Blog

09 Jul
0

MENGISI WAKTU LUANG DENGAN BELAJAR MEMBUAT KUE SAGU BERSAMA BU TRIS

Pada Kamis, 15 Juni 2023, suasana di Asrama Putri Papua terasa lebih hidup dari biasanya. Beberapa putri Papua tampak berkumpul di dapur asrama, bersiap untuk belajar membuat kue dari bahan dasar sagu. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bu Tris, yang dengan sabar dan telaten membimbing mereka langkah demi langkah. Kegiatan ini menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang mereka di tengah rutinitas sekolah. Pembuatan kue sagu ini bukan hanya sekadar aktivitas memasak biasa. Para siswi belajar mengenal lebih dalam tentang bahan-bahan yang digunakan, cara mencampur adonan, hingga teknik memanggang yang tepat. Mereka tampak antusias dan penuh rasa ingin tahu, saling membantu satu sama lain dan tidak segan bertanya kepada Bu Tris saat menemui kesulitan. Suasana yang tercipta begitu akrab dan hangat.

Bagi para putri Papua, kegiatan ini juga menjadi momen untuk mengenang dan merawat kembali budaya asal mereka. Sagu bukanlah bahan yang asing bagi mereka, karena merupakan bagian penting dari kuliner tradisional Papua. Meski kini mereka tinggal jauh dari kampung halaman, pengalaman membuat kue sagu ini seperti membawa mereka kembali sejenak ke rumah dan keluarga di tanah kelahiran. Di tengah kesibukan dan tekanan pelajaran di sekolah, kegiatan seperti ini menjadi ruang penyegaran yang sangat mereka butuhkan. Belajar di luar kelas, terutama melalui keterampilan hidup seperti memasak, memberi kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian. Mereka merasa dihargai dan diberi ruang untuk mengeksplorasi kemampuan baru dalam suasana yang menyenangkan.

Keterlibatan Bu Tris sebagai pendamping juga memberi pengaruh positif yang besar. Beliau tidak hanya mengajarkan resep, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan kerjasama dalam proses memasak. Para siswi merasa didampingi, diperhatikan, dan didukung dalam setiap proses belajar, baik di dalam maupun di luar kelas.

Setelah kue selesai dibuat, mereka berkumpul untuk mencicipi hasil buatan mereka sendiri. Meskipun beberapa masih belum sempurna, mereka tampak bangga dengan hasil kerja keras mereka. Tawa dan canda mewarnai saat-saat menikmati kue bersama. Kegiatan sederhana ini membawa sukacita tersendiri dan mempererat rasa kebersamaan di antara mereka.

Kegiatan belajar membuat kue dari sagu ini menjadi pengingat bahwa pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Dalam suasana akrab dan kegiatan praktis, para siswi justru menemukan banyak hal baru yang memperkaya pengalaman dan memperkuat identitas diri mereka. Dengan dukungan dari orang dewasa di sekitar, seperti Bu Tris, mereka dapat terus bertumbuh menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan penuh semangat.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
09 Jul
0

MENGISI LIBURAN DENGAN BELAJAR KOMPUTER DI ASRAMA

Senin, 11 Desember 2023, suasana di Asrama Putri PACE terasa berbeda dari biasanya. Meski sedang memasuki masa liburan sekolah, para putri-putri cantik Papua tetap aktif dan semangat untuk belajar. Hari itu, mereka mengisi waktu luang dengan mengikuti kegiatan belajar mengoperasikan komputer yang dilaksanakan di asrama. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengisi liburan dengan hal yang bermanfaat dan menambah keterampilan.

Belajar komputer menjadi pengalaman baru dan menarik bagi sebagian besar dari mereka. Beberapa di antaranya bahkan baru pertama kali menggunakan komputer secara langsung. Dengan penuh semangat, mereka mulai mengenal bagian-bagian dasar komputer, menghidupkan dan mematikan perangkat, serta mempelajari penggunaan program sederhana seperti Microsoft Word dan Excel.

Pendamping asrama dan kakak fasilitator mendampingi setiap langkah mereka. Proses belajar dilakukan secara bertahap, dengan pendekatan yang sabar dan ramah. Anak-anak tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi juga langsung dipraktikkan agar mereka lebih cepat memahami. Setiap anak diberi kesempatan mencoba dan bereksperimen sendiri, sambil tetap dalam pengawasan dan bimbingan.

Suasana belajar pun terasa hidup. Sesekali terdengar tawa saat mereka salah mengetik atau kebingungan menggunakan mouse, namun itu semua menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan. Mereka saling membantu dan memberi semangat satu sama lain. Dalam suasana itu, rasa percaya diri mereka mulai tumbuh dan rasa takut terhadap teknologi perlahan memudar.

Kegiatan ini bukan hanya soal mengoperasikan komputer, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian dan kesiapan menghadapi dunia digital. Di zaman sekarang, keterampilan dasar komputer menjadi bekal penting, apalagi bagi mereka yang nantinya akan melanjutkan ke jenjang pendidikan atau dunia kerja. Dengan mengenalkan teknologi sejak dini, anak-anak diharapkan mampu menyesuaikan diri dan bersaing secara sehat di masa depan.

Liburan yang biasanya identik dengan istirahat dan bermain, kali ini diisi dengan kegiatan produktif yang membekali anak-anak dengan pengetahuan baru. Meski sederhana, kegiatan ini membawa dampak yang besar bagi perkembangan mereka. Mereka merasa waktu liburan tetap menyenangkan, namun juga memberi makna dan manfaat nyata.

Semoga semangat belajar ini terus tumbuh dan berlanjut di hari-hari mendatang. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu di ruang kelas, dan liburan pun bisa menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan keterampilan hidup yang penting. Para putri Papua di Asrama PACE telah membuktikan bahwa dengan kemauan dan dukungan yang tepat, mereka bisa terus maju dan berkembang.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
09 Jul
0

MENGIKUTI PROGRAM PENDAMPINGAN BERSAMA MINO MARTANI DI SOKARAJA


Pada tanggal 26 Juni hingga 9 Juli 2023, beberapa Putri Papua dari Asrama PACE berkesempatan mengikuti program pendampingan yang diselenggarakan oleh Mino Martani di Sokaraja. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri dan pelatihan keterampilan yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru di luar lingkungan sekolah maupun asrama. Kegiatan ini menjadi salah satu momen berharga bagi mereka dalam mengisi masa libur dengan aktivitas yang bermakna.

Selama hampir dua minggu mengikuti program ini, para peserta terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang disiapkan oleh tim Mino Martani. Kegiatan-kegiatan tersebut bersifat edukatif sekaligus aplikatif, memperkenalkan mereka pada konsep kerja bersama komunitas, ketekunan, serta membangun semangat hidup sederhana namun berdampak besar. Program ini juga memberikan ruang untuk refleksi dan pengenalan diri secara lebih mendalam.

Partisipasi para Putri Papua dalam program ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya pengembangan karakter yang menyeluruh. Mereka tidak hanya diajak untuk menjadi penonton dalam proses, tetapi juga ikut ambil bagian dalam kegiatan harian yang berlangsung di komunitas tersebut. Dengan suasana yang sederhana dan penuh keakraban, mereka belajar banyak hal baru, mulai dari keterampilan praktis hingga nilai-nilai hidup.

Selama proses pendampingan, para peserta juga dilatih untuk bekerja dalam tim, menumbuhkan empati, serta membangun komunikasi yang efektif. Mereka didorong untuk saling mendukung, menghargai keberagaman, dan beradaptasi dengan lingkungan baru yang mungkin jauh berbeda dari keseharian mereka. Semua ini dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan membangun rasa saling percaya.

Pengalaman ini menjadi sangat berarti bagi para siswi. Tidak sedikit dari mereka yang menunjukkan perubahan positif dalam sikap dan cara berpikir setelah mengikuti program. Mereka menjadi lebih terbuka, lebih aktif, dan menunjukkan rasa ingin belajar yang semakin besar. Suasana komunitas yang hangat dan penuh semangat belajar memberikan pengaruh yang kuat bagi pertumbuhan pribadi mereka.

Meskipun laporan kegiatan ini akan disusun secara terpisah, namun secara umum, keikutsertaan para Putri Papua dalam program pendampingan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk berkembang jika diberi ruang dan kesempatan. Program semacam ini memberikan mereka pengalaman nyata dalam membangun karakter dan tanggung jawab sosial yang lebih luas.

Kegiatan pendampingan bersama Mino Martani ini menjadi bagian penting dari perjalanan pembelajaran hidup para Putri Papua. Dengan bekal pengalaman ini, diharapkan mereka mampu melanjutkan proses pembentukan diri dengan lebih percaya diri dan bijak. Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini terus berlanjut, membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik dan penuh harapan.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
09 Jul
0

LIBURAN BERMAKNA : PUTRI PAPUA MERASAKAN KEHANGATAN IDUL FITRI DI DESA CINANGSI

Liburan Hari Raya Idul Fitri tahun 2023 menjadi momen yang sangat istimewa bagi para Putri Papua yang tinggal di asrama. Selama tujuh hari, sejak Rabu, 19 April hingga Rabu, 26 April 2023, mereka menghabiskan waktu liburan bersama keluarga Ibu Sugiarti di Desa Cinangsi, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap. Ibu Sugiarti, yang merupakan wali kelas mereka, dengan penuh kasih membuka rumahnya untuk menjadi tempat beristirahat, belajar, dan berbagi kasih selama masa libur.

Selama tinggal di Desa Cinangsi, para putri ini terlibat dalam berbagai kegiatan harian keluarga. Mereka ikut membantu memasak, membersihkan rumah, menyapa tetangga, dan bahkan turut merasakan suasana puasa yang masih berlangsung di awal masa liburan. Meskipun berbeda keyakinan, mereka diterima dengan sangat hangat dan terbuka oleh seluruh anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Momen puncaknya adalah ketika mereka ikut merasakan suasana Idul Fitri yang dirayakan masyarakat Jawa dan mayoritas Muslim di desa tersebut. Mereka menyaksikan tradisi saling bermaafan, shalat Ied, dan suasana silaturahmi yang begitu hangat antarwarga. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang nilai toleransi, persaudaraan, dan hidup berdampingan dalam keragaman.

Selama berada di Desa Cinangsi, mereka tidak hanya belajar budaya baru, tetapi juga menemukan suasana desa yang mengobati kerinduan mereka terhadap kampung halaman di Papua. Udara yang sejuk, pepohonan besar, dan lingkungan yang masih asri membuat mereka merasa seperti kembali ke desa asal. Alam sekitar membawa ketenangan batin yang tidak mereka rasakan di kota. Nania dan Dopi bahkan terlihat sangat menikmati suasana tersebut. Mereka aktif berbaur dengan anak-anak desa, ikut bermain, serta mengikuti kegiatan warga dengan antusias. Begitu dalamnya kenyamanan yang mereka rasakan, hingga menjelang waktu kembali ke asrama, keduanya mengungkapkan rasa enggan untuk berpisah dari keluarga Ibu Sugi dan lingkungan Desa Cinangsi.

Kehangatan dan keterbukaan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa perbedaan latar belakang, suku, dan agama tidak menjadi penghalang untuk membangun relasi yang erat dan harmonis. Para Putri Papua merasa dihargai dan diterima sepenuhnya sebagai bagian dari keluarga besar yang mencintai mereka dengan tulus. Ini menjadi pengalaman spiritual dan sosial yang memperkaya hidup mereka.

Liburan bersama keluarga Ibu Sugi ini bukan sekadar masa istirahat dari kegiatan sekolah, melainkan juga proses pembelajaran yang penuh makna. Para siswi belajar tentang toleransi, nilai kekeluargaan, serta pentingnya menjalin hubungan yang baik dengan siapa pun. Pengalaman ini akan terus membekas dan menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka sebagai pribadi yang terbuka, ramah, dan penuh kasih.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
09 Jul
0

KUNJUNGAN RUTIN TIM PACE RUANG CERITA DAN PENDAMPINGAN DI ASRAMA PUTRI

Senin, 12 Juni 2023, kami bersama TIM PACE kembali melaksanakan kunjungan rutin ke Asrama Putri Papua di Sidareja. Seperti biasa, kunjungan ini menjadi momen yang hangat dan ditunggu-tunggu, bukan hanya oleh para siswi, tetapi juga oleh kami sebagai pendamping. Setiap kunjungan bukan sekadar kegiatan formal, melainkan perjumpaan yang dipenuhi cerita, tawa, dan ruang refleksi bersama. Dalam suasana yang sederhana, kami bisa saling mendengarkan dan menguatkan satu sama lain. Dalam kunjungan kali ini, kami duduk bersama para siswi dan mendengarkan cerita-cerita mereka. Ada banyak hal menarik yang mereka bagikan mulai dari pengalaman sehari-hari di sekolah, suasana belajar di kelas, hingga kisah-kisah kecil yang membuat mereka tertawa atau merasa bangga. Cerita-cerita itu menandakan bahwa mereka mulai terbuka, merasa nyaman, dan percaya bahwa mereka didampingi dan diperhatikan dengan sungguh.

Kami juga menyampaikan beberapa hal yang kami amati dan alami selama berinteraksi dengan mereka. Pertukaran cerita ini menjadi cara untuk membangun hubungan yang saling mendukung dan menumbuhkan kepercayaan. Kami melihat bahwa dari waktu ke waktu, para Putri Papua ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik, baik dalam hal kemandirian, tanggung jawab, maupun semangat belajar mereka. Namun, di balik semangat itu, mereka juga dengan jujur menceritakan tantangan yang mereka hadapi. Dalam perbincangan, kembali muncul keluhan tentang kesulitan memahami pelajaran matematika dan bahasa Inggris. Dua mata pelajaran ini menjadi momok yang cukup besar bagi sebagian besar dari mereka. Mereka merasa kurang percaya diri dan sering tertinggal dalam memahami materi yang disampaikan di kelas.

Mendengar hal tersebut, kami tidak hanya mencatatnya sebagai informasi, tetapi juga berusaha mencari solusi bersama. Kami menyampaikan bahwa kesulitan itu wajar, dan yang terpenting adalah terus berusaha dan tidak takut untuk bertanya atau meminta bantuan. Kami juga mengajak mereka untuk melihat proses belajar sebagai perjalanan panjang yang penuh kesempatan untuk berkembang.

Kami merasa semakin dipanggil untuk menjadi jembatan yang membantu mereka mengatasi hambatan-hambatan dalam belajar. Kami menyadari bahwa dukungan emosional, penguatan motivasi, dan bantuan belajar yang konkret sangat dibutuhkan. Karenanya, kami mulai merencanakan cara-cara pendampingan tambahan yang bisa membantu mereka lebih memahami mata pelajaran yang dirasa sulit.

Kunjungan kali ini kembali menguatkan semangat kami dalam mendampingi mereka. Melihat wajah-wajah mereka yang mulai terbuka, mendengar suara mereka yang mulai berani berbagi, dan menyaksikan pertumbuhan kecil yang terjadi dari hari ke hari, membuat kami yakin bahwa perjalanan ini bukan sia-sia. Kami percaya bahwa dengan pendampingan yang sabar dan penuh kasih, mereka akan terus bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan penuh harapan.

Penulis: Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor: Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
08 Jul
0

KUNJUNGAN ROTARY THAILAND CERIA DAN HANGAT BERSAMA PUTRI-PUTRI ASRAMA PACE

 Pada Jumat, 05 Mei 2023, SMK Yos Sudarso dan Asrama PACE Sidareja kedatangan tamu istimewa dari Rotary Thailand yang didampingi oleh Romo Carolus. Kunjungan ini menjadi momen penuh kehangatan dan sukacita, baik bagi para tamu maupun bagi para siswi Putri Papua yang tinggal di asrama. Kedatangan tamu dari luar negeri ini disambut dengan antusias dan semangat oleh seluruh warga sekolah dan asrama. Kehadiran Ibu Nitaya sebagai salah satu perwakilan Rotary Thailand memberikan kesan yang sangat positif. Ia sangat terkesan dengan energi dan respon yang ditunjukkan oleh para Putri Papua. Dalam berbagai kesempatan selama kunjungan, para siswi menunjukkan sikap ramah, terbuka, dan penuh semangat. Ini menjadi cerminan dari pembinaan karakter yang berjalan baik di lingkungan sekolah dan asrama.

Salah satu momen paling berkesan terjadi ketika para tamu mengajak para siswi untuk berfoto bersama. Tanpa ragu, para Putri Papua merespon ajakan tersebut dengan penuh antusias. Mereka tidak hanya sekadar berdiri kaku untuk difoto, tetapi dengan spontan menunjukkan berbagai gaya ceria yang mencerminkan kepribadian mereka yang hangat dan menyenangkan. Momen ini membuat suasana kunjungan menjadi lebih akrab dan penuh tawa

Ibu Nitaya mengungkapkan bahwa ia merasakan kehangatan dan kegembiraan dari para siswi. Hal ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu menerima tamu dengan baik, tetapi juga mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi siapa pun yang datang. Kemampuan untuk menjalin komunikasi lintas budaya seperti ini merupakan nilai tambah yang penting dalam membentuk pribadi yang terbuka dan siap menghadapi dunia luar.

Kunjungan ini juga menjadi ruang dialog dan pertukaran pengalaman antarbudaya. Para tamu dari Rotary Thailand berkesempatan melihat secara langsung suasana pembinaan di sekolah dan asrama, serta mendengarkan cerita singkat mengenai kegiatan para siswi. Di sisi lain, para Putri Papua juga mendapat kesempatan untuk mengenal budaya luar dan berlatih membangun relasi dengan tamu internasional.

Kehadiran Romo Carolus yang mendampingi juga memberikan nuansa rohani yang mendalam. Ia membantu menjembatani komunikasi dan memperkuat relasi antara tamu dan komunitas sekolah serta asrama. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pendidikan dan perkembangan anak-anak Papua tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari sahabat-sahabat internasional yang peduli.

Secara keseluruhan, kunjungan dari Rotary Thailand memberikan kesan yang sangat membahagiakan. Bagi para Putri Papua, momen ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menambah semangat mereka, tetapi juga memperluas wawasan mereka tentang dunia luar. Semoga keakraban dan hubungan yang terjalin dalam kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Penulis : Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor : Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
08 Jul
0

KUNJUNGAN PENUH KEHANGATAN DAN APRESIASI UNTUK PUTRI BERPRESTASI

Pada Senin, 01 Mei 2023, kami melakukan kunjungan ke Asrama Putri Papua yang berada di Sidareja. Dalam kunjungan ini, kami didampingi oleh Ibu Lis dan Ibu Maria. Kegiatan ini menjadi momen yang penuh kehangatan, sekaligus sebagai bentuk perhatian dan apresiasi kepada para siswi yang telah menunjukkan prestasi membanggakan. Salah satunya adalah Paskalina, yang berhasil meraih Juara I dalam perlombaan olahraga sebelumnya. Sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya, Paskalina mendapatkan hadiah berupa sepasang sepatu olahraga. Kami mengajaknya mencoba sepatu barunya, dan tampak jelas raut kebahagiaan dan sukacita di wajahnya saat mencobanya. Meski demikian, Paskalina menunjukkan sikap yang luar biasa. Ia memilih untuk menyimpan sepatunya terlebih dahulu karena merasa masih memiliki dua pasang sepatu yang masih layak pakai. Ia menyatakan bahwa sepatu tersebut akan ia gunakan khusus saat bertanding nanti.

Sikap sederhana dan penuh pertimbangan dari Paskalina ini sungguh patut diapresiasi. Di usianya yang masih muda, ia sudah mampu menahan diri dan tidak terburu-buru menggunakan barang baru. Ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana nilai kesederhanaan dan rasa syukur masih bisa tumbuh kuat dalam diri remaja masa kini. Ia menunjukkan bahwa hadiah bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dihargai dan dimaknai.

Tidak hanya Paskalina, Nania yang meraih Juara II juga mendapatkan hadiah sepatu. Ia tampak bahagia saat mencoba sepatunya dan merasa sangat dihargai. Kedua siswi ini layak mendapatkan hadiah tersebut karena kerja keras dan komitmen mereka selama ini. Hadiah bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga motivasi untuk terus melangkah dan mengukir capaian baru di masa mendatang.

Dalam kunjungan tersebut, kami juga berkesempatan bertemu dengan Ibu Tris, yang merupakan pembina rohani bagi para Putri Papua. Saat kami datang, mereka baru saja selesai memasak bersama Ibu Tris dalam kegiatan berbagi makanan kepada para Abang Becak di sekitar asrama. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari pembelajaran nilai-nilai kepedulian sosial yang terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Setelah kegiatan berbagi, kami makan bersama di asrama. Dari Cilacap, kami membawa lauk berupa ikan laut dan ayam semur yang langsung disantap bersama-sama. Suasana makan berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Melihat para siswi makan dengan lahap dan gembira memberikan kepuasan tersendiri bagi kami. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa hubungan antara para pendamping dan para siswi terjalin dengan erat dan saling mendukung.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menyerahkan hadiah atau membawa makanan, melainkan juga menjadi ruang untuk mempererat relasi, memberikan semangat, dan memperhatikan perkembangan para Putri Papua dengan kasih dan kehadiran nyata. Semoga semangat sederhana dan penuh syukur seperti yang ditunjukkan oleh Paskalina dan Nania terus tumbuh dan menginspirasi banyak orang di sekitar mereka.

Penulis : Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor : Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
08 Jul
0

KEHANGATAN DALAM KEBERSAMAAN MAKAN MALAM DI ASRAMA

Minggu, 10 Desember 2023, suasana malam di Asrama Putri PACE terasa begitu akrab dan hangat. Seperti biasa, menjelang malam, para putri-putri cantik berkumpul bersama untuk menikmati makan malam bersama. Kegiatan ini memang menjadi bagian dari rutinitas harian mereka, namun di balik kesederhanaannya, momen ini sarat makna dan kebersamaan yang mendalam.

Meja-meja makan sudah disusun rapi, dan hidangan yang sederhana namun bergizi telah tersedia. Para siswi duduk melingkar, saling menyapa, dan berbagi cerita tentang hari yang telah mereka lewati. Dari urusan sekolah, pelajaran yang sulit, hingga hal-hal kecil yang membuat mereka tertawa. Makan malam ini bukan sekadar mengisi perut, tapi menjadi waktu berkualitas untuk mempererat hubungan satu sama lain.

Kegiatan makan malam bersama ini juga menjadi sarana membangun kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Anak-anak belajar untuk tepat waktu, menjaga kebersihan, dan saling menghargai saat makan bersama. Tidak ada yang makan sendirian, semua menikmati makanan dengan kebersamaan, saling menunggu, dan saling membantu membereskan setelah selesai makan.

Pendamping asrama pun selalu hadir menemani mereka. Dengan penuh perhatian, para pendamping ikut makan bersama dan menyempatkan diri untuk berbincang ringan dengan setiap anak. Kehadiran mereka memberi rasa aman dan nyaman bagi para putri, seolah mengisi ruang kekosongan dari keluarga yang jauh di Papua. Ini menjadi momen penguatan secara emosional yang sangat berarti bagi perkembangan anak-anak.

Makan malam juga sering menjadi saat evaluasi ringan terhadap kegiatan hari itu. Sambil menikmati makanan, para siswi bebas mengutarakan perasaan, kesulitan, maupun hal-hal menyenangkan yang mereka alami. Dengan cara yang alami dan tidak menggurui, para pendamping memberikan arahan atau dukungan yang mereka perlukan.

Meski makanan yang disajikan tidak mewah, namun hangatnya kebersamaan menjadikan malam-malam mereka di asrama penuh dengan rasa syukur. Setiap senyuman, setiap obrolan kecil, dan tawa bersama menjadi bekal penting bagi mereka untuk terus melangkah dan bertumbuh di tanah rantau.

Kegiatan makan malam bersama ini adalah bagian kecil dari kehidupan di asrama, namun memiliki dampak besar dalam membentuk karakter dan rasa kekeluargaan. Di sanalah mereka belajar hidup bersama, berbagi, dan saling menguatkan dalam perjalanan mereka meraih masa depan yang lebih baik.

Penulis : Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor : Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
08 Jul
0

KEBERSAMAAN YANG HANGAT DALAM KUNJUNGAN RUTIN KE ASRAMA PACE

Jumat, 8 September 2023, kami kembali melakukan kunjungan rutin ke Asrama PACE. Seperti biasa, kunjungan ini menjadi waktu yang sangat dinanti-nantikan, baik oleh kami sebagai pendamping maupun oleh para putri-putri cantik yang tinggal di asrama. Momen ini selalu menjadi ruang kehangatan, di mana kami bisa berbagi cerita, menyemangati satu sama lain, dan menikmati kebersamaan yang tulus.

Kunjungan dimulai dengan sapaan hangat dan senyum ceria dari para siswi yang sudah menunggu kedatangan kami. Kami disambut dengan suasana akrab dan penuh keakraban. Tanpa perlu banyak basa-basi, kami langsung duduk bersama mereka dan mulai menikmati makanan yang telah disiapkan. Makan bersama ini menjadi simbol kebersamaan yang tidak hanya mengisi perut, tetapi juga menghangatkan hati. Sambil makan, kami saling bertukar cerita. Para putri asrama dengan antusias menceritakan pengalaman mereka selama beberapa hari terakhir baik di sekolah maupun di asrama. Ada yang bercerita tentang pelajaran yang sulit, kegiatan yang menyenangkan, hingga hal-hal kecil yang membuat mereka tertawa. Cerita-cerita ini memperlihatkan kedekatan dan kepercayaan yang semakin tumbuh di antara kami.

Momen berbagi cerita ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengarkan dengan lebih dalam. Dari cerita-cerita sederhana itu, kami bisa melihat bagaimana mereka tumbuh, berjuang, dan belajar menghadapi berbagai tantangan. Kami juga turut memberi semangat dan nasihat ringan yang bisa membantu mereka menjalani hari-hari dengan lebih percaya diri dan penuh harapan.

Kebersamaan ini tidak hanya memberi semangat bagi para putri asrama, tetapi juga bagi kami sendiri. Melihat senyum mereka, semangat mereka, dan cara mereka menyambut kami dengan penuh sukacita adalah pengingat bahwa pendampingan ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati untuk terus hadir bagi mereka. Mereka bukan hanya anak-anak binaan, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar kami.

Setelah makan dan berbagi cerita, kami menghabiskan waktu dengan duduk santai bersama. Suasana sederhana itu justru membuat kami merasa semakin dekat satu sama lain. Tidak ada jarak yang membatasi, tidak ada sekat yang memisahkan. Hanya ada kehangatan, kasih, dan rasa saling memiliki yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.

Kunjungan ini kembali mempertegas bahwa kebersamaan adalah salah satu elemen penting dalam proses pendampingan. Dalam setiap tawa, cerita, dan momen duduk bersama, kami percaya bahwa benih-benih kasih dan kepercayaan sedang tumbuh subur di hati mereka. Semoga kunjungan-kunjungan berikutnya terus membawa sukacita dan harapan bagi seluruh keluarga besar Asrama PACE.

Penulis : Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor : Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More
08 Jul
0

DERETAN PRESTASI PASKALINA DAN NANIA DI AJANG O2SN DAN POPDA TINGKAT WILAYAH

Rabu, 08 Maret 2023, Stadion Wijaya Kusuma Cilacap kembali menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan Lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga atletik untuk wilayah Rayon IX. Rayon ini mencakup peserta dari Kabupaten Cilacap, Distrik Majenang, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Purbalingga. Lima nomor yang dipertandingkan dalam cabang atletik adalah Lompat Jauh, Tolak Peluru, Lempar Lembing, Lari 800 meter, dan Lari 100 meter. Acara ini menjadi kelanjutan dari event sebelumnya yang telah sukses digelar di tingkat kabupaten.

Dua nama yang kembali mencuri perhatian dalam event ini adalah Paskalina dan Nania dari SMK Yos Sudarso Sidareja. Mereka tampil kembali setelah sebelumnya menorehkan prestasi gemilang. Paskalina sebagai Juara I dan Nania sebagai Juara II di tingkat Kabupaten Cilacap. Keduanya menunjukkan semangat tinggi untuk mempertahankan performa mereka di tingkat yang lebih luas, bersaing dengan para atlet pelajar dari wilayah lain. Dalam lomba kali ini, Paskalina berhasil meraih Juara II, hanya terpaut tipis dari peserta asal Kabupaten Banyumas yang keluar sebagai Juara I. Penampilannya tetap konsisten dan menunjukkan kualitas teknik serta daya juang yang tinggi. Sementara itu, Nania juga menunjukkan performa yang baik, meskipun harus puas di posisi Juara III. Keduanya tetap membawa pulang piala dan mengharumkan nama sekolah.

Total, baik Paskalina maupun Nania telah mempersembahkan masing-masing tiga piala untuk SMK Yos Sudarso Sidareja dari berbagai event yang mereka ikuti. Paskalina meraih Juara I cabang olahraga atletik O2SN tingkat Kabupaten Cilacap, Juara III pada POPDA lomba Lari 1500 meter tingkat Kabupaten Cilacap, serta Juara II cabang atletik O2SN tingkat Wilayah Rayon IX Provinsi Jawa Tengah. Sementara Nania meraih Juara II O2SN Kabupaten Cilacap, Juara II POPDA Lari 1500 meter tingkat Kabupaten Cilacap, dan Juara III cabang atletik O2SN tingkat Wilayah Rayon IX.

Melihat pencapaian mereka, tidak dapat disangkal bahwa Paskalina dan Nania memiliki potensi besar sebagai calon olahragawan yang unggul. Namun, untuk dapat melangkah lebih jauh ke tingkat provinsi atau nasional, mereka memerlukan latihan yang lebih intensif, berkelanjutan, dan didukung dengan pembinaan yang serius. Hal ini penting agar potensi mereka dapat terus diasah dan dikembangkan.

Ketekunan, kedisiplinan, dan semangat kompetitif yang ditunjukkan keduanya menjadi contoh baik bagi siswa-siswi lain. Keduanya membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat belajar yang tinggi, prestasi bisa diraih bahkan dalam bidang yang sangat kompetitif seperti olahraga. Mereka juga menunjukkan bahwa siswa dari daerah pun mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Deretan prestasi ini bukan hanya milik pribadi Paskalina dan Nania, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas SMK Yos Sudarso Sidareja. Dengan pencapaian ini, semoga menjadi motivasi untuk terus mendukung pengembangan minat dan bakat siswa di bidang olahraga. Ajang seperti O2SN dan POPDA membuktikan bahwa semangat juang dan kesempatan yang diberikan dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih gemilang bagi para siswa.

Penulis : Chr.Rr.Ika Yuni Astuti

Editor : Gladys – Doc. Sekretariat YSBS@2025

Read More