Blog

23 Jan
0

TK YOS SUDARSO GANDRUNGMANGU TERIMA PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS

TK Yos Sudarso Gandrungmangu untuk pertama kalinya mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program pemerintah, pada tanggal 19 Januari 2026. Program ini diterima langsung oleh sekolah dan menjadi pengalaman pertama bagi anak-anak TK Yos Sudarso Gandrungmangu dalam mendapatkan layanan Makan Bergizi Gratis dari pemerintah.

Pada hari tersebut, anak-anak TK Yos Sudarso Gandrungmangu menerima makanan dari Program Makan Bergizi Gratis. Kegiatan penerimaan MBG berlangsung di lingkungan sekolah dan diikuti oleh anak-anak sesuai dengan kegiatan belajar di hari itu. Program ini merupakan bagian dari program pemerintah yang diberikan kepada satuan pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini.

Saat menerima Makan Bergizi Gratis, anak-anak terlihat makan dengan lahap. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme dan sangat menyukai makanan yang diberikan. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, dan anak-anak menikmati makanan yang mereka terima sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis.

Penerimaan MBG ini menjadi catatan awal bagi TK Yos Sudarso Gandrungmangu sebagai penerima program pemerintah Makan Bergizi Gratis. Tanggal 19 Januari 2026 tercatat sebagai hari pertama sekolah menerima program tersebut. Kegiatan ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam kegiatan sekolah pada awal tahun 2026.

Dengan diterimanya Program Makan Bergizi Gratis ini, TK Yos Sudarso Gandrungmangu resmi menjadi salah satu sekolah penerima MBG. Program tersebut diterima sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menjadi pengalaman pertama bagi anak-anak TK Yos Sudarso Gandrungmangu dalam mengikuti program pemerintah Makan Bergizi Gratis.

Read More
22 Jan
0

KUNJUNGAN INDUSTRI SMK YOS SIDAREJA KE JAKARTA

SMK Yos Sidareja melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri (KI) ke wilayah Jakarta dan sekitarnya yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 19 hingga 22 Januari. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 524 siswa dari berbagai jurusan yang diberangkatkan secara bersamaan menggunakan 12 unit bus. Seluruh armada yang digunakan merupakan bus JB 5+ dengan fasilitas lengkap dan AC mewah, sehingga mendukung kenyamanan peserta selama perjalanan panjang menuju lokasi tujuan.

Pelaksanaan kunjungan industri ini merupakan bagian dari agenda sekolah dalam memperkenalkan siswa secara langsung pada dunia industri sesuai dengan bidang keahlian masing-masing jurusan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman lapangan dengan mengunjungi perusahaan, instansi, dan lembaga yang relevan dengan kompetensi yang mereka pelajari di sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun hubungan antara sekolah dan dunia industri, khususnya terkait peluang penerimaan siswa untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) serta potensi penyerapan tenaga kerja.

Setiap jurusan di SMK Yos Sidareja memiliki tujuan kunjungan industri yang berbeda-beda, sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing:

  • Jurusan Pertanian melaksanakan kunjungan ke Balai Besar Pertanian serta ke Agrofarm Hidroponik.
  • Jurusan TKPI melakukan kunjungan industri ke Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten.
  • Jurusan TKR mengunjungi PT Hyundai, RPA, dan Suzuki.
  • Jurusan TSM dan TITL melakukan kunjungan ke PT Bukaka serta PT Sage Sepeda Listrik.
  • Jurusan Farmasi melaksanakan kunjungan ke Yakult dan Sari Roti.
  • Jurusan AKL mengunjungi PT Milko dan Sari Roti.

Meskipun tujuan industri berbeda di tiap jurusan, seluruh rangkaian kegiatan kunjungan industri dilaksanakan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan kunjungan industri diawali pada hari pertama dengan persiapan keberangkatan menuju Jakarta pada pukul 15.00 WIB. Seluruh peserta berkumpul dan diberangkatkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Perjalanan dilakukan secara rombongan dengan pengaturan armada yang telah disiapkan sebelumnya, sehingga proses keberangkatan dapat berjalan dengan tertib.

Pada hari kedua, rombongan tiba di pusat oleh-oleh pada pukul 03.00 WIB. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan makan pagi sebelum peserta diberangkatkan menuju lokasi kunjungan industri sesuai dengan jurusan masing-masing. Kegiatan kunjungan industri dilaksanakan hingga siang hari, kemudian peserta melaksanakan ishoma dengan makan siang menggunakan lunch box. Setelah waktu istirahat, kegiatan kunjungan kembali dilanjutkan hingga selesai.

Pada sore hari, rombongan meninggalkan lokasi kunjungan dan melanjutkan perjalanan menuju hotel untuk beristirahat. Setelah beristirahat sejenak, kegiatan pada malam hari diisi dengan acara makan malam bersama di hotel yang disertai dengan free program live musik. Seluruh peserta kemudian beristirahat pada pukul 22.00 WIB untuk mempersiapkan diri mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.

Kegiatan hari ketiga dimulai dengan makan pagi pada pukul 06.00 WIB. Setelah itu, peserta melakukan check out hotel dan melanjutkan perjalanan menuju Taman Impian Jaya Ancol. Rombongan tiba di kawasan TIJA wahana GSA pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan wisata di Dunia Fantasi. Pada siang hari, peserta melaksanakan ishoma untuk makan siang sebelum melanjutkan kembali kegiatan wisata hingga sore hari.

Setelah rangkaian kegiatan di Taman Impian Jaya Ancol selesai pada pukul 17.30 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju rumah makan pribadi di Purwakarta. Setibanya di lokasi tersebut, peserta melaksanakan makan malam sekaligus berbelanja oleh-oleh. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perjalanan sebelum rombongan melanjutkan perjalanan kembali menuju Kota Sidareja pada malam hari.

Pada hari keempat, rombongan tiba kembali di Kota Sidareja pada pukul 04.00 WIB. Dengan tibanya seluruh peserta di Sidareja, maka seluruh rangkaian kegiatan Kunjungan Industri SMK Yos Sidareja ke Jakarta yang berlangsung selama empat hari resmi berakhir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Read More
13 Jan
0

MERAYAKAN NATAL DALAM KEBERSAMAAN DAN KEHANGATAN

TK Pius Sidareja melaksanakan kegiatan Natalan yang berlangsung di gereja. Momen ini menjadi bagian dari perayaan Natal yang diikuti oleh anak-anak TK Pius Sidareja bersama para pendamping. Kegiatan Natalan tersebut terekam dalam suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Pelaksanaan Natalan di gereja menjadi inti dari kegiatan ini. Anak-anak TK Pius Sidareja hadir bersama-sama, mengenakan seragam sekolah, dan berdiri rapi dalam satu kebersamaan. Kehadiran mereka di dalam gereja menandai perayaan Natal yang dilakukan secara bersama, dalam satu tempat yang sakral.

Dalam foto kegiatan tersebut, terlihat anak-anak TK Pius Sidareja berbaris di bagian depan gereja. Mereka berada di hadapan altar, bersama para pendamping. Kebersamaan ini menjadi gambaran jelas dari pelaksanaan Natalan yang dilakukan secara kolektif oleh seluruh peserta yang hadir. Natalan TK Pius Sidareja di gereja ini berlangsung dalam suasana yang tertib. Anak-anak tampak mengikuti kegiatan dengan rapi, sementara para pendamping berdiri mendampingi di sisi mereka. Seluruh peserta berada dalam satu bingkai kebersamaan yang sama, memperlihatkan kesatuan dalam perayaan Natal tersebut.

Gereja menjadi latar utama dalam pelaksanaan Natalan ini. Altar gereja yang berada di belakang rombongan menjadi simbol bahwa kegiatan Natalan dilakukan dalam suasana peribadatan. Salib yang tampak di bagian depan gereja semakin menegaskan bahwa Natalan ini berlangsung di lingkungan gereja. Kehadiran anak-anak TK Pius Sidareja dalam Natalan di gereja ini menjadi bagian dari perayaan Natal yang dilakukan sejak usia dini. Mereka hadir bersama, berdiri berdampingan, dan mengikuti kegiatan Natalan dalam satu suasana yang sama. Hal ini memperlihatkan kebersamaan yang terbangun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Para pendamping turut hadir dan mendampingi anak-anak selama Natalan berlangsung. Keberadaan pendamping di antara anak-anak menunjukkan peran pendampingan dalam kegiatan Natalan ini, sehingga seluruh rangkaian dapat diikuti bersama-sama dengan tertib. Natalan TK Pius Sidareja di gereja ini menjadi momen kebersamaan antara anak-anak dan pendamping dalam satu perayaan Natal. Tidak ada rangkaian kegiatan lain yang ditampilkan selain kebersamaan mereka dalam perayaan Natal di gereja.

Melalui Natalan yang dilaksanakan di gereja, TK Pius Sidareja menunjukkan pelaksanaan perayaan Natal yang dilakukan secara bersama. Anak-anak hadir, berdiri rapi, dan mengikuti kegiatan dalam suasana yang tenang dan teratur. Dengan demikian, Natalan TK Pius Sidareja yang dilaksanakan di gereja menjadi gambaran perayaan Natal yang sederhana namun bermakna. Kebersamaan anak-anak, pendamping, dan suasana gereja menjadi inti dari kegiatan Natalan ini. Natalan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan bagi seluruh peserta yang hadir. Dalam satu ruang gereja, anak-anak TK Pius Sidareja merayakan Natal bersama, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Read More
13 Jan
0

BUKAN SEKADAR MASUK SEKOLAH BIASA

Hari pertama masuk sekolah selalu memiliki arti tersendiri. Bukan hanya tentang kembali ke ruang kelas, tetapi juga tentang memulai lagi sebuah perjalanan. Tahun 2026 di SMK Yos Kawunganten dimulai dengan momen tersebut menjadi sebuah hari pertama yang menjadi penanda dimulainya aktivitas sekolah setelah pergantian tahun ajaran.

Kegiatan hari pertama masuk sekolah di SMK Yos Kawunganten diawali dengan upacara. Upacara ini menjadi pembuka resmi dimulainya kegiatan sekolah tahun 2026. Seluruh rangkaian hari pertama berpusat pada kegiatan tersebut, menjadikannya sebagai momen awal yang menyatukan seluruh warga sekolah dalam satu kegiatan bersama. Upacara pada hari pertama ini bukan sekadar rutinitas. Ia menjadi simbol dimulainya kembali kedisiplinan, keteraturan, dan kesiapan untuk memasuki proses belajar mengajar di tahun yang baru. Pada hari pertama itu, upacara menjadi titik awal sebelum seluruh kegiatan sekolah berjalan seperti biasa.

Setelah upacara selesai dilaksanakan, kegiatan hari pertama di SMK Yos Kawunganten dilanjutkan dengan nyanyi bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian hari pertama masuk sekolah tahun 2026. Nyanyi bersama dilakukan sebagai bentuk kebersamaan setelah pelaksanaan upacara. Nyanyi bersama pada hari pertama sekolah tersebut menghadirkan suasana yang berbeda. Jika upacara menjadi pembuka yang tertib dan terstruktur, maka nyanyi bersama menjadi lanjutan yang mengikat kebersamaan dalam satu aktivitas kolektif. Seluruh rangkaian ini berlangsung sebagai satu kesatuan acara pada hari pertama masuk sekolah.

Hari pertama masuk sekolah tahun 2026 di SMK Yos Kawunganten dengan demikian berlangsung dalam dua rangkaian utama, yaitu upacara dan nyanyi bersama. Kedua kegiatan tersebut menjadi isi utama dari hari pertama tersebut, tanpa adanya rangkaian lain di luar itu. Meskipun sederhana, rangkaian kegiatan ini menjadi penanda awal dimulainya kembali kehidupan sekolah di SMK Yos Kawunganten. Hari pertama ini menjadi awal bagi seluruh aktivitas pembelajaran di tahun 2026, dimulai dengan upacara dan ditutup dengan nyanyi bersama. Dengan dilaksanakannya upacara dan nyanyi bersama, hari pertama masuk sekolah di SMK Yos Kawunganten tahun 2026 resmi dimulai. Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum siswa kembali menjalani rutinitas sekolah seperti biasanya di hari-hari selanjutnya.

Read More
01 Des
0

TK MARIA IMMACULATA CILACAP GELAR OUTING CLASS KE KANDANG DOMBA

TK Maria Immaculata Cilacap melaksanakan kegiatan Outing Class ke kandang domba pada 24 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas yang rutin dilakukan sekolah untuk memberikan pengalaman belajar langsung bagi anak-anak. Outing class tersebut bertujuan mengenalkan anak-anak pada hewan ternak dan cara merawatnya secara sederhana. Kegiatan berlangsung di area peternakan domba yang aman dan ramah anak. Para guru mendampingi seluruh peserta sejak keberangkatan hingga kegiatan berakhir. Anak-anak tampak sangat antusias saat melihat langsung domba yang ada di kandang. Mereka belajar mengamati bentuk tubuh, warna, dan suara domba. Guru menjelaskan tentang makanan yang dimakan domba serta bagaimana cara hewan tersebut dirawat setiap hari. Beberapa anak juga berani menyentuh bulu domba dan memberi makan di bawah pengawasan guru. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar melalui pengalaman nyata. Suasana kegiatan berlangsung ceria dan penuh semangat. Guru menggunakan pendekatan interaktif agar anak-anak mudah memahami penjelasan. Anak-anak diajak berdialog dan menjawab pertanyaan seputar hewan yang mereka lihat. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Selain mengenalkan dunia hewan ternak, kegiatan outing class ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap makhluk hidup. Anak-anak belajar bahwa domba adalah hewan yang perlu dirawat dengan lembut dan penuh perhatian. Melalui kegiatan ini, mereka juga belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar kandang. Guru mengajak anak-anak untuk mengamati bagaimana peternak menjaga kandang agar tetap bersih dan nyaman. Anak-anak juga diajarkan untuk tidak takut mendekati hewan selama dilakukan dengan hati-hati. Setiap kegiatan dilakukan dalam kelompok kecil agar pembelajaran berjalan tertib dan aman. Guru memberikan penjelasan singkat di setiap titik kegiatan, mulai dari area pemberian makan hingga tempat mandi domba. Kegiatan ini membantu mengembangkan rasa ingin tahu dan keberanian anak-anak dalam menjelajah lingkungan baru. Para siswa terlihat senang dan terus bertanya tentang hal-hal yang mereka lihat di peternakan. Guru dengan sabar menjawab setiap pertanyaan menggunakan bahasa sederhana. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melatih kemampuan observasi dan komunikasi anak. Selain itu, anak-anak belajar bekerja sama dengan teman saat menunggu giliran memberi makan domba. Pengalaman ini membuat proses belajar terasa lebih hidup dan bermakna bagi peserta didik.

Kegiatan outing class ke kandang domba diakhiri dengan sesi refleksi sederhana yang dipandu oleh guru. Anak-anak diajak berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang mengaku senang karena bisa melihat dan menyentuh domba secara langsung. Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan antusiasme anak-anak selama kegiatan. Setelah sesi refleksi, anak-anak berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Kegiatan berjalan dengan lancar berkat kerja sama antara guru, peserta, dan pihak pengelola peternakan. Sebelum kembali ke sekolah, anak-anak menikmati waktu istirahat sambil makan bersama di area yang telah disiapkan. Suasana akrab dan ceria mewarnai seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir. Outing class ini menjadi pengalaman berharga yang akan dikenang oleh anak-anak TK Maria Immaculata Cilacap. Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar untuk menghargai makhluk ciptaan Tuhan dan memahami proses kehidupan di sekitar mereka. Guru berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin dengan tema yang beragam. Outing class terbukti membantu anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan dan kontekstual. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara guru dan siswa dalam suasana belajar yang alami. Dengan berakhirnya kegiatan ini, anak-anak kembali ke sekolah dengan perasaan senang dan penuh cerita baru yang berkesan.

Read More
01 Des
0

KEGIATAN BELAJAR BERHITUNG MENGGUNAKAN MEDIA BALOK DAN MAKAN BERSAMA DI TAMAN SEMINARI KALIMANTAN

Pada hari Selasa, tanggal 21 Oktober 2025, anak-anak dari Taman Kanak-Kanak mengikuti kegiatan belajar berhitung menggunakan media balok yang dilaksanakan di Taman Seminari Kalimantan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak, khususnya dalam mengenal angka dan konsep berhitung secara konkret. Media balok dipilih karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak. Setiap anak diberi kesempatan untuk memegang, menyusun, dan menghitung balok sesuai arahan guru. Guru memberikan contoh cara menghitung dengan benar sambil mengenalkan bentuk, warna, dan ukuran balok. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut karena mereka dapat belajar sambil bermain. Selain itu, suasana taman yang sejuk dan terbuka membuat proses belajar menjadi lebih nyaman dan tidak membosankan. Kegiatan ini juga melatih konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan sosial anak dalam bekerja sama dengan teman. Guru mendampingi setiap kelompok untuk memastikan semua anak memahami instruksi dengan baik. Dalam kegiatan ini juga ditanamkan nilai kedisiplinan dan ketelitian saat menghitung jumlah balok. Anak-anak diajak untuk menghitung secara berurutan dan mengenali pola dari balok yang disusun. Melalui pembelajaran ini, anak-anak tidak hanya belajar berhitung tetapi juga belajar mengekspresikan ide melalui bentuk-bentuk bangunan sederhana dari balok. Kegiatan berlangsung sekitar satu jam dan diakhiri dengan refleksi ringan di mana anak-anak menceritakan pengalaman mereka kepada guru dan teman-teman.

Setelah kegiatan berhitung selesai, anak-anak melanjutkan acara dengan makan bersama di area taman Seminari Kalimantan. Kegiatan makan bersama ini menjadi momen kebersamaan dan melatih kemandirian anak-anak dalam hal makan secara tertib. Guru menyiapkan alas makan dan membantu anak-anak menata bekal yang dibawa dari rumah. Sebelum makan, anak-anak bersama-sama berdoa dengan penuh khidmat. Saat makan berlangsung, guru memberikan pengarahan tentang tata krama saat makan seperti tidak berbicara sambil mengunyah, duduk dengan rapi, dan berbagi makanan dengan teman. Anak-anak tampak senang menikmati bekal mereka sambil bercerita tentang permainan dan kegiatan berhitung sebelumnya. Kegiatan makan bersama ini juga mempererat hubungan antara guru dan peserta didik, karena berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Beberapa anak saling membantu membuka bekal dan membuang sampah setelah selesai makan. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Setelah makan, guru mengajak anak-anak mencuci tangan dan membereskan area taman agar tetap bersih. Suasana taman yang rindang dan nyaman membuat anak-anak betah berada di sana. Kegiatan makan bersama ini berlangsung tertib dan menggembirakan hingga menjelang siang hari. Semua peserta tampak gembira dan bersemangat karena bisa belajar sekaligus bersantai di alam terbuka.

Kegiatan belajar berhitung dengan media balok dan makan bersama di Taman Seminari Kalimantan pada 21 Oktober 2025 ini berjalan dengan lancar dan memberikan banyak manfaat bagi anak-anak. Guru menilai bahwa metode pembelajaran di luar kelas seperti ini efektif untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini. Melalui kegiatan langsung di alam terbuka, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, bekerja sama, serta membangun sikap sosial positif. Penggunaan media balok membantu anak memahami konsep matematika dasar secara nyata, sedangkan makan bersama menumbuhkan nilai kebersamaan dan kemandirian. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara sekolah, guru, dan peserta didik dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Banyak orang tua yang memberikan apresiasi karena anak-anak pulang dengan cerita gembira dan pengalaman baru. Guru berencana untuk melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang dengan variasi tema pembelajaran lain. Secara keseluruhan, kegiatan di taman ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter anak sejak dini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak baik.

Read More
01 Des
0

DARI SAHUR MENUJU SEBUAH KASIH

Cilacap — Perjuangan panjang dialami oleh Erwin Tri Prayogi, mahasiswa kelahiran Cilacap, 22 November 2000, dan warga Desa Klaces RT 003/RW 001. Putra dari Bibit Prayogi, yang dikenal sebagai Pak Bibit, dan Ani alias Dumuk, ini menjalani rangkaian proses panjang sejak kecelakaan yang membuatnya kehilangan satu kaki pada awal 2024. Kini, setelah melewati masa pemulihan dan berbagai tantangan, Erwin akhirnya dapat kembali berdiri menggunakan kaki palsu barunya.

Kisah itu dimulai pada 31 Maret 2024. Seperti tradisi setiap bulan Ramadan, Erwin ikut membangunkan warga sahur dengan berkeliling menggunakan VIAR. Namun, dalam kegiatan yang seharusnya penuh kebaikan itu, musibah datang tanpa diduga. VIAR yang dikendarainya tiba-tiba terjatuh miring, dan besi kendaraan tersebut menimpa kaki Erwin. Ia segera dilarikan ke puskesmas sekitar jam tiga lebih, dan di sana ia mendapat tindakan darurat berupa jahitan di kakinya. Namun kondisi Erwin tidak membaik. Setelah lebih dari satu hari, keluarga membawanya ke mbah Tali, seorang dukun pijet sakal putung yang dikenal masyarakat setempat. Dari pemeriksaan tradisional itu, disampaikan bahwa kakinya patah dan mengalami pembengkakan. Dua hari berikutnya, kedua orang tuanya membawa Erwin ke RS Cilacap. Di sana, dokter menyatakan bahwa pembuluh darah pada kakinya telah pecah. Karena rumah sakit tidak mampu menangani kasus tersebut, Erwin akhirnya dirujuk ke RS Margono Purwokerto untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Perawatan intensif berlangsung sekitar satu minggu sebelum keputusan yang sangat berat harus diambil: kaki Erwin harus diamputasi pada 4 April 2024. Keputusan tersebut bukan hanya pukulan fisik, tetapi juga emosional bagi Erwin dan keluarganya. Namun, setelah amputasi, ia memilih untuk tetap bertahan dan bangkit. Delapan bulan setelah operasi, Erwin tetap datang kontrol dan menjalani fisioterapi di RS Margono. Setelah itu, ia melanjuti fisioterapi di RS Fatimah Cilacap, meski kegiatan tersebut hanya bisa dilakukan bila keluarga memiliki cukup dana untuk biaya transportasi. Di tengah keterbatasan itu, kondisi Erwin semakin dirasa menghambat aktivitasnya sehari-hari. Situasi itulah yang membuat Erwin dan keluarga akhirnya memutuskan meminta bantuan kepada Rm. Carolus O.M.I. Harapan baru muncul ketika keuskupan, melalui Bapak Ristam dari Desa Kembaran Purwokerto, memberikan informasi terkait adanya bantuan untuk pembuatan dan pemasangan kaki palsu. Pada 20 September 2025, tim mendatangi Bapak Ristam. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa ada pengganti dana untuk kebutuhan kaki palsu Erwin. Proses selanjutnya kemudian berjalan cepat dan terkoordinasi. Tanggal 9 Oktober 2025 ditetapkan sebagai hari pengukuran kaki palsu di kantor Rm. Carolus.

Puncak proses ini terjadi pada 3 November 2025. Erwin datang ke Klinik Ortotis Protetis yang berlokasi di Jalan Haji Mashuri RT 05/RW 01, Kelurahan Rejosari, Purwokerto Barat tepatnya di sebelah kanan RS Islam Purwokerto. Di klinik itulah kaki palsu sebelah kiri Erwin akhirnya dipasang. Kaki palsu tersebut merupakan jenis atas lutut dengan komponen seperti body fiber, sabuk kulit, telapak poly CHN, serta sendi lutut dalam. Setelah pemasangan, Erwin langsung menjalani beberapa rangkaian latihan dasar. Ia diajari bagaimana cara berjalan dengan kaki barunya, dilatih cara memakai celana, dan diberi pemahaman penting tentang perawatan kaki palsu tersebut. Salah satu hal yang ditekankan adalah larangan bagi kaki palsu terkena air, dan jika sampai terkena harus segera dilap.

Suasana haru tidak terelakkan. Ketika kaki palsu terpasang dan Erwin mulai berdiri, air mata langsung mengalir bukan hanya dari Erwin dan keluarganya, tetapi juga dari petugas yayasan serta tim yang sejak awal mendampingi proses ini. Momen ketika Erwin sudah mengenakan pakaian lengkap dan sepatu pun semakin mempertegas rasa syukur dan kebahagiaan keluarga. Perjalanan panjang selama satu tahun lebih itu akhirnya sampai pada titik di mana Erwin bisa kembali melangkah baik secara harfiah maupun simbolis. Kini, dengan kaki palsu barunya, Erwin memiliki peluang untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri. Kisahnya menjadi bukti bahwa perjuangan panjang, dukungan keluarga, dan bantuan dari berbagai pihak mampu membawa seseorang melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya.

Read More
28 Nov
0

KUNJUNGAN PACE

Jumat ,17 Oktober 2025

Siang itu, tepat pukul 12.00 WIB, jam istirahat baru saja usai, namun bagi kami, sebuah tugas penting dan mendesak telah menanti. Kami segera bersiap, duduk di dalam mobil yang siap melaju dari lingkungan SMA Yos Sudarso Cilacap. Bersama kami adalah Pak Abe, seorang Guru Bimbingan Konseling (BK) yang memiliki reputasi sebagai sosok yang sabar dan penuh empati. Beliau adalah figur kunci dalam misi ini.Kami juga berangkat Bersama 3 anak putra dari Papua yang bersekolah di SMA Yos Sudarso Cilacap.

Tujuan perjalanan kami adalah Asrama SMK  Yos Sudarso di Sidareja, sebuah lokasi yang relatif jauh, demi melakukan pendampingan intensif bagi para siswi putri yang tergabung dalam program PACE —program yang mendatangkan siswi dari pulau Papua yang merupakan Kerjasama Oblat Maria Imakulata dengan Kongregasi Putri Bunda Hati Kudus di Papua.

Misi ini didorong oleh sebuah isu serius yang menyentuh hati. Salah satu siswi PACE, Cristina Yanggon, yang jauh-jauh datang dari Papua, sedang mengalami pergolakan batin yang hebat. Ia berulang kali menyatakan keinginannya untuk pulang karena merasa sangat tidak nyaman dan sulit menyesuaikan diri di lingkungan Cilacap.

Kami menyadari bahwa perasaan rindu kampung halaman dan gegar budaya adalah tantangan besar bagi anak-anak PACE. Kehadiran Pak Abe bukan sekadar memberikan nasihat, melainkan untuk menciptakan ruang aman di asrama agar Cristina dan teman-teman putrinya bisa menyampaikan segala keluh kesah dan keraguan mereka. Kami berharap pendampingan ini bisa menjadi jembatan emosional, baik itu untuk membantu Cristina menemukan kenyamanan baru di Sidareja, atau memfasilitasi langkah terbaik yang harus diambil selanjutnya demi kesejahteraan mentalnya.

Perjalanan siang hari itu bukan sekadar perjalanan fisik menuju Sidareja, melainkan sebuah manifestasi kepedulian sekolah yang ingin memastikan bahwa setiap anak, tak peduli seberapa jauh mereka datang, merasa didengarkan dan didukung sepenuhnya.

Selasa, 04 November 2025

Misi pendampingan kami untuk teman-teman putri program PACE dilanjutkan dengan perhatian yang lebih mendalam pada kondisi emosional dan psikis mereka. Kami menyadari bahwa tantangan terbesar mereka bukanlah sekadar tugas sekolah, melainkan kerinduan, kecemasan adaptasi, dan beban psikologis berada jauh dari rumah.

Dalam sesi kali ini, kami berkolaborasi dengan Pak Triyo, Guru BK dari SMK Yos Sudarso Sidareja, yang kehadirannya memberikan kesinambungan dukungan di asrama. Pertemuan tidak difokuskan pada ceramah, melainkan menjadi ruang terapi kelompok yang suportif. Kami berusaha keras untuk menguatkan mereka dari dalam.

Kami mendorong teman-teman PACE untuk mengakui dan mengelola perasaan mereka—kerinduan pada keluarga, rasa tidak nyaman, hingga tekanan untuk berhasil. Pesan utama kami adalah validasi emosi: Wajar jika merasa sulit, namun kesulitan itu harus diubah menjadi kekuatan mental.

Kami menekankan bahwa kegiatan belajar yang giat dan tanggung jawab yang disiplin—baik itu di asrama maupun sekolah bukan hanya kewajiban, tetapi merupakan strategi pertahanan psikis terbaik. Dengan fokus pada rutinitas dan pencapaian kecil, mereka dapat membangun rasa kontrol dan kepercayaan diri yang secara bertahap akan menggeser rasa cemas dan sepi. Kami mengingatkan mereka bahwa setiap buku yang mereka buka, setiap tugas yang mereka selesaikan, adalah langkah nyata yang mendekatkan mereka pada impian dan membuktikan bahwa mereka kuat secara fisik dan mental.

Sesi ini bertujuan menanamkan optimisme: Mereka adalah para pejuang yang dikelilingi oleh tim dukungan.

Kamis, 13 November 2025

Lingkungan Asrama PACE diselimuti mendung duka. Kami terpaksa menunda kunjungan penghiburan karena padatnya jadwal, termasuk kegiatan Choice untuk remaja di Paroki St.Stephanus Cilacap, namun kabar kepergian mama dari Marlina, putri program PACE asal Papua, pada Jumat,  7 November 2025 terus membebani hati kami. Akhirnya, hari ini, kami tiba untuk menjumpai dan membersamai  Marlina dalam suasana peringatan 7 hari berpulangnya sang ibunda.

Kami datang bertiga: saya, Ibu Arin, dan Ibu Maria, dengan membawa bekal spiritual sebagai pelipur lara pertama. Di kapel sekolah sesudah pulang sekolah, yang terasa hening, kami melaksanakan ibadat arwah 7 hari yang dipimpin penuh hikmat oleh Ibu Maria. Momen suci ini menjadi waktu bagi kami untuk berbagi beban yang dipikul Marlina, memanjatkan doa bagi ketenangan jiwaIbu Marlina , dan memohon kekuatan iman agar Marlina mampu menanggung kehilangan yang begitu besar di tanah rantau.

Namun, di tengah-tengah kami, Marlina hadir dengan sorot mata yang menyimpan luka basah dan berat. Sebagai seorang anak yang harus menghadapi kehilangan ibunda, terpisah ribuan kilometer dari keluarga besarnya, kedalaman luka hati itu begitu kentara. Ia terlihat kesulitan untuk berbagi cerita atau mengungkapkan perasaannya. Dengan penuh pemahaman, kami memilih untuk tidak mendesaknya berbicara. Kami meyakini bahwa kehadiran, pelukan, dan doa bersama yang tulus adalah bentuk dukungan non-verbal paling berharga yang bisa kami berikan.

Untuk memberikan jeda psikologis dari kesedihan, kami lantas mengalihkan pembicaraan ke topik yang ringan dan futuristik. Kami berbincang santai mengenai agenda kurikulum SMK yang menarik: Kunjungan Industri (KI) bagi siswa kelas X ke Jakarta pada Januari 2026. Obrolan tentang hiruk pikuk Ibukota, gedung-gedung tinggi, dan pengalaman baru di perusahaan-perusahaan besar ini menjadi penutup pertemuan kami. Harapannya, rencana perjalanan ini dapat mengalihkan perhatian Marlina sejenak, menanamkan benih harapan dan antisipasi akan masa depan yang cerah, serta mengingatkannya bahwa meski duka itu nyata, perjalanan pendidikannya masih panjang dan penuh peluang.

Read More
14 Nov
0

TK YOS SUDARSO MAJENANG GELAR COOKING CLASS SONIC CHICKEN

TK Yos Sudarso Majenang mengadakan kegiatan Cooking Class Sonic Chicken pada tanggal 24 Oktober 2025. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program pembelajaran tematik yang menekankan pengalaman langsung bagi anak-anak. Cooking class ini bertujuan untuk mengenalkan proses pembuatan makanan sederhana kepada peserta didik usia dini. Anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan melalui kegiatan memasak bersama. Dalam kegiatan tersebut, setiap anak mendapat kesempatan untuk mempraktikkan langkah-langkah membuat menu sederhana yang dikenal dengan nama Sonic Chicken. Guru-guru mendampingi anak-anak secara langsung agar kegiatan berjalan dengan aman dan tertib. Anak-anak terlihat antusias saat mencampur bahan, membentuk adonan, hingga menghias hasil masakan mereka. Kegiatan ini juga melatih koordinasi motorik halus dan menumbuhkan rasa percaya diri. Selain itu, melalui kegiatan ini anak-anak diajarkan tentang kebersihan, kerapian, dan tanggung jawab saat berada di dapur. Cooking class berlangsung di lingkungan sekolah dengan suasana yang ceria dan penuh semangat. Para guru memberikan arahan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Aktivitas memasak juga menjadi sarana belajar sosial, di mana anak-anak bekerja sama dan saling membantu teman sekelompoknya. Hasil masakan yang telah jadi kemudian dibagikan untuk dicicipi bersama-sama. Kegiatan berlangsung dengan lancar dari awal hingga akhir.

Kegiatan Cooking Class Sonic Chicken di TK Yos Sudarso Majenang menjadi momen berharga bagi anak-anak dalam mengenal dunia memasak sejak dini. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar keterampilan praktis, tetapi juga mengembangkan nilai kebersamaan. Anak-anak belajar bahwa memasak bukan hanya pekerjaan rumah tangga, tetapi juga bentuk kreativitas dan kerja sama. Guru memfasilitasi kegiatan dengan sabar dan penuh perhatian agar anak-anak merasa nyaman dan senang. Bahan-bahan yang digunakan disiapkan oleh pihak sekolah dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan anak. Setiap tahap kegiatan dilakukan secara terstruktur agar mudah diikuti oleh seluruh peserta. Anak-anak tampak gembira saat melihat hasil masakan mereka matang sempurna. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menanamkan rasa syukur atas makanan yang mereka buat sendiri. Beberapa anak menunjukkan rasa bangga dan ingin memperlihatkan hasilnya kepada orang tua mereka. Guru memberikan pujian dan motivasi agar anak-anak semakin semangat belajar hal baru. Cooking class ini bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga bentuk pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, serta kesabaran dalam menyelesaikan tugas. Melalui pengalaman nyata ini, anak-anak belajar menghargai proses dan hasil kerja sendiri.

Selain menjadi bagian dari pembelajaran tematik, kegiatan Cooking Class Sonic Chicken juga mempererat hubungan antara guru dan siswa di TK Yos Sudarso Majenang. Anak-anak merasa lebih dekat dengan gurunya karena dapat berinteraksi secara langsung dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan motivator selama proses kegiatan. Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah sebagai bentuk komitmen terhadap pembelajaran aktif dan menyenangkan. Setelah kegiatan selesai, anak-anak membersihkan peralatan yang digunakan bersama-sama dengan bimbingan guru. Hal ini melatih mereka untuk menjaga kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara. Para siswa kemudian membawa pulang sebagian hasil masakan mereka untuk diperlihatkan kepada orang tua. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak-anak karena dapat menghasilkan sesuatu dengan tangan sendiri. Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin dengan tema dan menu berbeda. Cooking class Sonic Chicken menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak TK Yos Sudarso Majenang. Melalui kegiatan sederhana ini, nilai edukatif, sosial, dan emosional dapat tumbuh bersamaan secara alami.

Read More
14 Nov
0

GEBYAR BKSN 2025 SD MARIA IMMACULATA CILACAP

Pada hari Kamis, 9 Oktober 2025, SD Maria Immaculata Cilacap menyelenggarakan kegiatan Gebyar Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 dengan penuh semangat. Seluruh siswa, guru, serta beberapa perwakilan orang tua turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut. Tema BKSN tahun ini adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup”, yang mengajak seluruh peserta didik untuk semakin mengenal dan mengasihi Tuhan melalui pembaruan diri dalam relasi dengan sesama. Kegiatan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Katolik, dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah. Para guru menekankan bahwa BKSN bukan sekadar acara tahunan, tetapi kesempatan untuk mendalami sabda Tuhan secara nyata. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir acara. Lagu-lagu rohani dinyanyikan bersama untuk menciptakan suasana yang penuh sukacita dan kekeluargaan. Dalam suasana penuh kebersamaan itu, guru mengajak siswa untuk membaca Kitab Suci secara bergantian sesuai dengan tema tahun ini. Setiap kelas turut mempersiapkan diri dengan menampilkan kreativitas dan kekompakan mereka. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk menghayati firman Tuhan dan memahami pentingnya memperbarui relasi dengan Tuhan serta sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi pembukaan dan renungan bersama, acara dilanjutkan dengan berbagai lomba bertema BKSN 2025 yang diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai tingkat kelas. Jenis lomba yang diadakan meliputi paduan suara, cerdas cermat rohani, membaca Kitab Suci, mewarnai gambar, dan menghafal surat pendek. Setiap lomba diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta yang telah berlatih sebelumnya di bawah bimbingan para guru. Suasana aula terasa hidup dan meriah ketika kelompok paduan suara tampil membawakan lagu rohani dengan harmoni yang indah. Sementara itu, peserta lomba cerdas cermat tampak serius menjawab pertanyaan seputar isi Kitab Suci dengan cepat dan tepat. Di sisi lain, siswa kelas rendah tampak bersemangat mewarnai gambar bertema iman dengan warna-warna cerah dan penuh makna. Lomba membaca Kitab Suci diikuti dengan khidmat dan menjadi momen reflektif bagi seluruh peserta yang hadir. Siswa yang mengikuti lomba menghafal surat pendek menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengingat dan melafalkan ayat dengan lancar. Guru memberikan apresiasi kepada setiap peserta yang berani tampil dan berusaha menampilkan yang terbaik. Kegiatan lomba berlangsung dengan tertib, penuh keceriaan, dan semangat kebersamaan antar kelas. Melalui perlombaan ini, nilai sportivitas dan kerja sama antar siswa semakin tumbuh kuat.

Kegiatan Gebyar BKSN 2025 di SD Maria Immaculata Cilacap diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba dan pemberian hadiah kepada para juara. Guru dan kepala sekolah memberikan apresiasi atas usaha dan semangat seluruh peserta yang telah memeriahkan acara dengan penuh antusiasme. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan BKSN merupakan sarana penting untuk menumbuhkan iman dan membentuk karakter anak-anak agar mencintai sabda Tuhan. Ia juga menegaskan bahwa tema “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam sikap saling menghormati dan membantu sesama di lingkungan sekolah maupun rumah. Anak-anak tampak bahagia menerima hadiah dan pujian atas hasil kerja keras mereka. Para guru berharap semangat religius yang tumbuh melalui kegiatan ini tidak berhenti pada perayaan, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah seluruh kegiatan selesai, acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Seluruh siswa kemudian melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan atas Gebyar BKSN 2025 yang penuh makna ini.

Read More