Share this article

SMA Yos Sudarso Cilacap mengadakan berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Hari Pangan Sedunia pada Selasa dan Rabu, 20–21 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Melalui beragam perlombaan yang diselenggarakan, sekolah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan kreativitas, menunjukkan bakat, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang memadukan unsur bahasa, budaya, seni, dan pangan.

Gb. MC membuka serangkaian acara dalam rangka Bulan Puasa dan Hari Pangan Sedunia didampingi oleh juri lomba di sisi kanan dan kiri

Peringatan Bulan Bahasa menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa sebagai sarana komunikasi, ekspresi, dan pelestarian budaya. Sementara itu, Hari Pangan Sedunia mengingatkan pentingnya pangan dalam kehidupan manusia serta perlunya membangun kesadaran mengenai keberagaman dan kekayaan pangan. Kedua momentum tersebut menjadi dasar bagi penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman secara langsung.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, SMA Yos Sudarso Cilacap menyelenggarakan enam jenis perlombaan, yaitu Storytelling, Festival Kuliner Nusantara, Tembang Dolanan, Fashion Show bertema “Vintage Formal”, Musikalisasi Puisi, dan Panggung Kreasi. Setiap perlombaan memiliki karakteristik tersendiri sehingga siswa dapat menyalurkan kemampuan dan kreativitas melalui berbagai bidang yang diminati.

Salah satu perlombaan yang diselenggarakan adalah Storytelling. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, menyampaikan cerita, serta mengekspresikan gagasan melalui penuturan yang menarik. Kegiatan bercerita juga menjadi sarana untuk melatih kepercayaan diri, keterampilan berbicara, dan kemampuan menyampaikan pesan kepada orang lain. Hal tersebut sejalan dengan semangat Bulan Bahasa yang mendorong siswa untuk menggunakan ahasa secara kreatif dan komunikatif.

Gb. Anak-anak saling mengembangkan bakat mereka melalui storytelling.

Selain kemampuan berbahasa, keberagaman budaya Indonesia turut diangkat melalui lomba Festival Kuliner Nusantara. Perlombaan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia sekaligus ruang untuk mengenal kekayaan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman makanan Nusantara merupakan bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui pengenalan kuliner, siswa diharapkan semakin menghargai kekayaan pangan Indonesia dan memahami pentingnya menjaga keberagaman budaya kuliner.

Lomba Tembang Dolanan juga menjadi bagian dari kegiatan yang mengangkat nilai-nilai budaya tradisional. Tembang dolanan merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang mengandung unsur bahasa, seni, dan nilai kehidupan masyarakat. Melalui perlombaan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal kembali kesenian tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Pelestarian tembang dolanan penting dilakukan agar generasi muda tetap mengenal dan menghargai warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Gb. Sekelompok anak menampilkan seni dan nilai dalam kehidupan Masyarakat melalui tembang dolanan.

Suasana kreativitas juga dihadirkan melalui lomba Fashion Show dengan tema “Vintage Formal”. Tema tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan gaya melalui penampilan busana yang mengusung nuansa vintage dengan sentuhan formal. Dalam kegiatan ini, kreativitas dapat dituangkan melalui pemilihan busana, perpaduan gaya, serta cara peserta menampilkan diri. Selain menjadi ajang unjuk kreativitas, perlombaan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun kepercayaan diri ketika tampil di hadapan orang lain

Gb. Anak-anak mengenakan pakaian “vintage formal” untuk beradu outfit dalam lomba fashion show

Bidang sastra dan seni turut mendapat tempat melalui lomba Musikalisasi Puisi. Perlombaan ini memadukan keindahan bahasa puisi dengan unsur musik sehingga karya sastra dapat disampaikan melalui pendekatan yang lebih ekspresif. Musikalisasi puisi memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengolah kata, memahami pesan dalam puisi, serta memadukan unsur sastra dan musik menjadi sebuah penampilan. Kegiatan ini sekaligus memperluas cara siswa menikmati dan mengapresiasi karya sastra

Gb. Anak-anak berpasangan untuk menampilkan bakat terbaik mereka sebagai hiburan menyelingi perlombaan yang diadakan.

Tidak hanya melalui perlombaan yang telah ditentukan, siswa juga diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas melalui Panggung Kreasi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan potensi dan kemampuan yang dimiliki melalui karya atau pertunjukan kreatif. Keberadaan panggung kreasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk berani tampil, mengembangkan gagasan, serta menunjukkan hasil kreativitas mereka di lingkungan sekolah.

Keterlibatan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Partisipasi lintas tingkat kelas memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut memeriahkan peringatan Bulan Bahasa dan Hari Pangan Sedunia melalui bidang yang beragam. Setiap perlombaan menghadirkan ruang pembelajaran yang berbeda, mulai dari keterampilan berbahasa, apresiasi sastra, pelestarian budaya tradisional, kreativitas dalam berbusana, hingga pengenalan kekayaan pangan Nusantara.

Melalui kegiatan ini, pembelajaran di lingkungan sekolah tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik di dalam kelas. Perlombaan juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan nonakademik, melatih keberanian, membangun rasa percaya diri, dan menumbuhkan penghargaan terhadap kemampuan orang lain. Pengalaman berpartisipasi dalam kegiatan bersama diharapkan dapat mendukung perkembangan siswa sebagai pribadi yang kreatif dan mampu bekerja sama.

Peringatan Bulan Bahasa dan Hari Pangan Sedunia melalui berbagai perlombaan ini juga menjadi kesempatan untuk menghubungkan pendidikan dengan kekayaan budaya dan kehidupan sehari-hari. Bahasa, sastra, musik, busana, permainan tradisional, dan kuliner merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang dapat dipelajari serta dilestarikan oleh generasi muda. Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal dan mengekspresikan berbagai unsur tersebut, sekolah turut mendukung tumbuhnya apresiasi terhadap kebudayaan Indonesia.

Melalui penyelenggaraan enam perlombaan pada 20–21 Oktober 2026, SMA Yos Sudarso Cilacap menghadirkan kegiatan yang memadukan kreativitas, seni, bahasa, dan pengenalan budaya pangan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus mengembangkan potensi diri serta menghargai kekayaan budaya dan pangan Nusantara.


Share this article