Blog

31 Jul
0

KUNJUNGAN PERPISAHAN PENUH SYUKUR KE ROMO CAROLUS, O.M.I DAN IBU IMELDA

Minggu, 15 Juni 2025 menjadi hari penuh makna bagi putri-putri PACE yang akan segera pulang ke tanah Papua. Sebelum keberangkatan mereka, para siswi ini menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan khusus ke pasturan, bertemu dengan Romo Carolus, O.M.I (Ordo Maria Imaculata), serta Ibu Imelda yang selama ini juga menjadi sosok pendamping penuh kasih bagi mereka.

Kunjungan ini dilakukan dalam suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh keakraban. Romo Carolus menyambut dengan senyum lebar, memeluk satu per satu siswi yang hadir. Beliau memberikan berkat khusus dan doa perpisahan agar perjalanan pulang mereka berlangsung dengan lancar dan selamat, serta agar mereka senantiasa dilindungi dalam setiap langkah hidup ke depan.

Ibu Imelda juga hadir dan menyambut dengan penuh kasih. Ia menyampaikan pesan-pesan sederhana namun menguatkan, tentang pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari selama mereka tinggal di Sidareja dan Sokaraja. Ia berharap agar para siswi tetap semangat menempuh pendidikan dan menjadi pembawa damai di manapun mereka berada.

Dalam kesempatan ini, anak-anak pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Romo Carolus dan Ibu Imelda. Dengan suara yang terbata namun tulus, mereka menceritakan kesan-kesan indah selama tinggal jauh dari kampung halaman, dan betapa kehadiran para pendamping sangat membantu mereka melewati berbagai tantangan.

Beberapa dari mereka bahkan tidak kuasa menahan air mata saat mengucapkan salam perpisahan. Pelukan hangat, senyum haru, dan doa bersama menjadi penutup pertemuan yang sederhana namun sarat makna tersebut. Momen ini menjadi penanda bahwa perjumpaan mereka bukan hanya tentang kegiatan belajar, tapi tentang relasi yang sudah menjadi seperti keluarga.

Setelah sesi bincang-bincang dan doa bersama, para siswi diajak menikmati hidangan ringan yang disiapkan di pasturan. Tawa dan canda mewarnai kebersamaan itu, seolah menjadi pelepas rindu dan penenang hati sebelum keberangkatan kembali ke Papua. Suasana sederhana tersebut menjadi kenangan manis yang akan terus membekas dalam hati.

Kunjungan ini bukan hanya bentuk pamit, tapi juga ungkapan syukur atas kasih dan perhatian yang mereka terima selama ini. Perpisahan bukan akhir, melainkan awal dari babak baru yang akan mereka jalani. Doa, berkat, dan cinta dari Romo Carolus, Ibu Imelda, serta keluarga besar PACE akan selalu menyertai langkah mereka di masa depan.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
31 Jul
0

KUNJUNGAN DUKUNGAN UNTUK NANIA DI TENGAH DUKA

Senin, 14 April 2025 menjadi hari penuh empati dan kehangatan di Asrama SMK Yos Sudarso Sidareja. Dalam kunjungan yang dilakukan oleh para pendamping, tujuan utama hari itu adalah memberikan dukungan dan penguatan kepada Nania, salah satu Putri Papua, yang tengah berduka atas wafatnya sang ayah pada 2 April 2025, bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri.

Kehilangan orang tua tentu bukan hal yang mudah, terlebih bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan jauh dari keluarga. Nania menerima kabar duka tersebut saat tengah menikmati masa libur bersama teman-teman. Kesedihan itu begitu mendalam, namun ia tetap berusaha kuat dan kembali ke asrama dengan penuh tanggung jawab. Sikap ini menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi situasi sulit.

Dalam kunjungan itu, suasana di asrama dibuat hangat dan tenang. Para pendamping hadir tidak hanya sebagai guru atau pembimbing, tetapi sebagai keluarga yang siap mendengarkan dan menguatkan. Nania diajak berbicara secara pribadi, diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaannya, dan diyakinkan bahwa ia tidak sendiri menghadapi semua ini.

Teman-temannya di asrama juga memberikan perhatian lebih pada hari itu. Beberapa dari mereka menulis surat kecil berisi doa dan kata-kata semangat. Ada pula yang memeluk Nania dengan penuh kasih. Kebaikan-kebaikan sederhana itu menjadi kekuatan tersendiri bagi Nania untuk kembali menjalani hari-hari ke depan dengan tabah.

Para pendamping juga mengingatkan bahwa duka adalah bagian dari perjalanan hidup, dan setiap orang memiliki cara sendiri dalam menghadapinya. Doa-doa dipanjatkan bersama sebagai bentuk solidaritas dan dukungan spiritual. Momen hening sejenak di ruang doa menjadi ruang refleksi dan penguatan batin bagi semua yang hadir.

Meski suasana diliputi kesedihan, namun hari itu juga menjadi pengingat akan pentingnya ikatan keluarga di dalam komunitas asrama. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kasih, perhatian, dan kepedulian yang telah menjadi budaya hidup bersama di asrama SMK Yos Sudarso.

Kunjungan dukungan ini ditutup dengan makan malam sederhana bersama. Nania tampak lebih tenang, meskipun kesedihan belum sepenuhnya hilang. Namun ia tahu, bahwa di Sidareja ini, ia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dan siap berjalan bersamanya, bahkan di tengah masa-masa paling sulit sekalipun.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
31 Jul
0

KUNJUNGAN DUKACITA MENEMANI PASKALINA DALAM MASA KEHILANGAN

Selasa, 12 Maret 2025, suasana Asrama SMK Yos Sudarso Sidareja diliputi keheningan dan rasa duka yang mendalam. Hari itu, kami melakukan kunjungan khusus ke asrama untuk memberikan dukungan moril kepada Paskalina, salah satu Putri PACE, yang baru saja kehilangan ibunya. Kehilangan orang tua adalah hal yang sangat berat, terlebih bagi anak yang sedang jauh dari kampung halaman dan keluarga inti.

Paskalina menyambut kami dengan wajah sendu namun tetap berusaha tegar. Senyum kecil yang ia paksa tunjukkan tak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam di matanya. Dalam suasana yang penuh empati, kami duduk bersama di ruang asrama, mendengarkan kisah dan kenangan Paskalina tentang sang mama. Tangis haru pun tak terelakkan saat ia menceritakan hari-hari terakhir sebelum mendapat kabar duka tersebut.

Kami berusaha menguatkannya dengan pelukan hangat dan kata-kata penghiburan. Bahwa meski raganya tak bisa segera pulang, ia tidak sendiri. Keluarga besar PACE dan komunitas di Sidareja akan terus mendampingi dan menopangnya melewati masa sulit ini. Kami ingin Paskalina tahu bahwa kehadirannya di sini tidak berarti ia jauh dari cinta dan perhatian.

Dalam kunjungan tersebut, kami juga mengajak teman-teman asrama untuk berdoa bersama. Doa rosario dan nyanyian sederhana mengalir dengan tulus, menjadi tanda kasih dan solidaritas dalam suasana duka. Beberapa teman bahkan menyampaikan kata-kata penghiburan yang tulus, menunjukkan bahwa di tengah kesedihan, kekuatan persaudaraan tetap terasa nyata dan menguatkan.

Paskalina juga diberi ruang untuk menuliskan doa dan pesan untuk mendiang ibunya. Kegiatan ini menjadi bentuk ekspresi yang membantu melepaskan beban emosionalnya. Ia menuliskan harapannya untuk menjadi anak yang kuat dan mampu membanggakan almarhumah dengan terus belajar dan menjalani hidup dengan semangat.

Meski kehilangan tak tergantikan, kami ingin kehadiran dan doa kami menjadi pelipur lara bagi Paskalina. Dalam setiap tangis dan hening, ada kekuatan yang lahir dari kebersamaan dan kasih tanpa syarat. Kami percaya, waktu dan kasih akan menjadi obat terbaik dalam memulihkan hatinya.

Kunjungan ini bukan hanya wujud kepedulian, tetapi juga bagian dari semangat keluarga besar PACE hadir, menemani, dan mendukung dalam segala situasi. Semoga Paskalina diberi ketabahan dan kekuatan untuk terus melangkah, membawa cinta ibunya sebagai semangat hidup ke depan.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
31 Jul
0

KONSISTENSI DAN KETEKUNAN DI HARI KEDUA UJIAN KOMPETENSI KEAHLIAN

Kamis, 20 Februari 2025 menjadi lanjutan dari perjuangan para siswa SMK Yos Sudarso Sidareja dalam Ujian Kompetensi Keahlian (UKK). Memasuki hari kedua, para siswa datang dengan semangat yang tetap terjaga meskipun rasa lelah mulai terasa. Mereka menyadari bahwa ketekunan dan konsistensi adalah kunci untuk menyelesaikan seluruh rangkaian ujian ini dengan hasil yang memuaskan.

Suasana pagi di sekolah masih terasa tegang namun terkendali. Para peserta UKK langsung diarahkan ke ruang praktik masing-masing, melanjutkan ujian sesuai bidang keahliannya. Di hari kedua ini, beberapa tugas memerlukan ketelitian dan waktu pengerjaan yang lebih panjang, sehingga para siswa dituntut untuk mengatur ritme kerja dan fokus dengan baik.

Para penguji tetap hadir dengan peran penting mereka sebagai penilai sekaligus pemberi umpan balik. Meskipun pengawasan dilakukan dengan ketat, para siswa tetap diberikan ruang untuk menunjukkan kreativitas dan pemahaman praktis mereka. Kedisiplinan dan kerapian dalam menyelesaikan tugas menjadi poin penting yang dinilai.

Putri-putri Papua kembali menunjukkan kesungguhan mereka dalam menjalani ujian. Meski jauh dari kampung halaman, mereka terus berusaha tampil percaya diri dan tidak kalah bersaing dengan teman-teman lainnya. Dukungan dari para guru dan pembimbing terus diberikan agar mereka tetap semangat dan tidak menyerah pada tekanan.

Beberapa siswa mengaku bahwa hari kedua terasa lebih menantang dibandingkan hari pertama. Namun, mereka belajar untuk menghadapi tekanan dengan tenang dan tetap berpikir jernih. Ini menjadi pelatihan mental tersendiri, bukan hanya dalam hal keahlian teknis, tetapi juga dalam membentuk sikap profesional dan tangguh.

Selesai ujian, para siswa berkumpul sejenak untuk saling berbagi pengalaman dan kesan mereka selama proses berlangsung. Ada tawa, ada lega, dan ada juga rasa syukur karena satu tahap lagi berhasil dilewati. Momen ini mempererat kebersamaan antar siswa yang telah melewati proses yang tidak mudah.

Hari kedua Ujian Kompetensi Keahlian di SMK Yos Sudarso menjadi bukti bahwa semangat belajar dan kerja keras terus menyala. Ketekunan yang ditunjukkan oleh para siswa menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi masa depan. Dengan satu langkah demi langkah yang dijalani dengan sungguh-sungguh, mereka membangun jalan menuju dunia kerja yang sesungguhnya.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
31 Jul
0

BELAJAR PAGI MENJELANG ASAJ MENYATUKAN SEMANGAT MENUJU AKHIR TAHUN

Sabtu, 22 Maret 2025, suasana pagi di asrama SMK Yos Sudarso Sidareja terasa berbeda. Sejak pukul enam pagi, beberapa Putri Papua sudah berkumpul dengan buku dan catatan di tangan. Hari itu mereka mengawali akhir pekan dengan kegiatan belajar bersama untuk mempersiapkan diri menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAJ). Meskipun ujian belum dimulai, semangat mereka terlihat jelas.

Belajar di pagi hari menjadi pilihan karena suasana masih tenang, pikiran lebih segar, dan lebih mudah berkonsentrasi. Anak-anak duduk berkelompok di beberapa sudut ruang belajar asrama, ada yang membaca buku, menyalin ringkasan materi, atau berdiskusi soal-soal yang belum mereka pahami. Pendamping asrama pun ikut hadir mendampingi dan memberikan semangat.

Fokus utama mereka adalah pelajaran-pelajaran yang dianggap cukup menantang seperti Matematika dan Bahasa Inggris. Beberapa anak yang lebih memahami materi tampak membantu temannya yang lain. Suasana belajar kolaboratif ini menunjukkan tumbuhnya rasa tanggung jawab dan kepedulian satu sama lain dalam proses belajar.

Meskipun belajar, suasana tidak kaku. Mereka sesekali tersenyum, tertawa kecil saat membahas soal yang lucu atau menjawab dengan cara yang unik. Pendekatan santai namun serius ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak terasa membebani. Mereka belajar bahwa belajar bersama bisa menciptakan suasana yang jauh lebih menyemangati.

Pendamping memberikan beberapa latihan soal sebagai tambahan pemahaman, dan anak-anak menyambutnya dengan antusias. Mereka menyadari bahwa hasil akhir dari ASAJ bukan hanya soal nilai, tetapi tentang usaha dan kedisiplinan yang mereka tunjukkan dalam mempersiapkan diri. Momen ini juga membantu membentuk sikap mandiri dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran.

Menjelang siang, kegiatan belajar bersama ditutup dengan saling menyemangati untuk terus konsisten belajar di hari-hari berikutnya. Anak-anak diberi motivasi agar tidak hanya belajar menjelang ujian, tetapi menjadikan belajar sebagai bagian dari kebiasaan hidup. Dengan cara ini, mereka akan tumbuh menjadi pelajar yang siap menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan di masa depan.

Hari itu menjadi awal yang baik menjelang pelaksanaan ASAJ. Belajar di pagi hari bersama teman-teman bukan hanya memperkuat materi pelajaran, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan semangat untuk maju bersama. Semoga usaha dan kerja keras mereka membuahkan hasil yang membanggakan.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
30 Jul
0

AWALI TAHUN BARU DENGAN KASIH MAKAN BERSAMA DI PANTI ASUHAN KASIH SEPANJANG MASA

Rabu, 1 Januari 2025 menjadi awal tahun yang penuh makna bagi para Putri Papua di Asrama PACE. Mengawali tahun yang baru, mereka memilih untuk berbagi kasih dengan mengajak teman-teman di Panti Asuhan Kasih Sepanjang Masa, Sidareja, untuk makan bersama. Kegiatan ini dilakukan dengan penuh sukacita, sebagai bentuk ungkapan syukur dan kepedulian terhadap sesama yang juga tinggal jauh dari keluarga.

Sejak pagi, persiapan dilakukan dengan semangat. Para putri membantu menyiapkan hidangan sederhana yang akan dibagikan. Dengan hati yang riang, mereka menata makanan, membungkus dengan rapi, dan mempersiapkan diri untuk berangkat bersama ke panti asuhan. Momen ini menjadi cerminan nilai solidaritas dan empati yang terus ditanamkan dalam kehidupan mereka di asrama.

Sesampainya di Panti Asuhan, sambutan hangat dari anak-anak panti membuat suasana menjadi begitu akrab. Tidak ada jarak di antara mereka yang ada hanyalah keceriaan dan kehangatan. Para Putri Papua menyapa dengan ramah, dan bersama-sama mereka menggelar makan siang sederhana yang terasa istimewa karena dilakukan dengan penuh cinta dan kebersamaan.

Kegiatan makan bersama ini menjadi lebih dari sekadar berbagi makanan. Ada canda tawa, obrolan ringan, dan momen bermain yang tercipta di sela-sela pertemuan itu. Anak-anak dari kedua belah pihak terlihat senang bisa mengenal satu sama lain. Beberapa bahkan saling bertukar cerita dan mulai menjalin pertemanan baru. Suasana ini menghidupkan nilai persaudaraan yang melampaui perbedaan latar belakang.

Para pendamping dari asrama dan pengurus panti pun tampak senang melihat inisiatif dan semangat anak-anak untuk saling berbagi. Mereka mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk konkret pembelajaran tentang kasih, kepedulian, dan hidup bersama dalam keberagaman. Ini juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan hati yang tulus.

Kegiatan ini menjadi awal yang indah untuk membuka lembaran tahun 2025. Para Putri Papua belajar bahwa tahun baru tidak hanya tentang resolusi pribadi, tetapi juga tentang bagaimana mereka bisa menjadi berkat bagi orang lain. Melalui momen ini, mereka mengawali tahun dengan semangat memberi dan menjalin hubungan yang lebih luas dengan lingkungan sekitar.

Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berbagi. Sebab dengan berbagi, mereka tidak hanya memberi kebahagiaan bagi orang lain, tetapi juga menumbuhkan kebahagiaan dan kedewasaan dalam diri mereka sendiri. Tahun baru telah dimulai dengan langkah kasih dan itu adalah awal yang terbaik.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
30 Jul
0

SYUKUR SEDERHANA DI HARI ISTIMEWA IBU TRES

Selasa, 27 Februari 2024 menjadi hari yang penuh sukacita di Asrama SMK Yos Sudarso Sidareja. Putri-putri Papua merayakan ulang tahun Ibu Tres, salah satu pendamping yang selama ini penuh kasih mendampingi mereka di perantauan. Perayaan dilakukan secara sederhana namun penuh kehangatan melalui makan malam bersama di asrama.

Sejak sore hari, para siswi terlihat sibuk menyiapkan makan malam spesial. Beberapa di antara mereka turut membantu di dapur, mulai dari mencuci bahan, menyiapkan bumbu, hingga menyajikan makanan. Semua dilakukan dengan senyum dan semangat karena mereka ingin memberikan yang terbaik untuk Ibu Tres yang selama ini begitu dekat dengan mereka.

Saat malam tiba, meja makan sudah tertata rapi. Lilin kecil menyala di tengah meja, menambah suasana hangat dan akrab. Ketika Ibu Tres datang, seluruh siswi menyambutnya dengan lagu ulang tahun dan sorak sorai. Wajah Ibu Tres tampak bahagia dan terharu melihat perhatian dari anak-anak asrama yang telah dianggap seperti anak sendiri.

Sebelum makan dimulai, mereka mengadakan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas bertambahnya usia Ibu Tres. Dalam doa tersebut, terselip harapan agar Ibu Tres senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan dalam mendampingi para putri Papua yang sedang menempuh pendidikan jauh dari rumah.

Makan malam berlangsung dalam suasana santai dan penuh canda tawa. Mereka menikmati hidangan bersama sambil saling berbagi cerita. Ibu Tres pun tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih atas kejutan kecil yang diberikan. Bagi beliau, momen seperti ini lebih berharga dari sekadar hadiah mewah, karena berasal dari hati yang tulus.

Setelah makan malam, beberapa siswi menampilkan nyanyian dan puisi sederhana untuk Ibu Tres. Penampilan mereka menambah haru suasana malam itu. Perayaan ulang tahun ini bukan sekadar pesta, tapi menjadi wujud kasih sayang dan penghargaan anak-anak kepada sosok ibu yang hadir di tengah perjuangan mereka meraih mimpi.

Perayaan pun ditutup dengan pelukan hangat dan foto bersama. Malam itu menjadi kenangan manis yang akan selalu diingat oleh Ibu Tres dan seluruh penghuni asrama. Momen ini mempererat hubungan sebagai satu keluarga besar yang saling mendukung dan mencintai dalam kebersamaan yang penuh makna.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
30 Jul
0

SEMANGAT TAK PERNAH PADAM: PASKALINA DAN LATIHAN MENUJU O2SN DAN POPDA

Kamis, 18 Januari 2024 menjadi salah satu hari yang mencerminkan dedikasi tinggi dari Paskalina, salah satu putri terbaik SMK Yos Sudarso Sidareja. Dengan semangat yang tak pernah surut, Paskalina terus menjalani latihan rutin lari sebagai persiapan untuk mengikuti dua ajang bergengsi, yaitu O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) dan POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah).

Setiap pagi dan sore, Paskalina terlihat setia berada di lapangan sekolah. Keringat yang menetes tak pernah membuatnya mengeluh. Ia tahu bahwa untuk bisa mengharumkan nama sekolah dan daerah, kerja keras dan ketekunan adalah kunci. Tidak jarang, ia berlatih sendiri sambil mendengarkan saran dari guru olahraga maupun teman-temannya yang turut mendukung.

Nama SMK Yos Sudarso bukan sekadar tempelan di baju lomba. Bagi Paskalina, nama itu adalah tanggung jawab dan kebanggaan. Ia ingin membuktikan bahwa meski berasal dari daerah yang jauh dari kampung halaman, ia mampu berprestasi dan menunjukkan kemampuan terbaik di bidang olahraga, khususnya cabang atletik.

Teman-teman dan para pendamping di asrama turut memberikan dukungan moril setiap harinya. Mereka tahu bahwa perjuangan Paskalina bukan hal yang mudah. Latihan yang konsisten dan target yang tinggi tentu menyita banyak tenaga dan pikiran. Namun semua itu dijalani Paskalina dengan semangat yang luar biasa.

Di sela-sela latihan, Paskalina juga tetap disiplin dalam belajar. Ia berusaha menjaga keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Baginya, menjadi atlet berprestasi tidak cukup hanya dengan kemampuan fisik, tetapi juga dengan karakter yang baik dan tanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan sebagai pelajar.

Latihan demi latihan dijalani dengan penuh harapan. Setiap langkah kakinya di lintasan menjadi simbol ketekunan, setiap hembusan napasnya adalah bukti perjuangan. Ia percaya bahwa semua jerih payah ini suatu saat akan membuahkan hasil, dan ia bisa berdiri di podium kehormatan mewakili sekolah dan membawa nama baik SMK Yos Sudarso.

Semangat Paskalina menjadi inspirasi tersendiri bagi teman-temannya. Ia bukan hanya sedang mempersiapkan diri untuk lomba, tetapi juga sedang menunjukkan bahwa dengan usaha dan doa, setiap mimpi dapat diraih. Doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar SMK Yos Sudarso pun menyertai setiap langkah Paskalina menuju ajang O2SN dan POPDA.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
30 Jul
0

SEMANGAT PERSIAPAN PKL DI ASRAMA

Kamis, 23 Mei 2024 menjadi momen penting bagi para putri asrama SMK Yos Sudarso Sidareja dalam menyongsong kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Di asrama, mereka mengikuti sesi persiapan pembekalan yang disusun untuk mempersiapkan mental, keterampilan, dan sikap kerja sebelum mereka terjun ke dunia kerja secara langsung.

Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian penting dari proses pendidikan kejuruan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pengalaman praktis yang dibutuhkan oleh dunia industri. Dengan penuh perhatian, para siswa mendengarkan arahan dari pembimbing dan pendamping, yang memberikan gambaran umum tentang etika kerja, disiplin waktu, tanggung jawab, serta cara bersikap profesional di tempat PKL.

Selain itu, materi yang disampaikan juga mencakup teknis penulisan laporan PKL, pembekalan komunikasi yang baik dengan atasan atau pembimbing di tempat kerja, serta cara beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka diajak untuk tidak hanya membawa keterampilan teknis, tetapi juga membawa nilai-nilai positif dari asrama: kerja sama, kesederhanaan, dan semangat belajar.

Di sela kegiatan, para siswa juga berbagi harapan dan kekhawatiran mereka. Ada yang merasa antusias, namun tak sedikit pula yang merasa gugup menghadapi dunia kerja nyata. Suasana diskusi terbuka ini membantu mereka merasa tidak sendiri dan lebih siap menghadapi tantangan.

Pihak asrama dan guru pembimbing memberikan dukungan penuh, termasuk memastikan kesiapan dokumen, perlengkapan pribadi, serta penyesuaian jadwal agar para siswa dapat mengikuti PKL dengan nyaman dan aman. Semangat dan motivasi dari para pendamping menjadi dorongan besar bagi anak-anak asrama.

Kegiatan pembekalan ini bukan hanya persiapan administratif dan teknis, tetapi juga merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kesiapan emosional para siswa. Diharapkan, mereka tidak hanya menjadi pelajar yang siap kerja, tetapi juga pribadi yang bertanggung jawab dan penuh integritas.

Dengan semangat yang tumbuh di dalam asrama, para putri ini diharapkan dapat menjalani masa PKL mereka dengan baik, membawa nama baik sekolah, dan tentu saja memperkaya pengalaman pribadi yang akan berguna untuk masa depan mereka.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
29 Jul
0

PRESTASI MENGINSPIRASI DI TINGKAT WILAYAH X

Senin, 20 Mei 2024 menjadi hari yang membanggakan bagi Paskalina dan Nania. Setelah sebelumnya berhasil menjuarai Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Kabupaten Cilacap, hari ini mereka melangkah lebih jauh dengan mewakili Kabupaten Cilacap dalam ajang lomba tingkat Dinas Pendidikan Wilayah X yang digelar di Purwokerto.

Persiapan yang mereka lakukan selama ini membuahkan hasil yang membanggakan. Paskalina berhasil meraih Juara II, sementara Nania menyabet Juara III dalam cabang olahraga atletik. Perjuangan mereka di tengah persaingan yang ketat menjadi bukti nyata semangat pantang menyerah yang mereka miliki.

Event di tingkat Wilayah X ini mencakup beberapa daerah seperti Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga. Berhadapan dengan atlet-atlet unggulan dari berbagai kabupaten tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun semangat latihan dan fokus yang terus mereka bangun sejak dari asrama hingga sekolah menjadi bekal utama yang membawa mereka meraih podium kemenangan.

Keberhasilan ini juga menjadi cermin betapa besar potensi yang dimiliki oleh putri-putri PACE, khususnya dari Papua. Mereka tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga membuktikan bahwa dengan disiplin dan dukungan yang tepat, mereka dapat bersinar dan membawa harum nama sekolah dan daerah.

Paskalina dan Nania menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga semangat, ketekunan, dan mental juara. Mereka pun tak lupa membagikan pengalaman dan semangat mereka kepada teman-teman lain di asrama, menjadi sumber motivasi untuk terus menggali bakat masing-masing.

Kegiatan hari ini tidak hanya meninggalkan rasa bangga, tetapi juga pelajaran berharga tentang kerja keras dan pengorbanan. Semua latihan yang melelahkan, hari-hari penuh keringat, dan waktu belajar yang harus dibagi, akhirnya terbayar dengan prestasi yang membanggakan.

Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal menuju jenjang yang lebih tinggi. Dengan terus membina semangat dan konsistensi latihan, Paskalina dan Nania berpeluang besar untuk kembali mengharumkan nama sekolah dan daerah di event-event berikutnya, bahkan di tingkat provinsi maupun nasional.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More