Blog

15 Sep
0

APEL PAGI BAPAK BABINSA KUSTO BERSAMA SISWA DAN SISWI SMA YOS SUDARSO MAJENANG TENTANG DEMOKRATIS YANG BERTANGGUNG JAWAB

Pada apel pagi SMA Yos Sudarso Majenang, pembina apel menyampaikan pokok-pokok arahan dengan tema “Penyampaian Pendapat Secara Demokratis dan Bertanggung Jawab Dalam Kerangka Penguatan Pendidikan Karakter.” Acara ini diawali dengan salam pembuka dan ucapan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Pembina apel menyampaikan rasa syukur karena seluruh peserta apel masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk berkumpul pada pagi yang cerah. Hal tersebut disebut sebagai wujud kebahagiaan bersama yang patut dijaga. Semangat tersebut juga diyakini akan membantu siswa mempersiapkan masa depan Indonesia yang gemilang.

Dalam sambutannya, pembina apel yakni Bp. Babinsa Kusto, mengaku berbahagia dapat kembali berada di tengah-tengah siswa. Ia mengenang masa ketika masih menjadi seorang murid, yang disebut sebagai momen indah dan harus disyukuri. Menurutnya, keberhasilan sebagai murid dan kualitas kelulusan yang hebat akan mempermudah jalan meraih cita-cita. Oleh karena itu, siswa diminta memanfaatkan waktu belajar dengan efektif, cerdas, dan unggul. Hal ini ditegaskan agar setiap murid mampu mengukir masa depan yang lebih baik.

Topik utama apel pagi ini adalah menyikapi kondisi penyampaian pendapat melalui unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu terakhir. Pembina apel menjelaskan bahwa penyampaian pendapat tidak dilarang oleh negara karena merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, hak tersebut harus dilakukan secara benar dan bertanggung jawab. Sekolah pun tidak melarang siswa menyampaikan pendapat selama dilakukan dalam ruang lingkup yang tepat. Contoh praktiknya antara lain saat pemilihan pengurus OSIS, perencanaan program kelas, maupun diskusi yang dibimbing guru.

Pembina apel menekankan bahwa penyampaian pendapat di muka umum juga tidak dilarang. Meski demikian, hal itu diatur agar tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Setiap penyampaian pendapat harus tetap disampaikan secara benar dan bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan bahwa tugas utama murid adalah belajar, sehingga cara penyampaian pendapat harus sesuai dengan tingkat kedewasaan. Dengan begitu, siswa tidak bergeser orientasinya dari belajar yang menjadi bekal masa depan.

Beberapa waktu belakangan, muncul ajakan untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa, termasuk kepada para siswa. Pembina apel menegaskan bahwa bagi siswa hal tersebut belum waktunya. Dari sisi usia, siswa dinilai belum memiliki kedewasaan untuk mengambil tindakan terukur dalam demonstrasi. Karena itu, siswa diimbau tidak mudah terpancing dengan ajakan semacam itu. Ia menekankan bahwa siswa harus fokus belajar, menjadi teladan, dan membentengi diri dengan sikap serta perilaku terpuji.

Dalam arahannya, pembina apel juga menyinggung pemanfaatan teknologi informasi. Siswa diminta memanfaatkan perkembangan teknologi, terutama gadget dan smartphone, untuk menambah ilmu pengetahuan. Namun, penggunaan perangkat komunikasi harus dilakukan secara hati-hati dan bijaksana. Siswa diminta memilih konten yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Ia menegaskan agar teknologi tidak digunakan sebagai instrumen yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disebut menempatkan pendidikan sebagai program prioritas pembangunan. Pendidikan dipandang sebagai instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Melalui pendidikan, siswa akan memiliki bekal menatap masa depan gemilang. Karena itu, siswa diminta tekun belajar dan melaksanakan tiga kunci keberhasilan sebagai murid. Tiga kunci tersebut adalah berbakti kepada orang tua, memiliki disiplin diri yang kuat, serta patuh dan hormat kepada guru dan warga sekolah.

Pada kunci pertama, pembina apel menjelaskan pentingnya berbakti kepada orang tua. Restu orang tua dianggap sebagai kunci utama gerbang keberhasilan. Dengan restu tersebut, siswa diyakini akan memiliki keseimbangan dengan semesta. Kunci kedua adalah disiplin diri yang kuat. Disiplin akan membantu siswa memetakan tahapan tujuan, mengatur waktu secara seimbang, serta patuh terhadap norma hukum, agama, dan sosial.

Selanjutnya, kunci ketiga adalah patuh dan hormat kepada guru serta warga sekolah lainnya. Guru dan tenaga kependidikan disebut sebagai orang tua kedua yang mendampingi siswa selama hampir tujuh jam di sekolah. Karena itu, siswa wajib menanamkan sikap saling mengasihi, menghormati, dan menghargai sesama warga sekolah. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan pergaulan yang sehat. Dengan penerapan tiga kunci keberhasilan tersebut, siswa diharapkan dapat mencapai cita-cita dengan lebih mudah.

Pembina apel juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesungguhan siswa dalam melanjutkan studi di sekolah pilihan mereka. Siswa diminta menjadi teladan kebaikan di manapun berada. Ia menegaskan bahwa para siswa patut dibanggakan karena akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Jawa Tengah sendiri tercatat memiliki 866 SMA, 1.539 SMK, dan 188 SLB negeri maupun swasta. Jumlah siswa mencapai 1.290.494 anak dengan didampingi lebih dari 72 ribu guru.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta tenaga administrasi. Mereka dinilai telah menyiapkan siswa untuk menjadi putra terbaik bangsa. Pembina apel menitipkan agar pendidikan di sekolah selalu memuliakan murid dalam suasana penuh kegembiraan. Dalam arahannya, ia menyelipkan kutipan dari James E. Faust tentang cinta orang tua kepada anaknya. Dikatakan bahwa kasih orang tua melampaui kepedulian terhadap hidup itu sendiri dan tetap ada meskipun menghadapi kekecewaan.

Menutup apel pagi, pembina mengajak siswa membangun komitmen untuk tidak terprovokasi ajakan demonstrasi. Ia mengajak siswa berjanji untuk belajar dengan tekun, patuh pada peraturan sekolah, serta siap menjadi teladan di masyarakat. Selain itu, siswa juga diajak menjaga ketertiban bersama. Pertanyaan-pertanyaan motivatif dilontarkan agar siswa semakin bersemangat. Apel pagi pun ditutup dengan ucapan terima kasih dan salam penutup.

Read More
08 Sep
0

SMAK SANTO EUGENIUS LAKUKAN ANJANGSANA KE AMN USAI MENGHADIRI TAHBISAN IMAM PASTOR PAIMAN, OMI

Pada tanggal 2 Agustus 2025, SMAK St. Eugenius melaksanakan kegiatan anjangsana ke Akademi Maritim Nusantara (AMN). Kegiatan ini dilakukan sesaat setelah rombongan pulang dari menghadiri acara tahbisan imam Pastor Paiman, OMI. Anjangsana ini dipimpin langsung oleh Romo Damianus, OMI, yang turut mendampingi para guru dan siswa dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Romo Damianus membawa semangat kekeluargaan dan kebersamaan dalam kegiatan rohani dan edukatif ini.

Para peserta anjangsana terdiri dari siswa-siswi SMAK St. Eugenius beserta beberapa guru pendamping. Mereka memanfaatkan momen ini sebagai sarana untuk mempererat relasi, sekaligus mengenal lebih dekat lingkungan Asrama Mahasiswa Nusantara. Acara tahbisan yang dihadiri sebelumnya merupakan momen penting bagi keluarga besar OMI, khususnya bagi Pastor Paiman, OMI yang ditahbiskan sebagai imam. Keterlibatan SMAK St. Eugenius dalam acara tersebut menunjukkan kedekatan dan dukungan mereka terhadap panggilan hidup membiara.

Setelah mengikuti tahbisan, rombongan melanjutkan perjalanan dengan suasana hati yang penuh sukacita ke AMN. Di sana, mereka diterima dengan hangat oleh para penghuni asrama dan sempat berbincang serta berbagi pengalaman. Kegiatan anjangsana ini menjadi momen reflektif sekaligus memperkaya wawasan siswa tentang kehidupan komunitas dan semangat kebersamaan lintas latar belakang yang ada di AMN.

Romo Damianus dalam kesempatan tersebut juga memberikan wejangan rohani dan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat dalam belajar, mendalami iman, serta terbuka terhadap pengalaman baru di luar lingkungan sekolah. Guru-guru yang turut hadir pun mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang membawa nilai-nilai sosial, spiritual, dan kebersamaan. Dengan semangat yang dibawa dari acara tahbisan serta pengalaman berinteraksi di AMN, rombongan SMAK St. Eugenius kembali dengan hati yang gembira dan penuh inspirasi untuk terus berkembang sebagai pribadi yang utuh dan peduli terhadap sesama.

Read More
08 Sep
0

PRESTASI MEMBANGGAKAN, SMA YOS SUDARSO MAJENANG BAWA PULANG JUARA 3 GERAK JALAN PUTRI

SMA Yos Sudarso Majenang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat kecamatan. Dalam ajang lomba gerak jalan putri kategori SMA, SMK, dan MA, tim sekolah ini berhasil meraih juara 3. Prestasi tersebut diumumkan dalam rangkaian kegiatan HUT RI ke-80 yang dilaksanakan di Kecamatan Majenang. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, guru, maupun para siswi yang berpartisipasi. Foto kemenangan tersebut diabadikan bersama guru pendamping dan seluruh tim putri.

Dalam foto yang dibagikan, terlihat tujuh siswi SMA Yos Sudarso Majenang berpose dengan penuh semangat. Mereka tampil mengenakan seragam merah marun yang dipadukan dengan jilbab abu-abu. Di tengah barisan, seorang guru berdiri mendampingi sambil ikut berbangga atas pencapaian anak didiknya. Salah satu siswi tampak memegang piala juara 3, sedangkan siswi lainnya membawa piagam penghargaan. Ekspresi bahagia dan bangga tergambar jelas dari wajah seluruh anggota tim.

Tim putri SMA Yos Sudarso Majenang ini tercatat dengan nomor peserta 056. Nama-nama siswi yang terlibat juga ditampilkan dengan jelas pada poster penghargaan. Mereka adalah Wika Yuliana, Alvina Layla, Fitri Handayani, Khikmah Awwalul, Sofa Anisatun, Ikah Restiani, dan Nathasya Alieya. Ketujuh siswi ini menjadi perwakilan sekolah yang berhasil menampilkan kedisiplinan dan kekompakan dalam lomba. Nama mereka akan selalu dikenang sebagai bagian dari tim yang membawa pulang piala kehormatan.

Kegiatan gerak jalan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80. Lomba ini digelar di tingkat kecamatan Majenang dengan melibatkan berbagai sekolah. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah untuk menguji kekompakan dan ketahanan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme. SMA Yos Sudarso Majenang memanfaatkan kesempatan ini dengan mengirimkan tim putri terbaiknya. Hasilnya, mereka mampu membuktikan kualitas dengan menyabet juara ketiga.

Ucapan selamat dan sukses juga terpampang jelas dalam publikasi yang dibuat oleh pihak sekolah. Kata-kata “Selamat & Sukses” ditulis besar sebagai bentuk apresiasi terhadap tim putri. Dukungan moral ini menunjukkan bahwa sekolah selalu menghargai jerih payah para siswanya. Prestasi yang diraih bukan hanya milik individu, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar SMA Yos Sudarso Majenang. Dengan begitu, semangat kebersamaan semakin terasa erat.

Pada bagian bawah poster, terlihat dengan jelas informasi mengenai lomba. Tertulis bahwa SMA Yos Sudarso Majenang berhasil meraih “Juara 3 Gerak Jalan SMA/SMK/MA Putri”. Penegasan ini memperkuat bahwa prestasi tersebut bukan sekadar partisipasi, melainkan pencapaian yang diakui secara resmi. Informasi ini juga memberi gambaran kepada masyarakat tentang kualitas kegiatan siswa-siswi sekolah tersebut. Dengan demikian, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi angkatan berikutnya.

Pihak sekolah secara khusus menampilkan identitas tim putri dengan lengkap. Nama-nama peserta dituliskan dalam daftar agar publik mengenal para siswi yang berjuang. Dengan begitu, setiap anggota tim mendapat apresiasi yang sama tanpa terkecuali. Daftar nama ini juga menjadi bukti transparansi bahwa pencapaian adalah hasil kerja sama tim. Semangat ini selaras dengan nilai kebersamaan yang selalu dijunjung di lingkungan SMA Yos Sudarso Majenang.

Dalam dokumentasi, selain piala, juga tampak sertifikat atau piagam penghargaan yang diperoleh. Sertifikat tersebut dibawa oleh salah satu siswi di sisi kanan guru pendamping. Hal ini menunjukkan bahwa panitia lomba memberikan bukti resmi atas prestasi yang diraih. Kehadiran piagam menambah nilai kebanggaan sekaligus menjadi dokumentasi sekolah. Benda ini akan menjadi bukti sejarah pencapaian tim di tahun peringatan HUT RI ke-80.

Tidak hanya siswa, guru pendamping juga turut serta dalam momen foto kemenangan. Sosok guru berdiri di tengah dengan penuh wibawa mendampingi para siswi. Keberadaan guru dalam dokumentasi memperlihatkan pentingnya peran pendidik dalam mendukung kegiatan siswa. Guru tidak hanya memberikan bimbingan akademik, tetapi juga memberikan motivasi dalam kegiatan non-akademik seperti lomba. Hal ini membuktikan bahwa prestasi siswa adalah hasil dukungan menyeluruh dari sekolah.

Identitas resmi sekolah juga diperlihatkan dengan logo SMA Yos Sudarso Majenang di sudut kiri atas poster. Logo tersebut menegaskan bahwa publikasi ini berasal dari lembaga pendidikan terkait. Selain itu, nama sekolah ditulis jelas sebagai bentuk branding positif di masyarakat. Logo dan nama sekolah menjadi simbol penting dalam setiap kegiatan yang diikuti siswa. Hal ini memperkuat citra SMA Yos Sudarso Majenang sebagai sekolah yang aktif dan berprestasi.

Untuk memperluas jangkauan informasi, publikasi juga mencantumkan akun media sosial resmi sekolah. Akun tersebut meliputi Facebook dengan nama “Yos_Majenang”, Instagram dengan akun “smayos_majenang”, dan YouTube dengan kanal “SMA YOSMA Official”. Kehadiran akun media sosial ini menunjukkan bahwa sekolah memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan informasi. Dengan begitu, masyarakat luas dapat mengikuti perkembangan dan prestasi sekolah secara langsung. Hal ini juga memberi ruang interaksi antara sekolah dengan publik.

Prestasi juara 3 gerak jalan ini menjadi langkah awal yang baik untuk memacu semangat siswa-siswi SMA Yos Sudarso Majenang. Dengan adanya penghargaan ini, sekolah semakin berkomitmen untuk mendukung siswanya di berbagai bidang. Para siswi yang tergabung dalam tim putri telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan kekompakan. Dukungan sekolah melalui publikasi “Selamat & Sukses” menjadi motivasi tambahan untuk terus berprestasi. Capaian ini sekaligus menjadi persembahan indah dalam perayaan HUT RI ke-80 di Kecamatan Majenang.

Read More
03 Sep
0

Inovasi Desa Sidasari Ubah Kambing Jadi ‘Mesin ATM’ Hidup bagi Keluarga

Genta Jaya: Ketika Literasi Keuangan Berkembang dari Sebuah Kandang Kambing

Di Desa Sidasari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, sebuah inisiatif cerdas lahir dari refleksi atas kegagalan masa lalu. Kelompok Genta Jaya hadir bukan hanya sebagai pengelola ternak, tetapi sebagai perwujudan nyata dari semangat gotong royong dan pembelajaran kolektif.

Dari Pelajaran Menabung ke Praktek Nyata

Kelompok ini diprakarsai oleh tokoh masyarakat sebagai bagian dari implementasi program Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK). Salah satu modulnya mengajarkan pentingnya menabung. Melalui ternak kambing, anak dan keluarga belajar bahwa hewan ternak adalah sebuah “tabungan hidup” yang berharga. Pengalaman pahit menjadi pelajaran berharga; program ternak yang dikelola secara individu kerap gagal karena kambing cepat terjual dengan berbagai alasan. Genta Jaya lahir untuk memutus siklus ini.

Bersatu untuk Keberlanjutan: Model Kolaborasi yang Efektif

Berdasarkan kesepakatan, 54 ekor induk kambing untuk 54 keluarga penerima manfaat dikelola secara kolektif. Mereka membentuk 6 sub-kelompok (Genta Jaya 1 hingga 6) yang masing-masing beranggotakan 8-9 orang dengan seorang koordinator. Setiap anggota memiliki satu induk kambing, dan tanggung jawab pemeliharaannya diatur secara bersama. Model ini memastikan akuntabilitas, kontrol sosial, dan pembelajaran yang berkelanjutan di antara anggota.

Pilar Kesuksesan: Dukungan Sistemik dan Pendampingan

Kesuksesan Genta Jaya bukanlah sebuah kebetulan. Ia dibangun di atas tiga pilar utama:

  1. Dukungan Pemerintah Desa: Keberhasilan model kolaborasi ini mendapatkan respon positif dari Pemerintah Desa Sidasari. Buktinya, kelompok ini mendapat alokasi Anggaran Desa (APBDes) untuk pembuatan kandang komunal dan pinjaman lahan desa untuk dijadikan “Bank Pakan”, sebuah lahan khusus untuk menanam pakan ternak guna menjamin keberlanjutan usaha.
  2. Pendampingan Ahli: Kelompok ini didampingi oleh pelopor ternak setempat, Bapak Nano, yang menjadi sumber ilmu dan motivasi. Koordinator dan anggota secara rutin berkonsultasi mengenai cara efektif merawat kambing, pencegahan penyakit, dan strategi pengembangan.
  3. Model Kolektif yang Tangguh: Sistem kelompok mampu menahan tekanan ekonomi individu. Ketika satu anggota ingin menjual kambingnya, prosesnya harus melalui musyawarah kelompok, sehingga fungsi kambing sebagai “tabungan” benar-benar terjaga untuk jangka panjang.

Dampak yang Melampaui Kandang: Menjadi Model Ketahanan Pangan Desa

Keberhasilan Genta Jaya telah menjadi inspirasi. Model ini kini direplikasi oleh kelompok-kelompok ternak baru di desa yang juga didanai oleh APBDes. Penerima manfaatnya adalah warga dari Program Keluarga Harapan (PKH), yang menunjukkan bagaimana program sosial dan ekonomi dapat bersinergi.

Genta Jaya telah menjelma menjadi salah satu andalan program ketahanan pangan Desa Sidasari. Mereka tidak hanya menabung untuk masa depan keluarga masing-masing, tetapi juga bersama-sama membangun ketahanan ekonomi desa yang lebih kokoh, dimulai dari kandang kambing mereka.

“Dari Sidasari untuk Indonesia: Ketahanan pangan dimulai dari semangat gotong royong, satu kandang yang dikelola bersama”. (Kristina Widayanti – Person In Charge Program Protection)

Penulis : Mino Martani

Read More
03 Sep
0

Wujudkan Generasi Sehat dan Berdaya, Mino Martani YSBS dan ChildFund International Salurkan Bantuan Paket Kebersihan untuk Anak

Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) dengan penuh syukur dan kebanggaan mengumumkan telah diselenggarakannya program penyerahan bantuan paket alat keperluan mandi kepada anak-anak di berbagai sekolah yang berada di bawah naungan YSBS. Program kemanusiaan yang penuh makna ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Unit Mino Martani YSBS dan ChildFund International di Indonesia, yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan anak-anak.

Bantuan yang disalurkan bukan hanya berupa barang, tetapi merupakan simbol dari kepedulian dan dukungan nyata untuk masa depan generasi penerus bangsa. Setiap paket berisi berbagai perlengkapan kebersihan dasar seperti sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi, handuk, dan lain-lain, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak dalam menjaga kebersihan dan kesehatan diri.

Kegiatan penyerahan yang berlangsung hangat dan penuh keceriaan ini diterima langsung oleh para siswa beserta para guru dan perwakilan sekolah. Diharapkan, bantuan ini dapat:

  • Meningkatkan kesadaran akan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini di lingkungan sekolah.
  • Meringankan beban ekonomi keluarga sehingga dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lainnya.
  • Mendorong semangat belajar anak-anak, karena kondisi tubuh yang bersih dan sehat adalah fondasi untuk konsentrasi dan prestasi yang optimal.
  • Memperkuat nilai-nilai kepedulian dan berbagi di dalam komunitas.

Beberapa sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut adalah: (1) SMP PIUS Sidareja, (2) SD PIUS Sidareja, (3) TK Yos Sudarso Gandrungmangu, (4) SMP Yos Sudarso Gandrungmangu, (5) Panti Asuhan Sidareja, (6) Anak-anak Papua SMA Yos Sudarso Cilacap (Asrama).

Keberhasilan program ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi berbagai pihak dapat menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Yayasan Sosial Bina Sejahtera Sejahtera (YSBS) melalui unit karyanya yaitu Unit Mino Martani mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ChildFund International di Indonesia atas kepercayaan dan kerjasamanya yang luar biasa.

Terima kasih juga kepada seluruh donatur, relawan, dan pihak sekolah yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan lancar. Mari kita terus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan menyenangkan bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Bersama, kita wujudkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan berkarakter (Albertus Indarno – Asisten Sponsorship Unit Karya Mino Martani – YSBS).

ditulis oleh Bapak Albertus Indarno – Asisten Sponsorship Unit Karya Mino Martani – YSBS

Read More
28 Agu
0

SMP MARIA IMMACULATA CILACAP GELAR ANBK TAHUN 2025

Pada tanggal 25–26 Agustus 2025, SMP Maria Immaculata Cilacap menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kegiatan ini merupakan program resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. ANBK bertujuan untuk mengukur mutu pendidikan pada satuan pendidikan, bukan lagi menilai capaian individu siswa. Oleh karena itu, pelaksanaan ANBK menjadi momen penting bagi sekolah dalam mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sejak pagi, para siswa peserta ANBK sudah hadir dengan penuh semangat. Mereka diarahkan oleh panitia menuju ruang laboratorium komputer yang telah ditata rapi dengan perangkat komputer dan jaringan internet yang siap digunakan. Panitia dari SMP Maria Immaculata memastikan segala persiapan teknis berjalan dengan baik. Mulai dari pengecekan perangkat, pengaturan ruangan, hingga pendampingan teknis bagi peserta telah dilakukan jauh hari sebelumnya.

“ANBK menjadi kesempatan bagi kita untuk terus berbenah. Fokusnya bukan pada hasil semata, tapi bagaimana sekolah mampu mengembangkan proses belajar yang lebih baik,” ujarnya. Selama dua hari pelaksanaan, siswa-siswi mengikuti tes dengan jadwal yang sudah ditentukan. ANBK tahun 2025 mencakup asesmen literasi membaca, survei karakter, numerasi, dan survei lingkungan belajar.

Para guru pengawas yang bertugas mendampingi siswa juga telah mendapatkan pengarahan khusus agar pelaksanaan berjalan tertib sesuai standar. Hari pertama ANBK, suasana ruang ujian berlangsung tenang. Siswa tampak fokus mengerjakan soal-soal literasi dan survei karakter dengan menggunakan komputer.

Sementara itu, hari kedua diisi dengan numerasi dan survei lingkungan belajar. Kegiatan ini memberi gambaran mengenai kondisi nyata yang dirasakan siswa dalam lingkungan sekolah. Pihak sekolah berharap hasil ANBK dapat menjadi dasar evaluasi untuk menguatkan kualitas pembelajaran, hubungan antarwarga sekolah, serta meningkatkan kenyamanan lingkungan belajar.

Selama pelaksanaan, jaringan internet dan perangkat komputer berjalan lancar. Panitia teknis tetap siaga untuk mengantisipasi segala kemungkinan kendala teknis yang bisa muncul. Kehadiran para siswa dalam mengikuti ANBK menunjukkan kesungguhan mereka untuk berkontribusi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Guru-guru pendamping juga memberikan motivasi dan dukungan penuh kepada siswa agar mengerjakan soal dengan jujur, tenang, dan percaya diri. Salah satu siswa mengaku senang mengikuti ANBK, karena selain menguji kemampuan, ia juga merasa terbiasa menggunakan komputer dalam kegiatan belajar.

Selain itu, kegiatan ANBK juga memperkuat keterampilan digital siswa, sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman di era teknologi saat ini. Di akhir kegiatan, Kepala Sekolah menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, guru, dan siswa yang telah bekerja sama sehingga pelaksanaan ANBK 2025 di SMP Maria Immaculata Cilacap berjalan lancar.

Dengan terselenggaranya ANBK tahun 2025 ini, SMP Maria Immaculata Cilacap meneguhkan komitmennya untuk terus memberikan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman. Semoga hasil ANBK dapat menjadi dorongan nyata bagi sekolah dalam meningkatkan prestasi serta membentuk generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Read More
28 Agu
0

WORKSHOP TATA KELOLA ASET TETAP YSBS DIGELAR, BAHAS INVENTARISASI HINGGA TRANSPARANSI

Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola keuangan dan aset. Pada Selasa, 19 Agustus 2025, digelar Workshop Tata Kelola Aset Tetap yang berlangsung di Gedung AMN, Cilacap. Kegiatan ini lahir dari temuan audit laporan keuangan konsolidasi YSBS tahun 2022 dan 2023. Hasil audit menunjukkan masih banyak kekeliruan dalam pencatatan, pembukuan, dan pengelolaan aset tetap di berbagai unit karya.

Atas dasar rekomendasi auditor, diputuskan untuk menyelenggarakan workshop sehari. Tujuannya adalah menciptakan keseragaman dalam pengelolaan, identifikasi, pencatatan, dan pembukuan aset tetap di seluruh unit karya di bawah YSBS. Menurut panitia, pentingnya workshop ini adalah memastikan seluruh unit memiliki data aset yang akurat dan terkelola dengan baik. Data yang valid sangat diperlukan untuk mendukung operasional serta pengambilan keputusan yang efektif.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal YSBS dalam mencegah potensi kerugian akibat salah kelola aset. Dengan inventarisasi yang tepat, risiko kehilangan dan pemborosan dapat diminimalisir secara signifikan. Workshop diikuti oleh para pegawai yang bertanggung jawab dalam pengelolaan aset tetap, khususnya Bagian srana prasana unit karya dalam naungan yayasan sosial bina sejahtera serta staf akuntansi. Bersama peserta lain yang tertarik mendalami inventarisasi aset.

Acara dimulai pukul 09.00 dengan pembukaan dan doa, dipandu oleh Ibu Arient. Suasana khidmat terasa sejak awal, menandai pentingnya kegiatan ini bagi keberlangsungan tata kelola aset  tetap di YSBS. Setelah itu, peserta diperkenalkan pada konsep dasar inventarisasi. Materi awal mencakup pengertian inventaris, jenis-jenis inventaris, serta perbedaan inventaris dengan stok.

Pemaparan materi dilakukan oleh Pak Agus selaku Narasumber dan Sdr.Dian sebagai Moderator. Dalam Workshop ini juga dijelaskan tentang manfaat inventarisasi bagi unit karya, termasuk kaitannya dengan perencanaan jangka panjang. Pada sesi berikutnya, peserta dibekali pemahaman tentang proses inventarisasi. Langkah-langkah yang dipelajari mencakup identifikasi aset, pencatatan detail, hingga pemeliharaan data inventaris.

Sebagai contoh praktis, panitia menampilkan format daftar inventaris menggunakan aplikasi sederhana seperti Excel. Hal ini diharapkan dapat langsung diaplikasikan oleh peserta di unit masing-masing. Setelah penyampaian materi, peserta diajak praktik langsung membuat daftar inventaris sesuai unit. Latihan ini dipandu oleh Ibu Arientatmi dan Dian, sehingga peserta dapat mencoba dan bertanya langsung bila menemui kendala.

Sesi istirahat makan siang (ISHOMA) dilaksanakan pukul 12.00. Panitia menyediakan konsumsi lengkap berupa snack, air mineral, dan makan siang bagi seluruh 50 peserta. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman, sekaligus mencari solusi dari kendala yang sering muncul di lapangan.

Moderator memastikan setiap pertanyaan terjawab dengan baik. Banyak peserta yang mengaku terbantu karena masalah teknis yang mereka hadapi ternyata juga dialami oleh unit lain. Pada pukul 13.30, kegiatan ditutup dengan sesi mosi dan penegasan keputusan. Penutupan dipandu oleh Pak Agus, Ibu Arientatmi, dan Dian, yang menekankan kembali pentingnya tindak lanjut dari workshop ini.

Output utama kegiatan ini adalah setiap unit karya mampu menyusun daftar inventaris aset tetap yang akurat dan mutakhir. Daftar tersebut diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan terkait perbaikan, penggantian, maupun penghapusan aset. Pelaksanaan workshop ini dilakukan secara swakelola oleh tim yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Yayasan. Seluruh pembiayaan ditanggung yayasan sebagai bentuk pendampingan resmi terhadap unit kerja. Monitoring dari kegiatan workshop ini akan dilakukan sesuai kesepakatan yang dibuat workshop ini.

Workshop ini disusun oleh Wahyu Dianingrum selaku Staf Keuangan YSBS, dan Agustinus Christianus Dongowea sebagai Koordinator Keuangan YSBS. Kegiatan tersebut mendapat persetujuan langsung dari Romo C.P. Burrows, OMI selaku Ketua YSBS. Dengan terselenggaranya workshop ini, YSBS berharap seluruh unit karya mampu lebih disiplin, transparan, dan akuntabel dalam mengelola aset tetap. Semangat perubahan ini diharapkan berlanjut demi meningkatkan mutu layanan dan profesionalitas yayasan.

Read More
25 Agu
0

SEMANGAT HARI PRAMUKA! SMP YOS SUDARSO GANDRUNGMANGU GELAR CAMPING 2 HARI 1 MALAM DI SEKOLAH

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-63, SMP Yos Sudarso Gandrungmangu menyelenggarakan kegiatan camping selama dua hari satu malam pada tanggal 14 hingga 15 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX.

Sejak pagi tanggal 14 Agustus, peserta sudah memadati halaman sekolah dengan membawa perlengkapan kemah masing-masing. Suasana penuh semangat dan keceriaan terasa sejak awal, dengan teriakan yel-yel dari setiap regu yang menyemarakkan suasana pembukaan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SMP Yos Sudarso Gandrungmangu, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya semangat kepramukaan dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan cinta tanah air.

Setelah upacara pembukaan, peserta mulai mendirikan tenda di halaman sekolah dengan dibimbing para pembina dan kakak-kakak panitia. Proses ini menjadi ajang kerja sama dan kekompakan antaranggota regu. Pada siang harinya, peserta mengikuti kegiatan pelatihan tali-temali dan PBB (Peraturan Baris Berbaris), yang dibawakan oleh pembina pramuka sekolah. Meski cuaca cukup panas, semangat peserta tak surut mengikuti setiap instruksi.

Menjelang sore, diadakan lomba antar regu berupa estafet air, lari bendera, dan merangkai sandi. Suasana kompetitif dan sportif sangat terasa, namun tetap dalam suasana yang menyenangkan. Malam harinya, peserta berkumpul di lapangan tengah untuk mengikuti kegiatan api unggun. Kobaran api unggun menyala tinggi diiringi lagu-lagu pramuka dan penampilan pentas seni dari tiap regu, seperti drama singkat, puisi, dan nyanyian.

Malam itu terasa hangat meski udara dingin menyelimuti. Satu per satu regu tampil dan menunjukkan kreativitasnya. Suasana kebersamaan begitu terasa, menyatukan peserta dari berbagai kelas dalam semangat pramuka. Setelah pentas seni, kegiatan dilanjutkan dengan renungan malam. Para peserta diajak untuk merenungkan nilai-nilai kepramukaan dan rasa syukur atas kebersamaan yang mereka alami. Banyak peserta yang merasa tersentuh dan termotivasi.

Pada pagi hari tanggal 15 Agustus, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama dan permainan lapangan yang melatih ketangkasan serta kerja tim. Sorak-sorai mewarnai seluruh rangkaian acara pagi itu. Setelah sarapan, para peserta mengikuti sesi motivasi tentang pentingnya semangat pramuka dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan gotong royong.

Menjelang siang, para peserta mulai membereskan tenda dan perlengkapan. Semua dilakukan dengan tertib dan rapi, sesuai prinsip dasar pramuka: meninggalkan tempat dalam keadaan bersih dan teratur. Sebelum kegiatan berakhir, diadakan upacara penutupan sekaligus pengumuman regu terbaik selama camping. Regu yang paling aktif, kompak, dan disiplin diberikan penghargaan berupa piagam dan hadiah kecil dari panitia.

Kepala sekolah kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan pembina yang telah menjadikan kegiatan ini berjalan lancar dan penuh makna. Beliau berharap semangat pramuka terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Camping ini menjadi salah satu pengalaman berharga bagi siswa-siswi SMP Yos Sudarso Gandrungmangu. Banyak dari mereka yang merasa lebih dekat dengan teman-teman dan belajar banyak hal baru dari kegiatan ini.

Panitia pelaksana yang terdiri dari guru dan alumni juga mengapresiasi antusiasme para siswa. Kerja sama yang baik antara panitia dan peserta membuat seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan meriah. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai dasar pramuka seperti kemandirian, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan.

Dengan diselenggarakannya camping dalam rangka Hari Pramuka ini, SMP Yos Sudarso Gandrungmangu membuktikan komitmennya dalam mendidik siswa tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan di tahun-tahun berikutnya, dan semangat kepramukaan tetap hidup dalam diri setiap siswa, sebagai generasi muda harapan bangsa.

Penulis : Gladys – Doc.Seketariat YSBS @2025

Read More
25 Agu
0

ROMO CAROLUS PIMPIN MISA PEMBUKAAN TAHUN AJARAN BARU DI AULA SMA YOS SUDARSO CILACAP

Pada hari Jumat, 8 Agustus 2025, suasana di SMA Yos Sudarso Cilacap terasa begitu khidmat dan penuh sukacita. Bertempat di aula sekolah, seluruh civitas akademika SMA Yos Sudarso mengikuti Misa Kudus dalam rangka pembukaan tahun ajaran baru. Misa tersebut dipimpin langsung oleh Romo Carolus, yang dikenal sebagai sosok imam yang hangat dan dekat dengan generasi muda. Kehadiran beliau memberikan semangat baru bagi para siswa dan guru dalam memulai perjalanan pendidikan tahun ini.

Sejak pagi, para siswa sudah mulai berdatangan dengan mengenakan seragam rapi. Mereka masuk ke aula dengan tertib, menempati kursi-kursi yang telah disiapkan oleh panitia liturgi sekolah. Aula disulap menjadi ruang misa yang indah dan sakral. Petugas liturgi dari siswa dan guru bekerja sama dengan sangat baik. Mulai dari koor, lektor, hingga pemazmur telah mempersiapkan diri sejak jauh hari untuk memberikan pelayanan terbaik dalam misa tersebut.

Misa dibuka dengan lagu pembukaan yang dinyanyikan secara penuh semangat oleh paduan suara siswa. Suara yang menggema di dalam aula menciptakan suasana yang damai dan menggetarkan hati. Dalam homilinya, Romo Carolus mengangkat tema tentang “harapan baru dalam tahun ajaran yang baru”. Ia mengajak para siswa untuk membuka hati, membuka pikiran, dan membuka diri terhadap pembelajaran serta pertemanan yang lebih baik.

Beliau juga menekankan pentingnya membangun karakter yang jujur, disiplin, dan penuh kasih. “Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tapi juga tempat tumbuh menjadi pribadi utuh,” ujar Romo Carolus. Para guru pun turut meresapi pesan-pesan yang disampaikan. Sebagai pendidik, mereka diingatkan kembali akan panggilan mereka untuk menjadi pendamping dan teladan bagi para siswa.

Doa-doa umat yang dipanjatkan pada misa ini mencakup harapan agar tahun ajaran baru ini berjalan dengan lancar, diberkati, serta penuh keberhasilan bagi seluruh warga sekolah. Setelah homili, misa dilanjutkan dengan liturgi ekaristi yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh hadirin. Para siswa, guru, dan staf tampak larut dalam suasana doa dan permenungan.

Misa penutup ditutup dengan lagu pujian yang membangkitkan semangat, seolah menjadi simbol awal perjalanan panjang yang akan mereka jalani bersama selama satu tahun ke depan. Setelah misa selesai, Romo Carolus menyempatkan diri untuk berfoto bersama para guru dan siswa di depan altar yang telah ditata secara sederhana namun anggun.

Kepala Sekolah SMA Yos Sudarso Cilacap menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya misa pembukaan ini. Beliau juga mengajak seluruh siswa untuk memulai tahun ajaran baru dengan semangat belajar yang tinggi dan karakter yang baik. Para siswa pun merasa bersyukur bisa memulai tahun ajaran dengan suasana rohani yang hangat dan menyentuh hati. “Rasanya jadi lebih semangat dan damai, karena disambut dengan misa seperti ini,” ujar salah satu siswa kelas XI.

Tak hanya siswa Katolik, siswa dari latar belakang agama lain juga hadir dan menghargai acara tersebut dengan penuh hormat, menandakan semangat toleransi yang tumbuh subur di lingkungan SMA Yos Sudarso. Panitia dari bidang kesiswaan dan pastoral sekolah menyatakan bahwa kegiatan misa pembukaan ini akan terus menjadi tradisi tahunan yang tak terpisahkan dari identitas sekolah.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, misa ini juga menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali tujuan pendidikan: membentuk insan yang cerdas secara intelektual dan bijak secara spiritual. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan penuh makna. Para siswa pulang dengan wajah cerah dan hati yang siap menyambut berbagai tantangan serta pengalaman di tahun ajaran 2025/2026 ini.

Dengan terselenggaranya misa pembukaan ini, SMA Yos Sudarso Cilacap meneguhkan kembali komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai Kristiani dalam proses pendidikan yang holistik dan transformatif. Semoga tahun ajaran yang baru ini menjadi perjalanan yang penuh berkat, prestasi, dan pertumbuhan bagi seluruh warga sekolah.

Read More
21 Agu
1

SEMANGAT NUSANTARA! TEMAN-TEMAN PACE TAMPIL MENAWAN DALAM KARNAVAL DI KECAMATAN SIDAREJA

Pagi ini, Selasa, 19 Agustus 2025, suasana di Kecamatan Sidareja terasa berbeda dari biasanya. Warga dan peserta karnaval memenuhi ruas jalan utama dengan penuh semangat merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia. Dalam barisan yang mencuri perhatian, tampak penampilan memukau dari teman-teman “Pace” yang tampil dengan busana khas Nusantara. Foto-foto persiapan yang diambil pagi hari ini memperlihatkan keseriusan dan antusiasme peserta dalam mempersiapkan diri untuk tampil di acara karnaval. Dengan mengenakan kostum tradisional lengkap, riasan wajah khas, dan hiasan kepala dari bulu burung, teman-teman Pace menunjukkan semangat persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.

Busana yang dikenakan didominasi warna cokelat alami dari bahan anyaman rumput, dipadukan dengan atasan hitam yang memperkuat kesan elegan namun tetap sederhana. Hiasan manik-manik, kalung dari cangkang laut, dan ikat kepala berbulu menjadikan penampilan mereka begitu autentik. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai peserta biasa, tetapi sebagai representasi dari kekayaan budaya Indonesia bagian timur, terutama dari daerah Papua. Semangat itu tergambar jelas dalam senyum, gerak, dan wajah mereka yang dilukis dengan garis-garis putih dan merah khas adat.

Salah satu foto menunjukkan tiga peserta berdiri bersama di depan tembok sekolah, bersandar dengan penuh percaya diri, menampilkan kesatuan dan kebanggaan dalam membawa identitas budaya mereka. Tampak mereka siap memberikan yang terbaik di hadapan masyarakat luas. Foto lainnya menangkap momen yang lebih akrab dengan  senyuman lebar, riasan wajah merah putih, dan pose penuh gaya dari peserta. Sorot mata yang berbinar dan tawa yang lepas mencerminkan betapa gembiranya mereka bisa menjadi bagian dari karnaval ini.

Riasan wajah mereka bukan sekadar hiasan, melainkan simbol perjuangan, kebanggaan, dan semangat juang yang diwarisi dari leluhur. Warna merah putih yang digores di pipi seolah menyatu dengan semangat nasionalisme yang berkobar di hati para peserta. Dengan membawa semangat Bhinneka Tunggal Ika, teman-teman Pace dari komunitas sekolah dan lingkungan sekitar ikut berpartisipasi aktif memeriahkan HUT RI kali ini. Keterlibatan mereka disambut hangat oleh penonton dan warga setempat.

Karnaval ini menjadi ajang bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk memperkuat identitas kebudayaan serta saling mengenal antara satu suku dengan lainnya. Penampilan peserta dari berbagai daerah menambah kekayaan visual dan nilai edukatif bagi penonton. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan sesi persiapan di sekolah atau pos masing-masing. Teman-teman Pace menata rias wajah, memasang kostum, dan saling membantu untuk memastikan semuanya rapi dan siap tampil. Kebersamaan mereka menciptakan suasana hangat dan kompak.

Dalam beberapa detik terakhir sebelum berangkat menuju rute karnaval, mereka menyempatkan diri berfoto bersama. Hasil jepretan ini menjadi bukti semangat dan kekompakan yang terjalin kuat di antara mereka. Kostum yang dikenakan dirancang dengan sentuhan khas budaya Papua, menggunakan bahan-bahan sederhana namun sarat makna. Rok rumbai dari serat alami menjadi elemen utama yang dipadukan dengan hiasan bulu, simbol keindahan dan ketangguhan.

Di antara para peserta, tampak ada yang mengenakan kalung berbahan kerang dan manik-manik, serta ikat kepala dengan rajutan kerang putih yang melingkari dahi menunjukkan bahwa detail dan kesungguhan dalam berpenampilan benar-benar diperhatikan. Meski cuaca cukup terik, tidak terlihat rasa lelah dari wajah mereka. Senyuman tetap merekah, bahkan saat menunggu giliran tampil di barisan karnaval. Mereka melambai, menyapa warga, dan tak ragu diajak berfoto oleh penonton.

Karnaval di Kecamatan Sdaradja memang dikenal meriah setiap tahunnya. Tahun ini, dengan partisipasi teman-teman Pace, nuansa kebhinekaan makin terasa kuat. Keikutsertaan mereka membawa warna tersendiri dalam barisan yang dipenuhi berbagai etnis dan adat. Masyarakat yang menyaksikan penampilan ini tampak antusias, banyak yang memberikan tepuk tangan, memotret, dan menyampaikan pujian atas keunikan kostum serta semangat yang ditampilkan. Kehadiran mereka menjadi simbol kebanggaan akan keberagaman Indonesia.

Guru-guru dan pembina dari sekolah asal para peserta juga turut bangga melihat murid-muridnya tampil percaya diri dan membawa budaya dengan anggun. Tidak sedikit dari mereka yang mengabadikan momen ini sebagai kenangan yang tak ternilai. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerahnya masing-masing. Karnaval bukan sekadar ajang pawai, tapi juga sarana pendidikan karakter dan kebangsaan.

Partisipasi aktif teman-teman Pace di karnaval ini membuktikan bahwa setiap anak bangsa memiliki ruang dan kesempatan untuk bersinar membawa pesan damai, persatuan, dan cinta tanah air lewat budaya. Dengan semangat “Indonesia Maju”, kegiatan ini diakhiri dengan meriah. Para peserta pulang dengan hati gembira, penuh kebanggaan, dan tentunya membawa kenangan manis yang akan terus terukir dalam ingatan mereka.

Penulis : Gladys – Doc.Seketariat YSBS @2025

Read More