaan sesuai dengan bidang yang dipersiapkan, sekaligus mendapatkan pengalaman dalam mengikuti sebuah kompetisi di lingkungan sekolah.

Berbagai jenis lomba yang diselenggarakan juga memberikan bentuk kegiatan yang beragam. Ada kegiatan yang mengembangkan kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan, seperti Lektor, Tutur Kitab Suci, dan Dai Cilik. Ada pula kegiatan yang mengembangkan kemampuan seni dan kreativitas melalui Kaligrafi, serta kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan vokal melalui Mazmur dan Adzan.

Kegiatan BKSN di SMP Maria Immaculata Cilacap juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar menghargai keberagaman yang ada di lingkungan sekolah. Peserta didik Katolik dan Islam dapat mengikuti kegiatan dalam rangkaian acara yang sama, dengan tetap menjalankan bidang perlombaan sesuai dengan agama masing-masing.

Kehadiran Kuis BKSN sebagai lomba yang diikuti bersama oleh peserta didik Katolik dan Islam semakin memberikan ruang bagi terciptanya kebersamaan dalam kegiatan sekolah. Perbedaan latar belakang agama tidak menjadi penghalang bagi peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang sama dan membangun pengalaman bersama.

Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan BKSN juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik. Mengikuti perlombaan membutuhkan keberanian untuk tampil, kesiapan untuk mengikuti kegiatan, serta kemauan untuk menjalani proses yang telah dipersiapkan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran peserta didik di luar kegiatan pembelajaran rutin.

Bagi peserta didik, kegiatan seperti ini juga memberikan kesempatan untuk mengenali kemampuan diri. Melalui perlombaan, siswa dapat belajar mempersiapkan diri dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki di hadapan peserta lainnya. Setiap peserta juga memperoleh pengalaman dari proses mengikuti kegiatan bersama teman-teman dari kelas yang berbeda.

Kegiatan BKSN di SMP Maria Immaculata Cilacap menjadi salah satu kegiatan yang memadukan pembelajaran keagamaan, pengembangan potensi, kreativitas, serta kebersamaan peserta didik. Melalui berbagai kategori lomba yang tersedia, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang mereka ikuti.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMP Maria Immaculata Cilacap terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk bertumbuh melalui berbagai pengalaman di lingkungan sekolah. Lomba BKSN bukan hanya menjadi kegiatan kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk mengenal, menghayati, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang keagamaan masing-masing.

Semoga kegiatan BKSN ini dapat terus menjadi pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta didik SMP Maria Immaculata Cilacap, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman yang ada di lingkungan sekolah.

Read More
30 Sep
0

KEGIATAN AKHIR BULAN TK YOS SUDARSO MAJENANG, BELAJAR DAN BERSAMA WALI MURID

Sebagai bagian dari kegiatan rutin setiap akhir bulan, TK Yos Sudarso Majenang kembali menghadirkan kegiatan bersama yang melibatkan para siswa dan wali murid. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026 ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah sekaligus menghabiskan waktu bersama orang tua atau wali.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB. Dalam kegiatan kali ini, siswa bersama wali murid mengikuti dua agenda utama, yaitu naik odong-odong berkeliling desa dan berkunjung ke Kebun Melon HIKARU FAMS.

Kegiatan pertama diawali dengan naik odong-odong bersama untuk berkeliling desa. Bagi anak-anak usia taman kanak-kanak, perjalanan menggunakan odong-odong menjadi pengalaman yang menyenangkan. Kegiatan sederhana ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menikmati perjalanan bersama teman-teman dan wali murid dalam suasana yang berbeda dari kegiatan sehari-hari di sekolah.

Selain menjadi kegiatan rekreasi, berkeliling desa juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk melihat lingkungan di sekitar mereka secara langsung. Anak-anak dapat menikmati perjalanan bersama dalam suasana yang penuh kebersamaan, sementara para wali murid turut mendampingi dan mengikuti kegiatan bersama.

Setelah berkeliling desa, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kebun Melon HIKARU FAMS. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengalaman belajar anak-anak melalui lingkungan di luar sekolah. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung kebun melon dan mengenal lingkungan tempat tanaman melon dibudidayakan.

Kegiatan kunjungan ke kebun juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak-anak karena pembelajaran dilakukan secara langsung di lingkungan yang berkaitan dengan tanaman. Anak-anak dapat melihat suasana kebun dan mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan bersama yang telah disiapkan.

Kegiatan akhir bulan ini tidak hanya menjadi agenda bagi siswa, tetapi juga melibatkan wali murid. Kehadiran wali murid membuat kegiatan menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan antara anak, orang tua atau wali, dan pihak sekolah dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan.

Keterlibatan wali murid dalam kegiatan sekolah juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Anak-anak dapat mengikuti kegiatan bersama orang-orang terdekat mereka, sementara wali murid dapat turut menyaksikan dan mendampingi pengalaman yang diperoleh anak selama kegiatan berlangsung.

Bagi TK Yos Sudarso Majenang, kegiatan rutin setiap akhir bulan ini menjadi salah satu bentuk kegiatan bersama yang dapat memberikan variasi dalam proses pembelajaran anak. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman melalui kegiatan di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengenal lingkungan melalui kegiatan di luar sekolah.

Perjalanan dengan odong-odong dan kunjungan ke kebun melon menjadi dua kegiatan yang memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Keduanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan akhir bulan yang dikemas dalam suasana kebersamaan bersama wali murid.

Kegiatan pada Senin, 28 September 2026 tersebut pun menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi keluarga besar TK Yos Sudarso Majenang. Kebersamaan antara siswa, wali murid, dan sekolah menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman belajar yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan anak-anak dapat terus memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan bersama di luar sekolah juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap lingkungan serta memberikan pengalaman yang dapat dikenang bersama.

Dengan rangkaian kegiatan berkeliling desa menggunakan odong-odong dan berkunjung ke Kebun Melon HIKARU FAMS, kegiatan akhir bulan TK Yos Sudarso Majenang menjadi momen kebersamaan antara anak-anak dan wali murid. Sebuah kegiatan sederhana yang menghadirkan pengalaman belajar sekaligus kebahagiaan bersama di penghujung bulan.

Tuhan memberkati setiap kebersamaan dan proses belajar anak-anak TK Yos Sudarso Majenang.

Read More
28 Sep
0

DANIEL WIJAYA BORONG EMPAT MEDALI DALAM KEJUARAAN RENANG KRAPSI SEMARANG OPEN 2026

Prestasi membanggakan kembali datang dari SD Pius Sidareja melalui salah satu siswanya, Daniel Wijaya, yang berhasil menorehkan hasil gemilang dalam ajang Kejuaraan Renang KRAPSI Semarang Open 2026. Siswa kelas VI SD Pius Sidareja tersebut berhasil membawa pulang empat medali dari beberapa nomor perlombaan yang diikutinya.

Dalam kejuaraan tersebut, Daniel berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perak. Dua medali emas diperoleh melalui nomor renang 100 meter gaya bebas dan renang 100 meter gaya punggung. Sementara itu, dua medali perak diraih pada nomor renang 200 meter gaya bebas dan renang 200 meter gaya punggung.

Capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan karena Daniel mampu meraih medali pada seluruh nomor yang diikutinya. Selain berhasil menjadi yang terbaik pada nomor 100 meter gaya bebas dan 100 meter gaya punggung, Daniel juga mampu menempati posisi kedua pada nomor 200 meter gaya bebas serta 200 meter gaya punggung.

Keberhasilan meraih dua medali emas menjadi salah satu catatan penting dalam keikutsertaan Daniel pada KRAPSI Semarang Open 2026. Pada nomor 100 meter gaya bebas, Daniel berhasil menunjukkan kemampuannya hingga meraih posisi pertama. Catatan hasil pertandingan juga menunjukkan Daniel menyelesaikan nomor tersebut dengan waktu 1 menit 06,69 detik pada babak final.

Tidak berhenti pada nomor gaya bebas, Daniel kembali meraih medali emas pada 100 meter gaya punggung. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Daniel tidak hanya mengikuti satu jenis nomor perlombaan, tetapi juga mampu berkompetisi pada gaya renang yang berbeda.

Sementara pada nomor 200 meter gaya bebas, Daniel berhasil memperoleh medali perak. Hasil tersebut kemudian dilengkapi dengan medali perak lainnya pada nomor 200 meter gaya punggung. Dengan demikian, dari empat nomor yang diikuti, Daniel berhasil membawa pulang empat medali yang terdiri atas dua emas dan dua perak.

Keikutsertaan dalam beberapa nomor perlombaan tentunya menjadi pengalaman tersendiri bagi Daniel. Setiap nomor memiliki tantangan dan tuntutan perlombaan masing-masing. Dengan mengikuti nomor 100 meter dan 200 meter, Daniel mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam jarak perlombaan yang berbeda, baik pada gaya bebas maupun gaya punggung.

Bagi seorang siswa sekolah dasar, pengalaman mengikuti kompetisi olahraga juga menjadi bagian dari proses pengembangan diri. Perlombaan bukan hanya mengenai hasil akhir berupa medali, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar menjalani proses latihan, mengikuti aturan pertandingan, mempersiapkan diri, serta menghadapi persaingan dalam suasana kompetisi.

Prestasi Daniel di KRAPSI Semarang Open 2026 menjadi salah satu bentuk pencapaian dalam pengembangan bakatnya di bidang renang. Kemampuan yang dimiliki dapat terus dikembangkan melalui latihan dan pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan. Setiap kompetisi yang diikuti dapat menjadi kesempatan bagi Daniel untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus mengenali kemampuan yang perlu terus dikembangkan.

Capaian ini juga menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar SD Pius Sidareja. Daniel tidak hanya membawa prestasi bagi dirinya, tetapi juga turut membawa nama sekolah dalam ajang kompetisi renang. Prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan siswa dalam mengembangkan potensi di luar bidang akademik.

Sekolah menjadi salah satu lingkungan yang memberikan ruang bagi siswa untuk bertumbuh dalam berbagai bidang. Setiap siswa memiliki potensi dan minat yang berbeda, termasuk dalam bidang olahraga. Prestasi Daniel menjadi salah satu contoh bahwa kemampuan siswa dapat berkembang ketika mendapatkan kesempatan untuk berlatih, mengikuti kompetisi, dan mengembangkan bidang yang diminatinya.

Raihan empat medali ini juga menjadi pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi Daniel untuk menghadapi kompetisi-kompetisi selanjutnya. Dua medali emas dan dua medali perak yang diperoleh menunjukkan hasil yang diraih Daniel dalam kejuaraan kali ini. Capaian tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam menekuni olahraga renang.

Keberhasilan Daniel tentu menjadi hal yang patut diapresiasi. Di tengah kesibukannya sebagai seorang pelajar, Daniel juga terus mengembangkan kemampuannya melalui bidang olahraga. Prestasi yang diraih dalam kompetisi menjadi hasil dari kesempatan untuk berproses dan menunjukkan kemampuan di arena pertandingan.

Bagi lingkungan sekolah, pencapaian seperti ini juga dapat menjadi penyemangat bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan minat dan bakat masing-masing. Prestasi tidak hanya dapat diraih melalui satu bidang, tetapi dapat tumbuh dari berbagai potensi yang dimiliki setiap peserta didik.

Dengan raihan dua medali emas dan dua medali perak, Daniel Wijaya berhasil mencatatkan prestasi yang membanggakan dalam Kejuaraan Renang KRAPSI Semarang Open 2026. Empat medali tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan Daniel sebagai siswa sekaligus atlet muda yang terus mengembangkan kemampuan di bidang renang.

Selamat kepada Daniel Wijaya, siswa kelas VI SD Pius Sidareja, atas prestasi yang telah diraih. Semoga capaian dalam KRAPSI Semarang Open 2026 ini menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan potensi. Semoga semangat dan ketekunan Daniel dalam bidang renang dapat terus bertumbuh serta menghadirkan capaian-capaian berikutnya bagi dirinya dan keluarga besar SD Pius Sidareja.

Read More
25 Sep
0

TK MARIA IMMACULATA GELAR PEMERIKSAAN KESEHATAN ANAK BERSAMA PUSKESMAS CILACAP TENGAH

Cilacap, 23 September 2026 — Upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak terus menjadi perhatian di lingkungan pendidikan. Pada Rabu, 23 September 2026, petugas dari Puskesmas Cilacap Tengah melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak di TK Maria Immaculata. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan kesehatan anak melalui pemeriksaan secara rutin sejak usia dini.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan berlangsung dengan suasana yang penuh keceriaan. Anak-anak mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dengan berani dan antusias. Kehadiran petugas kesehatan di lingkungan sekolah juga memberikan pengalaman bagi anak untuk mengenal kegiatan pemeriksaan kesehatan dalam suasana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Dalam pemeriksaan tersebut, beberapa aspek kesehatan anak menjadi perhatian, di antaranya pemeriksaan telinga, mata, serta kebersihan gigi. Pemeriksaan telinga dan mata menjadi bagian dari pemantauan kondisi kesehatan indera anak, sementara pemeriksaan kebersihan gigi menjadi salah satu langkah untuk memperhatikan kesehatan mulut sekaligus mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini.

Bagi anak-anak usia taman kanak-kanak, pemeriksaan kesehatan juga dapat menjadi pengalaman edukatif. Anak belajar bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari upaya menjaga tubuh tetap sehat. Dengan mengikuti proses pemeriksaan secara langsung, anak-anak juga dapat perlahan membangun keberanian dan rasa nyaman ketika berhadapan dengan tenaga kesehatan.

Pemeriksaan kebersihan gigi menjadi salah satu bagian yang penting dalam kegiatan tersebut. Kebiasaan menjaga kebersihan gigi perlu diperkenalkan sejak usia dini agar anak semakin memahami pentingnya merawat kesehatan mulut. Pembiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan gigi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pemeriksaan mata dan telinga memberikan perhatian terhadap kondisi indera anak yang turut mendukung aktivitas mereka. Mata dan telinga memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan anak, termasuk ketika bermain, berkomunikasi, serta mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Dengan adanya pemeriksaan secara berkala, kondisi kesehatan anak dapat terus dipantau sesuai kebutuhan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi bentuk kerja sama antara Puskesmas Cilacap Tengah dan TK Maria Immaculata dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan peserta didik. Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang strategis untuk mengenalkan kebiasaan hidup sehat sekaligus mendukung pemantauan kesehatan anak secara berkelanjutan.

Antusiasme anak-anak dalam mengikuti pemeriksaan menjadi bagian yang menarik dari kegiatan tersebut. Meskipun harus menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, anak-anak dapat mengikutinya dengan berani. Pengalaman ini diharapkan dapat membantu membentuk pandangan positif terhadap pemeriksaan kesehatan, sehingga anak tidak merasa takut untuk mendapatkan pemeriksaan ketika dibutuhkan.

Pemantauan kesehatan sejak usia dini memiliki peran penting karena masa kanak-kanak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang perlu mendapatkan perhatian. Pemeriksaan rutin dapat menjadi salah satu sarana untuk mengetahui kondisi kesehatan anak secara berkala. Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan tidak hanya dilakukan ketika anak mengalami keluhan, tetapi juga melalui upaya pemantauan dan pencegahan.

Bagi TK Maria Immaculata, kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti ini menjadi bagian dari dukungan terhadap perkembangan anak secara menyeluruh. Pendidikan bagi anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan proses belajar dan bermain, tetapi juga mencakup pembiasaan hidup sehat dan perhatian terhadap kondisi fisik anak.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026 ini, anak-anak TK Maria Immaculata mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan secara langsung bersama petugas Puskesmas Cilacap Tengah. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sekaligus memberikan pengenalan kepada anak mengenai pentingnya menjaga dan memantau kesehatan tubuh.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan perhatian yang dilakukan sejak dini, kesehatan anak dapat dipantau dengan lebih baik sesuai kebutuhan. Semangat untuk menjaga kesehatan pun dapat terus ditanamkan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah maupun di rumah.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan di TK Maria Immaculata menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kesehatan peserta didik sejak usia dini. Dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cilacap Tengah serta lingkungan sekolah yang mendukung, anak-anak diharapkan dapat terus tumbuh dalam kondisi yang sehat, aktif, dan mampu mengikuti berbagai proses pembelajaran serta kegiatan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Read More
25 Sep
0

BELAJAR JADI PETANI CILIK, TK MARIA IMMACULATA JELAJAH EDUWISATA KAMPUNG SAYUR NUSA INDAH MENGANTI

Kamis, 24 September 2026, menjadi hari yang penuh keseruan bagi anak-anak TK Maria Immaculata. Pada hari tersebut, para siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di luar lingkungan sekolah dengan mengunjungi Eduwisata Kampung Sayur Nusa Indah, Menganti. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan mengenal lingkungan secara lebih dekat melalui pengalaman langsung.

Kunjungan ke Eduwisata Kampung Sayur Nusa Indah tidak sekadar menjadi kegiatan jalan-jalan atau rekreasi. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenal tanaman dan kegiatan bercocok tanam dengan cara yang menyenangkan. Pembelajaran dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dapat diikuti langsung oleh anak-anak, sehingga pengalaman yang diperoleh menjadi lebih nyata dan mudah dikenang.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengisi media tanam. Anak-anak diajak untuk memasukkan tanah subur ke dalam polybag kecil menggunakan sekop-sekop mini berwarna-warni. Aktivitas sederhana ini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak untuk mengenal salah satu tahapan dalam menanam tanaman.

Dengan menggunakan alat-alat berukuran kecil yang sesuai untuk kegiatan anak, proses mengisi media tanam menjadi aktivitas yang menarik. Anak-anak belajar menggunakan alat dengan lebih hati-hati sekaligus berlatih untuk menyelesaikan kegiatan secara bertahap. Dari kegiatan tersebut, anak-anak juga dapat belajar mengenai ketelatenan dan kesabaran dalam melakukan suatu pekerjaan.

Kegiatan berikutnya yang tidak kalah seru adalah panen sayur sawi. Anak-anak mendapatkan pengalaman memetik langsung sayur sawi hijau yang tumbuh di area kebun. Melihat sayuran yang sebelumnya hanya dikenal sebagai bahan makanan, kemudian dapat dipetik secara langsung dari tempat tumbuhnya, menjadi pengalaman belajar yang menarik bagi anak-anak.

Melalui kegiatan panen tersebut, anak-anak dapat mengenal lebih dekat proses sederhana yang berkaitan dengan tanaman sayuran. Mereka tidak hanya melihat sayuran yang sudah tersedia di rumah atau di pasar, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung berada di lingkungan tempat sayuran tersebut tumbuh.

Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar melalui pengalaman langsung. Dengan melihat, menyentuh, menggunakan alat, mengisi media tanam, hingga memanen sayuran, proses pembelajaran menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak pun dapat mengenal bahwa berbagai jenis sayuran yang dikonsumsi sehari-hari berasal dari proses budidaya tanaman.

Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan di Kampung Sayur Nusa Indah juga menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Suasana belajar yang dilakukan di luar kelas memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi lingkungan dan mengikuti aktivitas yang berbeda dari kegiatan pembelajaran sehari-hari di sekolah.

Pembelajaran melalui kegiatan bercocok tanam juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan anak pada pentingnya menghargai alam dan hasil bumi. Dari aktivitas sederhana seperti mengisi media tanam dan memanen sawi, anak-anak dapat mulai mengenal bahwa tanaman membutuhkan proses dan perawatan hingga akhirnya dapat menghasilkan sayuran yang dapat dimanfaatkan.

Keseruan semakin lengkap ketika anak-anak dapat membawa pulang sayuran segar hasil panen sendiri. Oleh-oleh tersebut bukan hanya berupa sayuran, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan. Ada proses belajar, mencoba, dan kemudian menikmati hasil dari kegiatan yang telah dilakukan.

Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga karena anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui penjelasan, tetapi juga belajar dengan melakukan secara langsung. Pengalaman tersebut dapat membantu anak mengenal berbagai hal sederhana di lingkungan sekitar dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka.

Melalui kegiatan Eduwisata Kampung Sayur Nusa Indah, pembelajaran TK Maria Immaculata pun terasa semakin berwarna. Anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain, mengenal tanaman, mencoba aktivitas bercocok tanam, hingga merasakan keseruan memanen sayuran secara langsung.

Hari Kamis, 24 September 2026, akhirnya menjadi salah satu pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak TK Maria Immaculata. Dari sekop kecil, tanah subur, polybag, hingga sayur sawi yang dipanen sendiri, semuanya menjadi bagian dari cerita seru mereka saat belajar menjadi petani cilik.

Semoga pengalaman sederhana namun bermakna ini dapat terus menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak untuk mengenal lingkungan, mencintai alam, dan belajar dari berbagai hal yang ada di sekitar mereka.

Read More
21 Sep
0

SMA YOS SUDARSO CILACAP SEMARAKKAN BULAN KITAB SUCI NASIONAL DAN PERAYAAN MAULID NABI MELALUI BERAGAM PERLOMBAAN

SMA Yos Sudarso Cilacap menyelenggarakan berbagai perlombaan bagi peserta didik dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) dan Perayaan Maulid Nabi pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi, memperluas pengetahuan keagamaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman agama yang ada di lingkungan sekolah.

Rangkaian perlombaan dirancang bagi siswa beragama Kristen Katolik dan Islam dengan jenis kegiatan yang disesuaikan dengan tema serta tradisi keagamaan masing-masing. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, siswa mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga mendukung pengembangan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan penghayatan nilai-nilai keagamaan.

Bagi siswa beragama Kristen Katolik, perlombaan yang diselenggarakan meliputi Lomba LCC Pengetahuan Umum Alkitab dan Lomba Paduan Suara. Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pengetahuan Umum Alkitab memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan wawasan serta pengetahuan mereka mengenai Alkitab melalui kegiatan perlombaan. Sementara itu, lomba paduan suara menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan musikal melalui kegiatan bernyanyi secara bersama-sama.

Lomba LCC Pengetahuan Umum Alkitab juga dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk membangun kebiasaan belajar dan memperdalam pengetahuan keagamaan. Melalui persiapan dan keterlibatan dalam perlombaan, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan ketelitian, daya ingat, serta kemampuan menjawab pertanyaan secara tepat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Kitab Suci Nasional yang memberikan perhatian terhadap pengenalan dan pemahaman Kitab Suci.

Selain lomba pengetahuan Alkitab, pelaksanaan lomba paduan suara memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan bekerja sama. Paduan suara membutuhkan keterlibatan beberapa peserta yang perlu menyatukan suara dan penampilan dalam sebuah kelompok. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar mengenai pentingnya kekompakan, tanggung jawab, dan kerja sama dalam mencapai hasil bersama.

Sementara itu, siswa beragama Islam mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka perayaan Maulid Nabi. Jenis perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba baca Al-Qur’an, lomba bacaan salat, lomba tulis huruf Arab, lomba adzan, lomba baca puisi, serta lomba pengetahuan umum agama Islam.

Beragam perlombaan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang diikuti. Lomba baca Al-Qur’an menjadi ruang bagi peserta untuk menampilkan kemampuan membaca Al-Qur’an, sedangkan lomba bacaan salat memberikan kesempatan untuk memperlihatkan penguasaan bacaan salat. Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari perlombaan yang berkaitan dengan keterampilan keagamaan siswa.

Lomba tulis huruf Arab juga menjadi salah satu kegiatan yang mendukung pengembangan keterampilan menulis peserta didik. Melalui perlombaan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengasah ketelitian dan kemampuan dalam menulis huruf Arab. Sementara itu, lomba adzan memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kemampuan mereka dalam melantunkan adzan sebagai bagian dari kegiatan keagamaan Islam.

Selain perlombaan yang berkaitan dengan keterampilan keagamaan, siswa juga mengikuti lomba baca puisi. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan berekspresi melalui pembacaan karya puisi. Melalui lomba tersebut, siswa dapat memperoleh pengalaman dalam menampilkan kemampuan berbicara dan menyampaikan karya secara kreatif.

Lomba pengetahuan umum agama Islam turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Perlombaan ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan mereka mengenai agama Islam melalui kegiatan yang bersifat kompetitif. Keberagaman jenis perlombaan tersebut memberikan pilihan bagi siswa untuk berpartisipasi sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

Penyelenggaraan perlombaan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional dan Perayaan Maulid Nabi di SMA Yos Sudarso Cilacap menjadi bagian dari kegiatan pendidikan yang memberikan ruang bagi pengembangan potensi siswa dalam bidang keagamaan, seni, dan keterampilan. Setiap perlombaan memiliki karakteristik tersendiri, sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman yang beragam melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan.

Di lingkungan sekolah yang memiliki keberagaman latar belakang agama, kegiatan semacam ini juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan sikap saling menghargai. Pelaksanaan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal dan menghormati bentuk perayaan serta aktivitas keagamaan yang dijalankan oleh sesama warga sekolah.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, SMA Yos Sudarso Cilacap memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam berbagai perlombaan yang berkaitan dengan peringatan BKSN dan Maulid Nabi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman peserta didik melalui aktivitas yang mendukung pengembangan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan.

Perlombaan yang diikuti oleh siswa beragama Kristen Katolik dan Islam diharapkan dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat dalam perjalanan pendidikan mereka. Selain memberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar mempersiapkan diri, mengikuti aturan perlombaan, serta menghargai proses dan partisipasi setiap peserta.

Dengan diselenggarakannya berbagai perlombaan tersebut, SMA Yos Sudarso Cilacap terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan yang beragam. Peringatan Bulan Kitab Suci Nasional dan Perayaan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai kebersamaan, penghargaan terhadap keberagaman, dan semangat belajar di lingkungan sekolah.

Read More
21 Sep
0

UPACARA BENDERA SENIN DI SMP YOS SUDARSO MAJENANG: MENANAMKAN DISIPLIN DAN SEMANGAT KEBERSAMAAN

SMP Yos Sudarso Majenang kembali melaksanakan upacara bendera rutin setiap hari Senin pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas sekolah yang dilaksanakan untuk mengawali aktivitas pembelajaran sekaligus membangun kebiasaan disiplin dan tanggung jawab dalam diri peserta didik.

Upacara bendera merupakan salah satu kegiatan pembiasaan di lingkungan sekolah yang memiliki nilai penting dalam membentuk sikap dan karakter siswa. Melalui pelaksanaan upacara secara rutin, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan bersama dalam suasana yang tertib, terarah, dan penuh tanggung jawab.

Rutinitas upacara setiap hari Senin juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kedisiplinan. Kehadiran tepat waktu, mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, serta menunjukkan sikap hormat selama upacara merupakan bagian dari pembiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membangun kedisiplinan, pelaksanaan upacara menjadi ruang untuk memperkuat rasa kebersamaan seluruh warga sekolah. Siswa dan para pendidik mengikuti kegiatan dalam satu kesatuan sebagai bagian dari komunitas pendidikan SMP Yos Sudarso Majenang. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter

Melalui kegiatan rutin ini, sekolah terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar menjalankan tanggung jawab dan menghargai aturan bersama. Upacara bendera bukan sekadar kegiatan pembuka pada awal pekan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembiasaan yang mendukung pengembangan sikap disiplin, tertib, dan peduli terhadap lingkungan sekolah.

Pelaksanaan upacara bendera pada Senin, 21 September 2026, menjadi bagian dari rutinitas SMP Yos Sudarso Majenang dalam mengawali kegiatan sekolah. Dengan menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan dapat terus tumbuh dalam kehidupan seluruh peserta didik

Melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, SMP Yos Sudarso Majenang terus mendukung perkembangan siswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan sikap positif. Upacara rutin setiap hari Senin diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat belajar dan kesiapan siswa dalam menjalani aktivitas pendidikan selama satu pekan.

Read More