Blog

28 Sep
0

DANIEL WIJAYA BORONG EMPAT MEDALI DALAM KEJUARAAN RENANG KRAPSI SEMARANG OPEN 2026

Prestasi membanggakan kembali datang dari SD Pius Sidareja melalui salah satu siswanya, Daniel Wijaya, yang berhasil menorehkan hasil gemilang dalam ajang Kejuaraan Renang KRAPSI Semarang Open 2026. Siswa kelas VI SD Pius Sidareja tersebut berhasil membawa pulang empat medali dari beberapa nomor perlombaan yang diikutinya.

Dalam kejuaraan tersebut, Daniel berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perak. Dua medali emas diperoleh melalui nomor renang 100 meter gaya bebas dan renang 100 meter gaya punggung. Sementara itu, dua medali perak diraih pada nomor renang 200 meter gaya bebas dan renang 200 meter gaya punggung.

Capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan karena Daniel mampu meraih medali pada seluruh nomor yang diikutinya. Selain berhasil menjadi yang terbaik pada nomor 100 meter gaya bebas dan 100 meter gaya punggung, Daniel juga mampu menempati posisi kedua pada nomor 200 meter gaya bebas serta 200 meter gaya punggung.

Keberhasilan meraih dua medali emas menjadi salah satu catatan penting dalam keikutsertaan Daniel pada KRAPSI Semarang Open 2026. Pada nomor 100 meter gaya bebas, Daniel berhasil menunjukkan kemampuannya hingga meraih posisi pertama. Catatan hasil pertandingan juga menunjukkan Daniel menyelesaikan nomor tersebut dengan waktu 1 menit 06,69 detik pada babak final.

Tidak berhenti pada nomor gaya bebas, Daniel kembali meraih medali emas pada 100 meter gaya punggung. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Daniel tidak hanya mengikuti satu jenis nomor perlombaan, tetapi juga mampu berkompetisi pada gaya renang yang berbeda.

Sementara pada nomor 200 meter gaya bebas, Daniel berhasil memperoleh medali perak. Hasil tersebut kemudian dilengkapi dengan medali perak lainnya pada nomor 200 meter gaya punggung. Dengan demikian, dari empat nomor yang diikuti, Daniel berhasil membawa pulang empat medali yang terdiri atas dua emas dan dua perak.

Keikutsertaan dalam beberapa nomor perlombaan tentunya menjadi pengalaman tersendiri bagi Daniel. Setiap nomor memiliki tantangan dan tuntutan perlombaan masing-masing. Dengan mengikuti nomor 100 meter dan 200 meter, Daniel mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam jarak perlombaan yang berbeda, baik pada gaya bebas maupun gaya punggung.

Bagi seorang siswa sekolah dasar, pengalaman mengikuti kompetisi olahraga juga menjadi bagian dari proses pengembangan diri. Perlombaan bukan hanya mengenai hasil akhir berupa medali, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar menjalani proses latihan, mengikuti aturan pertandingan, mempersiapkan diri, serta menghadapi persaingan dalam suasana kompetisi.

Prestasi Daniel di KRAPSI Semarang Open 2026 menjadi salah satu bentuk pencapaian dalam pengembangan bakatnya di bidang renang. Kemampuan yang dimiliki dapat terus dikembangkan melalui latihan dan pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan. Setiap kompetisi yang diikuti dapat menjadi kesempatan bagi Daniel untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus mengenali kemampuan yang perlu terus dikembangkan.

Capaian ini juga menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar SD Pius Sidareja. Daniel tidak hanya membawa prestasi bagi dirinya, tetapi juga turut membawa nama sekolah dalam ajang kompetisi renang. Prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan siswa dalam mengembangkan potensi di luar bidang akademik.

Sekolah menjadi salah satu lingkungan yang memberikan ruang bagi siswa untuk bertumbuh dalam berbagai bidang. Setiap siswa memiliki potensi dan minat yang berbeda, termasuk dalam bidang olahraga. Prestasi Daniel menjadi salah satu contoh bahwa kemampuan siswa dapat berkembang ketika mendapatkan kesempatan untuk berlatih, mengikuti kompetisi, dan mengembangkan bidang yang diminatinya.

Raihan empat medali ini juga menjadi pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi Daniel untuk menghadapi kompetisi-kompetisi selanjutnya. Dua medali emas dan dua medali perak yang diperoleh menunjukkan hasil yang diraih Daniel dalam kejuaraan kali ini. Capaian tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam menekuni olahraga renang.

Keberhasilan Daniel tentu menjadi hal yang patut diapresiasi. Di tengah kesibukannya sebagai seorang pelajar, Daniel juga terus mengembangkan kemampuannya melalui bidang olahraga. Prestasi yang diraih dalam kompetisi menjadi hasil dari kesempatan untuk berproses dan menunjukkan kemampuan di arena pertandingan.

Bagi lingkungan sekolah, pencapaian seperti ini juga dapat menjadi penyemangat bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan minat dan bakat masing-masing. Prestasi tidak hanya dapat diraih melalui satu bidang, tetapi dapat tumbuh dari berbagai potensi yang dimiliki setiap peserta didik.

Dengan raihan dua medali emas dan dua medali perak, Daniel Wijaya berhasil mencatatkan prestasi yang membanggakan dalam Kejuaraan Renang KRAPSI Semarang Open 2026. Empat medali tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan Daniel sebagai siswa sekaligus atlet muda yang terus mengembangkan kemampuan di bidang renang.

Selamat kepada Daniel Wijaya, siswa kelas VI SD Pius Sidareja, atas prestasi yang telah diraih. Semoga capaian dalam KRAPSI Semarang Open 2026 ini menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan potensi. Semoga semangat dan ketekunan Daniel dalam bidang renang dapat terus bertumbuh serta menghadirkan capaian-capaian berikutnya bagi dirinya dan keluarga besar SD Pius Sidareja.

Read More
25 Sep
0

TK MARIA IMMACULATA GELAR PEMERIKSAAN KESEHATAN ANAK BERSAMA PUSKESMAS CILACAP TENGAH

Cilacap, 23 September 2026 — Upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak terus menjadi perhatian di lingkungan pendidikan. Pada Rabu, 23 September 2026, petugas dari Puskesmas Cilacap Tengah melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak di TK Maria Immaculata. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan kesehatan anak melalui pemeriksaan secara rutin sejak usia dini.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan berlangsung dengan suasana yang penuh keceriaan. Anak-anak mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dengan berani dan antusias. Kehadiran petugas kesehatan di lingkungan sekolah juga memberikan pengalaman bagi anak untuk mengenal kegiatan pemeriksaan kesehatan dalam suasana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Dalam pemeriksaan tersebut, beberapa aspek kesehatan anak menjadi perhatian, di antaranya pemeriksaan telinga, mata, serta kebersihan gigi. Pemeriksaan telinga dan mata menjadi bagian dari pemantauan kondisi kesehatan indera anak, sementara pemeriksaan kebersihan gigi menjadi salah satu langkah untuk memperhatikan kesehatan mulut sekaligus mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini.

Bagi anak-anak usia taman kanak-kanak, pemeriksaan kesehatan juga dapat menjadi pengalaman edukatif. Anak belajar bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari upaya menjaga tubuh tetap sehat. Dengan mengikuti proses pemeriksaan secara langsung, anak-anak juga dapat perlahan membangun keberanian dan rasa nyaman ketika berhadapan dengan tenaga kesehatan.

Pemeriksaan kebersihan gigi menjadi salah satu bagian yang penting dalam kegiatan tersebut. Kebiasaan menjaga kebersihan gigi perlu diperkenalkan sejak usia dini agar anak semakin memahami pentingnya merawat kesehatan mulut. Pembiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan gigi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pemeriksaan mata dan telinga memberikan perhatian terhadap kondisi indera anak yang turut mendukung aktivitas mereka. Mata dan telinga memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan anak, termasuk ketika bermain, berkomunikasi, serta mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Dengan adanya pemeriksaan secara berkala, kondisi kesehatan anak dapat terus dipantau sesuai kebutuhan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi bentuk kerja sama antara Puskesmas Cilacap Tengah dan TK Maria Immaculata dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan peserta didik. Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang strategis untuk mengenalkan kebiasaan hidup sehat sekaligus mendukung pemantauan kesehatan anak secara berkelanjutan.

Antusiasme anak-anak dalam mengikuti pemeriksaan menjadi bagian yang menarik dari kegiatan tersebut. Meskipun harus menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, anak-anak dapat mengikutinya dengan berani. Pengalaman ini diharapkan dapat membantu membentuk pandangan positif terhadap pemeriksaan kesehatan, sehingga anak tidak merasa takut untuk mendapatkan pemeriksaan ketika dibutuhkan.

Pemantauan kesehatan sejak usia dini memiliki peran penting karena masa kanak-kanak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang perlu mendapatkan perhatian. Pemeriksaan rutin dapat menjadi salah satu sarana untuk mengetahui kondisi kesehatan anak secara berkala. Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan tidak hanya dilakukan ketika anak mengalami keluhan, tetapi juga melalui upaya pemantauan dan pencegahan.

Bagi TK Maria Immaculata, kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti ini menjadi bagian dari dukungan terhadap perkembangan anak secara menyeluruh. Pendidikan bagi anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan proses belajar dan bermain, tetapi juga mencakup pembiasaan hidup sehat dan perhatian terhadap kondisi fisik anak.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026 ini, anak-anak TK Maria Immaculata mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan secara langsung bersama petugas Puskesmas Cilacap Tengah. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sekaligus memberikan pengenalan kepada anak mengenai pentingnya menjaga dan memantau kesehatan tubuh.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan perhatian yang dilakukan sejak dini, kesehatan anak dapat dipantau dengan lebih baik sesuai kebutuhan. Semangat untuk menjaga kesehatan pun dapat terus ditanamkan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah maupun di rumah.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan di TK Maria Immaculata menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kesehatan peserta didik sejak usia dini. Dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cilacap Tengah serta lingkungan sekolah yang mendukung, anak-anak diharapkan dapat terus tumbuh dalam kondisi yang sehat, aktif, dan mampu mengikuti berbagai proses pembelajaran serta kegiatan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Read More
25 Sep
0

BELAJAR JADI PETANI CILIK, TK MARIA IMMACULATA JELAJAH EDUWISATA KAMPUNG SAYUR NUSA INDAH MENGANTI

Kamis, 24 September 2026, menjadi hari yang penuh keseruan bagi anak-anak TK Maria Immaculata. Pada hari tersebut, para siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di luar lingkungan sekolah dengan mengunjungi Eduwisata Kampung Sayur Nusa Indah, Menganti. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan mengenal lingkungan secara lebih dekat melalui pengalaman langsung.

Kunjungan ke Eduwisata Kampung Sayur Nusa Indah tidak sekadar menjadi kegiatan jalan-jalan atau rekreasi. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenal tanaman dan kegiatan bercocok tanam dengan cara yang menyenangkan. Pembelajaran dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dapat diikuti langsung oleh anak-anak, sehingga pengalaman yang diperoleh menjadi lebih nyata dan mudah dikenang.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengisi media tanam. Anak-anak diajak untuk memasukkan tanah subur ke dalam polybag kecil menggunakan sekop-sekop mini berwarna-warni. Aktivitas sederhana ini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak untuk mengenal salah satu tahapan dalam menanam tanaman.

Dengan menggunakan alat-alat berukuran kecil yang sesuai untuk kegiatan anak, proses mengisi media tanam menjadi aktivitas yang menarik. Anak-anak belajar menggunakan alat dengan lebih hati-hati sekaligus berlatih untuk menyelesaikan kegiatan secara bertahap. Dari kegiatan tersebut, anak-anak juga dapat belajar mengenai ketelatenan dan kesabaran dalam melakukan suatu pekerjaan.

Kegiatan berikutnya yang tidak kalah seru adalah panen sayur sawi. Anak-anak mendapatkan pengalaman memetik langsung sayur sawi hijau yang tumbuh di area kebun. Melihat sayuran yang sebelumnya hanya dikenal sebagai bahan makanan, kemudian dapat dipetik secara langsung dari tempat tumbuhnya, menjadi pengalaman belajar yang menarik bagi anak-anak.

Melalui kegiatan panen tersebut, anak-anak dapat mengenal lebih dekat proses sederhana yang berkaitan dengan tanaman sayuran. Mereka tidak hanya melihat sayuran yang sudah tersedia di rumah atau di pasar, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung berada di lingkungan tempat sayuran tersebut tumbuh.

Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar melalui pengalaman langsung. Dengan melihat, menyentuh, menggunakan alat, mengisi media tanam, hingga memanen sayuran, proses pembelajaran menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak pun dapat mengenal bahwa berbagai jenis sayuran yang dikonsumsi sehari-hari berasal dari proses budidaya tanaman.

Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan di Kampung Sayur Nusa Indah juga menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Suasana belajar yang dilakukan di luar kelas memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi lingkungan dan mengikuti aktivitas yang berbeda dari kegiatan pembelajaran sehari-hari di sekolah.

Pembelajaran melalui kegiatan bercocok tanam juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan anak pada pentingnya menghargai alam dan hasil bumi. Dari aktivitas sederhana seperti mengisi media tanam dan memanen sawi, anak-anak dapat mulai mengenal bahwa tanaman membutuhkan proses dan perawatan hingga akhirnya dapat menghasilkan sayuran yang dapat dimanfaatkan.

Keseruan semakin lengkap ketika anak-anak dapat membawa pulang sayuran segar hasil panen sendiri. Oleh-oleh tersebut bukan hanya berupa sayuran, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan. Ada proses belajar, mencoba, dan kemudian menikmati hasil dari kegiatan yang telah dilakukan.

Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga karena anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui penjelasan, tetapi juga belajar dengan melakukan secara langsung. Pengalaman tersebut dapat membantu anak mengenal berbagai hal sederhana di lingkungan sekitar dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka.

Melalui kegiatan Eduwisata Kampung Sayur Nusa Indah, pembelajaran TK Maria Immaculata pun terasa semakin berwarna. Anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain, mengenal tanaman, mencoba aktivitas bercocok tanam, hingga merasakan keseruan memanen sayuran secara langsung.

Hari Kamis, 24 September 2026, akhirnya menjadi salah satu pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak TK Maria Immaculata. Dari sekop kecil, tanah subur, polybag, hingga sayur sawi yang dipanen sendiri, semuanya menjadi bagian dari cerita seru mereka saat belajar menjadi petani cilik.

Semoga pengalaman sederhana namun bermakna ini dapat terus menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak untuk mengenal lingkungan, mencintai alam, dan belajar dari berbagai hal yang ada di sekitar mereka.

Read More
21 Sep
0

SMA YOS SUDARSO CILACAP SEMARAKKAN BULAN KITAB SUCI NASIONAL DAN PERAYAAN MAULID NABI MELALUI BERAGAM PERLOMBAAN

SMA Yos Sudarso Cilacap menyelenggarakan berbagai perlombaan bagi peserta didik dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) dan Perayaan Maulid Nabi pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi, memperluas pengetahuan keagamaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman agama yang ada di lingkungan sekolah.

Rangkaian perlombaan dirancang bagi siswa beragama Kristen Katolik dan Islam dengan jenis kegiatan yang disesuaikan dengan tema serta tradisi keagamaan masing-masing. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, siswa mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga mendukung pengembangan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan penghayatan nilai-nilai keagamaan.

Bagi siswa beragama Kristen Katolik, perlombaan yang diselenggarakan meliputi Lomba LCC Pengetahuan Umum Alkitab dan Lomba Paduan Suara. Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pengetahuan Umum Alkitab memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan wawasan serta pengetahuan mereka mengenai Alkitab melalui kegiatan perlombaan. Sementara itu, lomba paduan suara menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan musikal melalui kegiatan bernyanyi secara bersama-sama.

Lomba LCC Pengetahuan Umum Alkitab juga dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk membangun kebiasaan belajar dan memperdalam pengetahuan keagamaan. Melalui persiapan dan keterlibatan dalam perlombaan, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan ketelitian, daya ingat, serta kemampuan menjawab pertanyaan secara tepat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Kitab Suci Nasional yang memberikan perhatian terhadap pengenalan dan pemahaman Kitab Suci.

Selain lomba pengetahuan Alkitab, pelaksanaan lomba paduan suara memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan bekerja sama. Paduan suara membutuhkan keterlibatan beberapa peserta yang perlu menyatukan suara dan penampilan dalam sebuah kelompok. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar mengenai pentingnya kekompakan, tanggung jawab, dan kerja sama dalam mencapai hasil bersama.

Sementara itu, siswa beragama Islam mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka perayaan Maulid Nabi. Jenis perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba baca Al-Qur’an, lomba bacaan salat, lomba tulis huruf Arab, lomba adzan, lomba baca puisi, serta lomba pengetahuan umum agama Islam.

Beragam perlombaan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang diikuti. Lomba baca Al-Qur’an menjadi ruang bagi peserta untuk menampilkan kemampuan membaca Al-Qur’an, sedangkan lomba bacaan salat memberikan kesempatan untuk memperlihatkan penguasaan bacaan salat. Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari perlombaan yang berkaitan dengan keterampilan keagamaan siswa.

Lomba tulis huruf Arab juga menjadi salah satu kegiatan yang mendukung pengembangan keterampilan menulis peserta didik. Melalui perlombaan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengasah ketelitian dan kemampuan dalam menulis huruf Arab. Sementara itu, lomba adzan memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kemampuan mereka dalam melantunkan adzan sebagai bagian dari kegiatan keagamaan Islam.

Selain perlombaan yang berkaitan dengan keterampilan keagamaan, siswa juga mengikuti lomba baca puisi. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan berekspresi melalui pembacaan karya puisi. Melalui lomba tersebut, siswa dapat memperoleh pengalaman dalam menampilkan kemampuan berbicara dan menyampaikan karya secara kreatif.

Lomba pengetahuan umum agama Islam turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Perlombaan ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan mereka mengenai agama Islam melalui kegiatan yang bersifat kompetitif. Keberagaman jenis perlombaan tersebut memberikan pilihan bagi siswa untuk berpartisipasi sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

Penyelenggaraan perlombaan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional dan Perayaan Maulid Nabi di SMA Yos Sudarso Cilacap menjadi bagian dari kegiatan pendidikan yang memberikan ruang bagi pengembangan potensi siswa dalam bidang keagamaan, seni, dan keterampilan. Setiap perlombaan memiliki karakteristik tersendiri, sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman yang beragam melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan.

Di lingkungan sekolah yang memiliki keberagaman latar belakang agama, kegiatan semacam ini juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan sikap saling menghargai. Pelaksanaan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal dan menghormati bentuk perayaan serta aktivitas keagamaan yang dijalankan oleh sesama warga sekolah.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, SMA Yos Sudarso Cilacap memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam berbagai perlombaan yang berkaitan dengan peringatan BKSN dan Maulid Nabi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman peserta didik melalui aktivitas yang mendukung pengembangan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan.

Perlombaan yang diikuti oleh siswa beragama Kristen Katolik dan Islam diharapkan dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat dalam perjalanan pendidikan mereka. Selain memberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar mempersiapkan diri, mengikuti aturan perlombaan, serta menghargai proses dan partisipasi setiap peserta.

Dengan diselenggarakannya berbagai perlombaan tersebut, SMA Yos Sudarso Cilacap terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan yang beragam. Peringatan Bulan Kitab Suci Nasional dan Perayaan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai kebersamaan, penghargaan terhadap keberagaman, dan semangat belajar di lingkungan sekolah.

Read More
21 Sep
0

UPACARA BENDERA SENIN DI SMP YOS SUDARSO MAJENANG: MENANAMKAN DISIPLIN DAN SEMANGAT KEBERSAMAAN

SMP Yos Sudarso Majenang kembali melaksanakan upacara bendera rutin setiap hari Senin pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas sekolah yang dilaksanakan untuk mengawali aktivitas pembelajaran sekaligus membangun kebiasaan disiplin dan tanggung jawab dalam diri peserta didik.

Upacara bendera merupakan salah satu kegiatan pembiasaan di lingkungan sekolah yang memiliki nilai penting dalam membentuk sikap dan karakter siswa. Melalui pelaksanaan upacara secara rutin, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan bersama dalam suasana yang tertib, terarah, dan penuh tanggung jawab.

Rutinitas upacara setiap hari Senin juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kedisiplinan. Kehadiran tepat waktu, mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, serta menunjukkan sikap hormat selama upacara merupakan bagian dari pembiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membangun kedisiplinan, pelaksanaan upacara menjadi ruang untuk memperkuat rasa kebersamaan seluruh warga sekolah. Siswa dan para pendidik mengikuti kegiatan dalam satu kesatuan sebagai bagian dari komunitas pendidikan SMP Yos Sudarso Majenang. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter

Melalui kegiatan rutin ini, sekolah terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar menjalankan tanggung jawab dan menghargai aturan bersama. Upacara bendera bukan sekadar kegiatan pembuka pada awal pekan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembiasaan yang mendukung pengembangan sikap disiplin, tertib, dan peduli terhadap lingkungan sekolah.

Pelaksanaan upacara bendera pada Senin, 21 September 2026, menjadi bagian dari rutinitas SMP Yos Sudarso Majenang dalam mengawali kegiatan sekolah. Dengan menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan dapat terus tumbuh dalam kehidupan seluruh peserta didik

Melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, SMP Yos Sudarso Majenang terus mendukung perkembangan siswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan sikap positif. Upacara rutin setiap hari Senin diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat belajar dan kesiapan siswa dalam menjalani aktivitas pendidikan selama satu pekan.

Read More
21 Sep
0

RETRET KEPALA SEKOLAH DAN GURU YSBS: MENEGUHKAN RASA SYUKUR DAN KESETIAAN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PELAYANAN

Dalam rangka memperkuat kehidupan spiritual serta meneguhkan semangat pelayanan dalam menjalankan tugas pendidikan, Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) menyelenggarakan kegiatan retret bagi para kepala sekolah dan guru yang berada dalam naungan YSBS. Kegiatan retret ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Kamis–Jumat, 17–18 September 2026, bertempat di Rumah Retret Kaliori, Banyumas.

Retret tersebut diikuti oleh 19 kepala sekolah, 23 guru, pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), serta staf Sekretariat YSBS. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk sejenak mengambil waktu khusus dalam suasana retret, memperdalam refleksi iman, serta meneguhkan kembali panggilan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepada mereka.

Dalam pelaksanaannya, retret didampingi oleh Romo Antonius Rajabana, OMI dan Romo Wahyu Nugroho, OMI. Kehadiran kedua romo tersebut menjadi bagian dari pendampingan selama kegiatan retret berlangsung. Melalui pendampingan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengarahkan perhatian pada kehidupan rohani dan memaknai kembali tugas pelayanan yang dijalankan dalam lingkungan pendidikan dan karya YSBS.

Retret menjadi salah satu ruang untuk melakukan refleksi secara lebih mendalam. Di tengah berbagai tanggung jawab yang diemban oleh kepala sekolah, guru, pimpinan LKP, dan staf sekretariat, kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas dapat membantu setiap peserta mengarahkan kembali perhatian pada nilai-nilai yang mendasari pelayanan mereka. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa tugas yang dijalankan bukan hanya berkaitan dengan tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga memiliki dimensi pengabdian dan pelayanan.

Sebagai kepala sekolah dan guru dalam naungan YSBS, para peserta memiliki tanggung jawab dalam mendampingi, mendidik, dan mendukung perkembangan peserta didik. Tanggung jawab tersebut membutuhkan komitmen, ketekunan, serta kesediaan untuk terus belajar dan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Melalui kegiatan retret, para peserta diharapkan dapat semakin menyadari makna tugas yang dipercayakan kepada mereka dan menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan iman.

Kegiatan retret ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran mengenai pentingnya rasa syukur dalam menjalankan tugas. Rasa syukur dapat menjadi dasar bagi setiap pribadi untuk menerima tanggung jawab dengan hati yang terbuka, menghargai kesempatan untuk melayani, serta tetap teguh ketika menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Harapan yang ingin dibangun melalui pelaksanaan retret ini adalah agar para kepala sekolah dan guru YSBS senantiasa menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan siap melaksanakan tugas yang diberikan oleh Allah sendiri. Harapan tersebut menjadi bagian penting dari semangat kegiatan, yakni meneguhkan kembali sikap batin dan komitmen para peserta dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepada mereka.

Menjalankan tugas sebagai kepala sekolah maupun guru tidak terlepas dari berbagai tanggung jawab yang membutuhkan kesetiaan dan ketulusan. Setiap tugas yang diberikan perlu dihayati sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan dan pelayanan. Oleh karena itu, refleksi spiritual melalui retret diharapkan dapat membantu para peserta untuk terus menjaga semangat pengabdian serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Kehadiran pimpinan LKP dan staf Sekretariat YSBS dalam kegiatan ini turut memperlihatkan bahwa semangat refleksi dan penguatan spiritual tidak hanya menjadi perhatian bagi kepala sekolah dan guru, tetapi juga bagi mereka yang terlibat dalam berbagai bidang pelayanan di lingkungan yayasan. Setiap bagian memiliki peran masing-masing dalam mendukung keberlangsungan karya YSBS, sehingga semangat kebersamaan dan kesatuan dalam menjalankan tugas menjadi hal yang penting untuk terus dipelihara.

Pelaksanaan retret di Rumah Retret Kaliori, Banyumas, pada 17–18 September 2026, berjalan dengan lancar dan penuh berkat. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengalami waktu kebersamaan, pendampingan, serta refleksi dalam suasana yang mendukung penguatan kehidupan rohani. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membawa semangat baru ketika para peserta kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja masing-masing.

Melalui kegiatan retret, para kepala sekolah, guru, pimpinan LKP, dan staf Sekretariat YSBS diajak untuk terus memelihara kesadaran bahwa setiap tugas yang dijalankan memiliki nilai pelayanan. Pendidikan bukan hanya tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan lembaga, tetapi juga tentang bagaimana setiap pribadi menjalankan perannya dengan sikap peduli, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai-nilai yang dihidupi bersama.

Retret ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama dua hari, tetapi juga menjadi momentum yang memberikan pengaruh positif dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas para peserta. Nilai-nilai yang direnungkan selama retret dapat terus dihidupi melalui sikap sehari-hari, baik dalam menjalankan tanggung jawab profesional maupun dalam membangun relasi dengan sesama di lingkungan pendidikan dan yayasan.

Dengan dilaksanakannya retret bersama Romo Antonius Rajabana, OMI dan Romo Wahyu Nugroho, OMI, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperbarui semangat dalam menjalankan panggilan pelayanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk terus meneguhkan pribadi-pribadi yang bersedia menjalankan tugas dengan penuh syukur, kesetiaan, dan keterbukaan terhadap tanggung jawab yang dipercayakan.

Semoga pengalaman retret yang berlangsung di Rumah Retret Kaliori, Banyumas, dapat menjadi bekal rohani bagi seluruh peserta dalam melanjutkan karya dan pelayanan di bawah naungan YSBS. Dengan semangat yang terus diperbarui, para kepala sekolah, guru, pimpinan LKP, dan staf Sekretariat YSBS diharapkan senantiasa mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menyadari bahwa setiap pelayanan yang dijalankan merupakan bagian dari panggilan untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama.

Read More
18 Sep
0

SISWA KELAS 5 SD PIUS SIDAREJA MENGENAL SENI MEMBATIK MELALUI KEGIATAN EDUKATIF BERSAMA PT BATIK RAJA KROYA

Pengenalan terhadap seni, budaya, dan keterampilan praktis menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pengalaman belajar peserta didik. Dalam rangka memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal aktivitas membatik secara langsung, siswa kelas 5 SD Pius Sidareja mengikuti kegiatan membatik yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di Gedung Guru Sidareja.

Kegiatan membatik ini menjadi salah satu pengalaman belajar yang memperkenalkan siswa pada dunia seni dan kerajinan. Melalui keterlibatan dalam aktivitas membatik, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengenal proses berkarya dengan memanfaatkan keterampilan, kreativitas, serta ketelitian. Pengalaman semacam ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran melalui kegiatan praktik yang berbeda dari rutinitas pembelajaran di dalam kelas.

Membatik merupakan kegiatan seni dan kerajinan yang membutuhkan perhatian terhadap proses serta ketekunan dalam menghasilkan sebuah karya. Oleh karena itu, pengenalan aktivitas membatik kepada siswa dapat menjadi kesempatan untuk menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap kegiatan kreatif. Siswa tidak hanya diajak untuk mengenal batik sebagai sebuah hasil karya, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengikuti aktivitas yang berkaitan dengan proses pembuatan karya seni.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya tersebut, siswa kelas 5 SD Pius Sidareja mengikuti kegiatan membatik di Gedung Guru Sidareja. Tempat pelaksanaan kegiatan menjadi ruang bagi para siswa untuk memperoleh pengalaman membatik secara langsung. Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kesempatan belajar yang menghubungkan unsur pendidikan, keterampilan, dan pengenalan terhadap seni budaya

Aktivitas membatik dapat memberikan pengalaman yang berkaitan dengan pengembangan kreativitas peserta didik. Ketika mengikuti kegiatan seni, siswa memiliki kesempatan untuk mengenal proses menghasilkan karya melalui kegiatan yang membutuhkan perhatian dan ketelitian. Kreativitas juga dapat berkembang melalui kesempatan untuk mencoba, mengamati, dan mengikuti proses berkarya sesuai dengan kegiatan yang diberikan.

Selain kreativitas, kegiatan membatik dapat memperkenalkan pentingnya sikap sabar dan teliti kepada siswa. Setiap kegiatan keterampilan memiliki proses yang perlu diikuti dengan penuh perhatian. Melalui pengalaman membatik, siswa dapat mengenal bahwa menghasilkan sebuah karya membutuhkan ketekunan serta kesediaan untuk mengikuti proses secara bertahap. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran yang dapat mendukung pembentukan sikap positif dalam kegiatan belajar.

Pengenalan seni membatik di lingkungan pendidikan juga memiliki kaitan dengan upaya memperluas wawasan siswa mengenai kekayaan budaya Indonesia. Batik menjadi salah satu bentuk karya seni yang dikenal dalam kehidupan masyarakat. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti kegiatan membatik, sekolah turut membuka ruang bagi peserta didik untuk mengenal aktivitas seni dan kerajinan yang memiliki keterkaitan dengan budaya.

Kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk membangun apresiasi siswa terhadap karya seni yang dihasilkan melalui keterampilan manusia. Proses membatik mengajarkan bahwa sebuah karya tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga berkaitan dengan ketelitian, kreativitas, dan proses yang dilakukan untuk menghasilkan karya tersebut. Pengalaman mengikuti kegiatan membatik diharapkan dapat membantu siswa memiliki pandangan yang lebih luas terhadap berbagai bentuk keterampilan dan karya seni.

Keikutsertaan siswa kelas 5 SD Pius Sidareja dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya juga memberikan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung. Pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi pelengkap kegiatan akademik karena memberikan ruang kepada siswa untuk terlibat dalam aktivitas yang bersifat kreatif dan aplikatif. Melalui pengalaman tersebut, siswa dapat memperoleh pemahaman yang tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kegiatan.

Dalam pendidikan dasar, kegiatan pengembangan keterampilan dan pengenalan budaya memiliki peran sebagai bagian dari pengalaman belajar yang beragam. Siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai bidang yang dapat memperluas wawasan dan minat mereka. Kegiatan membatik menjadi salah satu bentuk aktivitas yang mempertemukan unsur seni, kreativitas, ketelitian, dan pengenalan budaya dalam sebuah pengalaman pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan di Gedung Guru Sidareja pada Kamis, 17 September 2026, menjadi kesempatan bagi siswa kelas 5 SD Pius Sidareja untuk mengikuti aktivitas membatik yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya. Kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang berfokus pada pengenalan keterampilan membatik sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat dalam aktivitas seni secara langsung.

Kegiatan membatik juga dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap berbagai keterampilan yang ada di lingkungan masyarakat. Ketika peserta didik diperkenalkan pada aktivitas baru, mereka memperoleh kesempatan untuk mengenal proses dan pengalaman yang mungkin belum mereka temui dalam pembelajaran sehari-hari. Hal ini dapat mendukung terbentuknya sikap terbuka terhadap pembelajaran serta ketertarikan untuk mencoba berbagai kegiatan positif.

Melalui kegiatan ini, siswa kelas 5 SD Pius Sidareja mendapatkan kesempatan untuk mengenal seni membatik dalam suasana pembelajaran yang bersifat praktik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman pendidikan yang lebih beragam, dengan memperhatikan pentingnya kreativitas dan pengenalan budaya dalam perkembangan peserta didik.

Penyelenggaraan kegiatan oleh PT Batik Raja Kroya juga menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan aktivitas keterampilan membatik. Kolaborasi dalam kegiatan edukatif semacam ini dapat mendukung terbukanya ruang pembelajaran yang memperkenalkan siswa pada berbagai pengalaman di luar kegiatan belajar rutin. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengenal keterampilan yang dapat menambah wawasan mereka.

Bagi SD Pius Sidareja, kegiatan membatik ini menjadi salah satu pengalaman yang dapat mendukung proses pendidikan secara lebih luas. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui materi yang disampaikan di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui aktivitas seni, keterampilan, dan pengenalan budaya. Dengan demikian, kegiatan membatik dapat menjadi bagian dari pengalaman yang membantu siswa mengenal beragam bentuk pembelajaran yang bersifat kreatif dan praktik.

Pelaksanaan kegiatan membatik pada 17 September 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa kelas 5 SD Pius Sidareja. Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Batik Raja Kroya tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal aktivitas membatik, mengembangkan ketertarikan terhadap seni, serta memahami pentingnya ketelitian dan ketekunan dalam proses berkarya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengalaman belajar yang memperkaya aktivitas pendidikan peserta didik. Pengenalan seni membatik sejak usia sekolah diharapkan dapat membantu menumbuhkan apresiasi terhadap karya seni dan budaya, sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui kegiatan praktik. Dengan adanya kegiatan seperti ini, pengalaman belajar siswa dapat terus diperluas melalui aktivitas yang mendukung pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif

Read More
18 Sep
0

SKRINING KESEHATAN RUTIN PUSKESMAS SIDAREJA BAGI SISWA KELAS 1, WUJUD KEPEDULIAN TERHADAP KESEHATAN PESERTA DIDIK

Upaya menjaga dan memantau kesehatan peserta didik terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pada Kamis, 17 September 2026, Puskesmas Sidareja melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi siswa kelas 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi kesehatan anak sejak awal masa pendidikan, khususnya melalui pemeriksaan kesehatan dasar yang mencakup gigi, telinga, kuku, berat badan (BB), dan tinggi badan (TB).

Skrining kesehatan merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung pemantauan kondisi fisik peserta didik. Pada usia sekolah dasar, anak-anak sedang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang memerlukan perhatian secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi sarana untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan siswa sekaligus mendukung upaya deteksi dini terhadap berbagai hal yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan skrining kesehatan ini diikuti oleh siswa kelas 1 dengan pendampingan dari pihak sekolah dan petugas kesehatan Puskesmas Sidareja. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah aspek kesehatan dasar yang berkaitan dengan kebersihan diri, fungsi indera, serta pertumbuhan fisik anak. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman mengikuti pemeriksaan kesehatan secara langsung dalam lingkungan sekolah yang dekat dengan keseharian mereka.

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan gigi. Kesehatan gigi merupakan bagian penting dari kesehatan anak karena berkaitan dengan kebiasaan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Pemeriksaan gigi dalam kegiatan skrining menjadi langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi siswa secara umum. Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga dapat mendukung pengenalan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini, sehingga anak semakin memahami pentingnya merawat gigi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain gigi, pemeriksaan telinga juga menjadi bagian dari rangkaian skrining kesehatan. Telinga merupakan salah satu indera yang berperan dalam mendukung aktivitas anak, termasuk ketika mengikuti pembelajaran dan berkomunikasi dengan guru maupun teman. Dengan dilakukannya pemeriksaan telinga, kondisi kesehatan pendengaran siswa dapat menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam pemantauan kesehatan peserta didik.

Petugas Puskesmas Sidareja juga melakukan pemeriksaan kuku siswa. Pemeriksaan ini berkaitan dengan aspek kebersihan diri yang perlu dibiasakan sejak usia sekolah. Kuku yang terawat dan bersih merupakan salah satu bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui perhatian terhadap kebersihan kuku, anak dapat semakin mengenal pentingnya menjaga kebersihan tubuh serta membangun kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Rangkaian skrining juga meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan siswa. Pemeriksaan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) menjadi bagian dari pemantauan pertumbuhan fisik anak. Data hasil pengukuran dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam memperhatikan perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Pemantauan pertumbuhan secara berkala juga memiliki peran dalam membantu pihak terkait mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian atau tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.

Bagi siswa kelas 1, kegiatan skrining kesehatan dapat menjadi pengalaman awal dalam mengenal layanan pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah. Anak-anak diperkenalkan pada proses pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, sekaligus dibiasakan untuk memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Pengenalan semacam ini diharapkan dapat membantu membangun sikap positif terhadap kegiatan pemeriksaan kesehatan dan mendorong anak untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya.

Kegiatan skrining kesehatan juga memiliki keterkaitan dengan terciptanya lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga mencakup perhatian terhadap kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan anak. Kondisi kesehatan yang terpantau dapat menjadi salah satu unsur pendukung agar siswa dapat menjalani aktivitas belajar dan kegiatan sekolah sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Kerja sama antara sekolah dan Puskesmas Sidareja melalui kegiatan skrining kesehatan menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kesehatan anak usia sekolah. Sekolah menjadi lingkungan yang strategis untuk melaksanakan kegiatan edukasi dan pemantauan kesehatan, sedangkan puskesmas memiliki peran dalam memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat, termasuk peserta didik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus mendukung perhatian terhadap kesehatan anak secara berkelanjutan.

Pelaksanaan skrining kesehatan pada 17 September 2026 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. Pemeriksaan gigi, telinga, kuku, berat badan, dan tinggi badan memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal berbagai aspek kesehatan dasar yang perlu diperhatikan. Dengan pembiasaan yang dilakukan sejak dini, anak diharapkan dapat tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga kesehatan membutuhkan perhatian dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Pemantauan kesehatan peserta didik perlu dipandang sebagai proses yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui satu kali pemeriksaan. Hasil skrining dapat menjadi informasi pendukung bagi pihak terkait dalam memperhatikan kondisi kesehatan siswa sesuai kebutuhan. Apabila terdapat hal-hal yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, tindak lanjut dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan arahan dari tenaga kesehatan yang berwenang.

Bagi lingkungan sekolah, kegiatan rutin seperti ini menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana pendidikan yang turut memperhatikan kebutuhan dasar peserta didik. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal pentingnya kesehatan dan kebersihan diri melalui kegiatan nyata. Hal tersebut sejalan dengan pentingnya membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pelaksanaan skrining kesehatan rutin oleh Puskesmas Sidareja, perhatian terhadap kesehatan siswa kelas 1 terus menjadi bagian dari kegiatan pendukung di lingkungan pendidikan. Pemeriksaan gigi, telinga, kuku, berat badan, dan tinggi badan memberikan cakupan pemantauan kesehatan dasar yang penting bagi anak-anak pada tahap awal pendidikan sekolah dasar.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik. Dengan adanya kerja sama antara tenaga kesehatan dan pihak sekolah, pemantauan kesehatan anak dapat dilakukan secara lebih terarah, sekaligus mendorong terbentuknya kesadaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Kesehatan siswa pun menjadi perhatian bersama yang perlu dijaga melalui pemeriksaan, pembiasaan, serta pendampingan secara berkelanjutan.

Read More
17 Sep
0

DARI SELEKSI SEKOLAH, KELARA KAWON BERSINAR DI POPDA JAWA TENGAH 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMK Yos Soedarso Sidareja. Kelara Kawon salahsatu siswa penerima Program PACE  berhasil meraih Juara 2 cabang olahraga atletik nomor lempar lembing pada ajang POPDA Jawa Tengah 2026, dengan catatan lemparan sejauh 32,36 meter. 🏆🔥

Prestasi tersebut bukanlah hasil yang datang secara instan. Perjalanan Kelara dimulai dari seleksi tingkat sekolah, kemudian berlanjut ke tingkat Komda Sidareja. Dengan kemampuan dan kerja kerasnya, Kelara berhasil menjadi Juara 1 Komda Sidareja dan berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat Kabupaten.

Di tingkat Kabupaten, Kelara kembali menunjukkan performa terbaiknya dan berhasil meraih Juara 1. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi wakil daerah untuk berlaga di POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Tantangan semakin besar ketika Kelara harus berhadapan dengan atlet-atlet pelajar terbaik dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sekitar 11 atlet yang bersaing dalam nomor tersebut.

Namun, Kelara mampu menunjukkan mental bertanding yang kuat. Dengan lemparan sejauh 32,36 meter, Kelara berhasil mengamankan posisi:

🥈 JUARA 2 POPDA JAWA TENGAH 2026

🏃‍♀️ CABANG ATLETIK – LEMPAR LEMBING

Perjalanan dari sekolah → Komda → Kabupaten → Provinsi menjadi bukti bahwa prestasi dibangun melalui proses, latihan, disiplin, keberanian, dan semangat pantang menyerah.

👏 Selamat kepada Kelara Kawon!

Terima kasih atas perjuangan yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih, berkembang, dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Satu lemparan, satu perjuangan, satu prestasi yang membanggakan! 🥈🔥

Selain itu, dua siswi PACE lainnya, yaitu Marlina Onjab dan Ravela, juga turut mengukir prestasi dalam pertandingan bola voli yang diselenggarakan di Sidareja dalam pertandingan persahabatan  U19 sebagai laga antar klub remaja di Sidareja yang diadakan oleh sebuah Klub dari Kecamatan Kroya. Peserta yang mengikuti dari Pusja Kedungreja, SMK Muhamdiyah Majenang, Smk Yos Soedarso Sidareja dan MHC Cilacap.

Dalam pertandingan tersebut, keduanya berhasil memberikan penampilan terbaik dan menjadi top scorer, sehingga turut membawa Tim SMK Yos Soedarso Sidareja meraih Juara I.

Prestasi demi prestasi yang terus ditorehkan oleh siswa-siswi PACE tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Keberhasilan mereka tidak hanya membanggakan Program PACE dan Yayasan, tetapi juga turut mengharumkan serta membawa nama SMK Yos Soedarso Sidareja semakin dikenal dan berkibar di lingkungan Kabupaten Cilacap.

Semoga berbagai prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa-siswi PACE untuk terus mengembangkan potensi, berani berprestasi, dan memberikan yang terbaik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Read More
17 Sep
0

SISWA SMP MARIA IMMACULATA CILACAP RAIH TIGA PRESTASI DALAM KEJURKAB BULUTANGKIS BUPATI CUP 2026

Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar SMP Maria Immaculata Cilacap. Salah satu siswa terbaiknya, Andreas Afra Bryan Aprillio, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Cilacap.

Dalam kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 September 2026, di GOR Wijayakusuma Cilacap, Andreas berhasil meraih tiga prestasi sekaligus pada nomor yang diikutinya. Ia sukses menjadi Juara 1 Ganda Pemula Putra, Juara 2 Ganda Pemula Campuran, serta Juara 3 Tunggal Pemula Putra.

Pencapaian tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi SMP Maria Immaculata Cilacap. Tidak hanya karena berhasil meraih podium, tetapi juga karena Andreas mampu menunjukkan konsistensi dan semangat kompetitif dalam beberapa nomor pertandingan sekaligus.

Pada Ganda Pemula Putra, Andreas berhasil tampil sebagai Juara 1. Pencapaian ini menjadi prestasi tertinggi yang diraihnya dalam kejuaraan tersebut. Keberhasilan meraih posisi pertama menunjukkan kemampuan Andreas dalam membangun kerja sama dengan pasangan, menjaga konsistensi permainan, serta menghadapi persaingan di lapangan

Selain itu, Andreas juga tampil dalam Ganda Pemula Campuran dan berhasil meraih Juara 2. Prestasi tersebut semakin melengkapi capaian Andreas dalam kejuaraan tahun ini.

Tidak berhenti sampai di sana, pada Tunggal Pemula Putra, Andreas berhasil mengamankan posisi Juara 3. Berkompetisi secara individu tentu menghadirkan tantangan tersendiri karena setiap pemain dituntut untuk mengandalkan kemampuan teknik, strategi, konsentrasi, serta ketahanan fisik selama pertandingan.

Dengan demikian, dari tiga nomor yang diikuti, Andreas berhasil membawa pulang prestasi dari seluruh nomor tersebut. Satu gelar juara pertama, satu juara kedua, dan satu juara ketiga menjadi catatan membanggakan dalam kiprahnya di dunia bulutangkis.

Penyelenggaraan kejuaraan seperti ini menjadi salah satu ruang bagi para atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka dalam kompetisi yang lebih kompetitif. Selain mengejar prestasi, pertandingan juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental dan karakter seorang atlet.

Bagi Andreas, keikutsertaan dalam kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan yang selama ini dikembangkan melalui latihan. Pengalaman bertanding menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di Kabupaten Cilacap dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya.

Prestasi yang diraih juga menjadi pengingat bahwa sebuah keberhasilan tidak terlepas dari proses panjang. Latihan yang rutin, kedisiplinan, kemauan untuk belajar, kemampuan menjaga fokus, serta keberanian menghadapi tantangan menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet muda.

Tiga prestasi yang diraih Andreas dalam satu kejuaraan tentu bukan menjadi akhir dari perjalanan. Sebaliknya, capaian tersebut dapat menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan dan menghadapi tantangan yang lebih besar di masa mendatang.

Dalam dunia olahraga, setiap pertandingan memberikan pengalaman baru. Kemenangan menjadi motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian, sementara kekalahan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang akan membentuk seorang atlet menjadi lebih matang.

Dukungan dari keluarga, sekolah, pelatih, serta lingkungan sekitar juga memiliki peran penting dalam perkembangan seorang atlet muda. Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan Andreas dapat terus mengasah kemampuan, menjaga semangat berlatih, serta mengikuti berbagai kompetisi yang dapat memberikan pengalaman dan prestasi baru.

Capaian ini sekaligus menjadi momentum bagi SMP Maria Immaculata Cilacap untuk terus mendukung siswa-siswinya dalam mengembangkan potensi di berbagai bidang. Sekolah berharap semakin banyak siswa yang berani mengikuti kompetisi, mengembangkan bakat, dan memberikan kontribusi positif melalui prestasi yang mereka raih.

Keluarga besar SMP Maria Immaculata Cilacap menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Andreas Afra Bryan Aprillio atas keberhasilannya meraih Juara 1 Ganda Pemula Putra, Juara 2 Ganda Pemula Campuran, dan Juara 3 Tunggal Pemula Putra dalam Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup Tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus menjadi motivasi agar Andreas terus berlatih dan mengembangkan potensinya. Semoga pengalaman yang diperoleh dalam kejuaraan ini dapat menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi-kompetisi selanjutnya.

Selamat, Andreas! Terus berlatih, junjung tinggi sportivitas, dan jangan berhenti mengembangkan potensi. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi di tingkat berikutnya serta menginspirasi teman-teman di SMP Maria Immaculata Cilacap untuk berani bermimpi dan berprestasi.

Read More