Pada hari Selasa, tanggal 21 Oktober 2025, anak-anak dari Taman Kanak-Kanak mengikuti kegiatan belajar berhitung menggunakan media balok yang dilaksanakan di Taman Seminari Kalimantan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak, khususnya dalam mengenal angka dan konsep berhitung secara konkret. Media balok dipilih karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak. Setiap anak diberi kesempatan untuk memegang, menyusun, dan menghitung balok sesuai arahan guru. Guru memberikan contoh cara menghitung dengan benar sambil mengenalkan bentuk, warna, dan ukuran balok. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut karena mereka dapat belajar sambil bermain. Selain itu, suasana taman yang sejuk dan terbuka membuat proses belajar menjadi lebih nyaman dan tidak membosankan. Kegiatan ini juga melatih konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan sosial anak dalam bekerja sama dengan teman. Guru mendampingi setiap kelompok untuk memastikan semua anak memahami instruksi dengan baik. Dalam kegiatan ini juga ditanamkan nilai kedisiplinan dan ketelitian saat menghitung jumlah balok. Anak-anak diajak untuk menghitung secara berurutan dan mengenali pola dari balok yang disusun. Melalui pembelajaran ini, anak-anak tidak hanya belajar berhitung tetapi juga belajar mengekspresikan ide melalui bentuk-bentuk bangunan sederhana dari balok. Kegiatan berlangsung sekitar satu jam dan diakhiri dengan refleksi ringan di mana anak-anak menceritakan pengalaman mereka kepada guru dan teman-teman.

Setelah kegiatan berhitung selesai, anak-anak melanjutkan acara dengan makan bersama di area taman Seminari Kalimantan. Kegiatan makan bersama ini menjadi momen kebersamaan dan melatih kemandirian anak-anak dalam hal makan secara tertib. Guru menyiapkan alas makan dan membantu anak-anak menata bekal yang dibawa dari rumah. Sebelum makan, anak-anak bersama-sama berdoa dengan penuh khidmat. Saat makan berlangsung, guru memberikan pengarahan tentang tata krama saat makan seperti tidak berbicara sambil mengunyah, duduk dengan rapi, dan berbagi makanan dengan teman. Anak-anak tampak senang menikmati bekal mereka sambil bercerita tentang permainan dan kegiatan berhitung sebelumnya. Kegiatan makan bersama ini juga mempererat hubungan antara guru dan peserta didik, karena berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Beberapa anak saling membantu membuka bekal dan membuang sampah setelah selesai makan. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Setelah makan, guru mengajak anak-anak mencuci tangan dan membereskan area taman agar tetap bersih. Suasana taman yang rindang dan nyaman membuat anak-anak betah berada di sana. Kegiatan makan bersama ini berlangsung tertib dan menggembirakan hingga menjelang siang hari. Semua peserta tampak gembira dan bersemangat karena bisa belajar sekaligus bersantai di alam terbuka.
Kegiatan belajar berhitung dengan media balok dan makan bersama di Taman Seminari Kalimantan pada 21 Oktober 2025 ini berjalan dengan lancar dan memberikan banyak manfaat bagi anak-anak. Guru menilai bahwa metode pembelajaran di luar kelas seperti ini efektif untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini. Melalui kegiatan langsung di alam terbuka, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, bekerja sama, serta membangun sikap sosial positif. Penggunaan media balok membantu anak memahami konsep matematika dasar secara nyata, sedangkan makan bersama menumbuhkan nilai kebersamaan dan kemandirian. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara sekolah, guru, dan peserta didik dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Banyak orang tua yang memberikan apresiasi karena anak-anak pulang dengan cerita gembira dan pengalaman baru. Guru berencana untuk melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang dengan variasi tema pembelajaran lain. Secara keseluruhan, kegiatan di taman ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter anak sejak dini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak baik.
No Comments