Blog

21 Sep
0

RETRET KEPALA SEKOLAH DAN GURU YSBS: MENEGUHKAN RASA SYUKUR DAN KESETIAAN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PELAYANAN

Dalam rangka memperkuat kehidupan spiritual serta meneguhkan semangat pelayanan dalam menjalankan tugas pendidikan, Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) menyelenggarakan kegiatan retret bagi para kepala sekolah dan guru yang berada dalam naungan YSBS. Kegiatan retret ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Kamis–Jumat, 17–18 September 2026, bertempat di Rumah Retret Kaliori, Banyumas.

Retret tersebut diikuti oleh 19 kepala sekolah, 23 guru, pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), serta staf Sekretariat YSBS. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk sejenak mengambil waktu khusus dalam suasana retret, memperdalam refleksi iman, serta meneguhkan kembali panggilan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepada mereka.

Dalam pelaksanaannya, retret didampingi oleh Romo Antonius Rajabana, OMI dan Romo Wahyu Nugroho, OMI. Kehadiran kedua romo tersebut menjadi bagian dari pendampingan selama kegiatan retret berlangsung. Melalui pendampingan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengarahkan perhatian pada kehidupan rohani dan memaknai kembali tugas pelayanan yang dijalankan dalam lingkungan pendidikan dan karya YSBS.

Retret menjadi salah satu ruang untuk melakukan refleksi secara lebih mendalam. Di tengah berbagai tanggung jawab yang diemban oleh kepala sekolah, guru, pimpinan LKP, dan staf sekretariat, kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas dapat membantu setiap peserta mengarahkan kembali perhatian pada nilai-nilai yang mendasari pelayanan mereka. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa tugas yang dijalankan bukan hanya berkaitan dengan tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga memiliki dimensi pengabdian dan pelayanan.

Sebagai kepala sekolah dan guru dalam naungan YSBS, para peserta memiliki tanggung jawab dalam mendampingi, mendidik, dan mendukung perkembangan peserta didik. Tanggung jawab tersebut membutuhkan komitmen, ketekunan, serta kesediaan untuk terus belajar dan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Melalui kegiatan retret, para peserta diharapkan dapat semakin menyadari makna tugas yang dipercayakan kepada mereka dan menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan iman.

Kegiatan retret ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran mengenai pentingnya rasa syukur dalam menjalankan tugas. Rasa syukur dapat menjadi dasar bagi setiap pribadi untuk menerima tanggung jawab dengan hati yang terbuka, menghargai kesempatan untuk melayani, serta tetap teguh ketika menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Harapan yang ingin dibangun melalui pelaksanaan retret ini adalah agar para kepala sekolah dan guru YSBS senantiasa menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan siap melaksanakan tugas yang diberikan oleh Allah sendiri. Harapan tersebut menjadi bagian penting dari semangat kegiatan, yakni meneguhkan kembali sikap batin dan komitmen para peserta dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepada mereka.

Menjalankan tugas sebagai kepala sekolah maupun guru tidak terlepas dari berbagai tanggung jawab yang membutuhkan kesetiaan dan ketulusan. Setiap tugas yang diberikan perlu dihayati sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan dan pelayanan. Oleh karena itu, refleksi spiritual melalui retret diharapkan dapat membantu para peserta untuk terus menjaga semangat pengabdian serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Kehadiran pimpinan LKP dan staf Sekretariat YSBS dalam kegiatan ini turut memperlihatkan bahwa semangat refleksi dan penguatan spiritual tidak hanya menjadi perhatian bagi kepala sekolah dan guru, tetapi juga bagi mereka yang terlibat dalam berbagai bidang pelayanan di lingkungan yayasan. Setiap bagian memiliki peran masing-masing dalam mendukung keberlangsungan karya YSBS, sehingga semangat kebersamaan dan kesatuan dalam menjalankan tugas menjadi hal yang penting untuk terus dipelihara.

Pelaksanaan retret di Rumah Retret Kaliori, Banyumas, pada 17–18 September 2026, berjalan dengan lancar dan penuh berkat. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengalami waktu kebersamaan, pendampingan, serta refleksi dalam suasana yang mendukung penguatan kehidupan rohani. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membawa semangat baru ketika para peserta kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja masing-masing.

Melalui kegiatan retret, para kepala sekolah, guru, pimpinan LKP, dan staf Sekretariat YSBS diajak untuk terus memelihara kesadaran bahwa setiap tugas yang dijalankan memiliki nilai pelayanan. Pendidikan bukan hanya tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan lembaga, tetapi juga tentang bagaimana setiap pribadi menjalankan perannya dengan sikap peduli, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai-nilai yang dihidupi bersama.

Retret ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama dua hari, tetapi juga menjadi momentum yang memberikan pengaruh positif dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas para peserta. Nilai-nilai yang direnungkan selama retret dapat terus dihidupi melalui sikap sehari-hari, baik dalam menjalankan tanggung jawab profesional maupun dalam membangun relasi dengan sesama di lingkungan pendidikan dan yayasan.

Dengan dilaksanakannya retret bersama Romo Antonius Rajabana, OMI dan Romo Wahyu Nugroho, OMI, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperbarui semangat dalam menjalankan panggilan pelayanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk terus meneguhkan pribadi-pribadi yang bersedia menjalankan tugas dengan penuh syukur, kesetiaan, dan keterbukaan terhadap tanggung jawab yang dipercayakan.

Semoga pengalaman retret yang berlangsung di Rumah Retret Kaliori, Banyumas, dapat menjadi bekal rohani bagi seluruh peserta dalam melanjutkan karya dan pelayanan di bawah naungan YSBS. Dengan semangat yang terus diperbarui, para kepala sekolah, guru, pimpinan LKP, dan staf Sekretariat YSBS diharapkan senantiasa mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menyadari bahwa setiap pelayanan yang dijalankan merupakan bagian dari panggilan untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama.

Read More
18 Sep
0

SISWA KELAS 5 SD PIUS SIDAREJA MENGENAL SENI MEMBATIK MELALUI KEGIATAN EDUKATIF BERSAMA PT BATIK RAJA KROYA

Pengenalan terhadap seni, budaya, dan keterampilan praktis menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pengalaman belajar peserta didik. Dalam rangka memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal aktivitas membatik secara langsung, siswa kelas 5 SD Pius Sidareja mengikuti kegiatan membatik yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di Gedung Guru Sidareja.

Kegiatan membatik ini menjadi salah satu pengalaman belajar yang memperkenalkan siswa pada dunia seni dan kerajinan. Melalui keterlibatan dalam aktivitas membatik, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengenal proses berkarya dengan memanfaatkan keterampilan, kreativitas, serta ketelitian. Pengalaman semacam ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran melalui kegiatan praktik yang berbeda dari rutinitas pembelajaran di dalam kelas.

Membatik merupakan kegiatan seni dan kerajinan yang membutuhkan perhatian terhadap proses serta ketekunan dalam menghasilkan sebuah karya. Oleh karena itu, pengenalan aktivitas membatik kepada siswa dapat menjadi kesempatan untuk menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap kegiatan kreatif. Siswa tidak hanya diajak untuk mengenal batik sebagai sebuah hasil karya, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengikuti aktivitas yang berkaitan dengan proses pembuatan karya seni.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya tersebut, siswa kelas 5 SD Pius Sidareja mengikuti kegiatan membatik di Gedung Guru Sidareja. Tempat pelaksanaan kegiatan menjadi ruang bagi para siswa untuk memperoleh pengalaman membatik secara langsung. Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kesempatan belajar yang menghubungkan unsur pendidikan, keterampilan, dan pengenalan terhadap seni budaya

Aktivitas membatik dapat memberikan pengalaman yang berkaitan dengan pengembangan kreativitas peserta didik. Ketika mengikuti kegiatan seni, siswa memiliki kesempatan untuk mengenal proses menghasilkan karya melalui kegiatan yang membutuhkan perhatian dan ketelitian. Kreativitas juga dapat berkembang melalui kesempatan untuk mencoba, mengamati, dan mengikuti proses berkarya sesuai dengan kegiatan yang diberikan.

Selain kreativitas, kegiatan membatik dapat memperkenalkan pentingnya sikap sabar dan teliti kepada siswa. Setiap kegiatan keterampilan memiliki proses yang perlu diikuti dengan penuh perhatian. Melalui pengalaman membatik, siswa dapat mengenal bahwa menghasilkan sebuah karya membutuhkan ketekunan serta kesediaan untuk mengikuti proses secara bertahap. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran yang dapat mendukung pembentukan sikap positif dalam kegiatan belajar.

Pengenalan seni membatik di lingkungan pendidikan juga memiliki kaitan dengan upaya memperluas wawasan siswa mengenai kekayaan budaya Indonesia. Batik menjadi salah satu bentuk karya seni yang dikenal dalam kehidupan masyarakat. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti kegiatan membatik, sekolah turut membuka ruang bagi peserta didik untuk mengenal aktivitas seni dan kerajinan yang memiliki keterkaitan dengan budaya.

Kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk membangun apresiasi siswa terhadap karya seni yang dihasilkan melalui keterampilan manusia. Proses membatik mengajarkan bahwa sebuah karya tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga berkaitan dengan ketelitian, kreativitas, dan proses yang dilakukan untuk menghasilkan karya tersebut. Pengalaman mengikuti kegiatan membatik diharapkan dapat membantu siswa memiliki pandangan yang lebih luas terhadap berbagai bentuk keterampilan dan karya seni.

Keikutsertaan siswa kelas 5 SD Pius Sidareja dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya juga memberikan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung. Pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi pelengkap kegiatan akademik karena memberikan ruang kepada siswa untuk terlibat dalam aktivitas yang bersifat kreatif dan aplikatif. Melalui pengalaman tersebut, siswa dapat memperoleh pemahaman yang tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kegiatan.

Dalam pendidikan dasar, kegiatan pengembangan keterampilan dan pengenalan budaya memiliki peran sebagai bagian dari pengalaman belajar yang beragam. Siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai bidang yang dapat memperluas wawasan dan minat mereka. Kegiatan membatik menjadi salah satu bentuk aktivitas yang mempertemukan unsur seni, kreativitas, ketelitian, dan pengenalan budaya dalam sebuah pengalaman pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan di Gedung Guru Sidareja pada Kamis, 17 September 2026, menjadi kesempatan bagi siswa kelas 5 SD Pius Sidareja untuk mengikuti aktivitas membatik yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya. Kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang berfokus pada pengenalan keterampilan membatik sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat dalam aktivitas seni secara langsung.

Kegiatan membatik juga dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap berbagai keterampilan yang ada di lingkungan masyarakat. Ketika peserta didik diperkenalkan pada aktivitas baru, mereka memperoleh kesempatan untuk mengenal proses dan pengalaman yang mungkin belum mereka temui dalam pembelajaran sehari-hari. Hal ini dapat mendukung terbentuknya sikap terbuka terhadap pembelajaran serta ketertarikan untuk mencoba berbagai kegiatan positif.

Melalui kegiatan ini, siswa kelas 5 SD Pius Sidareja mendapatkan kesempatan untuk mengenal seni membatik dalam suasana pembelajaran yang bersifat praktik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman pendidikan yang lebih beragam, dengan memperhatikan pentingnya kreativitas dan pengenalan budaya dalam perkembangan peserta didik.

Penyelenggaraan kegiatan oleh PT Batik Raja Kroya juga menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan aktivitas keterampilan membatik. Kolaborasi dalam kegiatan edukatif semacam ini dapat mendukung terbukanya ruang pembelajaran yang memperkenalkan siswa pada berbagai pengalaman di luar kegiatan belajar rutin. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengenal keterampilan yang dapat menambah wawasan mereka.

Bagi SD Pius Sidareja, kegiatan membatik ini menjadi salah satu pengalaman yang dapat mendukung proses pendidikan secara lebih luas. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui materi yang disampaikan di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui aktivitas seni, keterampilan, dan pengenalan budaya. Dengan demikian, kegiatan membatik dapat menjadi bagian dari pengalaman yang membantu siswa mengenal beragam bentuk pembelajaran yang bersifat kreatif dan praktik.

Pelaksanaan kegiatan membatik pada 17 September 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa kelas 5 SD Pius Sidareja. Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal aktivitas membatik, mengembangkan ketertarikan terhadap seni, serta memahami pentingnya ketelitian dan ketekunan dalam proses berkarya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengalaman belajar yang memperkaya aktivitas pendidikan peserta didik. Pengenalan seni membatik sejak usia sekolah diharapkan dapat membantu menumbuhkan apresiasi terhadap karya seni dan budaya, sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui kegiatan praktik. Dengan adanya kegiatan seperti ini, pengalaman belajar siswa dapat terus diperluas melalui aktivitas yang mendukung pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif

Read More
18 Sep
0

SKRINING KESEHATAN RUTIN PUSKESMAS SIDAREJA BAGI SISWA KELAS 1, WUJUD KEPEDULIAN TERHADAP KESEHATAN PESERTA DIDIK

Upaya menjaga dan memantau kesehatan peserta didik terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pada Kamis, 17 September 2026, Puskesmas Sidareja melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi siswa kelas 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi kesehatan anak sejak awal masa pendidikan, khususnya melalui pemeriksaan kesehatan dasar yang mencakup gigi, telinga, kuku, berat badan (BB), dan tinggi badan (TB).

Skrining kesehatan merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung pemantauan kondisi fisik peserta didik. Pada usia sekolah dasar, anak-anak sedang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang memerlukan perhatian secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi sarana untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan siswa sekaligus mendukung upaya deteksi dini terhadap berbagai hal yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan skrining kesehatan ini diikuti oleh siswa kelas 1 dengan pendampingan dari pihak sekolah dan petugas kesehatan Puskesmas Sidareja. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah aspek kesehatan dasar yang berkaitan dengan kebersihan diri, fungsi indera, serta pertumbuhan fisik anak. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman mengikuti pemeriksaan kesehatan secara langsung dalam lingkungan sekolah yang dekat dengan keseharian mereka.

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan gigi. Kesehatan gigi merupakan bagian penting dari kesehatan anak karena berkaitan dengan kebiasaan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Pemeriksaan gigi dalam kegiatan skrining menjadi langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi siswa secara umum. Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga dapat mendukung pengenalan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini, sehingga anak semakin memahami pentingnya merawat gigi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain gigi, pemeriksaan telinga juga menjadi bagian dari rangkaian skrining kesehatan. Telinga merupakan salah satu indera yang berperan dalam mendukung aktivitas anak, termasuk ketika mengikuti pembelajaran dan berkomunikasi dengan guru maupun teman. Dengan dilakukannya pemeriksaan telinga, kondisi kesehatan pendengaran siswa dapat menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam pemantauan kesehatan peserta didik.

Petugas Puskesmas Sidareja juga melakukan pemeriksaan kuku siswa. Pemeriksaan ini berkaitan dengan aspek kebersihan diri yang perlu dibiasakan sejak usia sekolah. Kuku yang terawat dan bersih merupakan salah satu bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui perhatian terhadap kebersihan kuku, anak dapat semakin mengenal pentingnya menjaga kebersihan tubuh serta membangun kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Rangkaian skrining juga meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan siswa. Pemeriksaan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) menjadi bagian dari pemantauan pertumbuhan fisik anak. Data hasil pengukuran dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam memperhatikan perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Pemantauan pertumbuhan secara berkala juga memiliki peran dalam membantu pihak terkait mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian atau tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.

Bagi siswa kelas 1, kegiatan skrining kesehatan dapat menjadi pengalaman awal dalam mengenal layanan pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah. Anak-anak diperkenalkan pada proses pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, sekaligus dibiasakan untuk memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Pengenalan semacam ini diharapkan dapat membantu membangun sikap positif terhadap kegiatan pemeriksaan kesehatan dan mendorong anak untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya.

Kegiatan skrining kesehatan juga memiliki keterkaitan dengan terciptanya lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga mencakup perhatian terhadap kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan anak. Kondisi kesehatan yang terpantau dapat menjadi salah satu unsur pendukung agar siswa dapat menjalani aktivitas belajar dan kegiatan sekolah sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Kerja sama antara sekolah dan Puskesmas Sidareja melalui kegiatan skrining kesehatan menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kesehatan anak usia sekolah. Sekolah menjadi lingkungan yang strategis untuk melaksanakan kegiatan edukasi dan pemantauan kesehatan, sedangkan puskesmas memiliki peran dalam memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat, termasuk peserta didik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus mendukung perhatian terhadap kesehatan anak secara berkelanjutan.

Pelaksanaan skrining kesehatan pada 17 September 2026 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. Pemeriksaan gigi, telinga, kuku, berat badan, dan tinggi badan memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal berbagai aspek kesehatan dasar yang perlu diperhatikan. Dengan pembiasaan yang dilakukan sejak dini, anak diharapkan dapat tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga kesehatan membutuhkan perhatian dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Pemantauan kesehatan peserta didik perlu dipandang sebagai proses yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui satu kali pemeriksaan. Hasil skrining dapat menjadi informasi pendukung bagi pihak terkait dalam memperhatikan kondisi kesehatan siswa sesuai kebutuhan. Apabila terdapat hal-hal yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, tindak lanjut dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan arahan dari tenaga kesehatan yang berwenang.

Bagi lingkungan sekolah, kegiatan rutin seperti ini menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana pendidikan yang turut memperhatikan kebutuhan dasar peserta didik. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal pentingnya kesehatan dan kebersihan diri melalui kegiatan nyata. Hal tersebut sejalan dengan pentingnya membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pelaksanaan skrining kesehatan rutin oleh Puskesmas Sidareja, perhatian terhadap kesehatan siswa kelas 1 terus menjadi bagian dari kegiatan pendukung di lingkungan pendidikan. Pemeriksaan gigi, telinga, kuku, berat badan, dan tinggi badan memberikan cakupan pemantauan kesehatan dasar yang penting bagi anak-anak pada tahap awal pendidikan sekolah dasar.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik. Dengan adanya kerja sama antara tenaga kesehatan dan pihak sekolah, pemantauan kesehatan anak dapat dilakukan secara lebih terarah, sekaligus mendorong terbentuknya kesadaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Kesehatan siswa pun menjadi perhatian bersama yang perlu dijaga melalui pemeriksaan, pembiasaan, serta pendampingan secara berkelanjutan.

Read More
17 Sep
0

DARI SELEKSI SEKOLAH, KELARA KAWON BERSINAR DI POPDA JAWA TENGAH 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMK Yos Soedarso Sidareja. Kelara Kawon salahsatu siswa penerima Program PACE  berhasil meraih Juara 2 cabang olahraga atletik nomor lempar lembing pada ajang POPDA Jawa Tengah 2026, dengan catatan lemparan sejauh 32,36 meter. 🏆🔥

Prestasi tersebut bukanlah hasil yang datang secara instan. Perjalanan Kelara dimulai dari seleksi tingkat sekolah, kemudian berlanjut ke tingkat Komda Sidareja. Dengan kemampuan dan kerja kerasnya, Kelara berhasil menjadi Juara 1 Komda Sidareja dan berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat Kabupaten.

Di tingkat Kabupaten, Kelara kembali menunjukkan performa terbaiknya dan berhasil meraih Juara 1. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi wakil daerah untuk berlaga di POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Tantangan semakin besar ketika Kelara harus berhadapan dengan atlet-atlet pelajar terbaik dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sekitar 11 atlet yang bersaing dalam nomor tersebut.

Namun, Kelara mampu menunjukkan mental bertanding yang kuat. Dengan lemparan sejauh 32,36 meter, Kelara berhasil mengamankan posisi:

🥈 JUARA 2 POPDA JAWA TENGAH 2026

🏃‍♀️ CABANG ATLETIK – LEMPAR LEMBING

Perjalanan dari sekolah → Komda → Kabupaten → Provinsi menjadi bukti bahwa prestasi dibangun melalui proses, latihan, disiplin, keberanian, dan semangat pantang menyerah.

👏 Selamat kepada Kelara Kawon!

Terima kasih atas perjuangan yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih, berkembang, dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Satu lemparan, satu perjuangan, satu prestasi yang membanggakan! 🥈🔥

Selain itu, dua siswi PACE lainnya, yaitu Marlina Onjab dan Ravela, juga turut mengukir prestasi dalam pertandingan bola voli yang diselenggarakan di Sidareja dalam pertandingan persahabatan  U19 sebagai laga antar klub remaja di Sidareja yang diadakan oleh sebuah Klub dari Kecamatan Kroya. Peserta yang mengikuti dari Pusja Kedungreja, SMK Muhamdiyah Majenang, Smk Yos Soedarso Sidareja dan MHC Cilacap.

Dalam pertandingan tersebut, keduanya berhasil memberikan penampilan terbaik dan menjadi top scorer, sehingga turut membawa Tim SMK Yos Soedarso Sidareja meraih Juara I.

Prestasi demi prestasi yang terus ditorehkan oleh siswa-siswi PACE tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Keberhasilan mereka tidak hanya membanggakan Program PACE dan Yayasan, tetapi juga turut mengharumkan serta membawa nama SMK Yos Soedarso Sidareja semakin dikenal dan berkibar di lingkungan Kabupaten Cilacap.

Semoga berbagai prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa-siswi PACE untuk terus mengembangkan potensi, berani berprestasi, dan memberikan yang terbaik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Read More
17 Sep
0

SISWA SMP MARIA IMMACULATA CILACAP RAIH TIGA PRESTASI DALAM KEJURKAB BULUTANGKIS BUPATI CUP 2026

Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar SMP Maria Immaculata Cilacap. Salah satu siswa terbaiknya, Andreas Afra Bryan Aprillio, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Cilacap.

Dalam kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 September 2026, di GOR Wijayakusuma Cilacap, Andreas berhasil meraih tiga prestasi sekaligus pada nomor yang diikutinya. Ia sukses menjadi Juara 1 Ganda Pemula Putra, Juara 2 Ganda Pemula Campuran, serta Juara 3 Tunggal Pemula Putra.

Pencapaian tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi SMP Maria Immaculata Cilacap. Tidak hanya karena berhasil meraih podium, tetapi juga karena Andreas mampu menunjukkan konsistensi dan semangat kompetitif dalam beberapa nomor pertandingan sekaligus.

Pada Ganda Pemula Putra, Andreas berhasil tampil sebagai Juara 1. Pencapaian ini menjadi prestasi tertinggi yang diraihnya dalam kejuaraan tersebut. Keberhasilan meraih posisi pertama menunjukkan kemampuan Andreas dalam membangun kerja sama dengan pasangan, menjaga konsistensi permainan, serta menghadapi persaingan di lapangan

Selain itu, Andreas juga tampil dalam Ganda Pemula Campuran dan berhasil meraih Juara 2. Prestasi tersebut semakin melengkapi capaian Andreas dalam kejuaraan tahun ini.

Tidak berhenti sampai di sana, pada Tunggal Pemula Putra, Andreas berhasil mengamankan posisi Juara 3. Berkompetisi secara individu tentu menghadirkan tantangan tersendiri karena setiap pemain dituntut untuk mengandalkan kemampuan teknik, strategi, konsentrasi, serta ketahanan fisik selama pertandingan.

Dengan demikian, dari tiga nomor yang diikuti, Andreas berhasil membawa pulang prestasi dari seluruh nomor tersebut. Satu gelar juara pertama, satu juara kedua, dan satu juara ketiga menjadi catatan membanggakan dalam kiprahnya di dunia bulutangkis.

Penyelenggaraan kejuaraan seperti ini menjadi salah satu ruang bagi para atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka dalam kompetisi yang lebih kompetitif. Selain mengejar prestasi, pertandingan juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental dan karakter seorang atlet.

Bagi Andreas, keikutsertaan dalam kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan yang selama ini dikembangkan melalui latihan. Pengalaman bertanding menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di Kabupaten Cilacap dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya.

Prestasi yang diraih juga menjadi pengingat bahwa sebuah keberhasilan tidak terlepas dari proses panjang. Latihan yang rutin, kedisiplinan, kemauan untuk belajar, kemampuan menjaga fokus, serta keberanian menghadapi tantangan menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet muda.

Tiga prestasi yang diraih Andreas dalam satu kejuaraan tentu bukan menjadi akhir dari perjalanan. Sebaliknya, capaian tersebut dapat menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan dan menghadapi tantangan yang lebih besar di masa mendatang.

Dalam dunia olahraga, setiap pertandingan memberikan pengalaman baru. Kemenangan menjadi motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian, sementara kekalahan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang akan membentuk seorang atlet menjadi lebih matang.

Dukungan dari keluarga, sekolah, pelatih, serta lingkungan sekitar juga memiliki peran penting dalam perkembangan seorang atlet muda. Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan Andreas dapat terus mengasah kemampuan, menjaga semangat berlatih, serta mengikuti berbagai kompetisi yang dapat memberikan pengalaman dan prestasi baru.

Capaian ini sekaligus menjadi momentum bagi SMP Maria Immaculata Cilacap untuk terus mendukung siswa-siswinya dalam mengembangkan potensi di berbagai bidang. Sekolah berharap semakin banyak siswa yang berani mengikuti kompetisi, mengembangkan bakat, dan memberikan kontribusi positif melalui prestasi yang mereka raih.

Keluarga besar SMP Maria Immaculata Cilacap menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Andreas Afra Bryan Aprillio atas keberhasilannya meraih Juara 1 Ganda Pemula Putra, Juara 2 Ganda Pemula Campuran, dan Juara 3 Tunggal Pemula Putra dalam Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup Tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus menjadi motivasi agar Andreas terus berlatih dan mengembangkan potensinya. Semoga pengalaman yang diperoleh dalam kejuaraan ini dapat menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi-kompetisi selanjutnya.

Selamat, Andreas! Terus berlatih, junjung tinggi sportivitas, dan jangan berhenti mengembangkan potensi. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi di tingkat berikutnya serta menginspirasi teman-teman di SMP Maria Immaculata Cilacap untuk berani bermimpi dan berprestasi.

Read More
28 Agu
0

Pengemis <div>yang Menumbuhkan Ribuan Hektare Sawah</div>

Romo Carolus OMI menerima penghargaan Special Achievement Svarna

Bhumi Award 2026. Di panggung, ia menolak disebut pahlawan pangan – ia menyebut dirinya pengemis.

Penyerahan penghargaan Special Achievement Svarna Bhumi Award 2026 kepada Romo Carolus di atas panggung.

Lampu panggung menyala, tepuk tangan bergemuruh, dan seorang lelaki berusia 83 tahun melangkah pelan menuju podium. Piala Svarna Bhumi Award 2026 untuk kategori Special Achievement baru saja disematkan pada namanya. Namun kalimat pertama yang keluar dari mulutnya bukan ucapan terima kasih atas kehormatan itu, melainkan sebuah permintaan maaf dalam bahasa Jawa.”Nyuwun pangapunten,” katanya. Lalu, dengan logat yang setelah lima dekade masih menyimpan jejak Irlandia, ia meluruskan sesuatu yang tampaknya mengganggu hatinya sepanjang malam itu.”Bukan Carolus yang kerja. Yang lain yang kerja. Saya hanya tugas mengemis.”

Hadirin tertawa. Tetapi siapa pun yang pernah menyusuri pematang sawah di Kampung Laut,

Cilacap, tahu bahwa kalimat itu bukan sekadar merendah.Datang pada 1973, dan tidak pernah benar-benar pergiRomo Charles Patrick Edward Burrows OMI – yang oleh masyarakat Cilacap dipanggil Romo Carolus – tiba di Cilacap pada tahun 1973. Yang ia temukan di Desa Sawangan bukanlah ladang misi yang romantis: warga hidup dalam kekurangan pangan, dengan infrastruktur yang nyaris tak ada.Ia mengambil jalan yang tidak lazim bagi seorang misionaris muda saat itu. Alih-alih membagikan bantuan, ia memilih memberdayakan. Melalui Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS), ia menggalang dukungan dari berbagai negara, lalu menyalurkannya bukan sebagai sedekah, melainkan sebagai upah: pangan untuk warga yang bergotong royong membangun jalan, jembatan, dan tanggul.Pola padat karya itu melahirkan dua hasil sekaligus. Perut warga terisi, dan desa mereka berubah wujud.Ada satu cerita kecil yang ia bawakan malam itu, dan justru cerita itulah yang paling menjelaskan cara berpikirnya. Bantuan pangan pertama yang ia peroleh dari Amerika berupa bulgur – gandum pecah yang, setelah ia teliti, ternyata mengandung 85 persen gandum dan 15 persen kedelai.”Makan nasi hanya bisa sampai jam sebelas. Makan gandum sama kedelai bisa sampai jam satu.”Bagi orang yang bekerja mengangkut tanah di bawah terik matahari, selisih dua jam rasa kenyang itu bukan detail sepele. Itu adalah selisih antara pekerjaan yang selesai dan pekerjaan yang terbengkalai.Lumpur yang diubah menjadi sawahPerjuangan itu berlanjut ke Kampung Laut – kawasan rawa di pinggir Segara Anakan yang kerap terendam banjir dan lama dianggap tak berguna untuk apa pun.Romo Carolus melihatnya secara terbalik. Endapan lumpur yang dibawa Sungai Citanduy dan Cimeneng, yang selama ini dikeluhkan sebagai masalah sedimentasi, justru ia baca sebagai bahan baku. Bersama warga, lumpur itu ditata, dikeringkan, dan pelan-pelan dicetak menjadi lahan pertanian.Hari ini sekitar 1.500 hektare sawah terbentang di sana, menghasilkan kurang lebih lima ton gabah per hari, dan menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga yang dahulu terhimpit kemiskinan.Namun ia tidak berbicara tentang hektare dan ton di panggung itu. Ia berbicara tentang tanggul.”Kalau tidak ada tanggul, air laut masuk, dan tidak bisa berhasil,” katanya. Sawah seluas apa pun akan sia-sia bila air asin menerobos. Maka permintaannya kepada para tamu di ruangan

itu sangat konkret: bantu urusan tanggul, dan bantu agar surat-surat tanah warga benar

secara hukum.”Saya tidak mau award, saya mau duit”Kalimat itu ia ucapkan dengan wajah datar, dan seisi ruangan meledak dalam tawa.Di baliknya ada keprihatinan yang nyata. Dahulu ia “mengemis” ke Amerika, ke Jerman, ke berbagai negeri. Kini pintu-pintu itu banyak yang tertutup dengan alasan yang sama: Indonesia sudah kaya.Jawabannya khas Romo Carolus – bukan mengeluh, melainkan mencari jalan lain sambil bergurau. “Lalu saya cari pengemis yang lebih muda dari saya,” katanya, sambil menoleh ke arah Andy F. Noya, pendiri BenihBaik.com yang juga duduk sebagai dewan juri penghargaan malam itu.Sasaran barunya adalah para filantrop dalam negeri. Dan di sinilah ia melontarkan gagasan yang paling diingat hadirin: tugasnya, katanya, adalah “merehabilitasi” orang-orang yang suka kaya menjadi orang-orang yang suka miskin – mereka yang tetap kaya, tetapi hatinya condong kepada yang miskin.

“Bukan Carolus yang kerja. Yang lain yang kerja.”

Sebuah rumusan sederhana tentang kemiskinan sukarela, diucapkan oleh seorang religius yang telah menjalaninya lebih dari lima puluh tahun.Yang tersisa setelah pialaMalam itu Romo Carolus menerima trofi Special Achievement Svarna Bhumi Award 2026 dari Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, beserta apresiasi senilai

Rp.65 juta. Penghargaan tahunan ini diselenggarakan Pupuk Indonesia bersama

BenihBaik.com dan Kick Andy Metro TV bagi mereka yang disebut “pahlawan pangan”.Ia sendiri, seperti biasa, sudah memikirkan hal lain. Sebelum meninggalkan panggung, ia sempat mengucapkan terima kasih kepada anak-anak muda yang hadir, dan menyebut satu harapan yang terdengar sangat sederhana: agar masyarakat di sana bisa “bangun pagi dan menyanyi”.Lima puluh tiga tahun, ribuan hektare sawah, dan ribuan keluarga yang keluar dari kemiskinan – semuanya bermuara pada keinginan sesederhana itu.Dan ia tetap bersikeras bahwa bukan dirinya yang mengerjakannya.

Romo Carolus bersama rombongan pendamping seusai acara penganugerahan.

Romo Charles Patrick Edward Burrows OMI adalah imam Kongregasi Misionaris Oblat Maria Immaculata (OMI) yang berkarya di Cilacap sejak 1973 dan mendirikan Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS).

Oleh : Rm. Aloysius Wahyu Nugroho, OMI

Read More
25 Mei
0

PURNA WIDYA ADHITAMA SMA YOS SUDARSO CILACAP TAHUN PELAJARAN 2025/2026, MENGAKHIRI MASA BELAJAR DAN MENYONGSONG MASA DEPAN PENUH HARAPAN

Cilacap — Suasana penuh haru, syukur, dan kebahagiaan menyelimuti keluarga besar SMA Yos Sudarso Cilacap dalam pelaksanaan Purna Widya Adhitama Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan pendidikan peserta didik kelas XII yang telah menyelesaikan masa belajar mereka setelah menempuh berbagai proses, tantangan, dan pengalaman selama tiga tahun di bangku sekolah menengah atas.

Purna Widya Adhitama bukan hanya sekadar acara pelepasan siswa, melainkan sebuah peristiwa penting yang menandai berakhirnya satu babak perjalanan pendidikan sekaligus menjadi awal langkah baru menuju masa depan. Di balik prosesi yang berlangsung, tersimpan berbagai kisah perjuangan, kerja keras, pengorbanan, serta semangat para peserta didik yang selama ini berupaya memberikan yang terbaik dalam proses belajar mereka.

Selama menempuh pendidikan di SMA Yos Sudarso Cilacap, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan berbagai pengalaman berharga yang membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan untuk bekerja sama dengan sesama. Beragam kegiatan sekolah, baik akademik maupun nonakademik, menjadi bagian penting dalam proses pembentukan pribadi yang siap menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang.

Dengan penuh rasa syukur, keluarga besar SMA Yos Sudarso Cilacap menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik kelas XII yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan pada Tahun Pelajaran 2025/2026. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang yang tidak selalu mudah. Berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran mampu dilalui dengan tekad, semangat, dan ketekunan yang luar biasa.

Keberhasilan para lulusan tentunya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak yang selama ini hadir mendampingi perjalanan mereka. Orang tua dan wali murid memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan perhatian, dukungan, motivasi, serta doa yang tiada henti. Kehadiran keluarga sebagai pendamping utama menjadi kekuatan yang membantu para siswa bertahan dan terus berkembang hingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Selain dukungan keluarga, dedikasi para guru dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian penting dari keberhasilan para lulusan. Selama bertahun-tahun, para guru tidak hanya menjalankan tugas sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pembimbing, motivator, dan pendamping bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa sekolah. Dengan kesabaran dan komitmen yang tinggi, para guru turut mengantarkan para peserta didik mencapai salah satu tonggak penting dalam kehidupan mereka.

Momen Purna Widya Adhitama juga menjadi saat yang penuh emosi bagi para siswa. Setelah bertahun-tahun belajar bersama, berbagi cerita, menghadapi ujian, mengikuti berbagai kegiatan sekolah, serta membangun persahabatan, kini mereka harus melangkah menuju jalan kehidupan masing-masing. Kenangan yang tercipta selama berada di SMA Yos Sudarso Cilacap akan menjadi bagian berharga yang tidak mudah dilupakan.

Bagi para lulusan, berakhirnya masa sekolah bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan dan kesempatan baru. Sebagian akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sebagian lainnya mungkin akan memasuki dunia kerja atau menempuh jalur pengembangan diri sesuai minat dan cita-cita yang dimiliki. Apa pun pilihan yang diambil, bekal pendidikan dan nilai-nilai yang diperoleh selama di SMA Yos Sudarso Cilacap diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk melangkah ke masa depan.

Kegiatan Purna Widya Adhitama Tahun Pelajaran 2025/2026 juga menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai pencapaian yang telah diraih oleh para siswa selama menempuh pendidikan. Setiap keberhasilan, sekecil apa pun, merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan. Demikian pula setiap tantangan yang pernah dihadapi telah menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter dan ketangguhan para lulusan.

Dalam suasana penuh syukur tersebut, keluarga besar SMA Yos Sudarso Cilacap berharap agar seluruh lulusan senantiasa menjaga semangat belajar sepanjang hayat, terus mengembangkan potensi diri, serta mampu menjadi pribadi yang membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Dunia yang akan mereka hadapi ke depan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

SMA Yos Sudarso Cilacap juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua, wali murid, guru, tenaga kependidikan, alumni, dan berbagai pihak yang selama ini telah mendukung proses pendidikan para siswa. Keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari kerja sama dan kebersamaan yang terjalin antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

Purna Widya Adhitama Tahun Pelajaran 2025/2026 menjadi pengingat bahwa setiap akhir perjalanan selalu membuka peluang untuk memulai langkah baru. Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan yang telah diperoleh selama di SMA Yos Sudarso Cilacap, para lulusan diharapkan mampu melangkah dengan penuh percaya diri untuk meraih cita-cita dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Selamat kepada seluruh lulusan SMA Yos Sudarso Cilacap Tahun Pelajaran 2025/2026. Semoga setiap langkah yang ditempuh senantiasa diberkati, dipenuhi semangat, dan membawa keberhasilan dalam menggapai masa depan yang gemilang. Teruslah belajar, berkarya, dan menjadi pribadi yang menginspirasi bagi banyak orang.

Read More
25 Mei
0

LKP YOS SUDARSO SOKARAJA CATAT KELULUSAN 100 PERSEN PADA UJI KOMPETENSI NASIONAL, LAMPAUI RATA-RATA KELULUSAN NASIONAL

Sokaraja — Kabar membanggakan datang dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Yos Sudarso Sokaraja. Seluruh peserta didik yang mengikuti Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Nasional pada Program Desain Grafis dan Program Aplikasi Perkantoran berhasil meraih kelulusan 100 persen. Capaian ini menjadi prestasi yang patut diapresiasi karena berhasil melampaui rata-rata tingkat kelulusan nasional yang saat ini masih berada di bawah angka 60 persen.

Keberhasilan tersebut menunjukkan kualitas proses pembelajaran, pelatihan, serta pendampingan yang diberikan kepada peserta didik selama mengikuti pendidikan di LKP Yos Sudarso Sokaraja. Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan tingginya standar kompetensi yang harus dipenuhi, para peserta didik mampu membuktikan kemampuan mereka dengan meraih hasil maksimal dalam proses sertifikasi nasional.

Pada Program Desain Grafis, seluruh peserta yang mengikuti uji kompetensi berhasil memenuhi standar yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi. Program ini menekankan penguasaan keterampilan desain visual, kemampuan mengolah berbagai media grafis, serta pemanfaatan perangkat lunak desain yang banyak digunakan di dunia industri kreatif. Kelulusan penuh yang diraih menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan yang dipelajari sesuai standar kompetensi yang berlaku.

Prestasi serupa juga diraih oleh peserta didik Program Aplikasi Perkantoran. Seluruh peserta yang mengikuti uji kompetensi pada program tersebut dinyatakan lulus tanpa terkecuali. Program ini berfokus pada penguasaan keterampilan administrasi modern, pengelolaan dokumen, pengolahan data, hingga penggunaan berbagai aplikasi perkantoran yang menjadi kebutuhan utama di berbagai sektor pekerjaan. Hasil kelulusan 100 persen menjadi bukti bahwa peserta telah menguasai kompetensi yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja dengan lebih percaya diri.

Pencapaian ini menjadi semakin istimewa karena diperoleh dalam pelaksanaan uji kompetensi yang mengacu pada standar nasional. Uji kompetensi bukan sekadar evaluasi akhir pembelajaran, melainkan proses penilaian yang dirancang untuk memastikan bahwa peserta benar-benar memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Oleh karena itu, tingkat kelulusan yang tinggi mencerminkan kualitas kompetensi yang berhasil dibangun selama proses pelatihan.

Keberhasilan para peserta didik tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak yang terlibat dalam proses pendidikan dan pelatihan. Para instruktur secara konsisten memberikan pendampingan, penguatan materi, latihan praktik, serta simulasi uji kompetensi untuk memastikan setiap peserta siap menghadapi proses sertifikasi. Persiapan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan tersebut.

Selain itu, semangat belajar dan kesungguhan para peserta didik juga menjadi faktor utama dalam pencapaian ini. Selama mengikuti program pelatihan, peserta tidak hanya dituntut untuk memahami materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktik yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Proses tersebut membutuhkan disiplin, ketekunan, dan komitmen yang tinggi dari setiap peserta.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan tenaga kerja yang berlangsung begitu cepat, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu modal penting bagi lulusan untuk meningkatkan daya saing. Sertifikat kompetensi yang diperoleh melalui lembaga sertifikasi nasional menjadi bukti bahwa peserta telah memiliki kemampuan yang diakui dan dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Keberhasilan meraih kelulusan 100 persen pada dua program sekaligus menunjukkan komitmen LKP Yos Sudarso Sokaraja dalam menghadirkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. Lembaga tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga memastikan bahwa setiap peserta memiliki keterampilan yang relevan dan sesuai dengan tuntutan dunia kerja masa kini.

Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar LKP Yos Sudarso Sokaraja untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan. Ke depan, lembaga berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Dengan raihan kelulusan 100 persen pada Program Desain Grafis dan Program Aplikasi Perkantoran, LKP Yos Sudarso Sokaraja kembali membuktikan bahwa pendidikan keterampilan yang berkualitas mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan siap bersaing. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi lembaga, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa investasi dalam pendidikan dan pengembangan keterampilan merupakan langkah penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Read More
25 Mei
0

JUMAT SEHAT SMK YOS SUDARSO SIDAREJA, WUJUDKAN BUDAYA HIDUP SEHAT DAN KEBERSAMAAN WARGA SEKOLAH

Sidareja — Dalam upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah, SMK Yos Sudarso Sidareja secara rutin menyelenggarakan kegiatan senam bersama melalui program Jumat Sehat. Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini menjadi salah satu agenda rutin sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga karyawan.

Program Jumat Sehat diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI SMK Yos Sudarso Sidareja. Tidak hanya peserta didik, seluruh guru dan karyawan sekolah juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aktif, dan penuh semangat.

Menariknya, kegiatan senam Jumat Sehat dipimpin langsung oleh para siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kepercayaan yang diberikan kepada anggota OSIS untuk memimpin jalannya kegiatan menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi para siswa dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta rasa tanggung jawab terhadap kegiatan sekolah.

Sejak pagi hari, seluruh peserta berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti rangkaian senam bersama. Dengan iringan musik yang energik, para siswa, guru, dan karyawan mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh semangat. Suasana yang tercipta tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga yang menyehatkan, tetapi juga membangun interaksi yang lebih akrab antarwarga sekolah.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian sekolah terhadap pentingnya kesehatan fisik sebagai penunjang aktivitas belajar dan bekerja. Di tengah padatnya kegiatan pembelajaran dan berbagai aktivitas sekolah, olahraga ringan seperti senam bersama menjadi sarana yang efektif untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus menyegarkan pikiran.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani, program Jumat Sehat juga memiliki nilai positif dalam membangun karakter siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk membiasakan diri menerapkan pola hidup sehat, menjaga disiplin waktu, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan bersama. Kebiasaan-kebiasaan positif tersebut diharapkan dapat terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Keterlibatan seluruh guru dan karyawan dalam kegiatan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu nilai penting di lingkungan SMK Yos Sudarso Sidareja. Tidak adanya sekat antara siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam kegiatan olahraga bersama menciptakan suasana yang hangat serta memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.

Program Jumat Sehat sekaligus menjadi salah satu upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik dan keterampilan, tetapi juga memperhatikan kesehatan serta kesejahteraan seluruh warga sekolah. Dengan tubuh yang sehat dan kondisi fisik yang prima, proses belajar mengajar diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini, SMK Yos Sudarso Sidareja terus mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah. Program Jumat Sehat menjadi salah satu langkah sederhana namun bermakna dalam membangun generasi muda yang sehat, aktif, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Read More
19 Mei
0

PROGRAM INTEGRASI SOFT SKILLS DI SMK PILOTING BANYUMAS DORONG PENGUATAN KARAKTER DAN KESIAPAN KERJA SISWA

Banyumas — Unit Mino Martani Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) bersama ChildFund International di Indonesia melaksanakan program Integrasi Soft Skills pada Kurikulum Pembelajaran di SMK piloting Kabupaten Banyumas sebagai upaya memperkuat karakter dan kompetensi personal peserta didik di lingkungan pendidikan vokasi. Program ini dilaksanakan selama periode Juli hingga Desember 2025 dengan melibatkan guru dan siswa dari sekolah-sekolah piloting di Kabupaten Banyumas.

Melalui laporan kegiatan berjudul “Integrasi Soft Skills SMK Piloting Banyumas”, dijelaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Dalam dunia kerja yang dinamis, siswa tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis sesuai bidang keahlian masing-masing, tetapi juga perlu memiliki kemampuan personal dan sosial yang baik.

Soft skills menjadi salah satu aspek yang dinilai penting dalam proses pendidikan di sekolah kejuruan. Kemampuan komunikasi, kerja sama, disiplin, kreativitas, tanggung jawab, hingga kemampuan beradaptasi menjadi bagian dari keterampilan yang perlu dimiliki siswa untuk menghadapi dunia industri maupun kehidupan bermasyarakat.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, program Integrasi Soft Skills di SMK hadir sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan karakter dan kompetensi personal yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Program ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Unit Mino Martani – Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) bersama ChildFund International di Indonesia dengan sekolah-sekolah piloting di Kabupaten Banyumas.

Dalam laporan kegiatan tersebut dijelaskan bahwa program dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga pertemuan koordinatif bersama guru. Melalui kegiatan tersebut, guru-guru dibekali strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan nilai-nilai soft skills dalam proses belajar mengajar di kelas maupun dalam kegiatan sekolah lainnya.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan guru mengenai penguatan karakter siswa, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung perkembangan kemampuan personal peserta didik. Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.

Selain pelaksanaan pembelajaran, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan monitoring sebagai bagian dari evaluasi dan pengukuran capaian program. Monitoring dilakukan untuk mengetahui sejauh mana proses integrasi soft skills berjalan di sekolah-sekolah piloting.

Data yang dikumpulkan dalam monitoring mencakup keterlibatan guru, jumlah siswa yang terpapar pembelajaran soft skills, dukungan kepala sekolah terhadap pelaksanaan program, serta respons siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil pemantauan tersebut kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun strategi pengembangan program ke depan.

Dalam laporan kegiatan dijelaskan bahwa tujuan program ini meliputi penilaian progres pelaksanaan integrasi soft skills di sekolah piloting selama Juli hingga Desember 2025, mengetahui tingkat keterlibatan guru dan siswa dalam pembelajaran soft skills, memperoleh gambaran dukungan manajemen sekolah terhadap pelaksanaan program, serta menyusun rekomendasi tindak lanjut untuk peningkatan kualitas program.

Sasaran utama kegiatan ini adalah guru dan siswa SMK piloting di Kabupaten Banyumas. Seluruh pembiayaan kegiatan didukung oleh ChildFund International di Indonesia melalui Unit Mino Martani-YSBS.

Selama periode pelaksanaan program, Unit Mino Martani YSBS bersama tim program melaksanakan berbagai kegiatan pendukung integrasi soft skills di sekolah-sekolah piloting. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah implementasi pembelajaran soft skills yang diintegrasikan dengan mata pelajaran normatif maupun produktif.

Dalam proses pembelajaran tersebut, guru menggunakan modul soft skills dan pendekatan pembelajaran aktif untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Pendekatan ini dilakukan agar penguatan soft skills tidak berdiri sebagai materi terpisah, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari di kelas.

Selain implementasi pembelajaran, Unit Mino Martani-YSBS juga secara rutin melaksanakan pertemuan koordinasi bersama guru dan kepala sekolah. Pertemuan ini dilakukan untuk memantau perkembangan implementasi program, membahas kendala yang dihadapi sekolah, serta berbagi praktik baik antarsekolah mengenai penerapan soft skills dalam pembelajaran.

Kegiatan monitoring juga dilakukan melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah piloting. Dalam proses monitoring tersebut, tim program mengumpulkan data terkait keterlibatan guru, jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran, serta umpan balik dari pihak sekolah terhadap pelaksanaan program.

Monitoring pelaksanaan program juga melibatkan pihak ChildFund International di Indonesia yang turut melakukan pemantauan langsung di lapangan. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas pelaksana program, dilaksanakan pula kegiatan pelatihan fasilitator utama modul soft skills. Pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan guru-guru kunci yang mampu mendampingi proses implementasi soft skills di sekolah masing-masing.

Selain pelatihan fasilitator utama, program juga menghadirkan kegiatan Training of Trainer (TOT) Modul Menengah Soft Skills. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru dalam memahami dan memfasilitasi pembelajaran soft skills secara lebih mendalam.

Dalam pelatihan TOT tersebut, guru tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung mengenai cara memfasilitasi pembelajaran soft skills kepada siswa. Pendekatan praktik langsung dinilai penting agar guru lebih siap menerapkan metode pembelajaran yang aktif dan partisipatif di sekolah.

Laporan kegiatan ini juga menjelaskan bahwa integrasi soft skills menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan vokasi karena dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan interpersonal dan karakter yang baik.

Kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab menjadi aspek yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan kerja modern. Oleh karena itu, penguatan soft skills dipandang perlu mulai dibangun sejak siswa masih berada di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih holistik, di mana siswa tidak hanya fokus pada kemampuan akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan karakter dalam menghadapi kehidupan kerja maupun sosial.

Dalam pelaksanaannya, program integrasi soft skills juga menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa tantangan yang muncul di antaranya berkaitan dengan proses adaptasi guru dalam mengintegrasikan soft skills ke dalam pembelajaran, keterbatasan waktu, hingga perlunya penguatan komitmen bersama di lingkungan sekolah.

Namun demikian, melalui proses pendampingan dan koordinasi yang dilakukan secara berkala, sekolah dan guru mulai membangun pola pembelajaran yang lebih mendukung penguatan karakter siswa. Pertemuan rutin dan monitoring menjadi bagian penting dalam membantu sekolah menghadapi berbagai kendala selama pelaksanaan program.

Program Integrasi Soft Skills di SMK piloting Banyumas ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan vokasi. Pendekatan pembelajaran yang menekankan penguatan karakter dan kemampuan personal dinilai penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin kompleks.

Melalui kolaborasi antara Unit Mino Martani YSBS, ChildFund International di Indonesia, serta sekolah-sekolah piloting di Kabupaten Banyumas, program ini menjadi salah satu upaya bersama dalam membangun pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan kemampuan sosial siswa.

Read More