Share this article

Dalam rangka memperkuat kehidupan spiritual serta meneguhkan semangat pelayanan dalam menjalankan tugas pendidikan, Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) menyelenggarakan kegiatan retret bagi para kepala sekolah dan guru yang berada dalam naungan YSBS. Kegiatan retret ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Kamis–Jumat, 17–18 September 2026, bertempat di Rumah Retret Kaliori, Banyumas.

Retret tersebut diikuti oleh 19 kepala sekolah, 23 guru, pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), serta staf Sekretariat YSBS. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk sejenak mengambil waktu khusus dalam suasana retret, memperdalam refleksi iman, serta meneguhkan kembali panggilan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepada mereka.

Dalam pelaksanaannya, retret didampingi oleh Romo Antonius Rajabana, OMI dan Romo Wahyu Nugroho, OMI. Kehadiran kedua romo tersebut menjadi bagian dari pendampingan selama kegiatan retret berlangsung. Melalui pendampingan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengarahkan perhatian pada kehidupan rohani dan memaknai kembali tugas pelayanan yang dijalankan dalam lingkungan pendidikan dan karya YSBS.

Retret menjadi salah satu ruang untuk melakukan refleksi secara lebih mendalam. Di tengah berbagai tanggung jawab yang diemban oleh kepala sekolah, guru, pimpinan LKP, dan staf sekretariat, kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas dapat membantu setiap peserta mengarahkan kembali perhatian pada nilai-nilai yang mendasari pelayanan mereka. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa tugas yang dijalankan bukan hanya berkaitan dengan tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga memiliki dimensi pengabdian dan pelayanan.

Sebagai kepala sekolah dan guru dalam naungan YSBS, para peserta memiliki tanggung jawab dalam mendampingi, mendidik, dan mendukung perkembangan peserta didik. Tanggung jawab tersebut membutuhkan komitmen, ketekunan, serta kesediaan untuk terus belajar dan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Melalui kegiatan retret, para peserta diharapkan dapat semakin menyadari makna tugas yang dipercayakan kepada mereka dan menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan iman.

Kegiatan retret ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran mengenai pentingnya rasa syukur dalam menjalankan tugas. Rasa syukur dapat menjadi dasar bagi setiap pribadi untuk menerima tanggung jawab dengan hati yang terbuka, menghargai kesempatan untuk melayani, serta tetap teguh ketika menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Harapan yang ingin dibangun melalui pelaksanaan retret ini adalah agar para kepala sekolah dan guru YSBS senantiasa menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan siap melaksanakan tugas yang diberikan oleh Allah sendiri. Harapan tersebut menjadi bagian penting dari semangat kegiatan, yakni meneguhkan kembali sikap batin dan komitmen para peserta dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepada mereka.

Menjalankan tugas sebagai kepala sekolah maupun guru tidak terlepas dari berbagai tanggung jawab yang membutuhkan kesetiaan dan ketulusan. Setiap tugas yang diberikan perlu dihayati sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan dan pelayanan. Oleh karena itu, refleksi spiritual melalui retret diharapkan dapat membantu para peserta untuk terus menjaga semangat pengabdian serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Kehadiran pimpinan LKP dan staf Sekretariat YSBS dalam kegiatan ini turut memperlihatkan bahwa semangat refleksi dan penguatan spiritual tidak hanya menjadi perhatian bagi kepala sekolah dan guru, tetapi juga bagi mereka yang terlibat dalam berbagai bidang pelayanan di lingkungan yayasan. Setiap bagian memiliki peran masing-masing dalam mendukung keberlangsungan karya YSBS, sehingga semangat kebersamaan dan kesatuan dalam menjalankan tugas menjadi hal yang penting untuk terus dipelihara.

Pelaksanaan retret di Rumah Retret Kaliori, Banyumas, pada 17–18 September 2026, berjalan dengan lancar dan penuh berkat. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengalami waktu kebersamaan, pendampingan, serta refleksi dalam suasana yang mendukung penguatan kehidupan rohani. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membawa semangat baru ketika para peserta kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja masing-masing.

Melalui kegiatan retret, para kepala sekolah, guru, pimpinan LKP, dan staf Sekretariat YSBS diajak untuk terus memelihara kesadaran bahwa setiap tugas yang dijalankan memiliki nilai pelayanan. Pendidikan bukan hanya tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan lembaga, tetapi juga tentang bagaimana setiap pribadi menjalankan perannya dengan sikap peduli, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai-nilai yang dihidupi bersama.

Retret ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama dua hari, tetapi juga menjadi momentum yang memberikan pengaruh positif dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas para peserta. Nilai-nilai yang direnungkan selama retret dapat terus dihidupi melalui sikap sehari-hari, baik dalam menjalankan tanggung jawab profesional maupun dalam membangun relasi dengan sesama di lingkungan pendidikan dan yayasan.

Dengan dilaksanakannya retret bersama Romo Antonius Rajabana, OMI dan Romo Wahyu Nugroho, OMI, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperbarui semangat dalam menjalankan panggilan pelayanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk terus meneguhkan pribadi-pribadi yang bersedia menjalankan tugas dengan penuh syukur, kesetiaan, dan keterbukaan terhadap tanggung jawab yang dipercayakan.

Semoga pengalaman retret yang berlangsung di Rumah Retret Kaliori, Banyumas, dapat menjadi bekal rohani bagi seluruh peserta dalam melanjutkan karya dan pelayanan di bawah naungan YSBS. Dengan semangat yang terus diperbarui, para kepala sekolah, guru, pimpinan LKP, dan staf Sekretariat YSBS diharapkan senantiasa mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menyadari bahwa setiap pelayanan yang dijalankan merupakan bagian dari panggilan untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama.


Share this article