Blog

28 Nov
0

KUNJUNGAN PACE

Jumat ,17 Oktober 2025

Siang itu, tepat pukul 12.00 WIB, jam istirahat baru saja usai, namun bagi kami, sebuah tugas penting dan mendesak telah menanti. Kami segera bersiap, duduk di dalam mobil yang siap melaju dari lingkungan SMA Yos Sudarso Cilacap. Bersama kami adalah Pak Abe, seorang Guru Bimbingan Konseling (BK) yang memiliki reputasi sebagai sosok yang sabar dan penuh empati. Beliau adalah figur kunci dalam misi ini.Kami juga berangkat Bersama 3 anak putra dari Papua yang bersekolah di SMA Yos Sudarso Cilacap.

Tujuan perjalanan kami adalah Asrama SMK  Yos Sudarso di Sidareja, sebuah lokasi yang relatif jauh, demi melakukan pendampingan intensif bagi para siswi putri yang tergabung dalam program PACE —program yang mendatangkan siswi dari pulau Papua yang merupakan Kerjasama Oblat Maria Imakulata dengan Kongregasi Putri Bunda Hati Kudus di Papua.

Misi ini didorong oleh sebuah isu serius yang menyentuh hati. Salah satu siswi PACE, Cristina Yanggon, yang jauh-jauh datang dari Papua, sedang mengalami pergolakan batin yang hebat. Ia berulang kali menyatakan keinginannya untuk pulang karena merasa sangat tidak nyaman dan sulit menyesuaikan diri di lingkungan Cilacap.

Kami menyadari bahwa perasaan rindu kampung halaman dan gegar budaya adalah tantangan besar bagi anak-anak PACE. Kehadiran Pak Abe bukan sekadar memberikan nasihat, melainkan untuk menciptakan ruang aman di asrama agar Cristina dan teman-teman putrinya bisa menyampaikan segala keluh kesah dan keraguan mereka. Kami berharap pendampingan ini bisa menjadi jembatan emosional, baik itu untuk membantu Cristina menemukan kenyamanan baru di Sidareja, atau memfasilitasi langkah terbaik yang harus diambil selanjutnya demi kesejahteraan mentalnya.

Perjalanan siang hari itu bukan sekadar perjalanan fisik menuju Sidareja, melainkan sebuah manifestasi kepedulian sekolah yang ingin memastikan bahwa setiap anak, tak peduli seberapa jauh mereka datang, merasa didengarkan dan didukung sepenuhnya.

Selasa, 04 November 2025

Misi pendampingan kami untuk teman-teman putri program PACE dilanjutkan dengan perhatian yang lebih mendalam pada kondisi emosional dan psikis mereka. Kami menyadari bahwa tantangan terbesar mereka bukanlah sekadar tugas sekolah, melainkan kerinduan, kecemasan adaptasi, dan beban psikologis berada jauh dari rumah.

Dalam sesi kali ini, kami berkolaborasi dengan Pak Triyo, Guru BK dari SMK Yos Sudarso Sidareja, yang kehadirannya memberikan kesinambungan dukungan di asrama. Pertemuan tidak difokuskan pada ceramah, melainkan menjadi ruang terapi kelompok yang suportif. Kami berusaha keras untuk menguatkan mereka dari dalam.

Kami mendorong teman-teman PACE untuk mengakui dan mengelola perasaan mereka—kerinduan pada keluarga, rasa tidak nyaman, hingga tekanan untuk berhasil. Pesan utama kami adalah validasi emosi: Wajar jika merasa sulit, namun kesulitan itu harus diubah menjadi kekuatan mental.

Kami menekankan bahwa kegiatan belajar yang giat dan tanggung jawab yang disiplin—baik itu di asrama maupun sekolah bukan hanya kewajiban, tetapi merupakan strategi pertahanan psikis terbaik. Dengan fokus pada rutinitas dan pencapaian kecil, mereka dapat membangun rasa kontrol dan kepercayaan diri yang secara bertahap akan menggeser rasa cemas dan sepi. Kami mengingatkan mereka bahwa setiap buku yang mereka buka, setiap tugas yang mereka selesaikan, adalah langkah nyata yang mendekatkan mereka pada impian dan membuktikan bahwa mereka kuat secara fisik dan mental.

Sesi ini bertujuan menanamkan optimisme: Mereka adalah para pejuang yang dikelilingi oleh tim dukungan.

Kamis, 13 November 2025

Lingkungan Asrama PACE diselimuti mendung duka. Kami terpaksa menunda kunjungan penghiburan karena padatnya jadwal, termasuk kegiatan Choice untuk remaja di Paroki St.Stephanus Cilacap, namun kabar kepergian mama dari Marlina, putri program PACE asal Papua, pada Jumat,  7 November 2025 terus membebani hati kami. Akhirnya, hari ini, kami tiba untuk menjumpai dan membersamai  Marlina dalam suasana peringatan 7 hari berpulangnya sang ibunda.

Kami datang bertiga: saya, Ibu Arin, dan Ibu Maria, dengan membawa bekal spiritual sebagai pelipur lara pertama. Di kapel sekolah sesudah pulang sekolah, yang terasa hening, kami melaksanakan ibadat arwah 7 hari yang dipimpin penuh hikmat oleh Ibu Maria. Momen suci ini menjadi waktu bagi kami untuk berbagi beban yang dipikul Marlina, memanjatkan doa bagi ketenangan jiwaIbu Marlina , dan memohon kekuatan iman agar Marlina mampu menanggung kehilangan yang begitu besar di tanah rantau.

Namun, di tengah-tengah kami, Marlina hadir dengan sorot mata yang menyimpan luka basah dan berat. Sebagai seorang anak yang harus menghadapi kehilangan ibunda, terpisah ribuan kilometer dari keluarga besarnya, kedalaman luka hati itu begitu kentara. Ia terlihat kesulitan untuk berbagi cerita atau mengungkapkan perasaannya. Dengan penuh pemahaman, kami memilih untuk tidak mendesaknya berbicara. Kami meyakini bahwa kehadiran, pelukan, dan doa bersama yang tulus adalah bentuk dukungan non-verbal paling berharga yang bisa kami berikan.

Untuk memberikan jeda psikologis dari kesedihan, kami lantas mengalihkan pembicaraan ke topik yang ringan dan futuristik. Kami berbincang santai mengenai agenda kurikulum SMK yang menarik: Kunjungan Industri (KI) bagi siswa kelas X ke Jakarta pada Januari 2026. Obrolan tentang hiruk pikuk Ibukota, gedung-gedung tinggi, dan pengalaman baru di perusahaan-perusahaan besar ini menjadi penutup pertemuan kami. Harapannya, rencana perjalanan ini dapat mengalihkan perhatian Marlina sejenak, menanamkan benih harapan dan antisipasi akan masa depan yang cerah, serta mengingatkannya bahwa meski duka itu nyata, perjalanan pendidikannya masih panjang dan penuh peluang.

Read More
14 Nov
0

TK YOS SUDARSO MAJENANG GELAR COOKING CLASS SONIC CHICKEN

TK Yos Sudarso Majenang mengadakan kegiatan Cooking Class Sonic Chicken pada tanggal 24 Oktober 2025. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program pembelajaran tematik yang menekankan pengalaman langsung bagi anak-anak. Cooking class ini bertujuan untuk mengenalkan proses pembuatan makanan sederhana kepada peserta didik usia dini. Anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan melalui kegiatan memasak bersama. Dalam kegiatan tersebut, setiap anak mendapat kesempatan untuk mempraktikkan langkah-langkah membuat menu sederhana yang dikenal dengan nama Sonic Chicken. Guru-guru mendampingi anak-anak secara langsung agar kegiatan berjalan dengan aman dan tertib. Anak-anak terlihat antusias saat mencampur bahan, membentuk adonan, hingga menghias hasil masakan mereka. Kegiatan ini juga melatih koordinasi motorik halus dan menumbuhkan rasa percaya diri. Selain itu, melalui kegiatan ini anak-anak diajarkan tentang kebersihan, kerapian, dan tanggung jawab saat berada di dapur. Cooking class berlangsung di lingkungan sekolah dengan suasana yang ceria dan penuh semangat. Para guru memberikan arahan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Aktivitas memasak juga menjadi sarana belajar sosial, di mana anak-anak bekerja sama dan saling membantu teman sekelompoknya. Hasil masakan yang telah jadi kemudian dibagikan untuk dicicipi bersama-sama. Kegiatan berlangsung dengan lancar dari awal hingga akhir.

Kegiatan Cooking Class Sonic Chicken di TK Yos Sudarso Majenang menjadi momen berharga bagi anak-anak dalam mengenal dunia memasak sejak dini. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar keterampilan praktis, tetapi juga mengembangkan nilai kebersamaan. Anak-anak belajar bahwa memasak bukan hanya pekerjaan rumah tangga, tetapi juga bentuk kreativitas dan kerja sama. Guru memfasilitasi kegiatan dengan sabar dan penuh perhatian agar anak-anak merasa nyaman dan senang. Bahan-bahan yang digunakan disiapkan oleh pihak sekolah dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan anak. Setiap tahap kegiatan dilakukan secara terstruktur agar mudah diikuti oleh seluruh peserta. Anak-anak tampak gembira saat melihat hasil masakan mereka matang sempurna. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menanamkan rasa syukur atas makanan yang mereka buat sendiri. Beberapa anak menunjukkan rasa bangga dan ingin memperlihatkan hasilnya kepada orang tua mereka. Guru memberikan pujian dan motivasi agar anak-anak semakin semangat belajar hal baru. Cooking class ini bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga bentuk pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, serta kesabaran dalam menyelesaikan tugas. Melalui pengalaman nyata ini, anak-anak belajar menghargai proses dan hasil kerja sendiri.

Selain menjadi bagian dari pembelajaran tematik, kegiatan Cooking Class Sonic Chicken juga mempererat hubungan antara guru dan siswa di TK Yos Sudarso Majenang. Anak-anak merasa lebih dekat dengan gurunya karena dapat berinteraksi secara langsung dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan motivator selama proses kegiatan. Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah sebagai bentuk komitmen terhadap pembelajaran aktif dan menyenangkan. Setelah kegiatan selesai, anak-anak membersihkan peralatan yang digunakan bersama-sama dengan bimbingan guru. Hal ini melatih mereka untuk menjaga kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara. Para siswa kemudian membawa pulang sebagian hasil masakan mereka untuk diperlihatkan kepada orang tua. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak-anak karena dapat menghasilkan sesuatu dengan tangan sendiri. Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin dengan tema dan menu berbeda. Cooking class Sonic Chicken menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak TK Yos Sudarso Majenang. Melalui kegiatan sederhana ini, nilai edukatif, sosial, dan emosional dapat tumbuh bersamaan secara alami.

Read More
14 Nov
0

GEBYAR BKSN 2025 SD MARIA IMMACULATA CILACAP

Pada hari Kamis, 9 Oktober 2025, SD Maria Immaculata Cilacap menyelenggarakan kegiatan Gebyar Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 dengan penuh semangat. Seluruh siswa, guru, serta beberapa perwakilan orang tua turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut. Tema BKSN tahun ini adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup”, yang mengajak seluruh peserta didik untuk semakin mengenal dan mengasihi Tuhan melalui pembaruan diri dalam relasi dengan sesama. Kegiatan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Katolik, dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah. Para guru menekankan bahwa BKSN bukan sekadar acara tahunan, tetapi kesempatan untuk mendalami sabda Tuhan secara nyata. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir acara. Lagu-lagu rohani dinyanyikan bersama untuk menciptakan suasana yang penuh sukacita dan kekeluargaan. Dalam suasana penuh kebersamaan itu, guru mengajak siswa untuk membaca Kitab Suci secara bergantian sesuai dengan tema tahun ini. Setiap kelas turut mempersiapkan diri dengan menampilkan kreativitas dan kekompakan mereka. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk menghayati firman Tuhan dan memahami pentingnya memperbarui relasi dengan Tuhan serta sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi pembukaan dan renungan bersama, acara dilanjutkan dengan berbagai lomba bertema BKSN 2025 yang diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai tingkat kelas. Jenis lomba yang diadakan meliputi paduan suara, cerdas cermat rohani, membaca Kitab Suci, mewarnai gambar, dan menghafal surat pendek. Setiap lomba diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta yang telah berlatih sebelumnya di bawah bimbingan para guru. Suasana aula terasa hidup dan meriah ketika kelompok paduan suara tampil membawakan lagu rohani dengan harmoni yang indah. Sementara itu, peserta lomba cerdas cermat tampak serius menjawab pertanyaan seputar isi Kitab Suci dengan cepat dan tepat. Di sisi lain, siswa kelas rendah tampak bersemangat mewarnai gambar bertema iman dengan warna-warna cerah dan penuh makna. Lomba membaca Kitab Suci diikuti dengan khidmat dan menjadi momen reflektif bagi seluruh peserta yang hadir. Siswa yang mengikuti lomba menghafal surat pendek menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengingat dan melafalkan ayat dengan lancar. Guru memberikan apresiasi kepada setiap peserta yang berani tampil dan berusaha menampilkan yang terbaik. Kegiatan lomba berlangsung dengan tertib, penuh keceriaan, dan semangat kebersamaan antar kelas. Melalui perlombaan ini, nilai sportivitas dan kerja sama antar siswa semakin tumbuh kuat.

Kegiatan Gebyar BKSN 2025 di SD Maria Immaculata Cilacap diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba dan pemberian hadiah kepada para juara. Guru dan kepala sekolah memberikan apresiasi atas usaha dan semangat seluruh peserta yang telah memeriahkan acara dengan penuh antusiasme. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan BKSN merupakan sarana penting untuk menumbuhkan iman dan membentuk karakter anak-anak agar mencintai sabda Tuhan. Ia juga menegaskan bahwa tema “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam sikap saling menghormati dan membantu sesama di lingkungan sekolah maupun rumah. Anak-anak tampak bahagia menerima hadiah dan pujian atas hasil kerja keras mereka. Para guru berharap semangat religius yang tumbuh melalui kegiatan ini tidak berhenti pada perayaan, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah seluruh kegiatan selesai, acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Seluruh siswa kemudian melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan atas Gebyar BKSN 2025 yang penuh makna ini.

Read More
29 Okt
0

SMA YOS SUDARSO MAJENANG RAYAKAN HARI SANTRI NASIONAL DENGAN SEMANGAT DAN KREATIVITAS

SMA Yos Sudarso Majenang memperingati Hari Santri Nasional pada tanggal 23 Oktober 2025 dengan suasana yang meriah dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk menumbuhkan semangat religius dan nasionalisme di kalangan peserta didik. Acara peringatan diselenggarakan di lingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh kelas. Beragam kegiatan dan lomba diadakan untuk memeriahkan perayaan tersebut. Jenis lomba yang diselenggarakan meliputi lomba kaligrafi, sambung ayat, dan fashion show bernuansa Islami. Setiap kelas berpartisipasi dengan antusias dan menampilkan karya terbaik mereka. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan nilai seni dan spiritualitas. Siswa menunjukkan kreativitas tinggi dalam membuat karya kaligrafi dan menampilkan busana Islami. Lomba sambung ayat mengasah kemampuan hafalan serta pemahaman terhadap Al-Qur’an. Guru dan staf sekolah turut berperan aktif dalam mempersiapkan serta mendampingi para peserta. Kepala sekolah memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh siswa yang telah menunjukkan semangat luar biasa. Acara berlangsung tertib, meriah, dan diwarnai suasana penuh persaudaraan. Semangat gotong royong dan kebersamaan terasa kuat di antara peserta dan panitia. Peringatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter yang menanamkan nilai iman dan tanggung jawab.

Dewan juri yang menilai perlombaan pada kegiatan Hari Santri Nasional terdiri dari tiga orang dengan latar belakang pendidikan dan pelayanan yang beragam. Mereka memberikan penilaian secara objektif dan profesional berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Para juri juga memberikan masukan yang membangun agar setiap peserta dapat belajar dari pengalaman lomba. Adapun dewan juri dalam kegiatan ini adalah:

  • 1. Pak Iskandar Apriono, S.Pd.
  • 2. Sr. Elda da Consiaso Mendoca, GMNI
  • 3. Elizabeth Selvia Krisnandari, S.Pd.

Penilaian dilakukan dengan cermat pada setiap kategori lomba untuk memastikan hasil yang adil dan transparan. Lomba kaligrafi menampilkan karya dengan nilai estetika tinggi dan makna religius yang mendalam. Lomba sambung ayat menguji ketepatan dan kefasihan dalam melanjutkan bacaan Al-Qur’an. Sementara lomba fashion show menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan perpaduan antara nilai Islami dan kreativitas busana. Berikut daftar pemenang dari masing-masing kategori lomba:


Lomba Kaligrafi:

  • Juara 1: Natasya (X Fase E2)
  • Juara 2: Toto (XI Fase F2)


Lomba Sambung Ayat:

  • Juara 1: Khikmah (X Fase E2)
  • Juara 2: Seunis (X Fase E3)


Lomba Fashion Show:

  • Juara 1: Kayana & Mona (X Fase E3)
  • Juara 2: Wita & Devitasari (XI Fase F1)

Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di SMA Yos Sudarso Majenang menjadi bukti nyata bahwa nilai keagamaan dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk menghargai keindahan dalam seni kaligrafi dan memahami makna spiritual dalam hafalan ayat suci. Fashion show bernuansa Islami juga membuktikan bahwa nilai religius bisa diekspresikan dengan cara yang modern dan positif. Guru berharap kegiatan ini menumbuhkan rasa cinta terhadap nilai-nilai keislaman dan meningkatkan kepekaan sosial antar siswa. Acara ini juga mempererat hubungan antar kelas melalui semangat kebersamaan dan persaingan sehat. Banyak siswa merasa bangga dapat ikut serta dalam kegiatan yang membawa suasana baru di sekolah. Kepala sekolah berkomitmen untuk menjadikan kegiatan seperti ini sebagai agenda rutin setiap tahun. Nilai yang ditanamkan tidak hanya religius, tetapi juga mencakup disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab. Partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah menjadi bukti keberhasilan kegiatan ini. Peringatan Hari Santri bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan sarana pembentukan karakter siswa. Acara diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh kegiatan. Suasana haru dan bahagia terlihat dari wajah para peserta dan guru. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang akan dikenang oleh seluruh warga SMA Yos Sudarso Majenang. Melalui peringatan ini, semangat santri hidup dan tumbuh di hati seluruh siswa sebagai bagian dari perjalanan pendidikan yang bermakna.

Read More
06 Okt
0

PEMKAB CILACAP DAN YAYASAN MINOMARTANI KOLABORASI DENGAN CHILDFUND UNTUK PROGRAM PERLINDUNGAN ANAK TAHUN 2025–2026

Cilacap, 29 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Sekretariat Daerah menggelar rapat bersama Yayasan Minomartani (YSBS) dengan dukungan ChildFund International dan Forum Ramah Anak. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap pada Senin, 29 September 2025 ini membahas penyusunan rencana kerja tahunan (RKT) dan kolaborasi program perlindungan anak untuk tahun 2025–2026. Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPBD, hingga PMI dan Kementerian Agama.

Unit kerja YSBS, Minomartani bersama ChildFund telah mendampingi masyarakat di beberapa desa pesisir Cilacap yang dahulu dikenal sebagai wilayah termiskin. Kawasan tersebut awalnya berupa rumah-rumah berdiri di atas air laguna. Melalui program padat karya pangan, yayasan bersama warga membawa lumpur untuk membentuk daratan, memperkeras jalan tanah dengan batu, dan memperbaikinya hingga akhirnya pemerintah dapat membangun jalan beton (cor). Selain itu, program ini juga dilengkapi pembangunan saluran dan pintu air agar saat banjir dapat mengalirkan sedimen ke tanah yang rendah dan jadi sawah. Keberhasilan ini melahirkan kepercayaan masyarakat sehingga program infrastruktur dapat berlanjut menjadi program sosial, khususnya terkait pengasuhan anak. Salah satu masalah utama yang ditemukan adalah pola asuh anak yang keras, penuh kekerasan fisik maupun verbal, dan bahkan pelecehan emosional.

HASIL SURVEI MINOMARTANI MENGUNGKAP FAKTA MENGEJUTKAN:

  1. 95% orang tua mengaku memarahi anak 5–6 kali sehari.
  2. 85% anak sering mendapat tamparan.

Pelecehan emosional dan verbal dianggap lumrah, misalnya anak laki-laki yang nakal diikat di tiang dan dijemur berjam-jam. Saat ditanya soal pelecehan seksual, mayoritas responden memilih diam. Kebiasaan ini diterima sebagai hal wajar, bahkan anak-anak tidak melarikan diri karena jika kabur mereka akan ditenggelamkan oleh bapa sendiri (water boarding).

Untuk mengatasi hal tersebut, Yayasan Minomartani dengan dukungan ChildFund menyusun modul Pengasuhan Responsif (Stage 1) untuk usia 0-5 tahun dan Pengasuhan Positif (Stage 2) untuk usia 5-15 tahun. Program ini mengajarkan orang tua, khususnya ibu, untuk berkomunikasi secara positif dengan anak tanpa kekerasan. Contoh sederhana yang diajarkan adalah mengganti kata-kata marah dengan komunikasi positif:

Alih-alih membentak, ibu diajak untuk berkata: “Maaf nak, ibu sedang sibuk. Bisakah kamu membantu ibu membuatkan teh?” Setelah anak membantu, orang tua diajarkan untuk mengucapkan terima kasih dan memberi pujian.

Metode ini terbukti memberi dampak panjang. Setiap minggu, para ibu berkumpul untuk melaporkan keberhasilan dan kesulitan mereka. Hasilnya, setelah beberapa bulan, pola asuh berubah drastis: kekerasan menurun, anak lebih dihargai, dan bapak-bapak ikut belajar mendidik tanpa kekerasan.

Dalam rapat bersama Pemkab Cilacap, diputuskan bahwa program pengasuhan responsif yang semula hanya berjalan di 5 desa percontohan akan diperluas ke 265 desa dan 15 kelurahan di Kabupaten Cilacap. Sejumlah OPD mendukung program ini, di antaranya:

  1. Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap: komitmen untuk memfasilitasi koordinasi.
  2. Dinas Sosial dan DP3A: berkolaborasi dengan program Desa Ramah Anak (DRPA), PKK, BKB, dan Posyandu.
  3. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda): menyinergikan dengan rencana pembangunan daerah.
  4. Dinas Pendidikan: mendukung program Ayah Mengajar dan Positive Parenting Goes to School.
  5. Bakesbangpol: mengaitkan dengan ketahanan bangsa dan nilai-nilai kebangsaan.

Program ini juga mendapat dukungan dari komunitas lintas agama. Misalnya, di Desa Ujung Gagak terdapat 30 pelatih pengasuhan, terdiri dari umat 1 Katolik dan 29 Muslim. Hal ini membuktikan bahwa program tersebut membangun “Kerajaan Allah” tanpa harus menuntut orang menjadi Katolik, tetapi menekankan nilai kemanusiaan, cinta kasih, dan visi Yesus tentang keluarga yang utuh. Visi ini sejalan dengan ajaran Yesus dimana visi adalah Impian dan misi adalah strategi untuk mewujudkan impian tersebut. Gereja dipandang bukan untuk dirinya sendiri, melainkan sebagai sakramen Kerajaan Allah di tengah masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah, yayasan berharap seluruh desa di Cilacap dapat mengadopsi modul pengasuhan responsif dan positif, sehingga terwujud Keluarga Ramah Anak, Tempat Ibadah Ramah Anak, Sekolah Ramah Anak, Desa Ramah Anak, dan kader sukarelawan di setiap desa. Dengan demikian, kasus kekerasan anak dapat ditangani secara cepat, responsif, dan menyeluruh.

Read More
22 Sep
0

PERTEMUAN ROMO CAROLUS, O.M.I BESERTA INVESTOR DARI AUSTRALIA BERTEMU DENGAN BUPATI CILACAP

Wakil Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyampaikan optimismenya terkait peluang besar bagi Kabupaten Cilacap untuk berkembang. Optimisme tersebut lahir dari pemanfaatan dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Intan agar menjadi pelabuhan internasional. Menurut Ammy, Cilacap memiliki potensi besar yang bisa dimaksimalkan melalui fasilitas pelabuhan. Hal ini diungkapkan usai dirinya mengikuti paparan para investor yang berminat menanamkan modal di Cilacap. Kesempatan tersebut menjadi awal pembahasan rencana besar pengembangan pelabuhan.

Paparan peluang investasi berlangsung di ruang Sekda Kabupaten Cilacap pada Rabu, 3 September. Sejumlah investor hadir dan menyampaikan ketertarikannya pada potensi Cilacap. Mereka di antaranya adalah Monotech dari Singapura, Rexline, dan SWIRE Shipping. Acara tersebut juga dihadiri Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Pj Sekretaris Daerah Sadmoko Danardono. Selain itu, turut hadir para Kepala OPD, Pelindo, Bea Cukai, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Romo Carolus O.M.I  serta Akademi Maritim Nusantara (AMN).

Ammy menjelaskan bahwa secara geografis Cilacap memiliki posisi strategis karena berada di jalur tengah Jawa. Lokasi ini juga dekat dengan berbagai wilayah lain sehingga memudahkan akses distribusi. Namun, kondisi Pelabuhan Tanjung Intan saat ini masih berbeda dengan pelabuhan besar lainnya. Ia mencontohkan pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Semarang, dan Surabaya yang sudah terbuka luas. Pelabuhan Tanjung Intan dinilai masih perlu pengembangan agar bisa bersaing.

Dalam pertemuan tersebut, Ammy mempertanyakan kemungkinan penggunaan Pelabuhan Tanjung Intan sebagai lokasi pendaratan kapal internasional. Mereka menyinggung shipment dari negara seperti Australia, Singapura, Kanada, hingga India. Para Investor menjawab bahwa pelabuhan Cilacap sebenarnya memenuhi syarat untuk kapal besar. Kedalaman laut serta dermaga dinilai sudah layak digunakan. Selain itu, fasilitas bea cukai dan karantina juga sudah tersedia di lokasi.

Ammy menegaskan bahwa lebih banyak komoditas luar negeri sebetulnya bisa masuk melalui Pelabuhan Tanjung Intan. Hal ini dinilai akan memberi keuntungan besar bagi Cilacap dan wilayah sekitarnya. Pelabuhan yang lebih terbuka akan memudahkan masuknya berbagai barang impor. Dengan begitu, Cilacap bisa menjadi salah satu pintu masuk utama komoditas dari luar negeri. Para Investor juga menanyakan kemungkinan barang atau komoditi apa saja yang bisa ditawarkan oleh Cilacap untuk bisa dibawa  atau di jual di Australia. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan dukungan kebijakan dan investasi yang tepat.

Menurut Ammy, peluang yang terbuka akan berpengaruh pada munculnya komoditas unggulan di Cilacap. Selain itu, potensi tersebut juga dapat menciptakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru. Pemerintah Kabupaten Cilacap berencana segera berkoordinasi dengan Pelindo untuk membahas langkah konkret. Koordinasi ini diperlukan agar pengembangan pelabuhan berjalan sesuai aturan. Dengan begitu, potensi besar pelabuhan bisa segera diwujudkan.

Ammy menambahkan bahwa pertemuan dengan Pelindo nantinya akan difokuskan pada dua hal penting. Pertama adalah mengetahui status komoditas yang selama ini boleh masuk melalui Pelabuhan Tanjung Intan. Kedua adalah menyesuaikan dengan rencana para investor yang ingin memasukkan berbagai jenis komoditas baru. Jika ada komoditas tambahan, maka perizinan perlu segera ditindaklanjuti. Dengan langkah ini, barang-barang tersebut bisa resmi masuk ke Cilacap melalui pelabuhan.

Apabila Pelabuhan Tanjung Intan terbuka sebagai gerbang internasional, maka distribusi barang akan lebih efisien. Barang dari luar negeri bisa langsung masuk dan didistribusikan ke wilayah-wilayah sekitar Cilacap. Ammy menyebut wilayah tersebut antara lain Jawa Barat, Kebumen, Pangandaran, hingga Ciamis. Efisiensi ini akan mengurangi biaya distribusi darat. Hal tersebut lebih murah dibandingkan distribusi yang harus melalui Jakarta atau Surabaya.

Ammy menegaskan bahwa jika pelabuhan berkembang, maka akan ada penambahan fasilitas terminal. Hal ini serupa dengan kondisi di Pelabuhan Tanjung Priok. Penambahan terminal berarti ada peningkatan aktivitas dan kebutuhan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja akan meningkat seiring berkembangnya kegiatan di pelabuhan. Dengan begitu, pengembangan pelabuhan berkontribusi pada penurunan angka pengangguran di Cilacap.

Lebih lanjut, Ammy menyatakan harapannya agar Pelindo mendukung rencana besar ini. Menurutnya, dukungan penuh dari Pelindo sangat diperlukan untuk mewujudkan Cilacap sebagai daerah yang lebih maju. Dengan pengembangan yang baik, Cilacap bisa sejajar dengan kota-kota besar yang memiliki pelabuhan internasional. Ia optimis Cilacap dapat berkembang menjadi lebih modern. Visi yang dibawanya adalah menjadikan Cilacap sebagai “Cilacapolitan.”

Sebagai penutup, Ammy menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan Cilacap melalui pengembangan Pelabuhan Tanjung Intan. Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja sama dengan baik. Kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat diyakini akan membawa dampak positif besar. Dengan langkah nyata, Cilacap bisa benar-benar menjadi pintu gerbang internasional. Harapan ini menjadi motivasi untuk terus memperjuangkan pengembangan pelabuhan demi kemajuan daerah.

Read More
22 Sep
0

Tim Band Rebana Kecamatan Sidareja Raih Juara 3 MAPSI Tingkat Kabupaten Cilacap, Siswa SD Pius Sidareja Ikut Berperan

Pada hari ini, di Kecamatan Patimuan, berlangsung kegiatan Lomba MAPSI tingkat Kabupaten Cilacap. MAPSI sendiri merupakan singkatan dari Mata Pelajaran dan Seni Islami. Lomba ini diikuti oleh berbagai perwakilan dari kecamatan-kecamatan yang ada di Cilacap. Salah satu cabang lomba yang dipertandingkan adalah tim Band Rebana atau Hadroh. Acara ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk menampilkan bakat seni islami mereka.

Dari Kecamatan Sidareja, tim Band Rebana ikut serta dalam lomba MAPSI tingkat Kabupaten tersebut. Tim ini beranggotakan siswa-siswa yang memiliki keterampilan dalam musik islami. Dalam ajang ini, dua anak dari SD Pius Sidareja dipercaya untuk ikut tampil bersama tim Sidareja. Peran mereka sangat penting karena menempati posisi instrumen utama dalam musik rebana. Keduanya menunjukkan dedikasi dan keberanian dalam ajang besar ini.

Salah satu anak dari peserta SD Pius Sidareja dipercaya menjadi drummer. Perannya di panggung sangat vital, karena drum menjadi pengatur ritme utama dalam permainan rebana. Dengan semangat dan ketelitian, ia mampu memberikan irama yang stabil. Hal ini mendukung kekompakan tim saat tampil di depan juri. Kepercayaan yang diberikan membuktikan bahwa bakat siswa tersebut diakui.

Selain drummer, ada juga satu anak dari SD Pius Sidareja yang tampil sebagai pemain keyboard. Posisi keyboard memberikan nuansa melodi yang indah dan harmonis. Dalam penampilan tim, suara keyboard berhasil menambah variasi dan keindahan musik rebana. Anak ini menunjukkan keterampilan yang baik dalam memainkan instrumennya. Kontribusinya membuat penampilan tim semakin hidup dan menarik.

Kedua anak dari SD Pius Sidareja ini tampil bersama anggota lain dari Kecamatan Sidareja. Mereka menunjukkan kerja sama yang baik selama penampilan berlangsung. Walaupun berasal dari sekolah yang berbeda, mereka mampu menyatu dalam harmoni musik islami. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam lomba MAPSI tingkat Kabupaten. Dukungan dari sekolah dan keluarga tentu menjadi penyemangat utama bagi mereka.

Hasil dari lomba MAPSI tingkat Kabupaten di Patimuan akhirnya diumumkan. Tim Band Rebana dari Kecamatan Sidareja berhasil meraih juara 3. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, baik bagi tim maupun sekolah yang ikut berkontribusi. Juara 3 di tingkat Kabupaten menunjukkan bahwa kemampuan musik islami para siswa sangat diperhitungkan. Prestasi ini menjadi bukti kerja keras semua pihak yang terlibat.

Bagi SD Pius Sidareja, prestasi ini juga sangat berarti. Dua siswanya ikut mengharumkan nama sekolah melalui ajang bergengsi tingkat Kabupaten. Dengan tampil sebagai drummer dan keyboardist, mereka membuktikan kualitas pendidikan seni di sekolah tersebut. Hal ini sekaligus menambah deretan prestasi yang membanggakan. Sekolah tentu merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada siswanya.

Pihak keluarga pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Dalam pesan singkatnya, orang tua siswa meminta doa kepada bapak dan ibu guru atas keikutsertaan anak-anak dalam lomba MAPSI. Rasa syukur tersebut diungkapkan dengan tulus karena anak-anaknya bisa ikut serta di ajang bergengsi ini. Mereka menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan pengalaman berharga bagi anak-anak. Dukungan doa dari para guru dianggap sangat penting dalam perjuangan tersebut.

Selain itu, keluarga juga menjelaskan bahwa salah satu anak yang lebih kecil diminta untuk membantu tim Band Hadroh. Anak tersebut menempati posisi drummer yang sangat menentukan jalannya musik. Sementara itu, anak yang lebih besar mengisi posisi keyboard. Kedua posisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mereka memang diandalkan oleh tim Kecamatan Sidareja. Keterlibatan ini membuat keluarga semakin bangga atas anak-anaknya.

Lomba MAPSI sendiri memang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat seni islami. Melalui cabang Band Rebana, para siswa belajar menyalurkan kemampuan musik dalam nuansa religius. Ajang ini juga memberikan pengalaman tampil di depan umum dan dilihat oleh banyak orang. Bagi siswa SD Pius Sidareja, pengalaman ini akan menjadi pelajaran yang tak terlupakan. Keberanian tampil di tingkat Kabupaten tentu menjadi modal berharga untuk masa depan.

Prestasi juara 3 yang diraih tim Sidareja menjadi motivasi untuk terus berlatih. Walaupun belum meraih juara 1, keberhasilan di posisi ketiga tetap patut diapresiasi. Apalagi lomba ini melibatkan banyak peserta dari kecamatan lain di Cilacap. Dengan semangat belajar dan latihan, bukan tidak mungkin prestasi yang lebih tinggi bisa diraih di masa mendatang. Capaian ini adalah langkah awal yang sangat baik.

Secara keseluruhan, keberhasilan tim Band Rebana Kecamatan Sidareja membawa pulang juara 3 merupakan hasil kerja sama semua pihak. Dari sekolah, guru, orang tua, hingga siswa yang berlatih dengan tekun. Peran dua siswa dari SD Pius Sidareja sebagai drummer dan keyboardist memberi warna tersendiri dalam penampilan. Prestasi ini menjadi kebanggaan untuk sekolah dan keluarga. Selain itu, kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa bakat seni islami di Kabupaten Cilacap terus berkembang dengan baik. Mari kita ucapkan selamat kepada Faynata Wijaya kelas 4 SD  (drummer) dan Fay Dominica kelas 5 SD (keyboard) atas prestasinya yang mengharumkan nama sekolah.

Read More
15 Sep
0

PEMBERIAN BEASISWA BERPRESTASI BAGI DUA SISWA SMP YOS SUDARSO JERUKLEGI DARI BANK ARTHA RAHAYU

Dalam rangka menyambut Hari Menabung yang jatuh pada tanggal 20 Agustus, Bank Arta Rahayu menyelenggarakan kegiatan pemberian beasiswa prestasi kepada siswa-siswi berprestasi dari berbagai sekolah dengan bantuan dari berbagai sumber donatur. Salah satu sekolah yang menerima penghargaan tersebut adalah SMP Yos Sudarso Jeruklegi. Pada acara yang berlangsung hari ini, dua siswa dari SMP Yos Sudarso Jeruklegi secara resmi menerima beasiswa prestasi dari Bank Arta Rahayu. Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik dan semangat menabung para siswa.

Kedua siswa tersebut menerima beasiswa dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1.200.000,-. Dana tersebut diharapkan dapat membantu para siswa dalam membiayai keperluan sekolah serta mendorong semangat belajar mereka ke depan. Dalam momen penyerahan beasiswa, hadir berbagai pihak penting yang menunjukkan dukungan terhadap program ini. Di sisi kanan tampak Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dari Purwokerto yang turut hadir dan memberikan sambutan motivasi bagi para siswa.

Sementara itu, di sisi kiri tampak perwakilan dari Pemerintah Kabupaten yang mengenakan baju putih. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pentingnya edukasi keuangan sejak usia dini, termasuk melalui kegiatan menabung dan penghargaan prestasi. Pimpinan Bank Arta Rahayu, yang mengenakan pakaian biru, secara langsung menyerahkan bantuan beasiswa tersebut kepada dua siswa SMP Yos Sudarso Jeruklegi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bank dalam mendukung dunia pendidikan.

“Program ini menjadi bagian dari edukasi keuangan serta bentuk nyata apresiasi kami kepada generasi muda yang berprestasi,” ujar pimpinan Bank Arta dalam sambutannya. Pihak sekolah menyambut baik pemberian beasiswa ini. Menurut salah satu guru pendamping, bantuan ini sangat bermanfaat bagi siswa dan keluarganya. “Nggih, Ibu. Beasiswa ini sangat membantu, terutama untuk meringankan biaya sekolah,” ujarnya dengan penuh syukur.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap prestasi siswa, tetapi juga sebagai momen penting untuk menanamkan semangat menabung dan kemandirian finansial sejak dini. SMP Yos Sudarso Jeruklegi pun merasa bangga atas pencapaian siswanya.Dengan adanya dukungan dari lembaga keuangan, pemerintah, dan OJK, diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dan menjangkau lebih banyak siswa di berbagai daerah.

Read More
15 Sep
0

APEL PAGI BAPAK BABINSA KUSTO BERSAMA SISWA DAN SISWI SMA YOS SUDARSO MAJENANG TENTANG DEMOKRATIS YANG BERTANGGUNG JAWAB

Pada apel pagi SMA Yos Sudarso Majenang, pembina apel menyampaikan pokok-pokok arahan dengan tema “Penyampaian Pendapat Secara Demokratis dan Bertanggung Jawab Dalam Kerangka Penguatan Pendidikan Karakter.” Acara ini diawali dengan salam pembuka dan ucapan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Pembina apel menyampaikan rasa syukur karena seluruh peserta apel masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk berkumpul pada pagi yang cerah. Hal tersebut disebut sebagai wujud kebahagiaan bersama yang patut dijaga. Semangat tersebut juga diyakini akan membantu siswa mempersiapkan masa depan Indonesia yang gemilang.

Dalam sambutannya, pembina apel yakni Bp. Babinsa Kusto, mengaku berbahagia dapat kembali berada di tengah-tengah siswa. Ia mengenang masa ketika masih menjadi seorang murid, yang disebut sebagai momen indah dan harus disyukuri. Menurutnya, keberhasilan sebagai murid dan kualitas kelulusan yang hebat akan mempermudah jalan meraih cita-cita. Oleh karena itu, siswa diminta memanfaatkan waktu belajar dengan efektif, cerdas, dan unggul. Hal ini ditegaskan agar setiap murid mampu mengukir masa depan yang lebih baik.

Topik utama apel pagi ini adalah menyikapi kondisi penyampaian pendapat melalui unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu terakhir. Pembina apel menjelaskan bahwa penyampaian pendapat tidak dilarang oleh negara karena merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, hak tersebut harus dilakukan secara benar dan bertanggung jawab. Sekolah pun tidak melarang siswa menyampaikan pendapat selama dilakukan dalam ruang lingkup yang tepat. Contoh praktiknya antara lain saat pemilihan pengurus OSIS, perencanaan program kelas, maupun diskusi yang dibimbing guru.

Pembina apel menekankan bahwa penyampaian pendapat di muka umum juga tidak dilarang. Meski demikian, hal itu diatur agar tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Setiap penyampaian pendapat harus tetap disampaikan secara benar dan bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan bahwa tugas utama murid adalah belajar, sehingga cara penyampaian pendapat harus sesuai dengan tingkat kedewasaan. Dengan begitu, siswa tidak bergeser orientasinya dari belajar yang menjadi bekal masa depan.

Beberapa waktu belakangan, muncul ajakan untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa, termasuk kepada para siswa. Pembina apel menegaskan bahwa bagi siswa hal tersebut belum waktunya. Dari sisi usia, siswa dinilai belum memiliki kedewasaan untuk mengambil tindakan terukur dalam demonstrasi. Karena itu, siswa diimbau tidak mudah terpancing dengan ajakan semacam itu. Ia menekankan bahwa siswa harus fokus belajar, menjadi teladan, dan membentengi diri dengan sikap serta perilaku terpuji.

Dalam arahannya, pembina apel juga menyinggung pemanfaatan teknologi informasi. Siswa diminta memanfaatkan perkembangan teknologi, terutama gadget dan smartphone, untuk menambah ilmu pengetahuan. Namun, penggunaan perangkat komunikasi harus dilakukan secara hati-hati dan bijaksana. Siswa diminta memilih konten yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Ia menegaskan agar teknologi tidak digunakan sebagai instrumen yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disebut menempatkan pendidikan sebagai program prioritas pembangunan. Pendidikan dipandang sebagai instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Melalui pendidikan, siswa akan memiliki bekal menatap masa depan gemilang. Karena itu, siswa diminta tekun belajar dan melaksanakan tiga kunci keberhasilan sebagai murid. Tiga kunci tersebut adalah berbakti kepada orang tua, memiliki disiplin diri yang kuat, serta patuh dan hormat kepada guru dan warga sekolah.

Pada kunci pertama, pembina apel menjelaskan pentingnya berbakti kepada orang tua. Restu orang tua dianggap sebagai kunci utama gerbang keberhasilan. Dengan restu tersebut, siswa diyakini akan memiliki keseimbangan dengan semesta. Kunci kedua adalah disiplin diri yang kuat. Disiplin akan membantu siswa memetakan tahapan tujuan, mengatur waktu secara seimbang, serta patuh terhadap norma hukum, agama, dan sosial.

Selanjutnya, kunci ketiga adalah patuh dan hormat kepada guru serta warga sekolah lainnya. Guru dan tenaga kependidikan disebut sebagai orang tua kedua yang mendampingi siswa selama hampir tujuh jam di sekolah. Karena itu, siswa wajib menanamkan sikap saling mengasihi, menghormati, dan menghargai sesama warga sekolah. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan pergaulan yang sehat. Dengan penerapan tiga kunci keberhasilan tersebut, siswa diharapkan dapat mencapai cita-cita dengan lebih mudah.

Pembina apel juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesungguhan siswa dalam melanjutkan studi di sekolah pilihan mereka. Siswa diminta menjadi teladan kebaikan di manapun berada. Ia menegaskan bahwa para siswa patut dibanggakan karena akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Jawa Tengah sendiri tercatat memiliki 866 SMA, 1.539 SMK, dan 188 SLB negeri maupun swasta. Jumlah siswa mencapai 1.290.494 anak dengan didampingi lebih dari 72 ribu guru.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta tenaga administrasi. Mereka dinilai telah menyiapkan siswa untuk menjadi putra terbaik bangsa. Pembina apel menitipkan agar pendidikan di sekolah selalu memuliakan murid dalam suasana penuh kegembiraan. Dalam arahannya, ia menyelipkan kutipan dari James E. Faust tentang cinta orang tua kepada anaknya. Dikatakan bahwa kasih orang tua melampaui kepedulian terhadap hidup itu sendiri dan tetap ada meskipun menghadapi kekecewaan.

Menutup apel pagi, pembina mengajak siswa membangun komitmen untuk tidak terprovokasi ajakan demonstrasi. Ia mengajak siswa berjanji untuk belajar dengan tekun, patuh pada peraturan sekolah, serta siap menjadi teladan di masyarakat. Selain itu, siswa juga diajak menjaga ketertiban bersama. Pertanyaan-pertanyaan motivatif dilontarkan agar siswa semakin bersemangat. Apel pagi pun ditutup dengan ucapan terima kasih dan salam penutup.

Read More
08 Sep
0

SMAK SANTO EUGENIUS LAKUKAN ANJANGSANA KE AMN USAI MENGHADIRI TAHBISAN IMAM PASTOR PAIMAN, OMI

Pada tanggal 2 Agustus 2025, SMAK St. Eugenius melaksanakan kegiatan anjangsana ke Akademi Maritim Nusantara (AMN). Kegiatan ini dilakukan sesaat setelah rombongan pulang dari menghadiri acara tahbisan imam Pastor Paiman, OMI. Anjangsana ini dipimpin langsung oleh Romo Damianus, OMI, yang turut mendampingi para guru dan siswa dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Romo Damianus membawa semangat kekeluargaan dan kebersamaan dalam kegiatan rohani dan edukatif ini.

Para peserta anjangsana terdiri dari siswa-siswi SMAK St. Eugenius beserta beberapa guru pendamping. Mereka memanfaatkan momen ini sebagai sarana untuk mempererat relasi, sekaligus mengenal lebih dekat lingkungan Asrama Mahasiswa Nusantara. Acara tahbisan yang dihadiri sebelumnya merupakan momen penting bagi keluarga besar OMI, khususnya bagi Pastor Paiman, OMI yang ditahbiskan sebagai imam. Keterlibatan SMAK St. Eugenius dalam acara tersebut menunjukkan kedekatan dan dukungan mereka terhadap panggilan hidup membiara.

Setelah mengikuti tahbisan, rombongan melanjutkan perjalanan dengan suasana hati yang penuh sukacita ke AMN. Di sana, mereka diterima dengan hangat oleh para penghuni asrama dan sempat berbincang serta berbagi pengalaman. Kegiatan anjangsana ini menjadi momen reflektif sekaligus memperkaya wawasan siswa tentang kehidupan komunitas dan semangat kebersamaan lintas latar belakang yang ada di AMN.

Romo Damianus dalam kesempatan tersebut juga memberikan wejangan rohani dan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat dalam belajar, mendalami iman, serta terbuka terhadap pengalaman baru di luar lingkungan sekolah. Guru-guru yang turut hadir pun mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang membawa nilai-nilai sosial, spiritual, dan kebersamaan. Dengan semangat yang dibawa dari acara tahbisan serta pengalaman berinteraksi di AMN, rombongan SMAK St. Eugenius kembali dengan hati yang gembira dan penuh inspirasi untuk terus berkembang sebagai pribadi yang utuh dan peduli terhadap sesama.

Read More