Share this article

Perhatian Rm. Carolus kepada masyarakat nelayan dan petani di Kampung Laut Cilacap dimulai sejak awal masuk Cilacap sebagai misionaris. Sekitar tahun 1976, Rm. Carolus berjumpa dengan petani miskin yang kurus kering tubuhnya karena gagal panen. Rm. Carolus ke-mudian mengunjungi desa petani itu dan mendapati masyarakat desa yang kekurangan pangan.

Berbagai upaya dilakukan Rm. Carolus bersama Yayasan Bina Sejahtera (YSBS) untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Yayasan yang menjadi pintu karya sosial Rm. Carolus itu mendapat dukungan dari berbagai lembaga donor luar negeri “Tugas saya hanya mengemis,” ungkap Rm. Carolus di depan hadir-in di Studio Metro TV pada malam penghargaan kala itu tentang dukungan dana lembaga donor.

Pejabat yang hadir dan ikut menyerahkan penghargaan adalah Direktur Utama Pupuk Indonesia (Persero) Rahmat Pribadi, BBA, MPA, dan Sekjen Kementerian Pertanian Dr. Ir. Suwandi, M.Sc.

Sekitar 20 tahun terakhir, Rm. Carolus membantu masyarakat mencetak sawah. Karena pendangkalan laguna Segara Anakan yang cukup masif, muncul lahan-lahan baru. Lahan tersebut awalnya berupa rawa-rawa yang selalu terendam air.

Setiap musim hujan, sungai-sungai yang bermuara ke Segara Anakan selalu membuat permukiman baru di Kampung Laut kebanjiran. Penduduk setempat adalah nelayan yang perlahan-lahan beralih profesi menjadi petani. Untuk mengatasi banjir ini, dibuat tanggul sepanjang kiri-kanan sungai. Pada saat yang sama, dibuat kanal untuk jalan banjir-lumpur menuju lahan rendah. Dengan cara itulah, bersama ma-syarakat, Rm. Carolus telah mencetak sawah dengan luas lebih dari 1.500 hektare. Sawah-sawah tersebut sangat subur mengingat permukaan atasnya berisi endapan lumpur.

Sebagai imam, Rm. Carolus bukan hanya melayani umat di Gereja Paroki St. Stefanus Cilacap dan stasi stasinya. Ia juga aktif membantu ma-syarakat yang membutuhkan melalui karya sosialnya.

“Orang mungkin mengatakan, Gereja mengajar. Akan tetapi saya mengatakan Gereja mewartakan. Mewartakan kabar gembira dengan perbuatan,” kata Rm Carolus.

“Tanda kehadiran Kerajaan Allah adalah mereka yang haus menda-patkan minum, mereka yang asing mendapatkan tumpangan, mereka yang telanjang mendapatkan pakaian mereka yang sakit dilawat, yang ada di penjara dikunjungi,” tandas Rm Carolus.

Sumber: Utusan.net, “Merasakan Cahaya Tuhan”, No. 10, Tahun 76, Oktober 2026. Penulis asli: Sutriyono Robert.


Share this article