Blog

19 Agu
0

Meriah dan Penuh Semangat, Karnaval TK Yos Sudarso Majenang Warnai Peringatan HUT RI ke-80

Pada Minggu pagi, 18 Agustus 2025, suasana Majenang berubah menjadi lautan merah putih. TK Yos Sudarso Majenang ikut ambil bagian dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 dengan mengadakan karnaval penuh warna dan semangat nasionalisme. Karnaval ini menjadi salah satu kegiatan tahunan yang paling dinantikan, baik oleh siswa, guru, maupun para orang tua. Anak-anak TK tampil memukau dengan busana bertema kemerdekaan dan aksesori khas merah putih yang menghiasi kepala mereka.

Dalam karnaval tahun ini, TK Yos Sudarso mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini selaras dengan semangat HUT RI ke-80 yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia, termasuk anak-anak, untuk mencintai tanah air sejak dini. Peserta karnaval terdiri dari siswa-siswi TK yang mengenakan seragam merah putih lengkap dengan hiasan kepala kreatif buatan sendiri. Hiasan tersebut berupa mahkota dengan dominasi warna merah dan putih yang membuat penampilan mereka tampak ceria dan kompak.

Di bawah bimbingan para guru dan dukungan penuh dari orang tua, anak-anak tampak antusias mengikuti iring-iringan karnaval. Meski masih berusia dini, mereka menunjukkan semangat luar biasa dan wajah ceria sepanjang kegiatan berlangsung. Barisan TK Yos Sudarso Majenang membawa spanduk besar bertuliskan “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80” yang didekorasi dengan ilustrasi karakter kartun pahlawan kecil dan lambang garuda. Spanduk tersebut menjadi pusat perhatian sepanjang rute karnaval.

Kegiatan ini berlangsung di area pusat kota Majenang dan dipadati oleh masyarakat sekitar yang turut menyaksikan jalannya karnaval. Momen ini juga menjadi ajang pertemuan antar warga dan keluarga besar TK Yos Sudarso dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain membawa spanduk, anak-anak juga tampil sebagai drumband mini yang terdiri dari beberapa alat musik perkusi kecil. Mereka memainkan irama sederhana namun cukup membangkitkan semangat para penonton yang ikut bernyanyi dan bersorak.

Para guru pendamping turut serta mengenakan pakaian bertema merah putih serta aksesoris yang senada dengan murid-murid mereka. Kekompakan ini menunjukkan solidaritas dan kerja sama antara tenaga pendidik dan siswa. Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah kreativitas dalam kostum dan hiasan yang dikenakan anak-anak. Mahkota merah putih yang digunakan dihias dengan bendera kecil dan kertas pita, menandakan semangat gotong royong dan keterlibatan langsung dari orang tua.

Dalam dokumentasi yang diambil, tampak jelas antusiasme para peserta. Pada foto pertama terlihat kelompok kecil yang bersiap memulai karnaval sambil berpose di depan alat musik drumband. Anak-anak tampak percaya diri dan bersemangat. Pada foto kedua, seluruh rombongan TK Yos Sudarso berfoto bersama, lengkap dengan guru, staf, dan beberapa orang tua murid. Ekspresi kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah mereka, menciptakan kenangan indah bagi semua yang terlibat.

Kepala TK Yos Sudarso menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pembelajaran karakter dan cinta tanah air yang ditanamkan sejak usia dini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Tak hanya sebagai hiburan, karnaval ini juga menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual bagi anak-anak. Mereka belajar mengenal simbol-simbol negara, lagu-lagu kebangsaan, serta semangat persatuan melalui pengalaman langsung.

Para orang tua pun turut bangga melihat anak-anak mereka tampil di muka umum dengan percaya diri. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen tersebut melalui ponsel dan membagikannya ke media sosial dengan penuh kebanggaan. Masyarakat sekitar menyambut positif kegiatan ini karena menghadirkan semangat kebangsaan dan mempererat hubungan antarwarga. Karnaval juga menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai kebangsaan secara menyenangkan kepada generasi penerus bangsa.

Karnaval ini diakhiri dengan berkumpulnya seluruh peserta di taman kota Majenang, di mana anak-anak diberikan hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Indonesia. Dengan terselenggaranya karnaval ini, TK Yos Sudarso Majenang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan karakter dan nasionalisme sejak usia dini. Semangat ini diharapkan dapat terus tumbuh dalam diri setiap anak-anak Indonesia.

Atas bimbingan guru-guru TK Yos Sudarso Majenang yang telaten dan sabar dalam melatih anak-anak, karnaval ini dapat berlangsung dengan rapi dan penuh keceriaan. Mereka adalah: Cicilia Follistyo Wardhani, S.Pd. AUD, Veronica Sri Rejeki, S.Pd, Tri Wahyuningsih, S.Pd, dan Triana.

Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membekas dalam ingatan dan membentuk kepribadian anak sejak kecil.

Penulis : Gladys – Doc.Seketariat YSBS @2025

Read More
19 Agu
0

Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80 di SMP Yos Sudarso Majenang

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, SMP Yos Sudarso Majenang menggelar upacara bendera secara khidmat dan meriah di halaman sekolah pada Sabtu, 17 Agustus 2025. Kegiatan ini turut melibatkan peserta didik dari unit TK, SMP, SMA, dan SMK Yos Sudarso Majenang.

Pelaksanaan upacara dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berlangsung dengan tertib. Seluruh siswa, guru, dan staf dari masing-masing jenjang pendidikan hadir mengenakan seragam lengkap. Siswa yang bertugas sebagai pasukan pengibar bendera tampak tampil percaya diri dan penuh semangat.Lapangan SMP Yos Sudarso Majenang menjadi pusat kegiatan upacara tahun ini. Lokasi ini dipilih karena luas dan strategis untuk menampung seluruh peserta dari unit-unit sekolah Yos Sudarso yang berada di wilayah Majenang.

Barisan peserta upacara dipimpin oleh para siswa yang mengenakan selempang bertuliskan peran masing-masing, seperti “Pemimpin Upacara”, “Dirigen”, “Pembaca UUD 1945”, hingga “Pembawa Teks Proklamasi”. Mereka tampak penuh semangat dan bangga menjalankan tugasnya.Turut hadir dalam kegiatan ini para pimpinan sekolah dari tiap unit pendidikan, para guru, serta beberapa tamu undangan. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran Romo, para kepala sekolah, dan tokoh-tokoh pendidikan yang mengenakan pakaian formal lengkap, menunjukkan wibawa dan semangat nasionalisme yang tinggi.

Upacara ini bukan hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga momentum mempererat persatuan antara semua unit sekolah di bawah naungan Yos Sudarso Majenang. Kebersamaan ini tampak jelas dari kekompakan seluruh peserta upacara dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan.Tepat pukul 07.17 WIB, detik-detik proklamasi diperingati dengan pengibaran bendera merah putih. Pasukan pengibar bendera tampil gagah dengan seragam putih-putih, melakukan tugasnya dengan presisi dan semangat tinggi.

Dirigen dari kalangan siswa berhasil memimpin nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh penghayatan. Suasana menjadi sangat mengharukan ketika seluruh peserta menyanyikan lagu tersebut dengan semangat nasionalisme yang membara.Selain Indonesia Raya, dinyanyikan pula lagu-lagu nasional lainnya seperti “Hari Merdeka” dan “Bagimu Negeri”. Setiap lagu menggema di lapangan, mencerminkan semangat kemerdekaan yang tidak pernah padam.

Setelah pengibaran bendera, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan Teks Proklamasi oleh siswa-siswi pilihan. Masing-masing pembaca menunjukkan ketegasan dan keberanian yang mencerminkan karakter generasi penerus bangsa. Tidak ketinggalan, sambutan dari kepala sekolah disampaikan dengan penuh makna. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya nilai-nilai kebangsaan dan semangat belajar sebagai bentuk pengisian kemerdekaan di era modern.

Upacara ini juga menjadi ajang apresiasi bagi para siswa yang telah menunjukkan prestasi dan dedikasi dalam mempersiapkan peringatan ini. Banyak siswa yang telah menjalani latihan berhari-hari demi menyukseskan acara ini. Kegiatan upacara berlangsung dengan aman dan lancar hingga selesai. Para peserta kemudian melakukan sesi foto bersama di depan gedung SMP Yos Sudarso Majenang sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan.

Dalam sesi foto tersebut, terlihat para siswa berfoto dengan bangga bersama para guru dan kepala sekolah. Wajah-wajah ceria terpancar di antara keletihan setelah menjalankan tugas dalam upacara. Foto pertama menampilkan barisan siswa putri dan putra dengan selempang peran masing-masing, didampingi oleh para guru dan kepala sekolah. Sementara foto kedua memperlihatkan pasukan pengibar bendera lengkap dengan seragam putih dan peci hitam.

Kedua foto tersebut menggambarkan suasana khidmat sekaligus kebersamaan yang erat di lingkungan sekolah. Semangat nasionalisme tampak nyata dalam setiap ekspresi wajah mereka. Peringatan HUT RI ke-80 ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh civitas akademika Yos Sudarso Majenang untuk terus mencintai tanah air dan berkontribusi positif bagi bangsa.

Sekolah Yos Sudarso Majenang melalui kegiatan ini menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme dan karakter bangsa kepada seluruh siswa. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kemerdekaan terus membara dalam hati para pelajar, guru, dan seluruh komponen sekolah, sebagai bagian dari generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter.

Penulis : Gladys – Doc.Seketariat YSBS @2025

Read More
07 Agu
0

MENYEMAI KASIH LEWAT AKSI BERBAGI DI SEKITAR ASRAMA

Minggu, 2 Februari 2025 menjadi hari penuh makna bagi para Putri Papua di Asrama PACE. Hari itu, mereka bersama para pendamping mengadakan kegiatan berbagi dengan orang-orang di sekitar Asrama SMK Yos Sudarso Sidareja. Sasaran mereka adalah para pekerja harian, abang becak, dan tukang delman yang setiap hari bekerja di sekitar lingkungan sekolah dan asrama.

Dengan penuh semangat, para siswi mempersiapkan paket makanan dan minuman sederhana yang akan dibagikan. Proses persiapan dilakukan bersama-sama di dapur asrama, mulai dari memasak, membungkus makanan, hingga menyiapkan air minum. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran untuk bekerja sama dan saling membantu, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Setelah semua siap, mereka mulai membagikan makanan ke titik-titik sekitar asrama. Para abang becak dan tukang delman yang biasa mangkal tampak terkejut sekaligus senang menerima bingkisan tersebut. Senyum dan ucapan terima kasih dari mereka menjadi hadiah yang tak ternilai bagi para anak asrama. Momen itu menjadi bukti bahwa kebaikan kecil bisa memberi dampak besar bagi orang lain.

Bagi para Putri Papua, kegiatan ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga bentuk nyata dari nilai kasih dan empati yang mereka pelajari dalam keseharian. Mereka belajar bahwa meskipun hidup dalam keterbatasan, mereka tetap bisa memberi dan menjadi saluran berkat bagi sesama. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepekaan terhadap lingkungan sosial adalah bagian penting dari pendidikan karakter.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para siswi tampak bahagia. Beberapa dari mereka bahkan sempat berbincang singkat dengan penerima bingkisan, mendengarkan cerita mereka dan menyapa dengan ramah. Interaksi itu memberi pengalaman sosial yang bermakna dan menumbuhkan sikap rendah hati serta menghargai pekerjaan orang lain.

Pendamping asrama pun mengapresiasi semangat dan keterlibatan aktif anak-anak dalam kegiatan ini. Mereka berharap aksi sederhana ini menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dan berkelanjutan, sehingga nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian anak-anak.

Hari itu ditutup dengan rasa syukur dan refleksi bersama. Para Putri Papua kembali ke asrama dengan hati yang penuh sukacita. Kegiatan berbagi ini menjadi salah satu cara mereka menghadirkan kasih Tuhan di tengah kehidupan nyata, tidak dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan yang sederhana dan tulus.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
04 Agu
0

MENJAGA IMAN LEWAT DOA NOVENA BERSAMA DI ASRAMA

Jumat, 14 Februari 2025 menjadi salah satu malam hening yang penuh makna di Asrama SMK Yos Sudarso Sidareja. Seperti biasanya, para Putri Papua bersama para pendamping mengadakan kegiatan rutin Doa Novena bersama. Kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari rutinitas rohani, tetapi juga sebagai momen untuk mempererat ikatan spiritual dan kekeluargaan di antara mereka.

Doa Novena dilakukan dengan suasana khidmat dan penuh penghayatan. Anak-anak berkumpul di ruang doa yang sederhana namun nyaman. Dengan mengenakan pakaian rapi dan membawa buku doa masing-masing, mereka memulai novena dengan lagu pembuka, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa secara bergantian. Semua dilakukan dengan tenang, perlahan, dan sepenuh hati.

Bagi para Putri Papua, kegiatan doa seperti ini menjadi sarana penguatan iman di tengah padatnya aktivitas sekolah dan dinamika kehidupan di tanah rantau. Mereka belajar menyerahkan setiap harapan, keluhan, dan rasa syukur dalam keheningan doa. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk saling mendoakan satu sama lain sebagai sebuah bentuk perhatian dan kasih dalam kehidupan Bersama.

Dalam pelaksanaan Doa Novena, tidak hanya teks doa yang mereka resapi, tetapi juga makna yang terkandung di dalamnya. Pendamping kadang menyisipkan renungan singkat yang membantu mereka memahami nilai-nilai kehidupan dari perspektif iman. Hal ini membuat doa bukan sekadar rutinitas, tetapi benar-benar menjadi penguatan batin dan refleksi pribadi.

Kegiatan ini pun melatih kedisiplinan dan konsistensi. Meskipun lelah setelah sekolah dan kegiatan harian, anak-anak tetap berusaha hadir dan mengikuti novena dengan setia. Hal ini menunjukkan bahwa spiritualitas menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter mereka. Kesederhanaan dan ketekunan dalam berdoa menjadi nilai yang terus ditanamkan.

Doa Novena bersama ini juga menjadi ruang sunyi yang dibutuhkan anak-anak untuk meredakan beban pikiran. Dalam hening, mereka bisa menyampaikan isi hati tanpa takut dihakimi. Kebersamaan yang terjalin dalam doa memperkuat rasa aman dan saling percaya di antara mereka sebagai satu keluarga asrama.

Dengan demikian, rutinitas Doa Novena bukan hanya sebagai bentuk devosi, tetapi menjadi sarana penting dalam membangun pribadi yang kuat, sabar, dan penuh pengharapan. Kegiatan sederhana ini telah menjadi tiang spiritual yang menopang semangat dan perjalanan hidup anak-anak asrama, terlebih mereka yang jauh dari keluarga di tanah kelahiran.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
04 Agu
0

MENGANTAR LANGKAH MASA DEPAN PELEPASAN SISWA KELAS XII SMK YOS SUDARSO SIDAREJA

Sabtu, 10 Mei 2025 menjadi hari penuh haru dan sukacita di SMK Yos Sudarso Sidareja, Cilacap. Hari itu sekolah menggelar acara pelepasan bagi siswa-siswi kelas XII yang telah dinyatakan lulus. Suasana sekolah sejak pagi dipenuhi semangat kebersamaan dan rasa bangga atas pencapaian para lulusan yang telah menempuh proses panjang selama tiga tahun.

Acara dimulai dengan misa syukur bersama seluruh siswa, guru, staf, dan para pendamping. Doa dan pujian dinaikkan sebagai ungkapan syukur atas kelulusan dan penyertaan Tuhan selama proses belajar. Dalam homili, disampaikan pesan tentang pentingnya terus membawa nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan kasih dalam melangkah ke masa depan.

Setelah misa, rangkaian acara dilanjutkan dengan seremoni resmi pelepasan. Kepala Sekolah, Bapak Didik, menyampaikan sambutan yang mengharukan. Beliau memberi selamat kepada seluruh lulusan dan berpesan agar mereka terus menjaga nama baik sekolah serta terus mengembangkan diri di mana pun berada. Sambutannya disambut tepuk tangan dan tatapan penuh bangga dari para siswa.

Momen paling menyentuh terjadi saat satu per satu nama lulusan dipanggil ke depan untuk menerima tanda kenangan dan surat kelulusan. Beberapa siswa, termasuk Putri-putri Papua yang telah melalui berbagai tantangan di tanah perantauan, tampak menahan air mata haru. Tepuk tangan meriah dari teman-teman dan guru mengiringi langkah mereka menuju panggung.

Acara juga diisi dengan penampilan seni dari adik-adik kelas yang mempersembahkan lagu dan tarian perpisahan. Penampilan ini menambah suasana haru sekaligus membangkitkan semangat bahwa perpisahan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih luas. Beberapa siswa juga membagikan kesan dan pesan yang menggambarkan betapa besar arti kebersamaan selama ini.

Di akhir acara, para siswa berkumpul untuk sesi foto bersama, sebagai kenangan terakhir dalam seragam sekolah yang selama ini menjadi bagian dari identitas mereka. Tawa, peluk, dan tangis bercampur menjadi satu, mewarnai perpisahan yang tak terlupakan. Meski harus berpisah, ikatan yang terbentuk selama tiga tahun akan tetap terpatri dalam hati.

Acara pelepasan ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga perayaan atas keberhasilan dan ketekunan. Bagi Putri-putri Papua dan seluruh lulusan, ini adalah langkah awal menuju masa depan yang mereka cita-citakan. Semoga mereka melangkah dengan keyakinan dan tetap membawa semangat SMK Yos Sudarso Sidareja ke mana pun mereka pergi.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
04 Agu
0

LANGKAH PENGOBATAN LANJUTAN UNTUK NANIA DI RS SANTA MARIA CILACAP

Kamis, 15 Mei 2025 menjadi hari penting dalam proses pemulihan Nania, salah satu Putri PACE yang mengalami patah tulang kaki. Setelah pemeriksaan awal di RS Orthopedi Sokaraja, dokter menyarankan agar Nania menjalani tindakan medis lanjutan. Rekomendasi medis menyatakan bahwa Nania memerlukan operasi pemasangan PEN karena lokasi patah tulangnya berada di bagian sendi, yang cukup rawan jika tidak ditangani dengan baik.

Menyikapi saran tersebut, para pendamping segera mengambil langkah cepat dengan membawa Nania ke RS Santa Maria Cilacap. Rumah sakit ini dipilih karena kelengkapan fasilitas dan pengalaman tenaga medisnya dalam menangani operasi ortopedi. Perjalanan ke rumah sakit dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan kondisi Nania tetap stabil dan nyaman selama dalam perjalanan.

Setibanya di RS Santa Maria, Nania langsung menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan. Tim dokter menyambut dengan sigap dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kakinya. Pemeriksaan radiologi dan observasi fisik dilakukan untuk menentukan langkah medis yang paling tepat dan aman bagi proses penyembuhan Nania.

Para pendamping mendampingi Nania dengan penuh perhatian, memberikan dukungan moral dan menjelaskan prosedur yang akan dijalani secara perlahan agar Nania tetap tenang dan tidak cemas. Walau tampak tegar, Nania sempat menunjukkan ketegangan menjelang informasi tentang rencana operasi, namun senyum dan sapaan lembut dari para pendamping membuatnya kembali tenang.

Proses ini bukan hanya soal pengobatan fisik, tetapi juga menjadi pembelajaran tentang pentingnya kesiapan mental dan dukungan emosional dalam menghadapi situasi sulit. Kehadiran para pendamping sangat berarti bagi Nania, yang sedang jauh dari keluarga dan menghadapi ketidaknyamanan karena kondisi tubuh yang cedera.

Kondisi Nania tetap dipantau ketat sambil menunggu jadwal pasti pelaksanaan operasi. Selama masa tunggu ini, dokter memberikan penanganan awal seperti pembalut penyangga kaki dan obat penghilang nyeri agar Nania tetap merasa nyaman. Tim pendamping juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga untuk menyampaikan perkembangan kondisi Nania.

Kunjungan ke RS Santa Maria ini menjadi tahap penting dalam ikhtiar penyembuhan Nania. Diharapkan, dengan operasi dan perawatan yang tepat, Nania dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti semula. Dukungan semua pihak menjadi kekuatan utama agar Nania tetap semangat dan merasa tidak sendirian dalam masa sulit ini.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
01 Agu
0

LANGKAH BARU DI SOKARAJA KURSUS DAN PERJUANGAN PUTRI PACE

Selasa, 13 Mei 2025 menjadi awal perjalanan baru bagi para Putri PACE dari SMK Yos Sudarso Sidareja. Hari itu, mereka resmi pindah sementara ke Sokaraja untuk mengikuti program kursus di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Yos Sudarso Sokaraja. Program ini mencakup kursus komputer, kursus Bahasa Inggris, serta penguatan pelajaran Matematika yang akan berlangsung selama satu bulan penuh.

Para siswi ini akan mengikuti kursus komputer yang dipandu langsung oleh Pak Indra, selaku pimpinan LKP. Kursus ini dirancang agar mereka tidak hanya memahami dasar pengoperasian komputer, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai standar Ujian Nasional. Dengan fasilitas yang memadai dan materi yang terstruktur, mereka diharapkan mampu meningkatkan keterampilan yang akan sangat berguna untuk masa depan mereka.

Selama satu bulan ke depan, para Putri PACE akan tinggal di asrama Sokaraja. Di sana, mereka akan mendapatkan pendampingan penuh dari Ibu Maria, Pak Indra, dan Pak Tepi yang bertugas sebagai mentor. Kehadiran para mentor ini memberikan rasa aman dan dukungan emosional bagi para siswi yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru, jauh dari Sidareja.

Proses perpindahan ini turut didampingi oleh Ibu Wiwin dan Pak Eko yang mewakili pihak sekolah. Mereka mengantar anak-anak dengan penuh perhatian dan memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar anak-anak selama di Sokaraja telah dipersiapkan dengan baik. Momen perpisahan dari Sidareja ke Sokaraja berlangsung haru, namun penuh semangat untuk menimba ilmu.

Namun di hari yang sama, kabar kurang menyenangkan datang dari Nania, salah satu Putri PACE. Setelah menjalani pemeriksaan di RSU Orthopedi Banyumas, diketahui bahwa ia mengalami patah tulang kaki akibat terjatuh beberapa hari sebelumnya di asrama SMK Sidareja. Hal ini tentu menjadi ujian tersendiri, baik bagi Nania maupun seluruh tim pendamping.

Meskipun harus menghadapi kondisi fisik yang tidak ideal, semangat Nania untuk tetap belajar dan mengikuti program tidak surut. Ia mendapat dukungan penuh dari teman-teman dan para pendamping, serta akan terus dipantau kondisi kesehatannya selama masa pemulihan. Situasi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk belajar tidak selalu mudah, tetapi bisa dijalani dengan dukungan dan kasih sayang bersama.

Kegiatan kursus di Sokaraja ini menjadi tonggak penting bagi para Putri PACE dalam memperkuat kompetensi mereka di bidang akademik dan keterampilan hidup. Dengan semangat belajar, dukungan dari para mentor, dan semangat solidaritas yang tinggi, mereka akan mampu menghadapi tantangan baru dan menjadikan pengalaman ini sebagai bagian dari pertumbuhan mereka.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
01 Agu
0

LANGKAH AWAL MENUJU PROFESIONALISME: HARI PERTAMA UJIAN KOMPETENSI KEAHLIAN

Rabu, 19 Februari 2025 menjadi hari yang menegangkan sekaligus membanggakan bagi para siswa SMK Yos Sudarso Sidareja. Hari itu menandai dimulainya Ujian Kompetensi Keahlian (UKK), sebuah momen penting yang akan menentukan sejauh mana kemampuan dan kesiapan mereka dalam bidang keahlian masing-masing. Suasana sekolah sejak pagi tampak lebih serius dari biasanya, semua siswa hadir dengan semangat dan persiapan yang matang.

UKK ini menjadi tahapan akhir dari proses pembelajaran praktik yang selama ini telah mereka jalani. Berbagai alat dan bahan praktik telah disiapkan, ruangan telah diatur sesuai standar ujian, dan para penguji eksternal maupun internal telah hadir untuk mengawasi dan menilai. Semua elemen di SMK Yos Sudarso bersinergi memastikan pelaksanaan UKK berjalan tertib dan lancar.

Para siswa terlihat mengenakan pakaian praktik sesuai jurusan masing-masing. Raut wajah mereka mencerminkan kombinasi antara semangat, gugup, dan tekad kuat. Beberapa siswa saling menyemangati satu sama lain sebelum masuk ke ruang ujian. Tak sedikit pula yang terlihat memanjatkan doa singkat agar diberi kelancaran selama proses berlangsung.

Bagi siswa-siswi dari Papua, hari ini menjadi tantangan tersendiri. Ini bukan hanya soal ujian keahlian, tetapi juga soal pembuktian diri bahwa mereka mampu bersaing dan menunjukkan hasil dari proses belajar yang sungguh-sungguh. Dukungan dari para guru dan pendamping sangat terasa. Mereka terus memberikan motivasi agar anak-anak tidak ragu menunjukkan kemampuan terbaik.

Proses ujian berlangsung sesuai prosedur. Para peserta mengerjakan soal praktik secara langsung, dengan pengawasan ketat namun tetap dalam suasana yang kondusif. Beberapa penguji memberikan umpan balik secara langsung setelah siswa menyelesaikan tugasnya. Ini menjadi momen belajar yang berharga tidak hanya diuji, tetapi juga mendapat evaluasi untuk pengembangan ke depan.

Setelah sesi hari pertama selesai, sebagian besar siswa merasa lega. Meski ada beberapa kekhawatiran tentang hasil, mereka bangga telah melewati satu tahap penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Kebersamaan dan dukungan di antara teman-teman juga membuat suasana tetap hangat, tidak tertekan. Ini menunjukkan bahwa SMK Yos Sudarso tak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga nilai solidaritas.

Hari pertama UKK ini menjadi langkah awal menuju gerbang profesionalisme. Bagi seluruh siswa, terutama para Putri Papua, momen ini menjadi bagian dari cerita perjuangan yang akan mereka kenang dan banggakan. Dengan semangat dan keyakinan, mereka siap melanjutkan ujian-ujian berikutnya demi masa depan yang lebih baik.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
01 Agu
0

KUNJUNGAN SR. ANCILLA, PBHKHADIR MEMBAWA SEMANGAT DAN CINTA DI ASRAMA

Sabtu, 19 April 2025 menjadi hari yang spesial bagi seluruh penghuni Asrama SMK Yos Sudarso Sidareja. Pada hari itu, Sr. Ancilla, PBHK selaku Provincial Kongregasi PBHK (Putri Bunda Hati Kudus) melakukan kunjungan ke asrama. Kunjungan ini disambut dengan antusias oleh para pendamping dan tentu saja oleh para Putri Papua yang tinggal di asrama.

Sejak pagi, suasana asrama sudah ramai dengan persiapan penyambutan. Anak-anak bersama para pendamping membersihkan lingkungan, menata ruang tamu, dan mempersiapkan hidangan sederhana untuk menjamu Sr. Ancilla. Mereka ingin menunjukkan rasa hormat dan sukacita atas kedatangan seorang figur penting dalam kongregasi yang menaungi kehidupan rohani mereka.

Saat Sr. Ancilla tiba, sambutan hangat pun diberikan. Beliau menyapa satu per satu anak-anak dengan senyum ramah dan pelukan hangat. Sapaan pribadi yang diberikan membawa suasana akrab dan penuh kasih. Anak-anak merasa diperhatikan secara langsung oleh sosok pemimpin rohani mereka, dan itu menumbuhkan rasa bangga serta semangat baru.

Dalam pertemuan bersama di ruang tengah, Sr. Ancilla memberikan pesan-pesan motivasi dan penguatan iman. Beliau menekankan pentingnya hidup dalam kasih, saling menghargai, dan terus berjuang dalam pendidikan. Ia juga mengajak anak-anak untuk tidak takut bermimpi dan terus membangun masa depan yang lebih baik dengan kerja keras dan doa.

Sr. Ancilla pun mendengarkan cerita dari para siswi mengenai kegiatan harian mereka, tantangan di sekolah, hingga kesan mereka tinggal di asrama. Beliau mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan respons yang hangat serta bijaksana. Anak-anak merasa didengar dan dihargai, yang membuat mereka semakin terbuka dan percaya diri.

Selain berbincang, Sr. Ancilla juga sempat mengunjungi kamar-kamar anak dan melihat langsung kondisi asrama. Ia memberikan beberapa masukan positif dan sekaligus apresiasi atas kerapian serta semangat kebersamaan yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari di asrama. Kunjungan ini memperkuat semangat komunitas dan rasa kekeluargaan yang sudah terbangun.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan doa bersama dan makan siang sederhana. Anak-anak merasa sangat diberkati atas kehadiran Sr. Ancilla yang membawa semangat, cinta, dan inspirasi. Kunjungan ini bukan hanya seremonial, tetapi sungguh menjadi momen penyegaran rohani dan penyemangat dalam perjalanan hidup dan pendidikan para Putri Papua di tanah perantauan.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
31 Jul
0

PEREMPUAN TANGGUH DI TENGAH PANDEMI BERBAGI CERITA DARI DAPUR HINGGA KE DUNIA

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar yang merata ke seluruh lapisan masyarakat dan berbagai bidang kehidupan. Tidak ada yang benar-benar luput dari pengaruhnya, baik secara ekonomi, sosial, maupun psikologis. Namun, kelompok yang paling terdampak adalah masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang harus berjuang lebih keras untuk bertahan dalam situasi sulit ini. Hal tersebut juga dirasakan oleh para anggota binaan KSW YSBS. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidupnya pada sektor informal seperti berdagang, yang sangat terpengaruh selama masa pandemi. Pengurangan aktivitas masyarakat dan pembatasan sosial membuat pendapatan mereka menurun drastis. Kondisi ini mendorong KSW YSBS untuk tidak tinggal diam.

Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, KSW YSBS menunjukkan belarasa dengan membagikan bantuan sembako. Dalam aksi ini, sebanyak 850 paket sembako dibagikan kepada semua anggota binaan, serta kepada pihak-pihak yang berjasa di lingkungan YSBS. Ini termasuk Bapak-bapak security dan Bapak Ibu bagian kebersihan yang bekerja di berbagai unit pendidikan dan lembaga di bawah naungan YSBS. Penyaluran bantuan untuk karyawan bagian kebersihan dan security ini mencakup seluruh unit kerja YSBS seperti TK/SD/SMP Maria Imaculatta, SMU Yos Sudarso Cilacap, AMN Cilacap, dan BPR UTERA, kapel De Mazenod, dan gereja St. Stephanus Cilacap. Diharapkan bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan oleh para penerimanya. Walau jumlahnya mungkin tidak besar, namun kehadirannya diharapkan membawa semangat baru.

Ungkapan harapan dan semangat pun disampaikan oleh KSW YSBS. Bantuan ini bukan hanya tentang isi paket sembako, melainkan tentang semangat kebersamaan dan saling menguatkan di masa sulit. Semangat untuk semua yang terdampak, semangat untuk KSW, dan semangat juga untuk YSBS. Meskipun pandemi membawa banyak tantangan, semangat dari para anggota binaan tetap tidak padam. Banyak dari mereka justru menunjukkan kreativitas untuk mencari alternatif penghasilan. Salah satu contohnya adalah seorang ibu dari kelompok KSW tertentu yang mengambil inisiatif memproduksi masker kain dan menjualnya.

Contoh lain adalah Ibu Sutiyem dari KSW Puspa Asih dan Ibu Siti Widayanti dari KSW Seruni I. Keduanya adalah perias pengantin yang mengalami penurunan order karena pembatasan acara selama pandemi. Namun mereka tidak menyerah. Demi memenuhi kebutuhan ekonomi, mereka membuka dan menerima pesanan masakan serta nasi box. Kisah-kisah ini menjadi inspirasi dan pembelajaran, khususnya bagi para petugas lapangan yang mendampingi mereka. Melihat bagaimana para ibu binaan tetap tangguh dan berjuang, memberikan dorongan moral yang besar. Bahkan, candaan ringan pun muncul bahwa para perempuan memang luar biasa dengan tawa yang menyertainya.

Selain bantuan materi, KSW juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyalurkan bantuan pinjaman modal usaha. Tak hanya itu, KSW juga bekerja sama dengan pelatih profesional untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada para anggota. Salah satu bentuk pelatihan tersebut adalah pelatihan kerajinan tangan dari mote, yang dilatih oleh Ibu Anastasia Nunung Nurhayati dari Galeri Mote Magelang. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali anggota binaan dengan keterampilan yang bisa mendatangkan tambahan penghasilan.

Rencananya, pelatihan ini akan menjadi program tahunan dengan peserta yang bergiliran setiap tahunnya. Namun, situasi pandemi yang tak menentu membuat rencana tersebut harus ditunda. Meski demikian, semangat untuk melanjutkan tetap ada dan diharapkan bisa segera dijalankan kembali. Pendampingan kepada kelompok binaan tidak hanya dilakukan dalam bentuk pelatihan atau bantuan. KSW YSBS secara rutin melakukan pendampingan langsung melalui Petugas Lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan, sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah disepakati bersama kelompok binaan masing-masing.

Beragam usaha dijalankan oleh para ibu binaan KSW YSBS. Mulai dari berjualan sayur-mayur, menjual masakan, beternak, memproduksi batu bata dan genteng, berdagang keliling, membuka warung, hingga menjahit. Semua dilakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka adalah contoh nyata perempuan tangguh yang patut diapresiasi. Untuk memastikan jalannya kegiatan dan penggunaan dana yang tepat, KSW YSBS juga menjalani audit secara berkala. Audit dilakukan oleh tim internal audit dari YSBS. Ini menjadi bagian dari komitmen untuk transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aktivitas.

Sebagai salah satu unit kerja di bawah YSBS, KSW YSBS tidak hanya fokus pada pendampingan ekonomi dan sosial. Mereka juga turut menyalurkan bantuan untuk pembangunan gedung Yuniorat Cilacap. Ini menjadi bukti bahwa perhatian KSW tidak hanya tertuju pada kebutuhan jasmani, namun juga kebutuhan rohani. Dengan semangat menabung demi masa depan, KSW YSBS terus berupaya menguatkan anggotanya secara menyeluruh. Tak hanya melalui materi, tetapi juga dengan nilai, semangat, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Tertawa di tengah perjuangan, dan tetap bergerak meski dalam keterbatasan.

Penulis: Team KSW (Komunitas Swadaya Wanita)

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More