Blog

12 Feb
0

SEMARAK LOMBA MEWARNAI, SISWA TK YOS MAJENANG TUNJUKKAN KREATIVITAS DI SMA N MAJENANG

Suasana halaman SMA Negeri Majenang tampak semarak dan penuh warna saat ratusan anak usia taman kanak-kanak mengikuti lomba mewarnai yang digelar baru-baru ini. Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah siswa-siswi TK Yos Majenang yang hadir dengan penuh semangat dan antusiasme. Sejak pagi, para peserta telah memenuhi lokasi kegiatan dengan membawa perlengkapan mewarnai masing-masing. Duduk rapi di meja kecil yang telah disediakan, anak-anak tampak fokus menuangkan kreativitas mereka pada lembar gambar yang dibagikan panitia. Beragam warna cerah menghiasi kertas, mencerminkan imajinasi polos dan ekspresi bebas khas usia dini.

Kehadiran para guru dan orang tua yang mendampingi turut menambah semarak acara. Mereka setia memberikan dukungan, memastikan anak-anak tetap nyaman dan percaya diri selama perlombaan berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah melatih konsentrasi, kerapian, serta keberanian tampil di ruang publik. Kepala sekolah dan panitia penyelenggara menyampaikan bahwa lomba mewarnai ini bertujuan menumbuhkan kreativitas sekaligus mempererat relasi antarlembaga pendidikan di wilayah Majenang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk belajar bersosialisasi dan menghargai karya teman-temannya.

Melalui partisipasi dalam kegiatan seperti ini, TK Yos Majenang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa sejak dini. Warna-warni yang tercipta hari itu bukan sekadar hiasan di atas kertas, melainkan simbol semangat belajar dan keceriaan anak-anak Majenang.

Read More
12 Feb
0

GEDUNG BARU TAMAN SEMINARI SANTO MIKAEL DIBERKATI DALAM PERAYAAN EKARISTI PENUH SYUKUR

Taman Seminari Santo Mikael resmi memiliki gedung baru yang telah diberkati melalui perayaan Misa khusus pada hari yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sukacita. Acara tersebut dihadiri oleh para suster, tenaga pendidik, serta pengurus yayasan yang selama ini terlibat dalam karya pendidikan dan pembinaan. Perayaan dipimpin oleh seorang imam yang dalam pesannya menegaskan pentingnya menjadikan gedung baru ini sebagai ruang pembentukan iman dan karakter. Ia mengajak seluruh civitas untuk tidak hanya membangun fasilitas yang baik secara fisik, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung, mendidik dengan kasih, dan menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam keseharian.

Prosesi pemberkatan dilakukan dengan doa dan percikan air suci sebagai tanda penyerahan gedung kepada penyelenggaraan karya Tuhan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa seluruh aktivitas pendidikan yang akan berlangsung di dalamnya diharapkan senantiasa berada dalam lindungan dan penyertaan Ilahi. Gedung baru ini diproyeksikan untuk menunjang proses belajar-mengajar sekaligus menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak dalam mengembangkan potensi, kreativitas, dan kehidupan rohani mereka. Dengan fasilitas yang lebih memadai, pengelola berharap pelayanan pendidikan di Taman Seminari Santo Mikael semakin optimal dan berdampak luas bagi masyarakat.

Perayaan ditutup dengan kebersamaan dan dokumentasi bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan serta komitmen melanjutkan karya pendidikan yang berakar pada iman, pelayanan, dan dedikasi.

Read More
12 Feb
0

GURU-GURU MAJENANG IKUTI IN HOUSE TRAINING PENINGKATAN KOMPETENSI

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terus dilakukan oleh satuan pendidikan di wilayah Majenang. Sejumlah guru dari berbagai sekolah mengikuti kegiatan In House Training (IHT) bertajuk Peningkatan Kompetensi Guru yang digelar di salah satu ruang kelas dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dari SMP Ma’arif NU 2 Majenang, SMP Terpadu Sabilul Huda Majenang, SMP Alma Ata Majenang, dan SMP Yos Sudarso Majenang. Pelatihan menghadirkan narasumber berkompeten yang memberikan materi seputar praktik penyusunan perangkat ajar, termasuk pembuatan microsite serta perencanaan kerja pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif.

Dalam sesi pelatihan, para peserta mendapatkan pendampingan langsung untuk mengembangkan strategi pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga praktik aplikatif yang dapat langsung diterapkan di kelas. Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini sangat membantu guru dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan digitalisasi pendidikan. “Kami jadi lebih percaya diri dalam menyusun perangkat pembelajaran yang kreatif dan terstruktur,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu meningkatkan profesionalisme sekaligus menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan berdampak positif bagi siswa. Kebersamaan para peserta dan narasumber yang ditutup dengan sesi foto bersama menjadi simbol komitmen bersama untuk terus belajar dan berkembang demi kemajuan pendidikan di Majenang.

Read More
23 Jan
0

TK YOS SUDARSO GANDRUNGMANGU TERIMA PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS

TK Yos Sudarso Gandrungmangu untuk pertama kalinya mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program pemerintah, pada tanggal 19 Januari 2026. Program ini diterima langsung oleh sekolah dan menjadi pengalaman pertama bagi anak-anak TK Yos Sudarso Gandrungmangu dalam mendapatkan layanan Makan Bergizi Gratis dari pemerintah.

Pada hari tersebut, anak-anak TK Yos Sudarso Gandrungmangu menerima makanan dari Program Makan Bergizi Gratis. Kegiatan penerimaan MBG berlangsung di lingkungan sekolah dan diikuti oleh anak-anak sesuai dengan kegiatan belajar di hari itu. Program ini merupakan bagian dari program pemerintah yang diberikan kepada satuan pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini.

Saat menerima Makan Bergizi Gratis, anak-anak terlihat makan dengan lahap. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme dan sangat menyukai makanan yang diberikan. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, dan anak-anak menikmati makanan yang mereka terima sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis.

Penerimaan MBG ini menjadi catatan awal bagi TK Yos Sudarso Gandrungmangu sebagai penerima program pemerintah Makan Bergizi Gratis. Tanggal 19 Januari 2026 tercatat sebagai hari pertama sekolah menerima program tersebut. Kegiatan ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam kegiatan sekolah pada awal tahun 2026.

Dengan diterimanya Program Makan Bergizi Gratis ini, TK Yos Sudarso Gandrungmangu resmi menjadi salah satu sekolah penerima MBG. Program tersebut diterima sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menjadi pengalaman pertama bagi anak-anak TK Yos Sudarso Gandrungmangu dalam mengikuti program pemerintah Makan Bergizi Gratis.

Read More
22 Jan
0

KUNJUNGAN INDUSTRI SMK YOS SIDAREJA KE JAKARTA

SMK Yos Sidareja melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri (KI) ke wilayah Jakarta dan sekitarnya yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 19 hingga 22 Januari. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 524 siswa dari berbagai jurusan yang diberangkatkan secara bersamaan menggunakan 12 unit bus. Seluruh armada yang digunakan merupakan bus JB 5+ dengan fasilitas lengkap dan AC mewah, sehingga mendukung kenyamanan peserta selama perjalanan panjang menuju lokasi tujuan.

Pelaksanaan kunjungan industri ini merupakan bagian dari agenda sekolah dalam memperkenalkan siswa secara langsung pada dunia industri sesuai dengan bidang keahlian masing-masing jurusan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman lapangan dengan mengunjungi perusahaan, instansi, dan lembaga yang relevan dengan kompetensi yang mereka pelajari di sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun hubungan antara sekolah dan dunia industri, khususnya terkait peluang penerimaan siswa untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) serta potensi penyerapan tenaga kerja.

Setiap jurusan di SMK Yos Sidareja memiliki tujuan kunjungan industri yang berbeda-beda, sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing:

  • Jurusan Pertanian melaksanakan kunjungan ke Balai Besar Pertanian serta ke Agrofarm Hidroponik.
  • Jurusan TKPI melakukan kunjungan industri ke Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten.
  • Jurusan TKR mengunjungi PT Hyundai, RPA, dan Suzuki.
  • Jurusan TSM dan TITL melakukan kunjungan ke PT Bukaka serta PT Sage Sepeda Listrik.
  • Jurusan Farmasi melaksanakan kunjungan ke Yakult dan Sari Roti.
  • Jurusan AKL mengunjungi PT Milko dan Sari Roti.

Meskipun tujuan industri berbeda di tiap jurusan, seluruh rangkaian kegiatan kunjungan industri dilaksanakan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan kunjungan industri diawali pada hari pertama dengan persiapan keberangkatan menuju Jakarta pada pukul 15.00 WIB. Seluruh peserta berkumpul dan diberangkatkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Perjalanan dilakukan secara rombongan dengan pengaturan armada yang telah disiapkan sebelumnya, sehingga proses keberangkatan dapat berjalan dengan tertib.

Pada hari kedua, rombongan tiba di pusat oleh-oleh pada pukul 03.00 WIB. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan makan pagi sebelum peserta diberangkatkan menuju lokasi kunjungan industri sesuai dengan jurusan masing-masing. Kegiatan kunjungan industri dilaksanakan hingga siang hari, kemudian peserta melaksanakan ishoma dengan makan siang menggunakan lunch box. Setelah waktu istirahat, kegiatan kunjungan kembali dilanjutkan hingga selesai.

Pada sore hari, rombongan meninggalkan lokasi kunjungan dan melanjutkan perjalanan menuju hotel untuk beristirahat. Setelah beristirahat sejenak, kegiatan pada malam hari diisi dengan acara makan malam bersama di hotel yang disertai dengan free program live musik. Seluruh peserta kemudian beristirahat pada pukul 22.00 WIB untuk mempersiapkan diri mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.

Kegiatan hari ketiga dimulai dengan makan pagi pada pukul 06.00 WIB. Setelah itu, peserta melakukan check out hotel dan melanjutkan perjalanan menuju Taman Impian Jaya Ancol. Rombongan tiba di kawasan TIJA wahana GSA pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan wisata di Dunia Fantasi. Pada siang hari, peserta melaksanakan ishoma untuk makan siang sebelum melanjutkan kembali kegiatan wisata hingga sore hari.

Setelah rangkaian kegiatan di Taman Impian Jaya Ancol selesai pada pukul 17.30 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju rumah makan pribadi di Purwakarta. Setibanya di lokasi tersebut, peserta melaksanakan makan malam sekaligus berbelanja oleh-oleh. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perjalanan sebelum rombongan melanjutkan perjalanan kembali menuju Kota Sidareja pada malam hari.

Pada hari keempat, rombongan tiba kembali di Kota Sidareja pada pukul 04.00 WIB. Dengan tibanya seluruh peserta di Sidareja, maka seluruh rangkaian kegiatan Kunjungan Industri SMK Yos Sidareja ke Jakarta yang berlangsung selama empat hari resmi berakhir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Read More
13 Jan
0

MERAYAKAN NATAL DALAM KEBERSAMAAN DAN KEHANGATAN

TK Pius Sidareja melaksanakan kegiatan Natalan yang berlangsung di gereja. Momen ini menjadi bagian dari perayaan Natal yang diikuti oleh anak-anak TK Pius Sidareja bersama para pendamping. Kegiatan Natalan tersebut terekam dalam suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Pelaksanaan Natalan di gereja menjadi inti dari kegiatan ini. Anak-anak TK Pius Sidareja hadir bersama-sama, mengenakan seragam sekolah, dan berdiri rapi dalam satu kebersamaan. Kehadiran mereka di dalam gereja menandai perayaan Natal yang dilakukan secara bersama, dalam satu tempat yang sakral.

Dalam foto kegiatan tersebut, terlihat anak-anak TK Pius Sidareja berbaris di bagian depan gereja. Mereka berada di hadapan altar, bersama para pendamping. Kebersamaan ini menjadi gambaran jelas dari pelaksanaan Natalan yang dilakukan secara kolektif oleh seluruh peserta yang hadir. Natalan TK Pius Sidareja di gereja ini berlangsung dalam suasana yang tertib. Anak-anak tampak mengikuti kegiatan dengan rapi, sementara para pendamping berdiri mendampingi di sisi mereka. Seluruh peserta berada dalam satu bingkai kebersamaan yang sama, memperlihatkan kesatuan dalam perayaan Natal tersebut.

Gereja menjadi latar utama dalam pelaksanaan Natalan ini. Altar gereja yang berada di belakang rombongan menjadi simbol bahwa kegiatan Natalan dilakukan dalam suasana peribadatan. Salib yang tampak di bagian depan gereja semakin menegaskan bahwa Natalan ini berlangsung di lingkungan gereja. Kehadiran anak-anak TK Pius Sidareja dalam Natalan di gereja ini menjadi bagian dari perayaan Natal yang dilakukan sejak usia dini. Mereka hadir bersama, berdiri berdampingan, dan mengikuti kegiatan Natalan dalam satu suasana yang sama. Hal ini memperlihatkan kebersamaan yang terbangun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Para pendamping turut hadir dan mendampingi anak-anak selama Natalan berlangsung. Keberadaan pendamping di antara anak-anak menunjukkan peran pendampingan dalam kegiatan Natalan ini, sehingga seluruh rangkaian dapat diikuti bersama-sama dengan tertib. Natalan TK Pius Sidareja di gereja ini menjadi momen kebersamaan antara anak-anak dan pendamping dalam satu perayaan Natal. Tidak ada rangkaian kegiatan lain yang ditampilkan selain kebersamaan mereka dalam perayaan Natal di gereja.

Melalui Natalan yang dilaksanakan di gereja, TK Pius Sidareja menunjukkan pelaksanaan perayaan Natal yang dilakukan secara bersama. Anak-anak hadir, berdiri rapi, dan mengikuti kegiatan dalam suasana yang tenang dan teratur. Dengan demikian, Natalan TK Pius Sidareja yang dilaksanakan di gereja menjadi gambaran perayaan Natal yang sederhana namun bermakna. Kebersamaan anak-anak, pendamping, dan suasana gereja menjadi inti dari kegiatan Natalan ini. Natalan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan bagi seluruh peserta yang hadir. Dalam satu ruang gereja, anak-anak TK Pius Sidareja merayakan Natal bersama, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Read More
13 Jan
0

BUKAN SEKADAR MASUK SEKOLAH BIASA

Hari pertama masuk sekolah selalu memiliki arti tersendiri. Bukan hanya tentang kembali ke ruang kelas, tetapi juga tentang memulai lagi sebuah perjalanan. Tahun 2026 di SMK Yos Kawunganten dimulai dengan momen tersebut menjadi sebuah hari pertama yang menjadi penanda dimulainya aktivitas sekolah setelah pergantian tahun ajaran.

Kegiatan hari pertama masuk sekolah di SMK Yos Kawunganten diawali dengan upacara. Upacara ini menjadi pembuka resmi dimulainya kegiatan sekolah tahun 2026. Seluruh rangkaian hari pertama berpusat pada kegiatan tersebut, menjadikannya sebagai momen awal yang menyatukan seluruh warga sekolah dalam satu kegiatan bersama. Upacara pada hari pertama ini bukan sekadar rutinitas. Ia menjadi simbol dimulainya kembali kedisiplinan, keteraturan, dan kesiapan untuk memasuki proses belajar mengajar di tahun yang baru. Pada hari pertama itu, upacara menjadi titik awal sebelum seluruh kegiatan sekolah berjalan seperti biasa.

Setelah upacara selesai dilaksanakan, kegiatan hari pertama di SMK Yos Kawunganten dilanjutkan dengan nyanyi bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian hari pertama masuk sekolah tahun 2026. Nyanyi bersama dilakukan sebagai bentuk kebersamaan setelah pelaksanaan upacara. Nyanyi bersama pada hari pertama sekolah tersebut menghadirkan suasana yang berbeda. Jika upacara menjadi pembuka yang tertib dan terstruktur, maka nyanyi bersama menjadi lanjutan yang mengikat kebersamaan dalam satu aktivitas kolektif. Seluruh rangkaian ini berlangsung sebagai satu kesatuan acara pada hari pertama masuk sekolah.

Hari pertama masuk sekolah tahun 2026 di SMK Yos Kawunganten dengan demikian berlangsung dalam dua rangkaian utama, yaitu upacara dan nyanyi bersama. Kedua kegiatan tersebut menjadi isi utama dari hari pertama tersebut, tanpa adanya rangkaian lain di luar itu. Meskipun sederhana, rangkaian kegiatan ini menjadi penanda awal dimulainya kembali kehidupan sekolah di SMK Yos Kawunganten. Hari pertama ini menjadi awal bagi seluruh aktivitas pembelajaran di tahun 2026, dimulai dengan upacara dan ditutup dengan nyanyi bersama. Dengan dilaksanakannya upacara dan nyanyi bersama, hari pertama masuk sekolah di SMK Yos Kawunganten tahun 2026 resmi dimulai. Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum siswa kembali menjalani rutinitas sekolah seperti biasanya di hari-hari selanjutnya.

Read More
01 Des
0

TK MARIA IMMACULATA CILACAP GELAR OUTING CLASS KE KANDANG DOMBA

TK Maria Immaculata Cilacap melaksanakan kegiatan Outing Class ke kandang domba pada 24 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas yang rutin dilakukan sekolah untuk memberikan pengalaman belajar langsung bagi anak-anak. Outing class tersebut bertujuan mengenalkan anak-anak pada hewan ternak dan cara merawatnya secara sederhana. Kegiatan berlangsung di area peternakan domba yang aman dan ramah anak. Para guru mendampingi seluruh peserta sejak keberangkatan hingga kegiatan berakhir. Anak-anak tampak sangat antusias saat melihat langsung domba yang ada di kandang. Mereka belajar mengamati bentuk tubuh, warna, dan suara domba. Guru menjelaskan tentang makanan yang dimakan domba serta bagaimana cara hewan tersebut dirawat setiap hari. Beberapa anak juga berani menyentuh bulu domba dan memberi makan di bawah pengawasan guru. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar melalui pengalaman nyata. Suasana kegiatan berlangsung ceria dan penuh semangat. Guru menggunakan pendekatan interaktif agar anak-anak mudah memahami penjelasan. Anak-anak diajak berdialog dan menjawab pertanyaan seputar hewan yang mereka lihat. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Selain mengenalkan dunia hewan ternak, kegiatan outing class ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap makhluk hidup. Anak-anak belajar bahwa domba adalah hewan yang perlu dirawat dengan lembut dan penuh perhatian. Melalui kegiatan ini, mereka juga belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar kandang. Guru mengajak anak-anak untuk mengamati bagaimana peternak menjaga kandang agar tetap bersih dan nyaman. Anak-anak juga diajarkan untuk tidak takut mendekati hewan selama dilakukan dengan hati-hati. Setiap kegiatan dilakukan dalam kelompok kecil agar pembelajaran berjalan tertib dan aman. Guru memberikan penjelasan singkat di setiap titik kegiatan, mulai dari area pemberian makan hingga tempat mandi domba. Kegiatan ini membantu mengembangkan rasa ingin tahu dan keberanian anak-anak dalam menjelajah lingkungan baru. Para siswa terlihat senang dan terus bertanya tentang hal-hal yang mereka lihat di peternakan. Guru dengan sabar menjawab setiap pertanyaan menggunakan bahasa sederhana. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melatih kemampuan observasi dan komunikasi anak. Selain itu, anak-anak belajar bekerja sama dengan teman saat menunggu giliran memberi makan domba. Pengalaman ini membuat proses belajar terasa lebih hidup dan bermakna bagi peserta didik.

Kegiatan outing class ke kandang domba diakhiri dengan sesi refleksi sederhana yang dipandu oleh guru. Anak-anak diajak berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang mengaku senang karena bisa melihat dan menyentuh domba secara langsung. Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan antusiasme anak-anak selama kegiatan. Setelah sesi refleksi, anak-anak berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Kegiatan berjalan dengan lancar berkat kerja sama antara guru, peserta, dan pihak pengelola peternakan. Sebelum kembali ke sekolah, anak-anak menikmati waktu istirahat sambil makan bersama di area yang telah disiapkan. Suasana akrab dan ceria mewarnai seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir. Outing class ini menjadi pengalaman berharga yang akan dikenang oleh anak-anak TK Maria Immaculata Cilacap. Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar untuk menghargai makhluk ciptaan Tuhan dan memahami proses kehidupan di sekitar mereka. Guru berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin dengan tema yang beragam. Outing class terbukti membantu anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan dan kontekstual. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara guru dan siswa dalam suasana belajar yang alami. Dengan berakhirnya kegiatan ini, anak-anak kembali ke sekolah dengan perasaan senang dan penuh cerita baru yang berkesan.

Read More
01 Des
0

KEGIATAN BELAJAR BERHITUNG MENGGUNAKAN MEDIA BALOK DAN MAKAN BERSAMA DI TAMAN SEMINARI KALIMANTAN

Pada hari Selasa, tanggal 21 Oktober 2025, anak-anak dari Taman Kanak-Kanak mengikuti kegiatan belajar berhitung menggunakan media balok yang dilaksanakan di Taman Seminari Kalimantan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak, khususnya dalam mengenal angka dan konsep berhitung secara konkret. Media balok dipilih karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak. Setiap anak diberi kesempatan untuk memegang, menyusun, dan menghitung balok sesuai arahan guru. Guru memberikan contoh cara menghitung dengan benar sambil mengenalkan bentuk, warna, dan ukuran balok. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut karena mereka dapat belajar sambil bermain. Selain itu, suasana taman yang sejuk dan terbuka membuat proses belajar menjadi lebih nyaman dan tidak membosankan. Kegiatan ini juga melatih konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan sosial anak dalam bekerja sama dengan teman. Guru mendampingi setiap kelompok untuk memastikan semua anak memahami instruksi dengan baik. Dalam kegiatan ini juga ditanamkan nilai kedisiplinan dan ketelitian saat menghitung jumlah balok. Anak-anak diajak untuk menghitung secara berurutan dan mengenali pola dari balok yang disusun. Melalui pembelajaran ini, anak-anak tidak hanya belajar berhitung tetapi juga belajar mengekspresikan ide melalui bentuk-bentuk bangunan sederhana dari balok. Kegiatan berlangsung sekitar satu jam dan diakhiri dengan refleksi ringan di mana anak-anak menceritakan pengalaman mereka kepada guru dan teman-teman.

Setelah kegiatan berhitung selesai, anak-anak melanjutkan acara dengan makan bersama di area taman Seminari Kalimantan. Kegiatan makan bersama ini menjadi momen kebersamaan dan melatih kemandirian anak-anak dalam hal makan secara tertib. Guru menyiapkan alas makan dan membantu anak-anak menata bekal yang dibawa dari rumah. Sebelum makan, anak-anak bersama-sama berdoa dengan penuh khidmat. Saat makan berlangsung, guru memberikan pengarahan tentang tata krama saat makan seperti tidak berbicara sambil mengunyah, duduk dengan rapi, dan berbagi makanan dengan teman. Anak-anak tampak senang menikmati bekal mereka sambil bercerita tentang permainan dan kegiatan berhitung sebelumnya. Kegiatan makan bersama ini juga mempererat hubungan antara guru dan peserta didik, karena berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Beberapa anak saling membantu membuka bekal dan membuang sampah setelah selesai makan. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Setelah makan, guru mengajak anak-anak mencuci tangan dan membereskan area taman agar tetap bersih. Suasana taman yang rindang dan nyaman membuat anak-anak betah berada di sana. Kegiatan makan bersama ini berlangsung tertib dan menggembirakan hingga menjelang siang hari. Semua peserta tampak gembira dan bersemangat karena bisa belajar sekaligus bersantai di alam terbuka.

Kegiatan belajar berhitung dengan media balok dan makan bersama di Taman Seminari Kalimantan pada 21 Oktober 2025 ini berjalan dengan lancar dan memberikan banyak manfaat bagi anak-anak. Guru menilai bahwa metode pembelajaran di luar kelas seperti ini efektif untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini. Melalui kegiatan langsung di alam terbuka, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, bekerja sama, serta membangun sikap sosial positif. Penggunaan media balok membantu anak memahami konsep matematika dasar secara nyata, sedangkan makan bersama menumbuhkan nilai kebersamaan dan kemandirian. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara sekolah, guru, dan peserta didik dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Banyak orang tua yang memberikan apresiasi karena anak-anak pulang dengan cerita gembira dan pengalaman baru. Guru berencana untuk melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang dengan variasi tema pembelajaran lain. Secara keseluruhan, kegiatan di taman ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter anak sejak dini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak baik.

Read More
01 Des
0

DARI SAHUR MENUJU SEBUAH KASIH

Cilacap — Perjuangan panjang dialami oleh Erwin Tri Prayogi, mahasiswa kelahiran Cilacap, 22 November 2000, dan warga Desa Klaces RT 003/RW 001. Putra dari Bibit Prayogi, yang dikenal sebagai Pak Bibit, dan Ani alias Dumuk, ini menjalani rangkaian proses panjang sejak kecelakaan yang membuatnya kehilangan satu kaki pada awal 2024. Kini, setelah melewati masa pemulihan dan berbagai tantangan, Erwin akhirnya dapat kembali berdiri menggunakan kaki palsu barunya.

Kisah itu dimulai pada 31 Maret 2024. Seperti tradisi setiap bulan Ramadan, Erwin ikut membangunkan warga sahur dengan berkeliling menggunakan VIAR. Namun, dalam kegiatan yang seharusnya penuh kebaikan itu, musibah datang tanpa diduga. VIAR yang dikendarainya tiba-tiba terjatuh miring, dan besi kendaraan tersebut menimpa kaki Erwin. Ia segera dilarikan ke puskesmas sekitar jam tiga lebih, dan di sana ia mendapat tindakan darurat berupa jahitan di kakinya. Namun kondisi Erwin tidak membaik. Setelah lebih dari satu hari, keluarga membawanya ke mbah Tali, seorang dukun pijet sakal putung yang dikenal masyarakat setempat. Dari pemeriksaan tradisional itu, disampaikan bahwa kakinya patah dan mengalami pembengkakan. Dua hari berikutnya, kedua orang tuanya membawa Erwin ke RS Cilacap. Di sana, dokter menyatakan bahwa pembuluh darah pada kakinya telah pecah. Karena rumah sakit tidak mampu menangani kasus tersebut, Erwin akhirnya dirujuk ke RS Margono Purwokerto untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Perawatan intensif berlangsung sekitar satu minggu sebelum keputusan yang sangat berat harus diambil: kaki Erwin harus diamputasi pada 4 April 2024. Keputusan tersebut bukan hanya pukulan fisik, tetapi juga emosional bagi Erwin dan keluarganya. Namun, setelah amputasi, ia memilih untuk tetap bertahan dan bangkit. Delapan bulan setelah operasi, Erwin tetap datang kontrol dan menjalani fisioterapi di RS Margono. Setelah itu, ia melanjuti fisioterapi di RS Fatimah Cilacap, meski kegiatan tersebut hanya bisa dilakukan bila keluarga memiliki cukup dana untuk biaya transportasi. Di tengah keterbatasan itu, kondisi Erwin semakin dirasa menghambat aktivitasnya sehari-hari. Situasi itulah yang membuat Erwin dan keluarga akhirnya memutuskan meminta bantuan kepada Rm. Carolus O.M.I. Harapan baru muncul ketika keuskupan, melalui Bapak Ristam dari Desa Kembaran Purwokerto, memberikan informasi terkait adanya bantuan untuk pembuatan dan pemasangan kaki palsu. Pada 20 September 2025, tim mendatangi Bapak Ristam. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa ada pengganti dana untuk kebutuhan kaki palsu Erwin. Proses selanjutnya kemudian berjalan cepat dan terkoordinasi. Tanggal 9 Oktober 2025 ditetapkan sebagai hari pengukuran kaki palsu di kantor Rm. Carolus.

Puncak proses ini terjadi pada 3 November 2025. Erwin datang ke Klinik Ortotis Protetis yang berlokasi di Jalan Haji Mashuri RT 05/RW 01, Kelurahan Rejosari, Purwokerto Barat tepatnya di sebelah kanan RS Islam Purwokerto. Di klinik itulah kaki palsu sebelah kiri Erwin akhirnya dipasang. Kaki palsu tersebut merupakan jenis atas lutut dengan komponen seperti body fiber, sabuk kulit, telapak poly CHN, serta sendi lutut dalam. Setelah pemasangan, Erwin langsung menjalani beberapa rangkaian latihan dasar. Ia diajari bagaimana cara berjalan dengan kaki barunya, dilatih cara memakai celana, dan diberi pemahaman penting tentang perawatan kaki palsu tersebut. Salah satu hal yang ditekankan adalah larangan bagi kaki palsu terkena air, dan jika sampai terkena harus segera dilap.

Suasana haru tidak terelakkan. Ketika kaki palsu terpasang dan Erwin mulai berdiri, air mata langsung mengalir bukan hanya dari Erwin dan keluarganya, tetapi juga dari petugas yayasan serta tim yang sejak awal mendampingi proses ini. Momen ketika Erwin sudah mengenakan pakaian lengkap dan sepatu pun semakin mempertegas rasa syukur dan kebahagiaan keluarga. Perjalanan panjang selama satu tahun lebih itu akhirnya sampai pada titik di mana Erwin bisa kembali melangkah baik secara harfiah maupun simbolis. Kini, dengan kaki palsu barunya, Erwin memiliki peluang untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri. Kisahnya menjadi bukti bahwa perjuangan panjang, dukungan keluarga, dan bantuan dari berbagai pihak mampu membawa seseorang melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya.

Read More