Pada Kamis, 3 November 2016 yang lalu, Minomartani yang merupakan unit kerja dari Yayasan Sosial Bina Sejahtera yang bekerjasama dengan lembaga donor ChildFund mengadakan acara berupa Focus Group Discussion mengenai perlindungan anak. Kegiatan  tersebut bertajuk Identifikasi praktik mekanisme Perlindungan Anak termasuk isu-isu Perlindungan Anak di masyarakat yang diadakan di Ruang meeting YSBS, Gedung AMN Lt. 4, Jl. Kendeng Cilacap.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari berbagai pihak yaitu BAPERMAS PP,PA,KB Kab. Cilacap,POLRES Cilacap, POLSEK Cipari, PMD Kec.Kampung Laut, TOMAS ,BMM, Kaur Kesra.

12

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Peningkatan kapasitas Pemerintah desa, stakeholder, komponen sekolah dan orang tua anak dalam merencanakan, melaksanakan hingga memonitor dampak dari praktik mekanisme perlindungan anak, bekerjasama dengan BAPERMAS Kabupaten maupun PPT Kecamatan diwilayah Cilacap.
  2. Memfasilitasi dalam pemahaman dan pelaksanaan praktik mekanisme perlidungan anak bagi Pemerintah desa, stakeholder, komponen sekolah dan orang tua anak di wilayah dampingan , khususnya di desa Ujunggagak.
  3. Untuk mendapatkan data tentang Konteks dan Sumberdaya Eksternal Perlindungan Anak.

Sedangkan hasil yg diharapkan adalah:

  1. Munculnya calon-calon tim Perlindungan Anak yang memiliki integritasi dan kemampuan dalam praktik mekanisme perlindungan anak.
  2. Semua komponen memiliki pemahaman yang jelas tentang Perlindungan Anak dan mekanisme perlindungan anak yang ada di desa maupun sekolah.
  3. Dinas terkait dan stakeholder yang diundang mendukung dan dapat memberikan informasi tentang konteks dan sumberdaya Perlindungan Anak yang ada di wilayah.

Romo Carolus, O.M.I. sebagai Ketua YSBS dalam sambutan awalnya menggarisbawahi beberapa hal penting antara lain:

  • Romo sangat mendukung adanya Perlindungan Anak
  • Masih sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga,sehingga anak secara langsung mengetahui adanya perilaku orang tuanya yang kurang baik menjaidi contoh.
  • Anak menjadi korban dan saat besar nanti ia akan menjadi peniru apa yang pernah dia lihat.
  • Di Indonesia belum ada statistik tentang kekerasan dan pelecehan seksual.

2

Acara Inti dipandu oleh Ibu Theresia Kariyah sebagai Koordinator GSM. Untuk mendapatkan data lengkap dari masing-masing,maka diadakan diskusi secara kelompok yaitu Lembaga Perlndungan Anak dan lembaga Layanan korban kekerasan pada anak.

Kelompok-kelompok yang terlibat dalam FGD ini terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok dinas dan kelompok desa. Kelompok Dinas terdiri dari Unit PPT Polres, RESKRIM POLSEK se-Kabupaten Cilacap, PPT “CITRA“ (Cilacap Tanpa Kekerasan), PPT di Kecamatan se-kabupaten Cilacap, PPT Kecamatan Kampung Laut, RPTC ( Rumah Singgah ), dan RSUD Cilacap. Sedangkan kelompok desa diwakili oleh beberapa orang merupakan warga masyarakat umumnya.

9 5