Blog

19 Mei
0

PROGRAM INTEGRASI SOFT SKILLS DI SMK PILOTING BANYUMAS DORONG PENGUATAN KARAKTER DAN KESIAPAN KERJA SISWA

Banyumas — Unit Mino Martani Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) bersama ChildFund International di Indonesia melaksanakan program Integrasi Soft Skills pada Kurikulum Pembelajaran di SMK piloting Kabupaten Banyumas sebagai upaya memperkuat karakter dan kompetensi personal peserta didik di lingkungan pendidikan vokasi. Program ini dilaksanakan selama periode Juli hingga Desember 2025 dengan melibatkan guru dan siswa dari sekolah-sekolah piloting di Kabupaten Banyumas.

Melalui laporan kegiatan berjudul “Integrasi Soft Skills SMK Piloting Banyumas”, dijelaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Dalam dunia kerja yang dinamis, siswa tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis sesuai bidang keahlian masing-masing, tetapi juga perlu memiliki kemampuan personal dan sosial yang baik.

Soft skills menjadi salah satu aspek yang dinilai penting dalam proses pendidikan di sekolah kejuruan. Kemampuan komunikasi, kerja sama, disiplin, kreativitas, tanggung jawab, hingga kemampuan beradaptasi menjadi bagian dari keterampilan yang perlu dimiliki siswa untuk menghadapi dunia industri maupun kehidupan bermasyarakat.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, program Integrasi Soft Skills di SMK hadir sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan karakter dan kompetensi personal yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Program ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Unit Mino Martani – Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) bersama ChildFund International di Indonesia dengan sekolah-sekolah piloting di Kabupaten Banyumas.

Dalam laporan kegiatan tersebut dijelaskan bahwa program dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga pertemuan koordinatif bersama guru. Melalui kegiatan tersebut, guru-guru dibekali strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan nilai-nilai soft skills dalam proses belajar mengajar di kelas maupun dalam kegiatan sekolah lainnya.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan guru mengenai penguatan karakter siswa, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung perkembangan kemampuan personal peserta didik. Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.

Selain pelaksanaan pembelajaran, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan monitoring sebagai bagian dari evaluasi dan pengukuran capaian program. Monitoring dilakukan untuk mengetahui sejauh mana proses integrasi soft skills berjalan di sekolah-sekolah piloting.

Data yang dikumpulkan dalam monitoring mencakup keterlibatan guru, jumlah siswa yang terpapar pembelajaran soft skills, dukungan kepala sekolah terhadap pelaksanaan program, serta respons siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil pemantauan tersebut kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun strategi pengembangan program ke depan.

Dalam laporan kegiatan dijelaskan bahwa tujuan program ini meliputi penilaian progres pelaksanaan integrasi soft skills di sekolah piloting selama Juli hingga Desember 2025, mengetahui tingkat keterlibatan guru dan siswa dalam pembelajaran soft skills, memperoleh gambaran dukungan manajemen sekolah terhadap pelaksanaan program, serta menyusun rekomendasi tindak lanjut untuk peningkatan kualitas program.

Sasaran utama kegiatan ini adalah guru dan siswa SMK piloting di Kabupaten Banyumas. Seluruh pembiayaan kegiatan didukung oleh ChildFund International di Indonesia melalui Unit Mino Martani-YSBS.

Selama periode pelaksanaan program, Unit Mino Martani YSBS bersama tim program melaksanakan berbagai kegiatan pendukung integrasi soft skills di sekolah-sekolah piloting. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah implementasi pembelajaran soft skills yang diintegrasikan dengan mata pelajaran normatif maupun produktif.

Dalam proses pembelajaran tersebut, guru menggunakan modul soft skills dan pendekatan pembelajaran aktif untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Pendekatan ini dilakukan agar penguatan soft skills tidak berdiri sebagai materi terpisah, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari di kelas.

Selain implementasi pembelajaran, Unit Mino Martani-YSBS juga secara rutin melaksanakan pertemuan koordinasi bersama guru dan kepala sekolah. Pertemuan ini dilakukan untuk memantau perkembangan implementasi program, membahas kendala yang dihadapi sekolah, serta berbagi praktik baik antarsekolah mengenai penerapan soft skills dalam pembelajaran.

Kegiatan monitoring juga dilakukan melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah piloting. Dalam proses monitoring tersebut, tim program mengumpulkan data terkait keterlibatan guru, jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran, serta umpan balik dari pihak sekolah terhadap pelaksanaan program.

Monitoring pelaksanaan program juga melibatkan pihak ChildFund International di Indonesia yang turut melakukan pemantauan langsung di lapangan. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas pelaksana program, dilaksanakan pula kegiatan pelatihan fasilitator utama modul soft skills. Pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan guru-guru kunci yang mampu mendampingi proses implementasi soft skills di sekolah masing-masing.

Selain pelatihan fasilitator utama, program juga menghadirkan kegiatan Training of Trainer (TOT) Modul Menengah Soft Skills. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru dalam memahami dan memfasilitasi pembelajaran soft skills secara lebih mendalam.

Dalam pelatihan TOT tersebut, guru tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung mengenai cara memfasilitasi pembelajaran soft skills kepada siswa. Pendekatan praktik langsung dinilai penting agar guru lebih siap menerapkan metode pembelajaran yang aktif dan partisipatif di sekolah.

Laporan kegiatan ini juga menjelaskan bahwa integrasi soft skills menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan vokasi karena dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan interpersonal dan karakter yang baik.

Kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab menjadi aspek yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan kerja modern. Oleh karena itu, penguatan soft skills dipandang perlu mulai dibangun sejak siswa masih berada di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih holistik, di mana siswa tidak hanya fokus pada kemampuan akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan karakter dalam menghadapi kehidupan kerja maupun sosial.

Dalam pelaksanaannya, program integrasi soft skills juga menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa tantangan yang muncul di antaranya berkaitan dengan proses adaptasi guru dalam mengintegrasikan soft skills ke dalam pembelajaran, keterbatasan waktu, hingga perlunya penguatan komitmen bersama di lingkungan sekolah.

Namun demikian, melalui proses pendampingan dan koordinasi yang dilakukan secara berkala, sekolah dan guru mulai membangun pola pembelajaran yang lebih mendukung penguatan karakter siswa. Pertemuan rutin dan monitoring menjadi bagian penting dalam membantu sekolah menghadapi berbagai kendala selama pelaksanaan program.

Program Integrasi Soft Skills di SMK piloting Banyumas ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan vokasi. Pendekatan pembelajaran yang menekankan penguatan karakter dan kemampuan personal dinilai penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin kompleks.

Melalui kolaborasi antara Unit Mino Martani YSBS, ChildFund International di Indonesia, serta sekolah-sekolah piloting di Kabupaten Banyumas, program ini menjadi salah satu upaya bersama dalam membangun pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan kemampuan sosial siswa.

Read More
19 Mei
0

SEKOLAH PESISIR BELAJAR TANGGUH HADAPI BENCANA MELALUI PROGRAM SPAB DI KAMPUNG LAUT CILACAP

Cilacap — Sekolah-sekolah di wilayah pesisir Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, menjalani proses penguatan ketangguhan bencana melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilaksanakan oleh Unit Karya Mino Martani Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) bekerja sama dengan ChildFund International di Indonesia. Program ini hadir sebagai upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman, tangguh, dan berpihak pada perlindungan anak di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana.

Wilayah Kampung Laut yang meliputi Desa Panikel, Klaces, Ujungalang, dan Ujunggagak selama ini dikenal sebagai kawasan pesisir yang rentan terhadap berbagai ancaman bencana. Perubahan kondisi alam menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari, mulai dari ancaman banjir rob, angin kencang, cuaca ekstrem, hingga berbagai risiko lain yang dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan proses pendidikan di sekolah.

Melalui buku dokumentasi berjudul “Di Sekolah Pesisir: Tangguh Bencana, Ketika Sekolah Menjadi Ruang Aman Bagi Anak”, dijelaskan bahwa ketangguhan tidak lahir secara tiba-tiba. Ketangguhan dibangun melalui proses panjang, kebersamaan, serta komitmen yang terus dirawat dari waktu ke waktu. Program SPAB kemudian hadir bukan sekadar sebagai program teknis kesiapsiagaan bencana, tetapi juga sebagai proses pembelajaran bersama untuk membangun budaya aman di lingkungan pendidikan.

Kepala Unit Karya Mino Martani YSBS, Lisa Indah Prasetyanti, menyampaikan bahwa sekolah-sekolah di wilayah pesisir belajar bahwa pendidikan yang bermakna tidak hanya berbicara mengenai transfer pengetahuan, tetapi juga mengenai perlindungan, kesiapan, dan penguatan anak agar mampu menghadapi masa depan dengan kesadaran terhadap risiko yang ada di lingkungan mereka.

Menurutnya, keselamatan perlu menjadi nilai yang hidup dalam kebijakan sekolah, praktik pembelajaran, hingga hubungan antarwarga sekolah sehari-hari. Anak-anak didorong untuk mengenali lingkungan sekitarnya dan berani bersuara, sementara guru memperkuat perannya sebagai pendamping yang lebih peka dan responsif terhadap kebutuhan serta keselamatan siswa.

Program SPAB mulai dijalankan pada tahun 2025 dengan fokus intervensi pada tiga SMP piloting di Kecamatan Kampung Laut. Sebelum program berjalan, sekolah-sekolah tersebut menghadapi berbagai tantangan yang cukup besar. Aktivitas belajar sering terganggu akibat kondisi lingkungan dan ancaman bencana yang terjadi di wilayah pesisir. Selain itu, pemahaman mengenai pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah juga masih terbatas.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa sebelum program berjalan, sekolah-sekolah belum memiliki sistem manajemen keselamatan sekolah yang kuat. Prosedur penanganan keadaan darurat belum tersusun secara optimal, simulasi kebencanaan belum menjadi kebiasaan rutin, dan pendidikan mengenai kesiapsiagaan bencana belum sepenuhnya terintegrasi dalam kegiatan sekolah sehari-hari.

Melalui program ini, berbagai tahapan penguatan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan partisipatif. Program tidak hanya melibatkan pihak sekolah, tetapi juga melibatkan siswa, guru, orang tua, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta berbagai pihak lain yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana.

Tahapan awal program dimulai melalui baseline survey untuk melihat kondisi sekolah dan kebutuhan yang ada di lapangan. Setelah itu dilakukan pelatihan manajemen keselamatan sekolah, penguatan kapasitas guru, serta pembentukan Komite Manajemen Keselamatan Sekolah (KMKS) sebagai bagian dari penguatan sistem kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan.

Selain pembentukan komite, sekolah juga melakukan penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB), penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) kebencanaan, serta penyusunan Rencana Kontinjensi Sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi ancaman di masing-masing wilayah sekolah.

Program ini juga menghadirkan berbagai kegiatan sosialisasi dan simulasi evakuasi yang melibatkan seluruh warga sekolah. Simulasi dilakukan untuk membangun pemahaman bersama mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi situasi darurat. Kegiatan simulasi menjadi bagian penting dalam membangun budaya aman di sekolah agar seluruh warga sekolah mengetahui prosedur keselamatan yang perlu dilakukan.

Dalam dokumentasi program tersebut dijelaskan bahwa proses membangun sekolah aman bencana tidak hanya dilakukan melalui pelatihan formal, tetapi juga melalui pembiasaan sehari-hari. Sekolah mulai membangun budaya kesiapsiagaan melalui berbagai aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Anak-anak di wilayah pesisir juga mulai belajar memahami bahwa ancaman bencana bukan sesuatu yang harus ditakuti secara berlebihan, tetapi perlu dipahami dan dihadapi dengan kesiapan yang baik. Pendekatan tersebut membantu siswa untuk memiliki kesadaran mengenai pentingnya keselamatan tanpa menimbulkan rasa panik.

Buku dokumentasi itu juga memuat berbagai pengalaman dan suara anak-anak dari sekolah pesisir mengenai perubahan yang mereka rasakan selama mengikuti program. Anak-anak mulai memahami pentingnya jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta langkah-langkah perlindungan diri ketika terjadi situasi darurat.

Selain itu, guru dan sekolah juga mulai membangun lingkungan belajar yang lebih aman dan adaptif. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga diharapkan menjadi ruang aman bagi anak dalam menghadapi berbagai risiko yang ada di lingkungan sekitar.

Country Director ChildFund International di Indonesia, Husnul Maad, dalam pengantar buku tersebut menjelaskan bahwa Program Sekolah Aman dirancang untuk menjawab berbagai risiko yang dihadapi anak di satuan pendidikan, termasuk risiko bencana, kekerasan, dan lemahnya sistem perlindungan anak.

Melalui program ini, sekolah didorong untuk memiliki prosedur, praktik, dan budaya yang berpihak pada keselamatan dan kesejahteraan anak. Penguatan kapasitas sekolah dilakukan agar perlindungan terhadap anak tidak hanya hadir saat terjadi bencana, tetapi menjadi bagian dari sistem yang berjalan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Program SPAB di Kampung Laut juga melibatkan kerja sama lintas sektor. Dukungan diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak lainnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kesiapsiagaan sekolah karena pengurangan risiko bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar sekolah, masyarakat, dan pemerintah dapat berjalan bersama dalam membangun sistem perlindungan yang lebih kuat.

Salah satu capaian strategis dari program ini adalah terbentuknya Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tingkat Kabupaten Cilacap serta Tim Kecamatan Tangguh Bencana Kampung Laut. Pembentukan struktur tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan keberlanjutan program di tingkat daerah.

Melalui pembentukan sekretariat bersama tersebut, diharapkan penguatan sekolah aman bencana tidak berhenti sebagai program jangka pendek, tetapi dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan melalui koordinasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

Dalam buku dokumentasi tersebut juga dijelaskan bahwa ketangguhan bukan berarti meniadakan bencana. Ketangguhan dimaknai sebagai upaya mempersiapkan pengetahuan, keberanian untuk bertindak, serta komitmen kebersamaan dalam menghadapi situasi darurat maupun setelah bencana terjadi.

Program SPAB di wilayah pesisir Kampung Laut menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi pusat perlindungan, ruang belajar, sekaligus ruang tumbuh yang aman bagi anak-anak. Dari wilayah yang selama ini dipandang rentan, sekolah-sekolah di Kampung Laut mulai membangun praktik baik dalam penguatan kesiapsiagaan dan perlindungan anak.

Melalui kolaborasi antara Unit Karya Mino Martani YSBS, ChildFund International di Indonesia, pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat sistem pendidikan yang aman, inklusif, dan tangguh bencana di wilayah pesisir Kabupaten Cilacap.

Buku “Di Sekolah Pesisir: Tangguh Bencana, Ketika Sekolah Menjadi Ruang Aman Bagi Anak” diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi program, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran mengenai pentingnya membangun sekolah sebagai ruang aman bagi anak di tengah ancaman bencana yang terus berkembang.

Read More
18 Mei
0

OUTING CLASS PENUH KECERIAAN SD MARIA IMACULATA DI ALAS PITU BATURRADEN

Pada hari Rabu, 13 Mei 2026, siswa-siswi kelas 3 dan 4 SD Maria Imaculata melaksanakan kegiatan outing class di kawasan wisata Alas Pitu, Baturraden. Kegiatan ini menjadi salah satu momen pembelajaran yang sangat berkesan bagi para siswa karena mereka dapat belajar langsung di luar lingkungan sekolah dengan suasana yang lebih menyenangkan dan interaktif. Outing class ini dirancang untuk menggabungkan unsur pendidikan, kebersamaan, rekreasi, dan pengembangan karakter siswa melalui berbagai aktivitas menarik yang telah dipersiapkan oleh para guru pendamping.

Sejak pagi hari, para siswa sudah terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dengan mengenakan pakaian yang rapi dan membawa perlengkapan masing-masing, mereka berkumpul bersama guru dan pendamping sebelum berangkat menuju lokasi wisata. Perjalanan menggunakan bus menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Selama perjalanan, suasana bus dipenuhi dengan canda tawa, nyanyian bersama, dan obrolan seru antar teman. Banyak siswa yang tampak menikmati perjalanan sambil melihat pemandangan di sepanjang jalan menuju Baturraden. Bagi sebagian siswa, pengalaman bepergian bersama teman-teman dalam satu bus menjadi kenangan tersendiri yang membuat suasana outing class terasa semakin seru dan penuh kebersamaan.

Sesampainya di Alas Pitu, para siswa diajak mengikuti kegiatan edukasi flora dan fauna sebagai bagian dari pembelajaran IPAS. Dalam kegiatan ini, siswa dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan, lingkungan alami, serta beberapa hewan yang ada di sekitar kawasan wisata. Guru dan pendamping menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian alam serta bagaimana manusia dapat hidup berdampingan dengan lingkungan sekitar. Melalui pembelajaran secara langsung di alam terbuka, siswa dapat melihat dan memahami materi dengan lebih nyata dibandingkan hanya belajar melalui buku pelajaran di kelas. Anak-anak tampak aktif bertanya, mengamati lingkungan sekitar, dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

Selain kegiatan edukasi, siswa juga mengikuti aktivitas olahraga berenang yang menjadi salah satu kegiatan favorit selama outing class. Dengan penuh semangat, para siswa bermain air dan berenang bersama teman-temannya di area kolam yang telah disediakan. Kegiatan berenang ini tidak hanya memberikan kesenangan dan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga melatih keberanian, ketahanan tubuh, serta kemampuan motorik mereka. Para guru dan pendamping tetap mengawasi jalannya kegiatan sehingga siswa dapat bermain dengan aman dan nyaman. Suasana penuh tawa dan keceriaan terlihat jelas ketika para siswa menikmati waktu berenang bersama.

Kegiatan outing class semakin meriah dengan hadirnya pertunjukan magic show yang berhasil menarik perhatian seluruh siswa. Dalam pertunjukan tersebut, para siswa dibuat kagum dengan berbagai atraksi sulap yang menghibur dan penuh kejutan. Tidak hanya menonton, beberapa siswa juga diajak tampil ke depan untuk berinteraksi langsung dengan pesulap. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk lebih percaya diri, berani tampil di depan banyak orang, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Sorak sorai dan tepuk tangan para siswa membuat suasana menjadi semakin hidup dan menyenangkan sepanjang pertunjukan berlangsung.

Para siswa juga diajak mengunjungi rumah adat sebagai bagian dari pembelajaran IPAS dan pengenalan budaya Indonesia. Dalam kegiatan ini, siswa dapat melihat secara langsung bentuk rumah tradisional serta mengenal berbagai ciri khas budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia. Guru memberikan penjelasan mengenai fungsi rumah adat, bentuk bangunan tradisional, serta pentingnya menjaga dan melestarikan budaya bangsa sejak usia dini. Kegiatan ini membantu siswa memahami bahwa Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya dan patut dibanggakan.

Keseruan outing class ditutup dengan berbagai games kebersamaan dan kegiatan bermain di aliran sungai. Aktivitas ini menjadi momen yang paling dinantikan oleh para siswa karena mereka dapat bermain bersama sambil menikmati suasana alam yang sejuk dan asri. Berbagai permainan dilakukan untuk melatih kekompakan, kerja sama, dan kebersamaan antar siswa. Anak-anak terlihat sangat gembira saat bermain air di aliran sungai sambil saling membantu dan bercanda bersama teman-temannya. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga belajar mengenai pentingnya menjaga persahabatan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan outing class di Alas Pitu Baturraden ini, para siswa memperoleh banyak pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi proses pembelajaran mereka. Kegiatan belajar di luar kelas seperti ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa, mempererat hubungan antar teman dan guru, serta memberikan pengalaman berharga yang akan selalu dikenang oleh para siswa kelas 3 dan 4 SD Maria Imaculata.

Read More
18 Mei
0

KEBERSAMAAN DAN KECERIAAN PELEPASAN SISWA KELAS XII SMA YOS MAJENANG DI CITUMANG

Sebagai bentuk perayaan sekaligus momen kebersamaan setelah menyelesaikan masa pendidikan di sekolah, siswa kelas XII SMA Yos Majenang mengadakan kegiatan pelepasan di kawasan wisata Citumang. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh sukacita ini diikuti oleh para siswa kelas XII bersama guru-guru pendamping. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan sangat terasa sejak awal kegiatan hingga selesai.

Dari total 17 siswa kelas XII, sebanyak 16 siswa dapat mengikuti kegiatan pelepasan tersebut. Sementara itu, satu siswa lainnya tidak dapat ikut serta karena sedang dalam kondisi sakit sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan berenang dan arung jeram. Meskipun demikian, seluruh teman-teman dan guru tetap memberikan perhatian dan doa agar siswa tersebut segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Kegiatan pelepasan di Citumang menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi para siswa. Dengan suasana alam yang asri, udara yang sejuk, serta aliran sungai yang jernih, para siswa menikmati waktu bersama setelah melewati berbagai perjuangan selama menempuh pendidikan di bangku SMA. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antar teman sebelum nantinya melanjutkan perjalanan masing-masing setelah lulus sekolah.

Salah satu kegiatan utama yang paling dinantikan adalah berenang bersama di area sungai Citumang. Para siswa tampak sangat antusias bermain air, berenang, dan menikmati keindahan alam sekitar. Gelak tawa serta canda antar teman membuat suasana menjadi semakin meriah. Tidak hanya siswa, para guru pendamping juga turut menikmati kebersamaan tersebut sehingga hubungan antara guru dan siswa terasa semakin dekat dan akrab.

Selain berenang, kegiatan arung jeram menjadi pengalaman seru yang memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Dengan saling bekerja sama dan mendukung satu sama lain, para siswa mengikuti arung jeram dengan penuh semangat. Aktivitas ini tidak hanya menghadirkan keseruan dan tantangan, tetapi juga melatih kekompakan, keberanian, dan rasa percaya antar teman. Suasana penuh teriakan semangat dan tawa membuat kegiatan semakin berkesan bagi seluruh peserta.

Kegiatan pelepasan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga menjadi momen refleksi atas perjalanan para siswa selama belajar di SMA Yos Majenang. Banyak kenangan indah yang tercipta selama kebersamaan di sekolah, mulai dari belajar bersama, mengikuti kegiatan sekolah, hingga menghadapi berbagai tantangan sebagai siswa kelas XII. Oleh karena itu, kegiatan di Citumang menjadi salah satu cara untuk merayakan perjuangan tersebut dengan suasana santai namun penuh makna.

Melalui kegiatan pelepasan ini, diharapkan tali persaudaraan antar siswa maupun hubungan dengan para guru tetap terjalin dengan baik meskipun nantinya para siswa akan melanjutkan pendidikan dan perjalanan hidup masing-masing. Kebersamaan, tawa, dan pengalaman seru selama di Citumang akan menjadi kenangan indah yang sulit dilupakan oleh seluruh siswa kelas XII SMA Yos Majenang.

Read More
13 Mei
0

TIM VOLI SMP YOS SUDARSO GANDRUNGMANGU TERIMA BANTUAN KAOS DARI DONATUR MFI JAKARTA

Gandrungmangu — Tim voli SMP Yos Sudarso Gandrungmangu menerima bantuan berupa kaos dari donatur MFI Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga siswa di lingkungan sekolah. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung aktivitas tim voli yang selama ini aktif mengikuti berbagai kegiatan olahraga dan latihan di sekolah.

Pemberian bantuan kaos ini menjadi salah satu bentuk perhatian dari pihak donatur terhadap pengembangan potensi siswa, khususnya di bidang nonakademik. Kehadiran dukungan dari luar sekolah diharapkan dapat memberikan tambahan semangat serta motivasi bagi para siswa untuk terus aktif mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang olahraga bola voli.

Seluruh anggota tim voli SMP Yos Sudarso Gandrungmangu menerima kaos yang diberikan oleh donatur. Bantuan tersebut nantinya dapat digunakan dalam berbagai kegiatan tim, baik saat latihan maupun ketika mengikuti kegiatan dan pertandingan olahraga bersama sekolah lain.

Kegiatan ekstrakurikuler bola voli sendiri menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, kerja sama tim, kedisiplinan, dan semangat sportivitas. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar mengenai teknik permainan, tetapi juga belajar membangun kekompakan dan tanggung jawab bersama dalam sebuah tim.

Dengan adanya bantuan dari donatur MFI Jakarta ini, tim voli SMP Yos Sudarso Gandrungmangu mendapatkan dukungan tambahan untuk terus berkembang dan aktif dalam kegiatan olahraga sekolah. Bantuan tersebut juga menjadi bentuk perhatian terhadap kegiatan positif yang dijalankan oleh para siswa di lingkungan pendidikan.

Read More
13 Mei
0

PROGRAM WISATA CERIA KSW-YSBS CILACAP DAN PURWOREJO KE YOGYAKARTA 2026 BERLANGSUNG MERIAH

Yogyakarta — KSW-YSBS Cilacap dan Purworejo melaksanakan kegiatan Program Wisata Ceria ke Yogyakarta pada Sabtu hingga Senin, 25–27 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh rombongan peserta dari Cilacap dan Purworejo yang mengikuti rangkaian perjalanan wisata bersama menuju sejumlah lokasi di wilayah Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari kegiatan kebersamaan yang dilaksanakan melalui perjalanan wisata dengan agenda yang telah disusun selama beberapa hari.

Perjalanan dimulai pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 22.00 WIB, di mana rombongan diberangkatkan menuju Yogyakarta. Keberangkatan dilakukan pada malam hari sebagai awal dari rangkaian kegiatan wisata yang telah dipersiapkan sebelumnya. Seluruh peserta mengikuti perjalanan bersama dengan tujuan menuju lokasi kegiatan yang telah dijadwalkan dalam Program Wisata Ceria tahun 2026.

Pada hari kedua, Minggu, 26 April 2026, rombongan tiba di Yogyakarta pada pukul 04.00 WIB dan transit di RM Ambarketawang. Di lokasi tersebut, peserta diberikan waktu untuk beristirahat sejenak sekaligus menggunakan fasilitas yang tersedia untuk bersih diri, mandi, dan keperluan lainnya sebelum melanjutkan perjalanan menuju agenda berikutnya.

Setelah kegiatan transit selesai, peserta mengikuti kegiatan makan pagi prasmanan pada pukul 06.00 WIB. Setelah makan pagi bersama, rombongan melanjutkan kegiatan dengan berbelanja oleh-oleh di pusat oleh-oleh Ambarketawang. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang diikuti peserta sebelum menuju lokasi wisata utama yang telah dijadwalkan dalam perjalanan.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pictniq Land pada pukul 07.30 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Kunjungan ke lokasi tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian wisata yang diikuti oleh peserta selama berada di Yogyakarta. Seluruh peserta mengikuti agenda perjalanan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

Setelah menyelesaikan agenda di lokasi wisata, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju RM Raos Jogja pada pukul 10.30 WIB. Setibanya di lokasi pada pukul 11.30 WIB, peserta mengikuti kegiatan makan siang bersama yang menjadi bagian dari agenda kebersamaan dalam kegiatan wisata tersebut.

Selain makan siang bersama, kegiatan di RM Raos Jogja juga diisi dengan acara keakraban, live music, serta pembagian doorprize kepada peserta. Berbagai hadiah dibagikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya tiga unit sepeda gunung, sepuluh kipas angin, sepuluh kompor gas, satu unit kulkas, satu unit televisi, satu unit mesin cuci, serta berbagai hadiah hiburan lainnya.

Suasana kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat peserta mengikuti rangkaian hiburan dan pembagian doorprize yang menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan wisata tersebut. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias sesuai dengan rangkaian acara yang telah disiapkan oleh panitia.

Pada pukul 15.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Obelix Sea View dan tiba di area parkir sekitar pukul 16.00 WIB. Dari area parkir, peserta melanjutkan perjalanan menuju lokasi utama menggunakan shuttle yang telah disediakan untuk menuju area wisata.

Setibanya di Obelix Sea View pada pukul 16.20 WIB, peserta menikmati suasana sunset di kawasan Pantai Parangtritis dari area ketinggian. Selain menikmati pemandangan, peserta juga menyaksikan pertunjukan Tarian Cerita Nyi Roro Kidul yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di lokasi tersebut selama kunjungan berlangsung.

Setelah seluruh agenda selesai dilaksanakan, rombongan kembali menuju rest area parkir pada pukul 19.30 WIB dan melanjutkan kegiatan makan malam bersama di pendopo pada pukul 20.00 WIB. Kegiatan makan malam menjadi salah satu agenda penutup sebelum rombongan kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju Cilacap.

Pada pukul 21.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan kembali menuju Cilacap setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan wisata di Yogyakarta. Perjalanan Program Wisata Ceria KSW-YSBS Cilacap dan Purworejo ini diperkirakan tiba kembali di tempat penjemputan pada Senin, 27 April 2026 pukul 01.00 WIB.

Seluruh rangkaian kegiatan Program Wisata Ceria KSW-YSBS Cilacap dan Purworejo tahun 2026 berlangsung sesuai dengan agenda perjalanan yang telah disusun sebelumnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari perjalanan wisata bersama yang diikuti oleh peserta dari Cilacap dan Purworejo dengan berbagai agenda kebersamaan selama berada di Yogyakarta.

Read More
13 Mei
0

SISWA KELAS 1 DAN 2 SD MARIA IMMACULATA CILACAP IKUTI OUTING CLASS KE POLRES CILACAP

Cilacap — Siswa kelas 1 dan 2 SD Maria Immaculata Cilacap mengikuti kegiatan outing class ke Polres Cilacap pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas dengan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para siswa melalui kunjungan edukatif ke lingkungan kepolisian. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenal lebih dekat tugas dan peran polisi dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara langsung di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa dijemput menggunakan mobil polisi dari sekolah menuju Polres Cilacap. Momen keberangkatan ini menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan outing class. Dengan pendampingan guru, seluruh siswa mengikuti perjalanan menuju lokasi kegiatan dengan tertib dan antusias. Penggunaan kendaraan kepolisian dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengalaman baru bagi siswa karena mereka dapat melihat secara langsung fasilitas kendaraan yang digunakan oleh pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

Sesampainya di Polres Cilacap, siswa diperkenalkan dengan berbagai bagian tugas polisi serta peran kepolisian dalam kehidupan masyarakat. Anak-anak mendapatkan penjelasan mengenai tugas-tugas kepolisian secara umum sebagai bagian dari pengenalan profesi kepada siswa sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, siswa dapat melihat secara langsung lingkungan kepolisian yang selama ini mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui lingkungan sekitar maupun media pembelajaran di sekolah.

Selain diperkenalkan mengenai tugas polisi, siswa juga mendapatkan pembelajaran seputar satuan lalu lintas. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan mengenai tugas satuan lalu lintas serta hal-hal yang berkaitan dengan ketertiban dan keselamatan di jalan raya. Materi pengenalan ini menjadi bagian dari edukasi kepada siswa mengenai pentingnya memahami aturan lalu lintas sejak dini, termasuk mengenal peran polisi lalu lintas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di jalan.

Kegiatan outing class ini berlangsung dengan melibatkan siswa kelas 1 dan 2 sebagai peserta utama. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di lingkungan Polres Cilacap dengan pendampingan dari guru dan pihak kepolisian selama kegiatan berlangsung. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan tertib sesuai dengan arahan yang diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan berjalan dengan suasana pembelajaran yang menyesuaikan usia siswa sekolah dasar sehingga anak-anak dapat mengikuti setiap sesi dengan baik.

Outing class menjadi salah satu bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan sekolah dengan memberikan pengalaman belajar secara langsung di luar lingkungan kelas. Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya menerima materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai lingkungan dan profesi secara nyata melalui pengalaman langsung yang mereka ikuti sendiri.

Dengan dilaksanakannya kegiatan outing class ke Polres Cilacap ini, siswa kelas 1 dan 2 SD Maria Immaculata Cilacap memperoleh pengalaman belajar di luar kelas melalui kunjungan edukatif yang berkaitan dengan tugas kepolisian dan satuan lalu lintas. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sekolah melalui pendekatan pengalaman langsung bagi para siswa agar proses belajar dapat berlangsung lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Read More
05 Mei
0

PELEPASAN DAN PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA KELAS XII SMK YOS SUDARSO MAJENANG

Majenang — SMK Yos Sudarso Majenang melaksanakan kegiatan pelepasan sekaligus pengumuman kelulusan siswa kelas XII yang dilaksanakan pada pukul 18.00. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting bagi siswa dalam menyelesaikan jenjang pendidikan di tingkat sekolah menengah kejuruan. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari agenda sekolah yang dilaksanakan pada akhir masa pendidikan siswa kelas XII.

Kegiatan pelepasan dan pengumuman ini dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan melibatkan siswa kelas XII sebagai peserta utama. Seluruh siswa mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari tahapan akhir sebelum menyelesaikan masa pendidikan mereka di SMK Yos Sudarso Majenang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelaksanaan agenda sekolah dalam menyampaikan hasil akhir pendidikan kepada siswa.

Dalam kegiatan tersebut, pengumuman kelulusan disampaikan bersamaan dengan rangkaian pelepasan siswa kelas XII. Seluruh peserta mengikuti jalannya kegiatan sesuai dengan susunan acara yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yaitu pada pukul 18.00.

Sebanyak 24 siswa kelas XII dinyatakan lulus dalam pengumuman tersebut. Hasil ini menjadi bagian dari proses akhir yang telah dijalani oleh siswa selama menempuh pendidikan di sekolah. Seluruh siswa yang mengikuti kegiatan ini menerima hasil kelulusan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib sesuai dengan rangkaian yang telah disusun. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir sebagai bagian dari agenda pelepasan dan pengumuman kelulusan siswa kelas XII di SMK Yos Sudarso Majenang.

Kegiatan ini menjadi salah satu momen penutup bagi siswa kelas XII setelah menyelesaikan seluruh rangkaian proses pendidikan di sekolah. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, siswa telah mengikuti tahapan akhir sebelum menyelesaikan masa pendidikan mereka di tingkat sekolah menengah kejuruan.

Dengan diumumkannya kelulusan tersebut, seluruh siswa kelas XII SMK Yos Sudarso Majenang telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam pendidikan mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian proses pendidikan yang telah dijalani oleh siswa selama bersekolah di SMK Yos Sudarso Majenang.

Read More
04 Mei
0

UPACARA HARDIKNAS DI TK YOS SUDARSO MAJENANG BERLANGSUNG TERTIB

Majenang — TK Yos Sudarso Majenang melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang menjadi salah satu momen penting dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh peserta didik serta tenaga pendidik yang ada. Pelaksanaan upacara ini menjadi bagian dari kegiatan yang dilakukan sekolah dalam memperingati hari besar nasional di bidang pendidikan.

Pelaksanaan upacara berlangsung sesuai dengan susunan acara yang telah disiapkan sebelumnya oleh pihak sekolah. Seluruh peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib sejak awal hingga akhir kegiatan. Setiap rangkaian kegiatan dilaksanakan secara berurutan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar di lingkungan sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian upacara dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh unsur yang ada di TK Yos Sudarso Majenang. Kegiatan ini berjalan sesuai dengan pelaksanaan yang telah ditentukan, di mana peserta mengikuti setiap bagian upacara dengan tertib dan sesuai dengan arahan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Upacara Hardiknas yang dilaksanakan ini merupakan bentuk partisipasi TK Yos Sudarso Majenang dalam memperingati hari besar nasional di bidang pendidikan. Melalui kegiatan ini, sekolah turut melaksanakan agenda peringatan yang menjadi bagian dari dunia pendidikan secara umum, yang dilaksanakan secara serentak di berbagai instansi pendidikan.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah yang melibatkan seluruh peserta didik dan tenaga pendidik dalam satu kegiatan bersama. Dengan adanya kegiatan ini, seluruh unsur sekolah dapat mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun sebagai bagian dari agenda peringatan Hardiknas.

Dengan dilaksanakannya upacara ini, TK Yos Sudarso Majenang kembali melaksanakan salah satu agenda penting dalam dunia pendidikan, yaitu peringatan Hari Pendidikan Nasional. Seluruh kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh pihak sekolah, dengan pelaksanaan yang menyesuaikan kondisi di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, TK Yos Sudarso Majenang turut serta dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai bagian dari agenda pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah setiap tahunnya, dengan melibatkan seluruh peserta didik dan tenaga pendidik dalam pelaksanaannya.

Read More
30 Apr
0

KUNJUNGAN PEMBELAJARAN DI TK YOS SUDARSO KROYA

Kroya — Kegiatan kunjungan dilakukan di TK Yos Sudarso Kroya dengan mengamati secara langsung proses pembelajaran yang berlangsung di lingkungan sekolah. Kunjungan ini mencakup seluruh kelas yang ada, yaitu dua kelas yang terdiri dari kelas A dan kelas B. Melalui kunjungan ini, aktivitas belajar anak di masing-masing kelas dapat terlihat secara langsung sesuai dengan tingkat usia dan materi pembelajaran yang sedang berlangsung.

Selama kunjungan berlangsung, kegiatan pembelajaran di setiap kelas berjalan sebagaimana biasanya. Di kelas B, siswa terlihat mengikuti kegiatan belajar menulis dengan fokus pada penulisan nama-nama bulan. Dalam kegiatan ini, siswa mengerjakan tugas menulis di dalam kelas dengan pendampingan guru yang memberikan arahan selama proses pembelajaran berlangsung. Aktivitas ini menjadi bagian dari materi pembelajaran yang sedang dijalankan di kelas B.

Sementara itu, di kelas A, kegiatan pembelajaran berlangsung dalam bentuk bermain sambil menyanyi. Anak-anak mengikuti kegiatan tersebut di dalam kelas dengan arahan dari guru. Aktivitas menyanyi dilakukan sebagai bagian dari kegiatan belajar yang disesuaikan dengan tingkat usia anak, sehingga proses pembelajaran berlangsung melalui pendekatan yang digunakan di kelas tersebut.

Kunjungan ini memberikan gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di TK Yos Sudarso Kroya yang berlangsung di dua kelas dengan aktivitas yang berbeda sesuai dengan tingkatannya. Seluruh kegiatan dilaksanakan di dalam kelas masing-masing dengan pendampingan guru selama proses berlangsung.

Dengan adanya kunjungan ini, terlihat bahwa kegiatan pembelajaran di TK Yos Sudarso Kroya berjalan sesuai dengan pembagian kelas yang ada, yaitu kelas A dan kelas B, dengan aktivitas yang menyesuaikan tingkat perkembangan anak di masing-masing kelas.

Read More