Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola keuangan dan aset. Pada Selasa, 19 Agustus 2025, digelar Workshop Tata Kelola Aset Tetap yang berlangsung di Gedung AMN, Cilacap. Kegiatan ini lahir dari temuan audit laporan keuangan konsolidasi YSBS tahun 2022 dan 2023. Hasil audit menunjukkan masih banyak kekeliruan dalam pencatatan, pembukuan, dan pengelolaan aset tetap di berbagai unit karya.
Atas dasar rekomendasi auditor, diputuskan untuk menyelenggarakan workshop sehari. Tujuannya adalah menciptakan keseragaman dalam pengelolaan, identifikasi, pencatatan, dan pembukuan aset tetap di seluruh unit karya di bawah YSBS. Menurut panitia, pentingnya workshop ini adalah memastikan seluruh unit memiliki data aset yang akurat dan terkelola dengan baik. Data yang valid sangat diperlukan untuk mendukung operasional serta pengambilan keputusan yang efektif.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal YSBS dalam mencegah potensi kerugian akibat salah kelola aset. Dengan inventarisasi yang tepat, risiko kehilangan dan pemborosan dapat diminimalisir secara signifikan. Workshop diikuti oleh para pegawai yang bertanggung jawab dalam pengelolaan aset tetap, khususnya Bagian srana prasana unit karya dalam naungan yayasan sosial bina sejahtera serta staf akuntansi. Bersama peserta lain yang tertarik mendalami inventarisasi aset.
Acara dimulai pukul 09.00 dengan pembukaan dan doa, dipandu oleh Ibu Arient. Suasana khidmat terasa sejak awal, menandai pentingnya kegiatan ini bagi keberlangsungan tata kelola aset tetap di YSBS. Setelah itu, peserta diperkenalkan pada konsep dasar inventarisasi. Materi awal mencakup pengertian inventaris, jenis-jenis inventaris, serta perbedaan inventaris dengan stok.

Pemaparan materi dilakukan oleh Pak Agus selaku Narasumber dan Sdr.Dian sebagai Moderator. Dalam Workshop ini juga dijelaskan tentang manfaat inventarisasi bagi unit karya, termasuk kaitannya dengan perencanaan jangka panjang. Pada sesi berikutnya, peserta dibekali pemahaman tentang proses inventarisasi. Langkah-langkah yang dipelajari mencakup identifikasi aset, pencatatan detail, hingga pemeliharaan data inventaris.
Sebagai contoh praktis, panitia menampilkan format daftar inventaris menggunakan aplikasi sederhana seperti Excel. Hal ini diharapkan dapat langsung diaplikasikan oleh peserta di unit masing-masing. Setelah penyampaian materi, peserta diajak praktik langsung membuat daftar inventaris sesuai unit. Latihan ini dipandu oleh Ibu Arientatmi dan Dian, sehingga peserta dapat mencoba dan bertanya langsung bila menemui kendala.
Sesi istirahat makan siang (ISHOMA) dilaksanakan pukul 12.00. Panitia menyediakan konsumsi lengkap berupa snack, air mineral, dan makan siang bagi seluruh 50 peserta. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman, sekaligus mencari solusi dari kendala yang sering muncul di lapangan.
Moderator memastikan setiap pertanyaan terjawab dengan baik. Banyak peserta yang mengaku terbantu karena masalah teknis yang mereka hadapi ternyata juga dialami oleh unit lain. Pada pukul 13.30, kegiatan ditutup dengan sesi mosi dan penegasan keputusan. Penutupan dipandu oleh Pak Agus, Ibu Arientatmi, dan Dian, yang menekankan kembali pentingnya tindak lanjut dari workshop ini.
Output utama kegiatan ini adalah setiap unit karya mampu menyusun daftar inventaris aset tetap yang akurat dan mutakhir. Daftar tersebut diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan terkait perbaikan, penggantian, maupun penghapusan aset. Pelaksanaan workshop ini dilakukan secara swakelola oleh tim yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Yayasan. Seluruh pembiayaan ditanggung yayasan sebagai bentuk pendampingan resmi terhadap unit kerja. Monitoring dari kegiatan workshop ini akan dilakukan sesuai kesepakatan yang dibuat workshop ini.
Workshop ini disusun oleh Wahyu Dianingrum selaku Staf Keuangan YSBS, dan Agustinus Christianus Dongowea sebagai Koordinator Keuangan YSBS. Kegiatan tersebut mendapat persetujuan langsung dari Romo C.P. Burrows, OMI selaku Ketua YSBS. Dengan terselenggaranya workshop ini, YSBS berharap seluruh unit karya mampu lebih disiplin, transparan, dan akuntabel dalam mengelola aset tetap. Semangat perubahan ini diharapkan berlanjut demi meningkatkan mutu layanan dan profesionalitas yayasan.
No Comments