SMP Yos Sudarso Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, menggelar kegiatan field trip di Havana Hill Jeruklegi pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan yang melibatkan 325 siswa ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bahasa dan penyambutan Hari Sumpah Pemuda. Melalui pembelajaran di luar kelas, sekolah memadukan kegiatan literasi, pengembangan karakter, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu rangkaian aktivitas edukatif.
Kegiatan field trip ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kokurikuler yang menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan pengalaman nyata di lingkungan sekitar. Siswa tidak hanya belajar melalui penjelasan di dalam kelas, tetapi juga diajak melakukan pengamatan, berkomunikasi, bekerja sama dalam kelompok, dan menghasilkan karya berdasarkan pengalaman yang mereka peroleh selama kegiatan. Lingkungan wisata lokal dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan sosial.
Peringatan Bulan Bahasa menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan kegiatan ini. Bahasa tidak hanya dipelajari sebagai materi pelajaran, tetapi juga digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan, mengekspresikan kreativitas, dan membangun komunikasi antarsiswa. Melalui berbagai permainan dan tantangan kelompok, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa secara aktif dan menyenangkan.
Kegiatan juga dikaitkan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda yang mengingatkan pentingnya persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah menyusun puzzle berupa teks Sumpah Pemuda dan peta wilayah Indonesia yang sebelumnya diacak. Setelah berhasil menyusun puzzle tersebut, seluruh anggota kelompok mengucapkan teks Sumpah Pemuda dengan lantang dan menyanyikan yel-yel kebanggaan yang mereka buat bersama. Aktivitas ini menggabungkan pengetahuan kebangsaan, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama dalam kelompok.
Selain penguatan literasi dan nasionalisme, kegiatan field trip juga mengintegrasikan nilai-nilai Adiwiyata melalui pembelajaran tentang kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak mengenali potensi destinasi wisata lokal, mengamati kondisi lingkungan, serta memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Dengan demikian, kegiatan di luar kelas tidak hanya menjadi kesempatan untuk belajar dan berekreasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa lingkungan merupakan bagian penting yang perlu dijaga bersama.
Kepala SMP Yos Sudarso Jeruklegi, Prapti Sunarsih, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pembelajaran kokurikuler yang menghubungkan pengalaman belajar di sekolah dengan lingkungan nyata. Destinasi wisata lokal dimanfaatkan sebagai sumber informasi, objek observasi, ruang kolaborasi, serta bahan untuk menghasilkan karya. Dengan melibatkan 325 siswa, sekolah mengajak peserta didik mengembangkan delapan dimensi profil lulusan melalui kegiatan observasi, aksi lingkungan, outbound, komunikasi, produksi karya, dan refleksi.
Rangkaian kegiatan dibagi menjadi lima pos aktivitas, yaitu Pilah Sampah, Bisik Literasi, Ikrar Pemuda dan Peta Nusantara, Menara Gotong Royong, serta Kreasi Puisi Berantai. Setiap pos memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan saling melengkapi. Melalui pembagian aktivitas tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir, berkomunikasi, berkolaborasi, dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompok.
Pada pos Pilah Sampah, siswa diajak mengenali pentingnya memilah sampah sebagai salah satu langkah sederhana dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini mengarahkan siswa untuk memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai melalui tindakan sehari-hari. Nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya selama field trip, tetapi juga dalam kehidupan di sekolah, rumah, dan masyarakat.

Gb. Anak-anak mulai baris berbaris untuk mengikuti Pos 1 (Pos Pilah Sampah)
Sementara itu, pos Bisik Literasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilan menyimak dan menyampaikan informasi. Aktivitas tersebut menekankan pentingnya ketelitian dalam menerima pesan serta kemampuan berkomunikasi dengan baik. Dalam proses pembelajaran, keterampilan menyimak dan menyampaikan informasi secara tepat merupakan bagian penting dari literasi yang dapat mendukung siswa dalam berbagai situasi.

Gb. Anak-anak duduk berbaris sembari menantikan kalimat yang akan dibisikan di Pos 2 (Pos Bisik Literasi)
Pada pos Ikrar Pemuda dan Peta Nusantara, siswa bekerja sama menyusun puzzle teks Sumpah Pemuda dan peta Indonesia. Setelah menyelesaikan tantangan tersebut, mereka mengucapkan teks Sumpah Pemuda bersama anggota kelompok dan menyampaikan yel-yel yang telah dibuat. Aktivitas ini menjadi sarana untuk mengingat kembali semangat persatuan sekaligus melatih kekompakan, kreativitas, dan keberanian dalam mengekspresikan gagasan di hadapan orang lain

Gb. Anak-anak menyusun puzzle text Pos 3 (Pos Ikrar Pemuda dan Peta Nusantara)
Pos Menara Gotong Royong dirancang untuk melatih kerja sama dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tantangan bersama. Dalam kegiatan kelompok, setiap peserta perlu berkontribusi agar tujuan bersama dapat tercapai. Pengalaman seperti ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mengenai pentingnya komunikasi, pembagian peran, tanggung jawab, dan sikap saling mendukung dalam sebuah tim.

Gb. Anak-anak saling membantu dalam kelompok untuk menyusun menara di Pos 4 (Menara Gotong Royong)
Adapun pada pos Kreasi Puisi Berantai, siswa diajak menuangkan ide dan kreativitas melalui karya sastra. Aktivitas ini menjadi salah satu bentuk penerapan literasi yang menghubungkan kemampuan berbahasa dengan pengalaman langsung. Melalui proses menyusun dan menyampaikan puisi secara bersama-sama, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan imajinasi, memperkaya ekspresi bahasa, dan menghargai kontribusi setiap anggota kelompok.

Gb. Anak-anak menyusun puisi secara bersama di Pos 5 (Pos Kreasi Puisi Berantai)
Koordinator projek, Aswiyah, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diselenggarakan selama satu minggu, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, dengan melibatkan berbagai mata pelajaran. Field trip menjadi salah satu kegiatan utama dalam rangkaian tersebut, yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 dan bertepatan dengan momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda. Pendekatan lintas mata pelajaran ini memungkinkan siswa menghubungkan berbagai pengetahuan dan keterampilan dalam pengalaman belajar yang saling berkaitan.
Setelah seluruh aktivitas di lima pos selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Operasi Semut Sampah. Siswa bersama-sama membersihkan area kegiatan sebagai bentuk praktik langsung menjaga kebersihan lingkungan. Penutup ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap alam tidak cukup hanya dipahami melalui teori, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Kebiasaan menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan diharapkan dapat terus dibangun melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kegiatan field trip ini, SMP Yos Sudarso Jeruklegi berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang mengintegrasikan literasi, pendidikan karakter, semangat kebangsaan, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan. Siswa memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengamatan, aktivitas kelompok, komunikasi, penciptaan karya, serta refleksi atas pengalaman yang dijalani. Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga mengingatkan bahwa proses pendidikan dapat berlangsung di berbagai ruang, tidak terbatas pada ruang kelas. Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang membantu siswa mengenali potensi daerah, memahami persoalan lingkungan, dan mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Dengan pendampingan dan rancangan kegiatan yang terarah, pengalaman di luar kelas dapat mendukung pembentukan karakter sekaligus memperkaya proses pembelajaran.
Melalui rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan field trip tersebut, SMP Yos Sudarso Jeruklegi berharap para siswa semakin kreatif dalam menggunakan bahasa, mampu bekerja sama, memiliki rasa tanggung jawab, serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Semangat literasi dan Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi terus tumbuh dalam perilaku sehari-hari, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
No Comments