CILACAP-Persoalan kemiskinan, masih menjadi pekerjaan berat Pemkab Cilacap. Hingga saat ini, 226.611 rumah tangga di Kabupaten Cilacap masuk kategori miskin, 29.279 rumah tangga masuk kategori sangat miskin.

Sebanyak 2.892 di antaranya ada di Kecamatan Gandrungmangu. Kecamatan Kawunganten 2.297 keluarga dan Kecamatan Majenang 2.104 keluarga.

Yang paling kecil Kecamatan Maos yang hanya 274 yang masuk kategori sangat miskin. Peneliti dari John Hopskin University, Diah Perwitasari MSi mengatakan, Data tersebut menunjukkan jika Kabupaten Cilacap dengan penduduk yang mencapai lebih dari dua juta jiwa, masih rawan terhadap kemiskinan.

Bahkan jika tidak ada upaya melakukan penurunan angka kelahiran, bukan mustahil keluarga sangat miskin akan terus bertambah. Sebab pertumbuhan penduduk paling tinggi ada di level sangat miskin, miskin dan hampir miskin.

Dia mengatakan, data penduduk yang masuk klasifikasi miskin sangat rentan terhadap berbagai persoalan. “Salah satu yang sulit yakni soal KB yang rata-rata mengaku jika keluarga miskin memang kesulitan untuk mengikuti program KB karena harus membayar,”kata dia.

Karena itu, untuk dapat mengurangi jumlah keluarga miskin memang perlu program yang terencana. Salah satunya kesadaran ber-KB di kalangan keluarga miskin harus ditingkatkan dengan dibarengi program pemerintah.

“Seperti di Tuban, selain sudah ada kampung KB juga ada surat edaran Bupati tentang pembentukan tim KB desa di masing-masing desa atau kelurahan,” ungkap dia.

Setelah ditelusuri latar belakangnya hampir sama dengan Cilacap. hanya saja, program tersebut memang sudah dirancang untuk menyambut diberlakukannya Undang-undang Desa . surat edaran tersebut di berlakukan per November 2015.

“Dengan surat edaran tersebut dimasing-masing desa sudah dibuat tim KB desa yang anggarannya masuk dalam APBDes,”kata dia.

Kabid Data Informasi dan Peran Serta Baperma PP, PA dan KB Kabupaten Cilacap, Drs Agus Subagyo mengatakan, Kabupaten Cilacap memang belum sampai pada tahapan pembentukan tim KB desa.

Namun perhatian pemerintah terus ditingkatkan. hal itu bisa dilihat dari banyaknya papan sosialisasi ajakan untuk ber-KB. Namun demikian, masukan dari pihak manapun akan dijadikan pertimbangan. “Kami juga terus melalukan koordinasi dengan BKKB propinsi terkait program Pilihanku,”imbuh dia.(yan)R